The Devil JOVE

The Devil JOVE
69. Perlakuan Kasar


__ADS_3

“Tuan, anda baik-baik saja ‘kan?” tanya Fidel saat membukakan pintu mobil untuk majikannya. Dia dengan cepat membantunya keluar dari sana begitu melihat majikannya terlihat begitu lemas.


Setelah berbicara empat mata dengan Jove tiba-tiba saja sikap majikannya terlihat aneh sekali. Bahkan selama dalam perjalanan menuju kantor Tuan Cadenza sama sekali tidak mengatakan apapun pada Fidel. Sebenarnya Fidel ingin sekali bertanya apa yang sudah terjadi, tapi niat itu dia urungkan karena khawatir kalau sikapnya akan disalah pahami oleh majikannya ini. Alhasil Fidel hanya memendam rasa penasarannya dalam diam sambil terus melirik Tuan Cadenza yang terdiam murung dengan mata memerah.


“Fidel, Jove bisa kita percaya untuk menjaga Casandra, bukan?” tanya Cadenza lirih. Dia lalu menatap Fidel dengan pandangan tak berdaya. “Dia tidak akan mungkin menyakiti ataupun melakukan hal yang salah pada Casandra ‘kan?”


“Kenapa anda tiba-tiba berkata seperti ini, Tuan? Apakah tadi Jove telah mengancam anda saat kalian sedang bicara?” sahut Fidel memastikan. Dia menendang pintu mobil agar tertutup sebelum membimbing Tuan Cadenza melangkah masuk ke dalam L Group. “Kalian pergilah ke ruangan masing-masing. Tuan Cadenza sedikit tidak sehat, kalau bisa jangan mengganggunya dulu.”


“Baik, Fidel. Kalau begitu kami permisi,” sahut beberapa karyawan yang biasa menyambut pemilik perusahaan.


Fidel mengangguk. Dengan sangat hati-hati dia memapah Tuan Cadenza dan langsung membawanya masuk ke dalam lift. Di dalam sana Fidel sedikit menyandarkan Tuan Cadenza ke dinding untuk membantu menopang tubuhnya yang begitu lemas seperti tak bertenaga. Entah apa yang terjadi. Yang jelas pembicaraan Tuan Cadenza bersama Jove pasti merupakan pembicaraan yang cukup beresiko. Ini Fidel yakini setelah Tuan Cadenza tiba-tiba mempertanyakan tentang kemampuan Jove dalam melindungi keselamatan Nona Casandra.


“Tuan Cadenza, maaf jika pertanyaan saya lancang. Tapi bisakah anda memberitahu saya apa yang tadi anda bicarakan dengan Jove? Bukannya apa. Jika pembicaraan kalian menyangkut keselamatan Nona Casandra, saya rasa saya perlu untuk mengetahuinya juga. Bolehkah?” tanya Fidel dengan hati-hati.


“Maaf, Fidel. Untuk masalah satu ini aku benar-benar tidak bisa memberitahumu. Terlalu berbahaya karena aku tidak pernah tahu kapan hatimu bisa berubah,” jawab Cadenza dengan suara parau. “Satu hal yang bisa kuberitahukan kepadamu kalau aku telah memberitahu Jove tentang sesuatu yang selama ini hanya di ketahui olehku seorang. Bahkan ibunya Casandra sekalipun tak aku izinkan mengetahui masalah ini. Apalagi kau. Ini bukan tentang aku yang tidak mempercayaimu, bukan itu. Akan tetapi ini adalah tentang kehidupan Casandra. Aku tidak mau dia sampai kenapa-napa!”


Ting


Pintu lift terbuka tepat setelah Cadenza selesai bicara. Dan begitu mereka akan keluar dari sana, Fidel dan Tuan Cadenza sama-sama dikejutkan oleh keberadaan Casandra yang seperti sengaja menunggu mereka di depan pintu lift.

__ADS_1


“C-Casandra, kau di sini, Nak?” kaget Cadenza. Dia pikir Jove tidak akan membiarkan putrinya keluar dari mansion, ternyata dugaannya salah. Casandra datang ke L Group dan kini tengah menatapnya dengan pandangan yang sedikit dingin.


“Kenapa? Apa Ayah merasa keberatan aku datang ke perusahaan ini?” tanya Casandra sarkas. Dia masih sangat jengkel atas penuturan Franklin yang menyebut kalau ayah dan ibunya sama sekali tidak merasa keberatan dia tinggal bersama Jove. Dan apa yang tengah Casandra lakukan sekarang adalah salah satu bentuk protes atas sikap sang ayah yang terkesan abai dan membiarkan.


“Cassey, Ayah tahu kau pasti marah karena Ayah membiarkan Jove membawamu tinggal di rumahnya. Tapi ketahuilah, Nak. Keputusan itu Ayah ambil demi keselamatanmu. Tolong jangan salah paham ya?”


Cadenza meminta Fidel agar membiarkannya berjalan sendiri menghampiri Casandra. Dengan sangat hati-hati Cadenza memberanikan diri untuk memegang bahu Casandra. Dia tahu betul seperti apa perangai putrinya ketika sedang marah. Jadi sebisa mungkin Cadenza bersikap agar putrinya ini agar kemarahannya tidak bertambah semakin besar.


“Ayah, bisakah Ayah memberitahuku alasan kenapa Ayah bisa begitu mudah membiarkanku tinggal di rumah bajingan seperti Jove? Aku butuh penjelasan, Ayah. Tolonglah. Tolong jangan membuatku bingung seperti ini. Aku yakin Ayah dan Jove pasti mengetahui sesuatu yang tidak kuketahui. Iya ‘kan?” desak Casandra dengan penuh harap meminta agar sang ayah jujur kepadanya. Kepalanya serasa ingin pecah setiap kali memikirkan hal-hal janggal yang di alami Casandra sejak bertemu dengan Jove. Terlebih lagi setelah Jove memberitahunya kalau nanti malam Casandra akan di ajak pergi ke suatu tempat yang bisa menjawab semua rasa penasarannya. Semakinlah Casandra yakin kalau ada yang tidak beres dengan dirinya.


“Tidak ada hal apapun yang mendasari keputusan Ayah dan Ibu dengan membiarkanmu tinggal bersama Jove, Cassey. Dan yang bisa Ayah sampaikan padamu sekarang hanya rumahnya Jove saja yang bisa menjadi tempat paling aman. Tolong mengerti ya? Ini semua demi kebaikanmu, sayang,” jawab Cadenza masih menahan diri untuk tidak memberitahu Casandra tentang kebenaran yang sesungguhnya. Dia takut Casandra akan syok kemudian melakukan sesuatu yang bisa melukai dirinya sendiri.


“Jadi Ayah tetap tidak mau memberitahuku kebenarannya?”


“Baiklah kalau memang seperti itu keputusan Ayah. Selama ini aku terus bertanya-tanya mengapa Ayah dan Ibu tak pernah membiarkanku mengenal bebas dunia luar. Dan setelah bertemu dengan Jove, dia juga berlaku sama seperti kalian dengan selalu mengawasi setiap gerak-gerikku dan bahkan sekarang telah berhasil memaksaku untuk tinggal di mansionnya atas izin Ayah dan Ib jugau. Jujur, aku kecewa sekali dengan sikap yang Ayah tunjukkan. Padahal tadi aku berharap kalau Ayah bisa memberiku sedikit titik terang akan alasan mengapa aku di perlakukan seperti ini. Karena kalian semua memilih untuk bungkam, maka jangan salahkan aku kalau sekarang aku akan mencaritahu sendiri penyebab semua kekangan yang terjadi di hidupku. Permisi!”


Fidel dengan cepat menarik tangan Nona Casandra yang hendak berlalu pergi dari sana. Dan sikapnya yang sedikit lancang itu tanpa sengaja menarik perhatian dari dua orang penjaga yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berada sekarang.


“Maaf, Tuan Fidel. Apa hak anda bersikap lancang kepada Nona kami?” tanya salah satu penjaga dengan mimik wajah yang begitu datar.

__ADS_1


“Kalian jangan salah paham dulu. Aku hanya sedang berusaha untuk menahannya agar tidak melakukan sesuatu yang bisa merugikan!” jawab Fidel langsung merinding mendengar suara penjaga itu. Suaranya terdengar seperti mayat hidup yang tidak memiliki kehidupan. Entahlah, mungkin hanya perasaan Fidel saja. Menjadi anak buahnya Jove sudah pasti ada standar tersendiri yang di tentukan. Dan besar kemungkinan sikap datar dan dingin penjaga ini adalah salah satunya.


Casandra mendengus. Dia tidak percaya kalau sekarang Fidel bahkan terlihat takut hanya dengan berhadapan dengan anak buahnya Jove.


“Nona Casandra, kami di tugaskan oleh Tuan Jove untuk melindungi keselamatan anda. Akan tetapi jika anda nekad dan bersikap tidak patuh, maka jangan salahkan kami kalau kami akan melemparkan anda dari atas gedung ini. Anda harus tahu kalau keadaan di luar sana sangatlah berbahaya untuk nyawa anda. Jadi daripada harus repot-repot mengingatkan, lebih baik kami langsung habisi nyawa anda saja sekalian!” tegur si penjaga satunya dengan mimik wajah yang tak kalah datar.


“Cihhhh, kalian pikir kalian itu siapa hah berani mengancamku sampai seperti ini. Asal kalian tahu ya, aku ini bukan boneka. Hidup ini adalah milikku dan aku bebas menentukan apa yang aku mau. Paham kalian!” amuk Casandra dengan mata yang mulai memanas. Dadanya sakit sekali karena sekarang semua orang seperti sengaja memojokannya agar patuh. Iya jika Casandra tahu penyebab pasti mengapa dia harus menerima perlakuan seperti ini, tapi kenyataannya? Dia hanya sedang di permainkan tanpa sebab yang jelas. Wajarkan kalau Casandra memberontak begini?


Entah terbakar emosi atau bagaimana. Kedua penjaga itu dengan kasar menarik tangan Casandra kemudian hendak memanggul tubuhnya. Cadenza yang melihat putrinya di perlakukan sedemikian rupa merasa sangat tidak terima. Alhasil Cadenza dengan cepat meminta para penjaga itu untuk melepaskan Casandra dan berjanji akan menasehatinya dengan benar.


“Tuan Cadenza, kami berdua hanya akan patuh pada perintah Tuan Jove saja. Jadi kau harus bisa meyakinkan Nona Casandra agar jangan membantah sehingga kami tidak harus membunuhnya!” ucap si penjaga dengan kasar mendorong tubuh Nona Casandra ke pelukan Tuan Cadenza. Setelah itu mereka berdua mundur menjauh tanpa melepaskan pandangan dari semua orang.


Cadenza menghela nafas panjang. Dia lalu melihat pergelangan tangan putrinya yang memerah akibat tarikan kuat dari para penjaga itu. Tak tega, dengan penuh sesal Cadenza memeluknya. Putrinya tidak salah apa-apa, tapi harus menanggung kutukan besar yang sudah dijalani turun-temurun oleh para leluhur keluarga Lin.


“Maafkan Ayah, Cassey,”


“Inilah yang selalu rasakan setiap kali menuntut kebebasan dan juga penjelasan dari Jove, Ayah. Jadi bisakah sekarang Ayah sedikit berbaik hati padaku agar aku tidak terus-terusan dibuat bingung? Aku ini sudah dewasa, Ayah. Aku bukan lagi anak-anak yang bisanya hanya menangis dan merengek saja. Tolong pahamilah perasaanku!” ucap Casandra lirih.


“Baiklah, Ayah akan memberitahukan semua yang ingin kau dengar. Asalkan dengan syarat kalau kau tidak akan memberontak lagi pada semua aturan yang Jove berikan. Percayalah, Cassey. Yang Jove lakukan hanya demi keselamatanmu saja. Oke?” sahut Cadenza memutuskan untuk memberitahukan segala rahasia yang tertanam pada diri putrinya. Biarlah, mungkin ini adalah cara terbaik agar putrinya tidak mendapat perlakuan kasar dari orang-orangnya Jove.

__ADS_1


Casandra langsung mengangguk patuh akan janji yang diminta oleh ayahnya. Setelah itu Casandra segera mengikuti langkah sang ayah yang mengajaknya masuk ke dalam ruangan. Meninggalkan Fidel bersama dua penjaga yang masih terus mengawasinya dengan pandangan dingin nan datar.


***


__ADS_2