The Devil JOVE

The Devil JOVE
21. Sketsa Wajah


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, NANIA SUDAH UP YA. KLIK PROFIL EMAK BUAT CARI NOVELNYA. JUDULNYA MY SUGAR DADDY.



***


“Bagaimana? Apa semua orang sudah berkumpul?” tanya Adam setelah sampai di dekat Cesar.


“Ada beberapa yang masih belum sampai, Dam. Biasalah, terjebak macet,” jawab Cesar. Dia kemudian melirik ke arah kertas yang dibawa oleh Adam. Sketsa wajah, ya. Penasaran sketsa seperti apa yang telah di gambar oleh Rose, Cesar pun meminta izin untuk melihatnya terlebih dahulu. Dia ingin tahu seperti apa rupa dari wanita pemilik darah langka itu. “Dam, bolehkah aku melihat sketsa wajah wanita itu? Aku benar-benar sangat penasaran padanya.”


Adam mengangguk. Dia lalu memberikan kertas yang dibawanya pada Cesar. “Aku seperti tidak asing dengan pemilik wajah tersebut, Ces. Namun aku juga tidak berani menyimpulkan sendiri apakah dugaanku benar atau tidak. Tadi dalam perjalanan kemari aku menghubungi Gerald dan bertanya tentang cri-ciri wanita ini dan Gerald bilang keluarga mereka hanya keturunan wanitanya saja yang bisa di ambil darahnya. Gerald tidak terlalu mengetahui identitas wanita ini karena memang baru kali ini dia mendengar ada manusia yang darahnya bisa digunakan sebagai campuran obat penawar racun. Sangat langka. Jadi sudah pasti keluarga wanita tersebut akan menjaganya dengan sangat ketat mengingat betapa berharganya darah milik keturunan mereka. Dan dari semua ini pemikiranku menjurus pada keluarga Lin. Kau tahu sendiri bukan kalau Tuan Cadenza begitu menutup diri dari dunia luar? Bahkan satu-satunya putri yang dia miliki tak pernah terlihat menghadiri acara-acara besar di perusahaan lain meski statusnya adalah wakil ketua di L Group. Menurut pandanganmu bagaimana, Ces? Adakah kemungkinan kalau putrinya Tuan Cadenzalah orang yang sedang kita cari?”


Saat Cesar hendak menjawab, terlihat tiga mobil bergerak masuk ke dalam villa. Mereka kemudian memutuskan untuk berbicara di dalam saja bersama dengan para ahli sketsa wajah itu. Sambil berbincang kecil, Adam membalas sapaan dari orang-orang yang ada di sana. Setelah itu dia langsung meminta Cesar agar menunjukkan sketsa wajah yang dibawanya melalui mesin proyektor agar semua orang bisa melihat secara jelas.


“Pelan-pelan saja dalam menganalisanya. Jika kalian berhasil, kalian semua akan mendapatkan bonus yang sangat besar dariku. Jadi fokus dan pastikan dengan benar siapa wanita pemilik sketsa wajah tersebut. Oke?” ucap Adam sambil menatap serius ke arah semua orang yang ada di sana.


“Baik, Tuan Adam. Kami mengerti.”


Ruangan menjadi sangat hening ketika orang-orang itu mulai sibuk menganalisa. Sementara Adam dan Cesar, mereka melanjutkan pembicaraan dengan suara pelan karena tak mau mengganggu fokus orang-orang tersebut. Keduanya sibuk menerka-nerka sendiri hingga tak menyadari kalau salah satu orang telah berhasil menyelesaikan satu analisa.

__ADS_1


“Tuan Adam, Tuan Cesar. Dari hasil analisa saya, wanita ini memiliki kedua mata yang sedikit sipit. Hidung mancung dengan tulang tinggi dan memiliki garis rahang yang sangat indah. Kebanyakan dari sketsa yang pernah saya lihat, biasanya orang dengan ciri seperti ini berasal dari keluarga berlatar belakang bangsawan. Namun untuk jelasnya saya masih harus menganalisanya kembali!”


“Berlatar belakang bangsawan?” beo Adam. Dia kemudian menoleh dan menatap Cesar penuh rasa penasaran. “Apa keluarganya Tuan Cadenza berlatar belakang seperti itu?”


“Bukan, mereka bukan berasal dari kalangan bangsawan. Dari informasi yang pernah aku dengar mereka datang ke negara ini karena leluhur keluarga mereka memang terlahir di sini. Sedangkan di negara ini terhitung hanya beberapa keluarga saja yang memiliki latar belakang seperti itu. Mungkin tebakanmu salah, Dam. Wanita ini bukan berasal dari keluarga Lin, tapi keluarga yang lain. Lebih baik kita tunggu saja analisa menyeluruh dari mereka. Dan jika benar kalau wanita itu adalah putrinya Tuan Cadenza, bangsawan ataupun bukan aku akan langsung mengatur orang untuk menculik putrinya. Kita sangat membutuhkan gadis itu demi kesembuhan Jove,” sahut Cesar lirih. Ini adalah percakapan sensitive, jadi dia harus benar-benar menjaganya agar orang luar tidak ada yang tahu tujuan mereka mengejar wanita dalam sketsa tersebut.


“Kau tidak boleh bertindak gegabah, Ces. Ingat, Tuan Cadenza memiliki pengaruh yang lumayan besar di negara ini, kau mana boleh sembarangan menculik putrinya. Dan juga kalau Rose sampai mengetahui hal ini, dia pasti akan sangat marah padamu. Paham?” omel Adam. Bukannya dia tak sepemikiran dengan Cesar, Adam hanya tidak mau Cesar melakukan kesalahan yang bisa memantik kemarahan istrinya. Kalian pahamlah, Rose akan berubah menjadi sangat sensitive jika sudah berhubungan dengan Jove.


“Baiklah. Maaf jika kata-kataku salah, aku hanya sudah tidak sabar ingin segera melihat Jove bisa menjalani hidupnya tanpa harus menahan sakit lagi,” sahut Cesar.


“It’s okey.”


Setelah itu Adam dan Cesar diam sambil memperhatikan orang-orang yang masih sibuk menganalisa wajah dari wanita yang berada di layar proyektor. Sesekali orang-orang itu juga tampak berdebat, yang mana membuat Adam dan Cesar merasa sangat penasaran.


“Cepat bawa kemari!” perintah Adam tak sabar.


Segera orang tersebut membawa gambar itu dan memberikannya pada Adam. Tak mau ketinggalan, Cesar pun segera datang mendekat untuk melihat sendiri siapakah wanita pemilik darah langka tersebut. Dan begitu mereka melihat gambarnya, Adam dan Cesar langsung saling menatap seraya tersenyum samar. Ternyata dugaaan Adam benar kalau wanita pemilik darah langka itu berasal dari keluarga Lini, yaitu Nona Casandra Lin.


“Luar biasa. Tidak kusangka ternyata orangnya begitu dekat dengan kita, Ces. Jove pasti akan merasa senang sekali jika mengetahui hal ini,” ucap Adam dengan raut wajah yang begitu semringah. Penyelamat hidup putranya telah ditemukan. Akhirnya.

__ADS_1


“Tuan Adam, bukankah wanita itu adalah putri semata wayangnya Tuan Cadenza ya?”


Adam menoleh. Raut wajahnya langsung berubah dingin saat mendengar pertanyaan tersebut. “Tadi aku telah menjanjikan akan memberi kalian semua hadiah yang sangat besar jika berhasil menganalisa sketsa wajah ini dengan benar bukan?” tanya Adam penuh nada intimidasi.


“B-benar, Tuan.”


“Kalau begitu maka dengarkan hal ini baik-baik!” sahut Adam dengan dinginnya. “Setelah bonus kalian terima, berpura-puralah kalian tidak pernah melihat wajah wanita ini. Karena jika masalah ini sampai bocor keluar, maka aku tidak akan segan untuk menghabisi kalian berserta dengan keluarga kalian juga. Yang berhubungan dengan keluargaku kalian sebaiknya jangan ikut campur atau kalian akan menyesal telah hidup di dunia ini. Paham?!”


“Paham, Tuan Adam.”


“Pergilah. Nanti Cesar akan mengirimkan bonusnya ke rekening kalian. Dan … terima kasih sudah membantuku menemukan wanita ini. Aku sangat menghargai usaha kalian!”


Orang-orang itu segera pamit undur diri setelah berjanji akan membutakan mata, menulikan telinga, juga membisukan mulut mereka tentang pertemuan hari ini. Setelah itu Adam mengajak Cesar untuk mengatur rencana bagaimana agar mereka bisa segera mendapatkan darah milik Casandra Lin dan mengirimnya ke labolatorium Grisi.


“Aku rasa kita perlu memberitahu Rose tentang masalah ini, Dam. Dia harus tahu kalau kita telah berhasil menemukan obat yang bisa menghilangkan racun yang ada di tubuhnya Jove,” ucap Cesar memberi saran agar Rose segera di beritahu tentang kabar baik ini.


“Kau benar. Hampir saja aku melupakan fakta kalau Rose adalah orang yang paling berhak untuk mengetahui masalah ini. Kalau begitu ayo kita pulang. Aku tidak sabar melihat ekpresi bahagia di wajahnya,” sahut Adam kemudian berdiri. Tapi sebelum melangkah pergi dari sana, Adam menyempatkan diri untuk bertanya tentang adiknya. “Dengar-dengar Gracia sering mengeluhkan sikapmu yang terlalu cuek padanya. Jangan begitu, Cesar. Biar begitu Gracia adalah istrimu dan ibu dari anak-anakmu. Melunaklah sedikit.”


“Aku pikir setelah kami menikah akulah yang akan tergila-gila padanya, Dam. Tapi kenyataannya akulah yang hampir gila menghadapi kecemburuannya. Aku tidak bisa mengikuti keinginan Gracia yang selalu memintaku untuk mengirimkan foto setiap waktu. Dia sudah terlalu over-protectiv kalau kau mau tahu,” sahut Cesar seraya menghela nafas.

__ADS_1


Adam terkekeh. Dia lalu merangkul bahu Cesar dan mengajaknya keluar dari sana. Dulu setelah Royce di kalahkan, Cesar akhirnya menikahi Gracia setelah dijebak telah menidurinya. Kalian pasti heran bukan mengapa seorang Cesar bisa sampai kecolongan seperti ini? Coba kalian pikir. Apakah mungkin Cesar bisa melarikan diri dari jeratnya Gracia kalau adiknya itu memiliki deking kuat bernama Flowrence dan Brenda, belum lagi dengan Rose. Makanya dengan seribu keterpaksaan Cesar akhirnya menikahi Gracia setelah adiknya itu berkoar-koar telah dilecehkan olehnya. Miris sekali bukan? Haha.


***


__ADS_2