
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜
***
Casandra melenguh pelan sambil memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Sembari mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, Casandra memperhatikan ruangan tempat dia berada. Tak lama setelah itu Casandra tampak menghela nafas begitu dia sadar kalau dia sudah berada di kamarnya, bukan di kamar bajingan brengsek yang telah memperk*sanya.
“Aduh kepalak kenapa sakit sekali sih. Uhh,” gumam Casandra sambil mengernyitkan kening. Kepalanya serasa dihantam benda tumpul dengan begitu kuat. Nyeri dan juga ngilu sekali.
“Sayang, kau sudah sadar?”
Elzavat langsung menghambur ke arah ranjang begitu mendengar suara gumaman Casandra. Dia lalu membantu Casandra untuk bangun kemudian menata beberapa bantal di belakang tubuhnya supaya memudahkan Casandra untuk menyender. Sambil menahan tangis, Elzavat membelai wajah Casandra yang masih terlihat pucat. Dia lalu menanyakan keadaannya. “Sayang, bagaimana keadaanmu sekarang? Di bagian mana kau merasa tidak nyaman, hem?”
“Aku baik-baik saja, Ibu. Hanya lemas dan sedikit pusing,” jawab Casandra sambil memaksakan diri untuk tersenyum. “Ayah dimana, Bu?”
“Ayahmu sedang berbincang dengan Fidel di bawah. Kenapa? Apa kau ingin Ibu memanggilnya?”
Casandra menggeleng. Dia lalu melirik pergelangan tangannya yang masih terbungkus perban. Seketika Casandra tersenyum kecut. Alangkah bodohnya dia karena termakan jebakan Jove yang dengan sengaja menggertaknya agar menyakiti diri sendiri. Bertahun-tahun di besarkan oleh ayah dan ibunya belum pernah ada satupun luka di tubuhnya. Tapi sekarang? Casandra langsung tertimpa banyak kemalangan setelah tak sengaja bertemu dengan iblis berkedok manusia. Mengingat isi video dimana dia dan Jove tengah bercinta dengan begitu panas di dalam mobil membuat Casandra mengepalkan kedua tangannya sambil menggeretakkan gigi. Dia jijik sekali rasanya.
__ADS_1
Dasar pria cabul. Sampai matipun aku tidak akan pernah melupakan penghinaan yang telah kau lakukan padaku. Perk*saan itu, luka di tanganku, juga dengan penyekapan yang terjadi kemarin. Aku bersumpah akan membalasmu seribu kali lebih menyakitkan lagi, Jove. Awas saja. Huh.
“Cassey, kau baik-baik saja?” tanya Elzavat khawatir melihat Casandra yang malah diam melamun dengan ekpresi marah.
“Tentu saja aku baik-baik saja, Ibu. Hanya urat nadiku saja yang hampir putus. Dan semua ini disebabkan oleh seorang bajingan yang bernama Jove!” sahut Casandra sambil menahan kemarahannya yang begitu berapi-api. Dan begitu nama Jove tersebut keluar, Casandra langsung menyadari sesuatu hal. Dia lalu menoleh. “Bu, siapa yang mengantarkan aku pulang ke rumah ini? Fidel yang menjemputku atau ….
“Jove yang mengantarkanmu pulang.” Elzavat menghela nafas perlahan. “Cassey, bisakah kau memberitahu Ibu apa yang sebenarnya terjadi di malam kemarin? Apa benar kau di jemput oleh Fidel?”
Kening Casandra mengerut. Di jemput Fidel? Manusia mana yang sudah mengarang cerita seperti ini? Sialan sekali dia. Jelas-jelas Regent meninggalkannya sendirian di tempat parkir acara tepat ketika Casandra meminta tolong karena kepanasan. Tak mau sang Ibu menyalahkan Fidel, Casandra pun segera menjelaskan apa yang terjadi. Dan tentu saja tidak dengan percintaannya dengan Jove. Itu memalukan. Dan Casandra memutuskan untuk menyimpan rahasia menjijikkan ini sendirian.
“Bu, awalnya aku baik-baik saja saat sampai di acara yang Tuan Zian gelar. Akan tetapi tiba-tiba saja aku merasa kepanasan setelah meminum minuman pemberian Regent. Karena tubuhku terasa sangat tidak nyaman aku meminta izin pada Tuan Zian untuk pergi ke kamar mandi. Waktu itu aku benar-benar tidak tahu kenapa tubuhku bisa jadi aneh seperti itu. Mungkin karena terlalu kepanasan, aku bukannya pergi ke kamar mandi tapi malah pergi ke tempat parkir. Tak berselang lama Regent datang menyusulku. Setelah itu dia pergi meninggalkanku sendirian di sana dalam keadaan sedang kepanasan. Kemudian aku ….
Ucapan Casandra terjeda. Dan hal itu membuat ibunya merasa penasaran.
Apa jangan-jangan Regent sengaja meracuni Cassey karena dia telah bekerjasama dengan Jove? Mungkinkah?
“Kemudian aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Ya, aku tidak bisa mengingat apapun lagi. Dan saat aku membuka mata, aku sudah terbaring di atas ranjang kamar sebuah hotel. Awalnya aku agak bingung siapa yang telah membawaku kesana. Seharian aku menunggu, dan akhirnya orang yang membawaku ke tempat itu muncul. Dia Jove, bajingan tengik yang telah membuatku nekad memotong urat nadi di tanganku!” ucap Casandra melanjutkan ceritanya. Tak lupa juga dia mensensor kejadian 21++ dimana dia dan Jove terlibat satu hubungan yang sangat menjijikkan. Pria itu mencuri keperawanannya.
“Sayang, Jove itu bukan orang jahat. Justru dia adalah orang yang sangat baik karena sudah menjagamu dan juga mengantarkanmu pulang ke rumah dengan selamat. Meskipun statusnya cukup berbahaya, tapi setidaknya dia tidak melakukan hal buruk kepadamu. Jadi tolong jangan mengatainya seperti itu ya. Tidak baik,” sahut Elzavat mengingatkan Casandra agar tidak salah memahami Jove.
__ADS_1
Whaattt? Orang baik? Astaga, Ibu. Jika Ibu tahu kalau pria yang Ibu sebut sebagai orang baik telah mengambil keperawananku secara paksa, apa mungkin Ibu masih bisa bicara seperti ini? Pasti tidak ‘kan?
“Sudah, lebih baik sekarang kau istirahat saja. Seharian kemarin Ibu sudah hampir mati lemas karena kau yang tiba-tiba menghilang. Tolong jangan seperti ini lagi ya sayang? Di dunia ini Ibu hanya punya kau dan Ayahmu saja. Tetaplah baik-baik saja agar Ibu bisa bernafas dengan tenang. Oke?”
Melihat mata sang ibu yang berkaca-kaca, Casandra jadi merasa sangat bersalah. Dia kemudian memeluknya sambil mengusap punggung sang ibu menggunakan tangan yang tidak terluka. “Ibu, maafkan aku karena sudah membuat Ibu sekhawatir ini. Aku sungguh tidak sengaja melakukannya. Sekarang Ibu jangan sedih lagi ya. Aku janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. I’, promise!”
“Ibu lebih baik mati saja kalau sampai terjadi hal buruk kepadamu, Cassey.”
“Syuuttt, jangan bicara yang tidak-tidak, Bu. Lihat, sekarang aku baik-baik saja ‘kan? Anggota tubuhku masih utuh semua, selain pergelangan tanganku yang tergores sedikit. Jadi Ibu jangan merasa cemas lagi. Oke?”
Benak Elzavat yang diliputi banyak pikiran membuatnya tak kuasa menahan tangis. Sambil membelai rambut Casandra, Elzavat terngiang dengan bisikan Jove yang telah mengambil janji akan melindungi keselamatan Casandra melebihi dia melindungi nyawanya sendiri. Meski janji ini tak bisa diragukan, Elzavat tetap tidak bisa merasa tenang. Karena bagaimanapun orang yang telah mengucap janji tersebut tak kalah berbahayanya dengan orang-orang jahat yang sedang mengincar darah Casandra di luaran sana. Jove adalah seorang mafia yang terkenal bengis dan tidak berhati nurani, sebagai seorang ibu Elzavat mana mungkin bisa tenang membiarkan putri semata wayangnya berada di bawah perlindungan pria dengan latar belakang yang begitu mengerikan? Benar tidak?
“Hiksss, Cassey. Berjanjilah pada Ibu apapun yang terjadi nanti kau tidak boleh sampai terluka. Ibu benar-benar sangat mengkhawatirkanmu, sayang,” ucap Elzavat sambil menangis sesenggukan.
“Bu, Ibu kenapa menangis? Memangnya siapa yang berani melukaiku, hem? Sudah ya, jangan seperti ini. Aku jadi ikut sedih,” sahut Casandra seraya mengurai pelukan. Dengan sebelah tangannya dia membantu menyeka airmata di wajah sang ibu. Sesedih inikah ibunya hanya karena dia hilang semalam?
“Siapapun bisa saja melakukannya, sayang. Buktinya kau langsung hilang setelah di izinkan menghadiri acara untuk pertama kalinya. Jadi wajar sajakan kalau Ibu sebegini khawatirnya kepadamu?”
Casandra mengerjapkan mata. Benar juga. Selama inikan dia tidak pernah mendapat izin untuk menghadiri acara di luar rumah. Dan sekalinya Casandra keluar dia malah mendapat musibah buruk seperti sekarang. Bahkan Casandra harus rela kehilangan keperawanannya di tangan pria bajingan bernama Jove.
__ADS_1
Huh, sungguh sial hidupku. Kenapa sih aku harus bertemu dengan pria bajingan itu? Hidupmu sangat tidak beruntung sekali, Casandra. Haihhh.
***