The Devil JOVE

The Devil JOVE
40. Penjaga Khusus


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜



***


“Apa dia baik-baik saja, Jove?”


Saat ini Rose dan Adamar tengah berada di mansion milik putra mereka. Setelah menerima kabar kalau Casandra adalah benar pemilik darah langka itu, mereka bergegas datang kemari. Dan betapa terkejutnya Rose dan Adamar ketika mereka mendapati Casandra yang terbaring tak sadarkan diri dengan balutan perban di tangannya. Khawatir terjadi sesuatu, Rose pun segera mencecar Jove atas apa yang terjadi.


“Casandra barusaja melewati tes kelayakan untuk menjadi Nyonya Lorenzo, Ibu. Dan ya, Ibu bisa lihat sendiri bukan kalau dia sama sekali tidak mengecewakan? Nyali Casandra cukup tinggi karena dia benar-benar memotong nadi di pergelangan tangannya setelah mengancam akan menyakiti diri sendiri jika aku tidak segera membebaskannya. Dia wanita yang sangat menarik bukan?”


Kurang lebih seperti itulah penjelasan yang Rose dengar dari Jove mengenai apa yang terjadi pada Casandra. Bangga, itu sudah pasti. Sudah menjadi kebiasaan dari keluarga besarnya kalau wanita di keluarga Ma, keluarga Thampson, keluarga Osmond, keluarga Wang, juga termasuk keluarga Clarence dan Lorenzo, mereka haruslah wanita yang kuat. Hal ini sangat di butuhkan mengingat betapa berkuasanya keluarga-keluarga ini. Tapi bukan berarti ada kriteria tertentu. Para wanita hanya diharuskan wanita yang kuat, entah itu secara fisik maupun mental. Berhubungan dengan keluarga yang memiliki latar belakang mafia sudah pasti tidak boleh lemah ataupun cengeng. Harus kuat. Itu yang paling utama. Dan Casandra barusaja berhasil melewati test tersebut.


“Organ vitalnya semua bekerja dengan baik, Bu. Dia tidak akan mati dengan mudah,” jawab Jove sembari menatap wajah Casandra yang sudah tidak terlalu pucat. Setelah itu dia tersenyum, dan lagi-lagi senyum itu tidak ada yang bisa mengartikan maksud di baliknya.


“Darahnya sangat berharga. Lain kali kau tidak boleh sembarangan membuatnya terluka. Paham?” ucap Rose mengingatkan Jove akan keistimewaan di diri Casandra. “Ibu bukan ingin kau serakah terhadap apa yang bukan milikmu, Jove. Ibu hanya ingin kau menjaganya dengan baik. Kau sudah menidurinya, itu berarti mulai sekarang keselamatan Casandra menjadi tanggung jawabmu. Paham?”


“Ibu jangan khawatir. Aku bahkan tidak membiarkan satu tetespun darahnya terbuang dengan percuma. Dan mengenai tanggung jawab itu, aku berniat menjalani hubungan normal seperti orang-orang. Aku ingin memenangkan hatinya dengan caraku sendiri,” sahut Jove seraya menatap wajah sang ibu. “Casandra tidak sama dengan wanita di luaran sana. Jadi aku ingin memilikinya dengan cara meniru cara orang-orang yang terlibat hubungan asmara. Agak menggelikan memang mengingat statusku sebagai seorang mafia. Tapi aku akan tetap melakukannya. Aku ingin melihat Casandra bebas menikmati hari-harinya.”

__ADS_1


Rose, Adamar, dan juga Franklin sempat terkejut mendengar penuturan Jove yang agak lain dari biasanya. Namun setelah mereka melihat Jove yang langsung duduk di sebelah Casandra kemudian membelai wajahnya penuh perasaan, mereka akhirnya menyadari di balik sikapnya yang kejam dan juga dingin, Jove masih belum melupakan jati dirinya sebagai seorang pria biasa. Bangga akan niat baik putranya, Adamar berjalan mendekat kemudian menepuk bahunya pelan. Dia kemudian tersenyum.


“Ayah bangga sekali padamu, Jove. Meskipun kau bisa dengan mudah mengikat Casandra, tapi kau memilih untuk memilikinya dengan cara seperti para pria di luaran sana. Ayah yakin setelah semua orang tahu kalau kau sedang mengejar Casandra, mereka pasti akan berpikir dua kali untuk melakukan hal buruk kepadanya. Termasuk dengan orang-orang yang menginginkan darahnya!” ucap Adamar.


“Harusnya memang seperti itu. Tapi Ayah, aku tidak pernah tahu kelompok seperti apa yang tengah memburu darah Casandra. Aku memang memiliki kekuasaan, tapi tidak semua penjahat aku mengenal mereka. Kalau saja bukan Pamela dan Paman Gerald yang memberitahu kita tentang darah langka yang bisa menyembuhkanku dari penyakit langka itu, kita pasti tidak akan pernah mengetahui kalau keluarga Lin memiliki keistimewaan seperti ini. Itu artinya orang yang sedang mengejar Casandra bukanlah orang-orang sembarangan mengingat kalau kita mengetahui rahasia ini dari anggota Organisasi Grisi. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau mereka mempunyai kekuasaan yang jauh lebih besar dariku. Benar tidak?” sahut Jove dingin. “Dan tujuanku ingin agar Casandra bisa menjalani hari-harinya dengan bebas adalah agar mereka tidak tertarik untuk mencaritahu tentangnya. Walaupun kemungkinannya hanya sedikit, setidaknya hal ini bisa memusnahkan kecurigaan mereka terhadap keluarga Lin!”


“Benar juga. Astaga, kenapa Ayah tidak terpikir ke arah sana ya?” gumam Adamar merutuki kebodohannya yang tidak menyadari akan bahaya besar yang tengah mengintai calon menantunya.


“Kalau begitu kau aturlah seseorang yang bisa terus berada di samping Casandra, Jove. Masalah ini tidak main-main, kau tidak boleh lengah!” ucap Rose meminta agar Jove memberikan keamanan lebih pada Casandra. Sebagai orang yang pernah memimpin sebuah kelompok, insting waspada di diri Rose langsung mencuat begitu mendengar perkataan Jove. Dia tentu tidak mau Casandra sampai kenapa-kenapa.


“Nyonya Rose, Tuan Adamar. Kalian tidak perlu khawatir. Saat ini Nona Pamela tengah mempersiapkan seseorang yang nantinya akan kami tempatkan di sisi Nona Casandra. Fidel masih terlalu lemah untuk bisa melindungi Nona Casandra dari serangan orang-orang yang kekuatannya jelas hampir setara dengan kekuatan Tuan Jove. Jangan cemas!” sahut Franklin memberitahu kedua orangtua bosnya kalau dia dan bosnya telah mempersiapkan penjagaan khusus dimana orang tersebut kini tengah di tangani oleh Nona Pamela, si gadis berisik yang sangat tergila-gila pada dollar.


“Hanya seorang wanita putus asa yang meminta kebebasan dariku. Aku bukan memanfaatkannya, tapi aku ingin dia mengerti kalau masih ada orang lain yang hidupnya jauh lebih mengerikan lagi dari hidupnya,” ucap Jove memberitahu orangtuanya tentang wanita yang akan dia tugaskan menjaga Casandra. “Dia wanita pertama yang berhasil keluar hidup-hidup dari kamarku meskipun dia menyaksikan langsung bagaimana aku yang sedang kesakitan. Wanita ini agak aneh, Bu. Dan aku pikir akan sangat baik jika bisa menjadikannya bagian dari pekerjaanku. Hatinya dingin, tapi dia sangat mencintai keluarganya. Sama sepertiku yang begitu menyayangi kalian meski di mata orang lain aku tak ubahnya manusia es yang tidak memiliki perasaan!”


“Kau yakin dia tidak akan berkhianat?” tanya Rose memastikan.


“Itu akan menjadi hal terkonyol di hidupnya jika berani berkhianat pada Jove Lorenzo,” jawab Jove santai.


“Rambut boleh sama hitamnya, tapi dalamnya hati manusia siapa yang bisa menebak. Hati-hati, Jove. Jangan mudah mempercayai seseorang yang baru pertama kali kau kenal!”

__ADS_1


Jove menghela nafas panjang begitu mendapat peringatan bahaya dari sang ibu. Setelah mengecup bibir Casandra, dia bangun kemudian berbalik menghadap ke belakang. Dengan ekpresi yang begitu datar, Jove merespon peringatan tersebut.


“Di tangan Pamela, aku tidak yakin dia berani melakukan hal macam-macam padaku. Dan aku menebak kalau Pamela akan mengirimnya ke pulau agar bisa mendapat pelatihan fisik dari Nona Reina, Paman Resan dan juga Paman Lorus. Apa menurut Ayah dan Ibu dia masih memiliki kesempatan untuk berkhianat padaku di saat nyawanya sendiri berada di tangan mereka?”


“Hmmmmm, itu mustahil,” jawab Adamar sambil meng*lum senyum. Dia lalu mengalungkan sebelah tangannya ke bahu Rose, merasa lucu karena dia lupa tentang tiga sekawan yang saat ini berada di pulau. “Untung Reina tidak ada di sini. Kalau dia tahu aku melupakan keberadaannya, dia pasti akan langsung kesurupan dan mengamuk. Iyakan, Hon?”


“Dasar kau saja yang suka mencari masalah dengannya,” sahut Rose sambil tertawa.


“So, apa kalian masih ragu?” tanya Jove seraya tersenyum kecil melihat kemesraan ayah dan ibunya.


Aku juga ingin bermesraan seperti ini dengan Casandra. Hmmmm, cepatlah sadar, gadis galak. Aku tidak sabar melihat usahamu menghindar dari pengejaranku. Pasti akan sangat menyenangkan sekali.


“Tidak ada alasan untuk Ayah dan Ibu meragukanmu lagi, Jove. Apapun itu asal yang terbaik untuk Casandra, Ibu pasti akan mempercayaimu. Jadi semangatlah,” jawab Rose sambil melirik ke arah ranjang. Dia tersenyum samar saat mendapati kelopak mata Casandra tampak bergerak-gerak. “Dam, sepertinya kita harus segera pergi dari sini. Belum waktunya bagi Casandra bertemu dengan kita.”


“Baiklah, Honey. Ayo!”


Rose dan Adamar bergegas keluar dari dalam kamarnya Jove saat Casandra mulai tersadar. Sambil bergandengan tangan, mereka berjalan menuju mobil. Meninggal kediaman putra mereka yang di jaga ketat oleh puluhan penjaga khusus dimana mereka telah menerima pelatihan berat dari Reina, Resan, dan juga Lorus.


***

__ADS_1


__ADS_2