
📢📢📢 Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.
***
Jove hanya diam saja saat sang ibu memberitahunya tentang wanita si pemilik darah langka. Seakan sesuai dengan yang dia dan Franklin pikirkan, ternyata memang benar kalau wanita itu adalah Casandra, putri tunggal di keluarga Lin.
“Selamat ya sayang. Akhirnya setelah bertahun-tahun kita berusaha mencari obatnya hari ini kita akan segera menemukan penawarnya. Ibu lega sekali, Jove,” ucap Rose dengan penuh suka cita. Matanya sampai berkaca-kaca saking terharunya dia akan kabar baik ini.
“Apakah hal ini sudah pasti, Bu?” tanya Jove. Dia lalu menatap lekat ke arah sang ayah. “Kalau boleh aku tahu darimana Ayah bisa mengetahui kalau anaknya Tuan Cadenza adalah orang yang sedang kita cari? Ayah tidak mungkin menculiknya kemudian mencuri paksa darah miliknya bukan?”
Ditanya seperti itu oleh Jove membuat Adam sedikit gugup. Bagaimana cara dia menjelaskan semuanya kalau keberhasilan ini berdasar atas penglihatan Rose? Tidak mungkin jugakan Adam mengatakan kalau selama ini Rose memiliki kelebihan mampu melihat masa depan di hadapan semua orang ini?
Alasan apa yang harus aku sampaikan pada Jove agar dia tidak curiga ya? Astaga.
“Jove, Ayahmu bisa menemukan hal ini karena Ibu tidak sengaja bermimpi melihat seorang wanita yang tubuhnya terlilit api berwarna keemasan. Wanita itu terlihat menderita dan terjerat. Ibu kasihan, lalu memberitahu Ayahmu lewat gambar ini,” ucap Rose menggantikan Adam menjawab. “Namun Ibu sama sekali tidak menduga kalau Ayahmu akan mengumpulkan beberapa ahli penganalisa wajah untuk memperjelas gambar yang Ibu buat. Dan setelah di perjelas ternyata wanita yang Ibu lihat adalah putri dari keluarga Lin, yaitu Casandra.”
“Jadi belum ada kepastian kalau memang Casandralah pemilik darah langka itu?”
“Jove, Ibu ….
__ADS_1
Jove menghela nafas. “Ibu, seharusnya kalian tidak langsung mengambil keputusan seperti ini dengan menganggap kalau putrinya Tuan Cadenza adalah wanita yang sedang kita cari. Akibatnya bisa fatal kalau kita sampai salah menargetkan orang!”
Rose diam sambil menundukkan kepala. Karena terlalu senang, dia sampai lupa untuk mencari bukti terlebih dahulu dan langsung meminta Jove pulang kemari. Andai saja Rose lebih teliti lagi, dia pasti tidak akan ditegur seperti ini oleh Jove. Menyedihkan.
Cesar segera menggelengkan kepala saat Adam hendak menghibur Rose. Dia kemudian berbisik dan meminta agar Adam menahan diri dulu. Jove dan Franklin masih ada di sana, kedua orang ini tidak boleh tahu kalau memang adalah benar kalau Casandra adalah orang yang sedang mereka cari. Jove masih belum tahu kalau ibunya memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Jadi sebisa mungkin Cesar mengingatkan Adam agar jangan bersikap gegabah yang mana bisa mengundang kecurigaan di diri Jove dan juga Franklin.
“Ibu, maaf kalau kata-kataku tadi terlalu kasar. Jika memang Ibu meyakini kalau Casandra adalah wanita yang dicari oleh Paman Gerald, maka aku sendiri yang akan pergi membuktikan apakah benar dia adalah orangnya atau bukan. Besok malam EH Group mengadakan sebuah acara dan Casandra akan datang ke sana. Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk mengambil darahnya,” ucap Jove tak tega melihat snag ibu bermuram durja.
“Apa? Casandra akan menghadiri acara di luar rumah?” kaget Adam. “Jove, Ayah tidak salah dengar ‘kan? Casandra … dia akan tampil di muka umum?”
“Benar, Ayah. Dan kedatangannya kesana sudah terkonfirmasi.”
Adam segera menoleh ke arah Cesar begitu mengetahui fakta kalau Tuan Cadenza untuk pertama kalinya akan membiarkan gadis pemilik darah langka itu tampil di hadapan publik. Dalam pandangan itu, mereka saling bertanya-tanya apakah hal ini akan berdampak baik atau tidak mengingat kalau ada beberapa orang yang juga sedang mengejar darah langka itu.
“Dam, ada apa?” ucap Rose ikut bertanya.
“Honey, kau jangan salah paham dulu,” jawab Adam sambil menelan ludah. Dia kemudian beralih menatap seksama ke arah Jove. “Dengarkan Ayah baik-baik, Jove. Terlepas apakah benar atau tidak kalau Casandra adalah pemilik darah langka itu, Ayah merasa adalah hal yang berbahaya jika Casandra sampai muncul di hadapan publik. Bukannya apa. Selain kita, di luaran sana ada banyak sekali orang yang diam-diam juga sedang mencari tahu tentang keberadaan darah langka itu. Ayah khawatir kemunculan Casandra nantinya akan menarik perhatian mereka mengingat kalau selama ini Tuan Cadenza tak pernah membiarkannya datang menghadiri acara publik. Begitu!”
Tangan Franklin langsung berselancar di atas tablet untuk mencaritahu informasi tentang kebenaran dari ucapan Tuan Adam. Sebenarnya tadi Franklin sempat merasa ada yang janggal saat Nyonya Rose bercerita tentang mimpi yang dilihatnya. Namun dia tak berani banyak bicara karena itu bukan ranahnya untuk menyela. Bagi Franklin hanya satu. Selagi bisa menyembuhkan penyakit bosnya, entah itu mimpi atau bukan Franklin pasti akan mencari keberadaan wanita itu sampai dapat. Dan setelah dia mendengar penuturan Tuan Adam barusan besar kemungkinan memang benar kalau Nona Casandra adalah pemilik darah langka tersebut.
“Tuan Jove, ada beberapa nama perusahaan asing masuk ke dalam daftar tamu yang akan hadir dalam acara di EH Group. Sepertinya mereka cukup tertarik untuk datang kesana setelah nama Nona Casandra tertulis sebagai tamu kehormatan yang di undang khusus oleh Tuan Zian,” ucap Franklin melaporkan informasi yang barusaja dilihatnya.
__ADS_1
“Kau dengar itu, Jove? Seribu persen Ayah yakin kalau Casandra memanglah orangnya. Kau harus waspada!” ucap Adam langsung tak tenang mendengar laporan Franklin.
Jove tersenyum.
“Kau tersenyum?” tanya Rose tanggap akan senyum yang muncul di bibir putranya. Dia yakin betul Jove pasti tidak akan tinggal diam dalam hal ini.
“Karena sepertinya semua mata tertuju pada Casandra, maka aku akan membuat dia tak sampai muncul di acara itu. Casandra akan datang bersama Regent, sepupunya. Dan aku akan datang sebagai penyusup,” sahut Jove kemudian berdiri. Dia kemudian menundukkan kepala ke arah orangtuanya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi dari sana.
Rose, Adam dan juga Cesar menatap dalam diam kepergian Jove. Anak ini selalu mudah menampilkan senyum di hadapan orang lain, tapi entah mengapa senyumnya itu begitu sulit untuk di tebak.
“Menurutmu Jove akan melakukan apa pada Casandra, Dam?” tanya Rose penasaran.
“Entahlah, Honey. Pemikiran putra kita sangat sulit untuk di tebak. Mengingat kebiasaannya yang sangat menyukai wanita, bisa jadi Jove akan menjadikan Casandra sebagai kekasihnya. Atau malah menjadikannya sebagai … tawanan,” jawab Adam antara yakin dan tidak yakin.
“Tawanan?”
“Darah yang ada di dalam tubuh Casandra sangat berarti. Dan aku yakin Jove tidak akan melepaskannya begitu saja. Apalagi Gerald. Dua psikopat itu pasti akan berlomba-lomba mengumpulkan darah langka itu untuk menciptakan obat yang hanya anggota mereka saja yang bisa membuatnya. Benar begitukan, Cesar?”
Cesar diam tak menjawab pertanyaan Adam. Dia memilih untuk bungkam saja saat mendapati perubahan ekpresi di wajahnya Rose. Adam tanpa sengaja sudah salah berkata.
Dasar ceroboh kau, Dam. Huh.
__ADS_1
***