
Pamela meng*lum senyum sambil memperhatikan kakak sepupunya yang tak henti tertawa seraya menatap layar laptop. Setibanya Pamela di rumah ini, dia langsung di suguhkan oleh satu penampakan dimana bandar narkoba ini terlihat begitu bahagia ketika mendapat makian dari seorang wanita yang dia yakini sebagai pemilik darah langka itu. Karena tak mau mengganggu kesenangan si mafia gila ini, Pamela memutuskan untuk menggoda Franklin saja. Namun, dia harus rela berpuas hati dengan menerima respon dingin dari pria yang sudah sejak lama menjadi orang kepercayaan kakak sepupunya.
“Ternyata lucu juga ya melihat orang yang sedang jatuh cinta. Mereka terlihat bodoh, sama seperti Ayah yang masih tak mau mengakui cintanya terhadap Ibu. Hmmmm, aku jadi penasaran lelaki seperti apa yang kelak akan tergila-gila padaku. Jika sikap mereka tak sama seperti yang aku lihat di diri Kak Jove dan juga Ayah, maka aku akan langsung membawanya ke labolatorium Grisi kemudian mengganti otaknya dengan otak keledai. Hehehe,” gumam Pamela sambil menyeringai lebar.
Mendengar gumaman yang sangat tidak manusiawi sekali itu membuat Franklin menghela nafas perlahan. Pamela memang cantik, tapi kecantikannya bisa mendatangkan kematian mengerikan jika orang yang di sukainya tidak menunjukkan sikap seperti yang di inginkannya. Untung saja dia tahan iman. Jika tidak, tubuh Franklin pasti akan berakhir di atas meja bedah dari labolatorium mengerikan itu. Astaga.
Dari pihak pria ada Tuan Jove, lalu dari pihak wanita ada Nona Pamela. Adalah hal yang sangat bodoh jika sampai ada orang yang berani memprovokasi salah satunya. Bisa di pastikan kalau nasib mereka akan berakhir tragis di tangan kedua psikopat ini. Hmmmm.
“Mana obat penawarnya?” tanya Jove tiba-tiba. Dia bertanya dengan pandangan yang masih tertuju ke layar laptop. Terlalu enggan bagi seorang Jove melewatkan kemarahan tikus kecil yang menurutnya sangat lucu itu.
“Mana uangnya?” sahut Pamela balik bertanya.
Jove menghela nafas. Dia kemudian menoleh ke arah Franklin, meminta agar dia segera memberikan sekoper dollar yang di inginkan oleh Pamela.
“Yoo, Kak. Sesenang itukah kau mempermainkan dia sehingga mengabaikan aku seperti ini? Sedih sekali," keluh Pamela sembari menatap kepergian Franklin. Setelah itu dia bergumam. “Bahkan aku sudah bisa mencium aroma dollarnya dari sini. Hummmm, betapa beruntungnya aku karena memiliki sepupu yang sangat kaya raya. Dengan begini aku bisa dengan mudah memenuhi seluruh tubuhku dengan lembaran dollar yang sangat berharga itu. Hehehe.”
__ADS_1
“Hal menarik apa yang kau temukan setelah meneliti darah langka itu?” tanya Jove penasaran.
“Banyak, tentu saja sangat banyak. Dan salah satunya adalah aku bisa menjadi kaya mendadak jika darah di tubuh wanita itu kukuras sampai habis,” jawab Pamela dengan sangat jujur. Pamela sengaja melakukan provokasi karena bosan terus di abaikan. Setelah itu Pamela berdiri, melangkah perlahan ke samping kakak sepupunya kemudian menonton video yang ada di dalam laptop. “Cantik. Dan juga sangat berharga. Aku bahkan bisa merebut wanita ini dari tanganmu jika aku mau. Kau percaya tidak, Kak?”
“Rebut saja kalau kau mampu. Lalu setelah itu kau bersiaplah menjadi abu bersama dengan labolatorium yang selalu kau bangga-banggakan. Silahkan saja, aku sama sekali tidak keberatan membuang uang hanya untuk meledakkan kandang kerbau milikmu itu!” sahut Jove santai. Dia lalu melingkarkan satu tangannya ke leher Pamela kemudian menariknya agar mendekat. “Kalau kau bisa menjadi kaya raya dengan menguras habis darah di tubuh Casandra, maka aku juga bisa menjadi kaya raya dengan menjual seluruh bagian tubuhmu hingga tak berbisa. Kau mengerti hukum tabur tuai bukan?”
“Ya ya ya, aku tentu saja mengerti tentang hukum itu, kakak sepupuku tersayang. Tapi ngomong-ngomong nama wanita ini cantik juga ya. Casandra, apa dia seorang keturunan bangsawan?”
Bersamaan dengan rasa penasaran Pamela terhadap diri si gadis pemilik darah langka, Franklin muncul dengan membawa sekoper uang di tangannya. Hal ini tentu saja membuat Pamela menjadi sangat gembira sekali. Dia segera memelintir tangan kakak sepupunya yang masih bertengger di leher kemudian berlari menghampiri sumber kekayaannya.
“Jangan sentuh uang itu sebelum kau mengatakan semuanya padaku!” ucap Jove dingin. “Hajar gadis itu kalau dia tidak patuh, Frank!”
“Setiap tetes darah milik Casandra mengandung beberapa keunikan yang tidak bisa aku jelaskan secara rinci. Intinya, akan sangat berbahaya sekali jika para mafia sepertimu mengetahui tentang keistimewaan darah tersebut. Satu yang perlu di ingat. Casandra adalah satu-satunya penerus yang masih tersisa di keluarga itu. Jadi jika dia sampai jatuh ke tangan orang yang salah, bisa di pastikan kau akan berada dalam masalah yang cukup besar, Kak!” ucap Pamela yang bicara dengan mimik wajah yang begitu serius. Sama sekali tidak terlihat ekpresi jenaka ataupun kekanakan seperti yang barusaja dia tunjukkan. “Jadi, Kak Jove. Bisakah kau memberitahu aku apakah kau pernah membiarkan orang lain mengetahui rahasiamu? Juga dengan Casandra. Aku sarankan kau sebaiknya segera menghabisi mereka yang pernah mendengar tentang rahasia ini. Demi kebaikanmu!”
“Hanya ada satu wanita.”
__ADS_1
“Siapa?”
“Wanita yang sudah hancur jiwa manusianya. Dengan sangat sadar dia menyaksikan sendiri bagaimana aku yang sedang kesakitan setelah bercinta dengannya.”
Pamela terdiam sebentar. Lalu tak lama kemudian dia tersenyum, paham akan tujuan kakak sepupunya membiarkan wanita itu tetap hidup. “Kau ingin aku melakukan apa pada wanita itu, Kak?”
Jove tersenyum. Ini menariknya dari seorang Pamela Thampson. Gadis ini selalu bisa mengerti alur pikirannya tanpa Jove harus susah payah menjelaskan. Hebat sekali bukan?
“Bantulah agar dia bisa menjadi orang yang berguna untukku. Di masa depan nanti, aku butuh seseorang yang bisa kupercaya untuk berada di samping Casandra. Fidel masih belum mampu untuk melindunginya karena dia lemah. Nyawa Casandra bisa terancam jika aku membiarkannya hanya dengan bersama Fidel seorang. Kau paham bukan apa yang kuinginkan dari wanita itu?” ucap Jove penuh penekanan.
“Tentu saja aku paham. Akan tetapi biayanya juga tidak murah, Kak. Kau pasti tahu sendirikan kalau aku tidak mungkin memberikan jamuan murahan untuk orang yang akan menjaga wanita sumber kebebasanmu? Tenang saja, aku ini Pamela. Semuanya akan beres jika dollar sudah berbicara. Bagaimana?” sahut Pamela melakukan tawar-menawar dengan begitu bersemangat. Tentu saja. Kapan lagi dia bisa memeras uang bandar narkoba yang sangat kaya raya ini. Benar tidak?
“Franklin, ambilkan satu koper uang lagi untuknya. Biarkan Pamela bahagia sebelum melakukan pekerjaannya!” perintah Jove pada Franklin. “Tapi Pamela, kau jangan sampai lupa kalau aku ini tidak suka dengan kegagalan. Karena jika saatnya tiba dan wanita itu masih belum siap, maka kau yang harus menanggung akibatnya. Kau tahu bukan kalau aku ini tak terlalu suka mencampur-adukkan hubungan keluarga dengan bisnis yang kujalankan? Jadi lakukanlah tugasmu dengan cepat dan benar. Paham?”
Pamela tak menggubris perkataan Jove saat Franklin kembali muncul dengan membawa satu koper uang lagi di tangannya. Sambil tersenyum lebar, Pamela segera membuka kedua koper tersebut kemudian meraup tumpukkan dollar yang ada di dalamnya.
__ADS_1
“Aku suka aroma dari kertas ini. Sangat memabukkan dan membuatku merasa ketagihan. Sungguh sangat menyenangkan sekali berbisnis denganmu, Kak Jove. Hahahahahha!”
***