
📢📢📢 BESTIE, YUK MAMPIR KE NOVEL ANAK AKU. NOVELNYA SERU LHO. JANGAN LUPA DI DUKUNG YA BIAR ANAKNYA SEMAKIN SEMANGAT NULIS 💜
***
Jove menatap seksama ke arah video yang sedang diputar di ponselnya. Karena penasaran, Jove memerintahkan Franklin untuk mengawasi Casandra. Dia ingin tahu apakah wanita tangguh itu terlibat dengan persekongkolan antara EH Group dengan Omari Group atau tidak. Namun, sepertinya dugaan Jove tidak meleset karena Casandra bersih dari masalah ini. Yang artinya L Group selamat dari bahaya kehancuran.
“Dia terlihat sangat bahagia saat menikmati makanan sederhana itu. Apa sebegitu kerasnya Tuan Cadenza mengekang kehidupan putrinya sendiri?” tanya Jove agak aneh melihat Casandra menangis sesenggukan sambil menikmati jajanan yang dibelikan oleh asistennya. Oh ayolah, itu hanya jagung rebus, bukan berlian ataupun emas. Jadi rasanya agak aneh saja melihat seorang wanita yang berasal dari keluarga kaya bersikap seolah dirinya tidak pernah menikmati jajanan seperti itu. Benar tidak?
“Tuan, dari yang saya dengar keluarga Lin sangat amat membatasi hubungan mereka dengan dunia luar. Meski Nona Casandra adalah wakil direktur di L Group, dia tidak pernah menampakkan diri di semua acara yang mengundangnya. Bahkan saat Omari Group berulang tahun hanya Tuan Cadenza saja yang datang,” jawab Franklin. Dia berjalan mendekat ke samping bosnya kemudian menunjukkan informasi yang ada di tablet miliknya. “Tapi sepertinya lusa malam nanti adalah pengecualian. Nona Casandra telah terkonfirmasi akan menghadiri acara di EH Group dan anda adalah salah satu tamu penting yang diminta untuk hadir di sana.”
Sebelah alis Jove terangkat ke atas. Ini menarik. Lagi-lagi dia dan wanita tangguh itu akan bertemu dalam suatu ketidaksengajaan. Jove jadi mulai berpikir apa jangan-jangan takdir memang sengaja ingin mempertemukan mereka karena suatu sebab? Maybe yes, maybe no. Tidak ada yang bisa menebak kemana takdir akan berlabuh.
“Kita akan datang ke sana, tapi bukan sebagai tamu. Melainkan penyusup,” ucap Jove memutuskan.
“Penyusup?”
“Ya. Terlalu terhormat bagi Zian jika kita sampai datang menyetorkan wajah ke acaranya. Dia pasti akan merasa kalau kita kalah terhadap tekanan yang coba dia berikan. Jadi menyusup adalah cara terbaik agar kita bisa mendapatkan informasi lebih tentang kelanjutan rencana mereka.”
Franklin mengangguk paham akan tujuan bosnya. Bersamaan dengan itu ponsel milik Franklin berdering. Segera dia mengambilnya untuk melihat siapa yang menelpon. “Tuan, ini dari labolatorium Grisi,” ucap Franklin memberitahu kalau panggilan tersebut berasal dari Tuan Gerald.
Jove mengulurkan tangannya meminta ponsel milik Franklin. Setelah itu dia berjalan mendekat ke jendela sembari menjawab panggilan dari pamannya. “Halo, Paman. Bagaimana?”
__ADS_1
“Bukan darah ini yang Paman butuhkan.”
Klik. Panggilan langsung terputus sebelum Jove sempat mengatakan apa-apa. Ingin kesal, tapi percuma juga. Jadi Jove memilih untuk membiarkannya saja sambil memandangi gedung-gedung pencakar langit yang ada di hadapannya. Ternyata masih belum saatnya untuk Jove mendapatkan obat penawar itu.
“Harus berapa lama lagi aku menunggu?”
“Tuan Jove, apakah bukan wanita itu?” tanya Franklin memastikan.
“Apa kau sudah menemukan ciri-ciri dari orang pemilik darah itu, Frank?” sahut Jove balik bertanya.
“Belum, Tuan,” jawab Franklin. “Tidak ada ciri-ciri khusus yang disebutkan oleh Tuan Gerald. Hal ini membuat saya dan yang lainnya merasa kesulitan untuk menemukan wanita tersebut. Jika wanita tersebut tinggal di negara ini, mungkin masih memungkinkan untuk kita menemukannya. Namun jika wanita itu tinggal di benua lain, saya rasa itu akan seribu kali lebih sulit lagi. Maafkan saya, Tuan Jove. Saya salah karena tidak bisa menemukan titik terang dari keberadaan wanita langka itu!”
Dengan penuh sesal Franklin membungkukkan tubuh ke arah bosnya. Kali ini dia benar-benar merasa sangat tidak berguna sekali. Dalam beberapa hari ini Franklin hampir mati frustasi memikirkan tentang satu-satunya wanita yang bisa menyembuhkan penyakit bosnya. Dia merasa bodoh.
“Masuk!” teriak Franklin saat ada orang yang mengetuk pintu ruangan bosnya.
Pintu terbuka lalu masuklah dua orang pengawal yang sebelumnya Franklin tugaskan untuk menyelidiki bagian pendonoran darah. Dia lalu berjalan cepat untuk menghampiri keduanya.
“Apa kalian menemukan informasi tentang wanita itu?” tanya Franklin penuh harap.
“Kami tidak menemukan informasi apa-apa dari tempat itu, Franklin. Namun saat kami hendak pergi, kami tidak sengaja mendengar pembicaraan seseorang yang menyebut kalau ada satu keluarga yang memiliki darah langka dimana darah mereka bisa digunakan untuk menyembuhkan segala macam racun yang ada di dunia ini. Dan kami rasa keluarga itu adalah keluarga wanita yang sedang dicari oleh Tuan Gerald.”
Jove langsung melangkah cepat menuju anak buahnya setelah mendengar penuturan tersebut. Dia lalu mencengkram leher bajunya dengan sangat kuat.
__ADS_1
“Katakan dimana keluarga itu tinggal. Sekarang!”
“Tuan Jove, saat kami menanyakan hal itu pada mereka, mereka bilang tidak seorangpun yang tahu dimana keberadaan keluarga itu. Namun mereka berani memastikan kalau keluarga itu tinggal di negara ini. Karena darah mereka sangat istimewa, mereka jarang menampakkan diri di depan banyak orang. Jadi sangat sulit untuk menentukan dimana kepastian keluarga itu tinggal!”
“Argghhh, brengsek!” Jove mengumpat. Dia lalu mengusap wajahnya kasar hingga memerah.
Sial. Kenapa sulit sekali menemukan darah itu? Siapa sebenarnya mereka dan kenapa mereka bisa begitu takut untuk muncul di depan banyak orang? Sial sial sial. Argghhhhh.
“Franklin, sebar semua orang-orangmu untuk mencaritahu dimana keluarga itu tinggal. Aku tidak peduli, lakukan semua cara yang kalian bisa lalu bawa wanita itu ke hadapanku. Aku sudah sangat muak hidup seperti ini. CARI MEREKA!” teriak Jove dengan suara yang begitu menggelegar.
“Baik, Tuan,” sahut Franklin patuh. Dia lalu memerintahkan kedua bawahannya untuk keluar dari sana sebelum akhirnya Franklin menghubungi bawahannya yang lain guna memberitahu mereka tentang perintah tersebut.
Dengan raut wajah yang di penuhi awan gelap, Jove melangkah keluar dari dalam ruangannya. Saat ini dia sedang berada di CL Group karena tadi ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Franklin yang melihat bosnya pergi dengan begitu marah hanya bisa berdoa semoga saja tidak ada orang yang mencari masalah. Karena jika hal itu sampai terjadi, maka sudah bisa dipastikan kalau hidup orang tersebut akan langsung tamat detik itu juga.
“Selamat sore, Tuan Jove. Saya ingin melaporkan tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan kerjasama Bioteknologi bersam EH Group,” ucap salah seorang pegawai CL Group.
“Persetan dengan semua itu. Aku tidak peduli!” sentak Jove emosi. Dia lalu melangkah masuk ke dalam lift, meninggalkan Franklin yang sedang berbicara dengan pegawainya yang tadi melapor.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak boleh tinggal diam. Semakin cepat keluarga itu ditemukan, maka itu akan jauh lebih baik. Ya, aku harus ikut turun tangan untuk mencarinya.
Franklin segera turun ke lantai bawah lewat lift lain saat tersadar kalau dia ditinggal pergi oleh bosnya. Dia kemudian buru-buru keluar dari perusahaan saat penjaga mengatakan kalau bosnya telah pergi dengan mengendarai mobil sendiri. Khawatir ada yang menyerang, Franklin segera meminta anak buahnya untuk mengawasi bos mereka dari kejauhan. Walaupun bosnya adalah orang yang kuat, tetap saja nyawanya hanya satu. Dan Franklin telah menerima tanggung jawab besar dengan memastikan agar bosnya tidak mati konyol di tangan musuh-musuh mereka. Ya kalian pasti tahu sendirilah seperti apa dunia para mafia. Semuanya selalu berbau amis pembunuhan dan tidak menutup kemungkinan kalau bosnya akan meregang nyawa jika dia sampai lengah dalam memberi penjagaan. Benar tidak?
***
__ADS_1