The Devil JOVE

The Devil JOVE
77. Dibalik Pintu


__ADS_3

“Jadi makan malamnya di mansion?” tanya Casandra sambil menaikkan satu alis ke atas. Dia pikir Jove akan mengajaknya makan malam di sebuah restoran yang mewah. Siapa yang akan menduga kalau Jove akan membawanya pulang ke mansion. Menyebalkan.


“Kenapa? Apa kau kecewa karena aku tidak membawamu pergi makan malam ke tempat yang mewah dan romantis?” sahut Jove balik bertanya. Dia mendekatkan wajah ke leher Casandra kemudian mengendusnya perlahan. Mirip vampire, tapi bedanya Jove tidak punya taring 😄. “Bersikaplah manis padaku, maka kau akan menemukan kebahagiaan paling nyata di dunia!”


Plaakkk


Casandra tak sengaja memukul kepala Jove yang tengah mengendus lehernya. Alih-alih merasa takut ataupun bersalah, Casandra malah langsung bersedekap tangan saat Jove menatapnya tajam. Mengharapkan dia untuk bersikap manis? Hah. Sampai bulan terbelah menjadi tujuh potongpun dia tidak akan sudi melakukannya. Dia Casandra, penganut paham pemberontakan paling kuat di muka bumi. Enak saja memintanya untuk patuh. Jangan harap.


“Apa? Kau pikir dengan memelototiku aku akan takut dan bersedia patuh padamu?” tanya Casandra dengan berani. Dia lalu berdecih. “Mimpi!”


Jove tersenyum. Seketika luntur sudah kemarahan yang tadi sempat muncul di dirinya. Wanita ini … astaga. Benar-benar anak jaguar yang sangat sulit dijinakkan, tapi Jove suka. Semakin keras Casandra berontak, itu akan membuatnya semakin merasa tertantang untuk menaklukkan. Jove tidak percaya jaguarnya ini tidak bisa diluluhkan. Namun itu hanya boleh dia yang melakukan dan hanya boleh terjadi di hadapannya seorang. Jika di hadapan orang lain apalagi musuh, Casandra-nya haruslah menjadi wanita pemberontak yang tidak kenal takut. Wanitanya Jove harus unggul dalam semua hal. Hmmmm.


“Ck, mau sampai kapan kau memelototiku, Jove. Ayo masuk. Perutku sudah lapar dari tadi!” sewot Casandra mulai jengah saat Jove terus saja menatapnya. Jantung Casandra sedikit berdegub lebih kencang dari biasanya karena bajingan ini menatap sambil terus menyunggingkan senyum yang sialannya sangat manis. Ayolah, Casandra wanita normal. Terlebih dia pernah menghabiskan malam dengan bajingan ini. Sudah pasti gelora panas itu secara perlahan mulai menggerogoti pikiran. Dia bukan wanita yang munafik, kan?


“Cassey?” ….


“Apalagi?”


“Makan malam kali ini akan kita lewati sembari menonton satu pertunjukan menarik di dalam. Salah satu anak buahku telah menjadi seorang pengkhianat dengan membocorkan rahasiamu kepada para pemburu di luaran sana. Jadi aku minta kau tetaplah tenang menikmati makan malam meski di hadapan kita nanti Franklin akan menguliti pengkhianat itu hidup-hidup. Kau mengerti?” ucap Jove sambil mengelus pelan pipi Casandra yang kini sudah terasa begitu dingin. Dia kemudian menciumnya kilat.


Gluukkkk

__ADS_1


A-apaan ini? Makan malam sambil menonton orang dikuliti hidup-hidup? Ya Tuhan, tolong bawa aku lari dari sekelompom psikopat ini, Tuhan. Bagaimana mungkin aku bisa menelan makanan jika di hadapanku terjadi … astaga. Akan lebih baik kalau aku dimasukkan ke rumah sakit jiwa saja daripada harus tinggal di neraka berkedok mansion ini. Tolong aku 😭


Tanpa menunggu jawaban Casandra, Jove melangkah keluar dari dalam mobil kemudian berjalan memutar untuk membuka pintu samping. Tapi sebelum itu Jove meminta Franklin agar masuk ke dalam mansion lebih dulu guna memeriksa apakah semuanya telah selesai di persiapkan atau belum. Setelah itu barulah Jove membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangan pada ratunya yang masih terbengang seperti orang linglung.


“Jove, bisakah kita jangan ….


“Tidak bisa, Cassey. Yang bersamaku tidak boleh lemah mental, termasuk dirimu sekalipun. Jadi mari kita masuk ke dalam untuk menikmati makan malam dan juga pertunjukkan menarik yang telah susah payah di persiapkan oleh Franklin dan para pelayan!” sahut Jove memotong perkataan Casandra dengan cepat.


“Sedikit saja. Bolehkah?” ucap Casandra masih berusaha untuk menawar. Kakinya sampai gemetaran memikirkan hal mengerikan itu. Sungguh.


“Kalau kau tidak mau berhenti bicara, percaya tidak aku akan menciummu sampai pingsan di sini?”


Seribu dua ratus dua puluh dua tanduk langsung memenuhi di kepala Casandra begitu dia mendengar ancaman menjijikkan yang dilontarkan oleh Jove. Dengan raut wajah yang terlihat sangat sadis, dia akhirnya melangkah keluar dari dalam mobil sambil memegang tangan Jove erat-erat. Jujur, dia memang emosi, tapi juga takut membayangkan apa yang sudah disiapkan di dalam mansion. Jadilah Casandra terlihat seperti wanita yang sedang jual mahal di mana ekpresi wajahnya terlihat sinis tapi tangannya memegang kuat bagian tubuh dari orang yang membuatnya kesal. Lucu sekali, bukan? Dan hal ini membuat Jove tersenyum penuh kemenangan.


“Jangan takut. Karena yang ada di dalam masih belum ada apa-apanya jika di bandingkan dengan apa yang akan kau alami seandainya mereka berhasil menangkapmu,” sahut Jove santai. Dielusnya pelan punggung Casandra yang entah sejak kapan sudah merapatkan tubuhnya dengan begitu erat. Jove bahkan bisa merasakan gesekan dari gundukan daging kenyal di bagian lengan. Jaguarnya sungguh manis sekali. Takut, tapi masih saja bersikap jual mahal. Hahaha.


“Benarkah?” Casandra menoleh. Ditatapnya lekat wajah bajingan yang terlihat sangat tenang. Jove ada bersamanya, semua pasti baik-baik saja. Dia juga tidak bodoh dengan tidak bisa memahami arti perkataan Jove barusan. Bajingan ini mencoba menyampaikan kalau kekejaman sekelompok orang yang memburunya akan naik seratus kali lipat dari apa yang akan dia lihat di dalam nanti. Walaupun enggan mengakui, tapi kali ini Casandra sepertinya memang hanya bisa bergantung pada Jove seorang. Untuk sekarang dia hanya bisa pasrah saja.


“Jangan menatapku seperti itu, Cassey. Kau harusnya mengerti kalau aku ini mudah hilang kendali jika berada di dekat wanita cantik dan menarik sepertimu!” celetuk Jove.


“Ckk, selain bajingan ternyata kau itu ternyata sangat mesum ya, Jove!”

__ADS_1


“Aku hanya mengakui faktanya saja. Dan itu hanya kukatakan di hadapanmu!”


“Kau pikir aku akan percaya?”


Jove terkekeh.


“Aku yakin kau akan percaya. Buktinya kau tidak pernah bisa menolak sentuhan tanganku. Iya ‘kan?”


“Brengsek! I-itu ka-karena kau mengancam dan memaksaku. Ka-kalau secara sadar a-aku mana mungkin mau menyerahkan tubuhku pada bajingan sepertimu!” amuk Casandra dengan suara tergagap.


Dasar sialan. Kenapa sih Jove harus bicara segamblang ini padaku. Dia lupa apa bagaimana kalau di mansion ini ada banyak mata dan telinga yang mendengar. Astaga.


“Jadi … bagaimana dengan kunjunganmu siang tadi, hem? Apa kau sudah berhasil menemukan penyebab mengapa malam itu kita bisa menghabiskan malam dengan percintaan yang begitu panas? Apa tanggapan Regent?” tanya Jove mengalihkan pembicaraan. Sebentar lagi dia dan Casandra akan masuk ke salah satu ruangan tempat mereka makan malam. Agar tidak tegang Jove berinisiatif untuk mengalihkan perhatian Casandra dengan membahas tentang Regent.


“Kau masih berani bertanya seperti itu setelah apa yang kau lakukan bersama Regent di belakangku? Woaaahhhh, sulit di percaya!” sahut Casandra tak habis pikir. “Dengar ya, Jove. Apapun yang terjadi aku pasti bisa menemukan bukti persekongkolan di antara kalian. Semua yang terjadi malam itu pasti sudah di atur oleh kalian berdua ‘kan? Ayo mengaku!”


“Apa gunanya untukku bekerjasama dengan sepupumu yang bodoh itu, Cassey. Aku mempunyai Franklin yang selalu bisa di andalkan begitu aku menjentikkan jari. Dan juga siapalah Regent. Dia hanya seonggok sampah yang berlindung di bawah ketiak keluarga Lin, terutama Pamanmu. Paham?”


Tepat ketika Casandra hendak membalas perkataan Jove, Franklin tiba-tiba muncul kemudian membungkuk hormat. Di detik selanjutnya nafas Casandra dibuat tercekat saat matanya melihat satu pemandangan menyeramkan begitu Franklin membuka pintu ruangan.


“Selamat datang, sayang. Makan malam ini akan menjadi makan malam paling berkesan di dalam hidupmu. Jadi nikmatilah!” bisik Jove sebelum akhirnya membimbing Casandra masuk ke dalam ruangan. Dia kemudian menyunggingkan senyum evil ketika melewati seekor kambing yang di gantung terbalik dengan banyak selang tertancap di tubuhnya. Haaa, apa yang kalian pikirkan? Seekor kambing yang sedang melakukan donor darah? Hahaha.

__ADS_1


***


__ADS_2