
Regent menarik nafas lega setelah dia dan para bawahannya berhasil mengamankan beberapa data yang bocor. Sambil meregangkan otot tubuhnya, Regent melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Dia lalu mengerutkan kening.
Aneh. Kenapa aku merasa seperti sudah melupakan sesuatu ya? Tapi apa?
Lama Regent diam memikirkan sesuatu yang seperti sengaja dilupakannya. Sambil mengelus dagu bawahnya, dia terus berusaha mengingat-ingat apakah sebelumnya dia telah meninggalkan sesuatu atau tidak. Karena jujur perasaan ini sungguh mengganggu. Regent seperti melupakan sesuatu hal yang sangat penting di hidupnya.
“Apa ya? Seingatku sebelum ada kabar ini aku sedang berada di acaranya Tuan Zian. Lalu setelah itu ….
Kedua mata Regent langsung membelalak lebar begitu dia teringat hal penting apa yang telah dilewatkannya. Casandra. Ya, dia telah meninggalkan sepupunya yang sedang dalam pengaruh obat perangsang di parkiran tempat acara berlangsung. Gila, bagaimana bisa Regent meninggalkan Casandra sendirian dalam keadaan seperti itu? Ini tidak benar.
“Sh*t!! Bagaimana bisa aku menjadi setolol ini dengan membiarkan Cassey sendirian menghadapi luapan birahi itu? Ya Tuhan!” pekik Regent sambil mengusap wajahnya kasar. Jika di hitung dari saat dia pergi meninggalkan Cassey, berarti sudah delapan jam Cassey menderita karena pengaruh obat perangsang tersebut. Dan sebagai pelakunya Regent jelas tahu seperti apa reaksi dari obat itu. Tubuh Cassey akan menjadi begitu panas seperti terbakar jika dia tidak segera mendapat pelepasan. Yang artinya bisa saja dia memilih pria secara acak agar bisa terbebas dari rasa menyiksa itu.
Tak kuat membayangkan Cassey yang tengah bercinta dengan pria lain, Regent memutuskan untuk segera kembali lagi ke sana. Dia mana mungkin rela membiarkan wanita yang di sukainya memadu kasih dengan pria lain. Enak saja. Regent yang sudah bersusah payah berjuang masa harus orang lain yang mendapat keuntungan. Tidak-tidak, Regent tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Cassey adalah miliknya, jadi harus dia yang pertama kali merasakan tubuhnya. Harus dia, Regent Lin.
__ADS_1
Sial. Cassey tidak mungkin kuat bertahan selama ini. Lagipula di sanakan dia tidak mengenal siapa-siapa, bagaimana jika sampai ada orang yang dengan sengaja memanfaatkan keadaannya? Arghh, brengsek. Kenapa aku bisa seceroboh ini sih. Brengsek!
Sambil terus mengumpat dan merutuki kecerobohannya sendiri, Regent berjalan cepat menuju parkiran. Namun ketika dia hampir sampai, Regent di kejutkan oleh kemunculan mobil sang ayah. Sontak saja hal ini menahan langkah kakinya Regent agar tidak pergi dari sana.
“Regent, Ayah dengar ada kebocoran data di Omari Group. Apa benar?” tanya Eriko Lin, ayah Regent dan juga saudara angkat Cadenza Lin, ayah Casandra.
“Benar, Ayah. Akan tetapi Ayah tidak perlu merasa cemas lagi. Aku dan anak buahku sudah membereskan masalah ini,” jawab Regent jujur mengakui tentang permasalahan yang baru saja terjadi di perusahaannya.
“Ck, kau dan anak buahmu itu bagaimana sih. Kecerobohan apa yang sudah kalian lakukan sampai perusahaan bisa kecolongan seperti ini? Tahu tidak betapa berbahayanya nasib Omari Group jika data-data itu sampai di copy oleh perusahaan lain? Kita bisa gulung tikar mendadak, Regent!”
“Ayah, sebelum aku pergi menghadiri acaranya Tuan Zian, perusahaan dalam kondisi aman dan baik-baik saja. Akan tetapi begitu aku sampai di sana asistenku langsung menelpon dan mengabari tentang hal ini. Untung saja aku cepat datang dan membereskan masalah yang terjadi. Dan sekarang keadaan sudah aman terkendali seperti semula,” sahut Regent menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Sejenak dia lupa akan nasib Cassey yang entah sedang melakukan apa dengan kondisinya yang sedang tidak wajar. Pikiran Regent fokus membicarkan masalah perusahaan dengan sang ayah. “Tapi, Ayah. Setelah tadi aku menyelidiki penyebab mengapa data-data itu bisa bocor, aku menemukan beberapa hal yang sangat mengganjal. Salah satunya adalah si pelaku pembobolan data itu tidak melakukan apa-apa terhadap data yang ada. Dia terkesan seperti hanya ingin mengalihkan perhatian kita dari sesuatu hal. Karena setelah datanya bocor, orang ini hanya membiarkannya saja tanpa ada niat menyebarkan. Padahal saat dalam perjalanan kemari aku sudah takut setengah mati membayangkan bagaimana jika masalah data itu sampai terendus media. Kalau menurut Ayah kira-kira apa yang sebenarnya di inginkan oleh orang ini? Mungkinkah dia hanya orang yang sedang iseng, atau malah sedang memperingatkan kita agar tidak mengganggu bisnis mereka. Dari dua kemungkinan ini kira-kira mana yang lebih masuk akal dengan apa yang sedang terjadi?”
“Jadi orang ini hanya membobol data-data perusahaan kemudian membiarkannya begitu saja?”
__ADS_1
“Iya, Ayah. Karena sampai sekarang aku sama sekali tidak menemukan hal yang salah dari para klien kita maupun dari CL Group sendiri. Bukankah ini artinya kalau data itu di bobol dengan maksud dan tujuan lain? Benar tidak?”
Aneh. Sebenarnya siapa orang yang sedang coba bermain-main dengan perusahaanku? Omari Group selalu main bersih, mustahil ada yang musuh yang mengintai. Dan jika memang benar ini adalah perbuatan dari pihak lawan, seharusnya yang menjadi tersangka paling kuat adalah perusahaan milik Jove. Tapi kenapa tidak ada tanda-tanda kalau perusahaan itu melakukan pergerakan yang signifikan? Ada yang tidak beres di sini. Sebaiknya aku peringatkan Regent saja agar mewaspadai semua orang yang terlibat dalam hal ini. Karena jika tidak, rencana untuk menjalin kerjasama dengan CL Group pasti akan hancur. Tidak-tidak, ini tidak boleh di biarkan.
“Terlepas dari apa dan siapa dalang di balik kejadian ini, Ayah minta kau harus tetap mewaspadai serangan lain yang bisa saja terjadi. Entah itu CL Group atau klien kita sendiri, kau mulailah mengawasi mereka secara diam-diam. Perasaan Ayah sangat tidak tenang sekali, Regent. Rencana kita agar bisa bergabung dalam pengembangan produk Bioteknologi CL Group tidak boleh sampai gagal. Kita akan rugi besar kalau Jove sampai menolak untuk bekerjasama dengan perusahaan kita!” ucap Eriko dengan mimik wajah yang begitu serius.
“Ayah tidak perlu cemas. Apapun yang terjadi aku pastikan rencana kita akan tetap berjalan seperti yang seharusnya. Dan karena masalah di perusahaan sudah beres izinkan aku untuk pergi mengurus masalah yang lainnya dulu, Ayah. Oke?” sahut Regent meminta izin pada sang ayah untuk segera pergi menemui Casandra. Dia lagi-lagi melupakannya. Sial.
“Pergilah. Jangan lupa besok pagi kau ada pertemuan penting dengan Tuan Zian dan juga beberapa orang lainnya. Jangan sampai telat!”
“Baik, Ayah. Kalau begitu aku permisi.”
Regent segera masuk ke dalam mobil setelah dia pamit pada ayahnya. Setelah itu diapun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya terfokus memikirkan bagaimana keadaan Casandra saat ini. Apakah gadis itu masih ada di tempat dia meninggalkannya tadi atau malah sudah dibawa pergi oleh seseorang yang memang menyadari kalau Casandra sedang dalam pengaruh obat.
__ADS_1
“Aku harap kau masih berada di sana, Cassey. Karena jika aku sampai menemukanmu tengah bersama pria lain, aku bersumpah akan langsung menghabisimu di tempat. Aku tidak sudi menikmati bekas orang lain karena kau sudah di takdirkan untuk menjadi milikku!” gumam Regent antara marah dan juga cemas.
***