The Devil JOVE

The Devil JOVE
121. Perburuan Singkat


__ADS_3

"Malam ini pulanglah bersama kedua penjaga itu. Aku sedang ada urusan di luar, tak bisa datang menjemput di perusahaan. Aku mencintaimu," ....


Mungkin ini sudah yang ke lima puluh kalinya Casandra membaca pesan dari Jove. Dia bukan kesal, tapi lebih ke merasa aneh saja membaca kalimat tersebut. Di akhir pesan Casandra memang sempat dibuat tersenyum-senyum sendiri karena Jove menyematkan ungkapan cinta untuknya. Akan tetapi setelah di perhatikan dengan lebih baik lagi, terkandung sebuah misi berbahaya di dalamnya. Casandra jadi berpikir kalau penyebab Jove tidak bisa menjemputnya adalah karena pria itu sedang melakukan sesuatu hal di luar rumah. Dan yang pasti sesuatu tersebut berbau kekejaman dan juga darah. Iyuhhh.


"Kali ini kira-kira siapa ya yang sudah menyinggung calon suamiku? Berani sekali orang ini. Apa dia masih belum paham juga kalau Jove adalah jelmaan iblis yang bisa membunuh tanpa merasa iba sama sekali? Heran," gumam Casandra sambil memainkan ponsel. Karena penasaran, dia memutuskan untuk bertanya pada penjaga yang duduk di kursi depan. "Kalian tahu tidak kemana Jove dan Franklin pergi?"


"Kami tahu, Nona," sahut penjaga yang duduk di samping kursi kemudi.


"Boleh antarkan aku pergi ke sana?" Casandra mencoba membujuk. Dia bertanya sembari memasang wajah yang sedikit ramah lingkungan, tidak cetus ataupun galak seperti biasanya.


"Jika anda tidak keberatan kehilangan sebelah kaki, maka dengan senang hati kami akan mengantarkan anda ke tempat di mana Tuan Jove dan Franklin berada!"


"Brengsek!"


Bukannya di sambut dengan baik keinginannya, Casandra malah harus mendengar kata meyebalkan dari mulut penjaga ini. Sudahlah, sepertinya semua penjaga memang hanya di takdirkan untuk patuh pada Jove seorang. Tak mau kekesalannya kian bertambah, Casandra memutuskan untuk memejamkan mata sambil menunggu mobil tiba di mansion. Dia lelah, jadi istirahat sejenak harusnya bisa mengembalikan sedikit tenaganya.


Hening. Hanya terdengar suara deru mobil di jalanan. Casandra yang memang cukup kelelahan setelah seharian bekerja dalam waktu singkat sudah terlelap di dunia mimpi. Penjaga yang melihat hal tersebut pun nampak acuh saja. Salah satu dari mereka kemudian menekan tombol yang ada di bawah kursi kemudi lalu muncullah cermin tipis yang langsung melindungi semua kaca mobil. Setelah itu mereka memelankan laju mobil, tak ingin mengganggu istirahat wanita galak yang duduk di belakang.


"Cari jalanan yang agak sepi saja. Dengan begitu baru tidak menarik perhatian orang lain!"


"Baiklah."

__ADS_1


Sebenarnya sejak mobil keluar dari parkiran L Group, ada mata-mata yang mengintai dari dalam mobil sedan berwarna putih. Namun karena tak mau membuat wanita pemilik darah langka ini merasa panik, kedua penjaga tenang-tenang saja membiarkannya. Dan tanpa sepengetahuan Nona Casandra sebenarnya mereka telah menyemprotkan cairan obat bius demi untuk membuatnya diam dan tidak berisik. Juga untuk mempersingkat waktu karena mata-mata itu bergerak semakin dekat. Beruntunglah obat bius itu bekerja dengan baik sehingga kedua penjaga bisa melakukan tugas mereka tanpa harus memikirkan Nona Casandra yang ketakutan.


"Kau atau aku yang keluar?" tanya salah satu penjaga setelah menghentikan mobil. Dia kemudian menoleh ke belakang. "Tuan Jove bisa memusnahkan kita berdua jika meninggalkan Nona Casandra sendirian di dalam mobil."


"Kau tetaplah di sini menemaninya. Orang itu biar aku yang membereskan!" jawab penjaga sambil melepas seatbelt. "Jadi, bunuh atau bawa pulang ke mansion?"


"Penggal saja kepalanya lalu kirim tubuh mereka ke lab. Nona Pamela pasti senang sekali menerimanya."


"Baiklah."


Dengan tatapan yang sangat luar biasa datar si penjaga akhirnya keluar. Tak lama setelah itu muncul dua buah mobil yang adalah para pengintai. Mungkin jika penjaga itu adalah manusia normal, tubuhnya pasti akan gemetar hebat melihat orang-orang yang muncul dengan membawa senjata lengkap di tangan mereka. Namun karena penjaga ini tidak bisa di bunuh dengan senjata apapun, dia santai saja saat ingin menghampiri mereka.


Door doorrr


"Sial! Kalau begini ceritanya kita yang akan mati konyol. Arghhh, apa yang harus kita lakukan sekarang!" teriak salah satu dari gerombolan mata-mata itu. Secara perlahan mereka mulai berjalan mundur saat kepala teman mereka di penggal dengan sangat sadis oleh penjaga tersebut. "Tidak bisa. Kita harus mundur tanpa berhasil membawa Nona Casandra. Tuan Awan harus tahu kalau orang yang kita hadapi tidak bisa mati di bunuh dengan senjata. Ayo cepat pergi dari sini!"


Sungguh pengecut sekali. Belum juga tangan si penjaga terasa panas, tapi mata-mata itu sudah lebih dulu kabur dan pergi dari sana. Alhasil dia hanya mendapatkan dua kepala saja sebagai oleh-oleh atas perburuan singkat ini. Sambil menenteng kepala di tangan kanan dan kirinya, penjaga itu memberi kode agar temannya membukakan bagasi mobil. Dia memasukkan kedua kepala itu di dalam karung kemudian menyemprotkan sesuatu ke dalam sana untuk menghilangkan aroma anyir yang cukup menyengat. Jika tidak, bisa di pastikan gendang telinga mereka akan pecah begitu Nona Casandra bangun. Kalian pasti tahu sendirilah seperti apa berisiknya wanita itu. Hmmm.


"Halo, Nona Pamela. Ada barang baru di sini. Fisik mereka sangat kuat, jadi anda bisa menjual organ mereka dengan harga tinggi. Namun untuk bagian kepala, kami mengambilnya untuk diserahkan kepada Tuan Jove. Anak buahnya Awan baru saja menyerang!" lapor si penjaga lewat alat kecil yang terpasang di bawah jari jempolnya. Semacam alat penyadap dan juga kamera kecil yang menghubungkan dengan labolatorium Grisi.


"Aku sangat suka ini. Baiklah, terima kasih atas kirimanmu. Nanti tolong katakan pada Jove agar jangan mengusik kekasihku. Masalah ini hanyalah sinyal kalau dia sedang merindukan aku. Oke?" sahut Pamela dengan riangnya.

__ADS_1


"Baik, Nona."


Panggilan dimatikan. Setelah itu di penjaga bergegas masuk ke dalam mobil setelah membersihkan darah yang ada di tangannya. Kalian jangan bingung. Di semua mobil milik Tuan Jove, semuanya telah di penuhi dengan kebutuhan yang sangat lengkap. Jangankan hanya cairan pembersih darah, bom rakitan pun ada. Jadi jangan selalu mempertanyakan darimana mereka menemukan alat-alat tersebut. Jove Lorenzo adalah seorang mafia kelas kakap. Mustahil untuknya memiliki kendaraan yang biasa-biasa saja.


"Apa suara tembakan itu mengganggu istirahat Nona Casandra?"


"Sedikit." Kedua penjaga itu saling lirik. "Tapi setelah itu Nona Casandra kembali terlelap. Aku rasa obat bius ini perlu untuk di kembangkan lagi. Tidak lucu kalau orang yang kita bius bisa tiba-tiba sadar sendiri hanya karena mendengar suara berisik!"


"Kita sampaikan masalah ini pada Nona Pamela setelah tiba di rumah nanti. Sekarang kita harus segera pergi dari sini. Aku khawatir ada mata-mata lain yang ingin memanfaatkan keadaan!"


"Baiklah. Oya, ngomong-ngomong siapa yang mengirim mereka untuk mengejar Nona Casandra?"


"Awan."


"Bukankah dia bertugas memburu Tuan Jove?"


"Mungkin pembunuh itu merasa kesal setelah apa yang dilakukan Nona Pamela terhadapnya. Jadi sengaja memprovokasi dengan mengejar Nona Casandra."


"Dasar bodoh!"


"Begitulah mereka!"

__ADS_1


***


__ADS_2