The Devil JOVE

The Devil JOVE
48. Tak Mau Mengakui


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜



***


Regent nampak terkapar tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Lehernya terpasang gips, sedang kedua jari tengah tangannya terbungkus perban tebal. Entah kesialan apa yang barusaja menimpanya. Tiba-tiba saja Regent di hadang oleh beberapa mobil asing kemudian dia diserang hingga mobilnya mengalami kecelakaan. Dan tidak sampai di sana saja. Saat Regent sedang dalam kondisi setengah sadar, orang-orang itu dengan brutal menjepit kedua jari tengahnya ke pintu mobil hingga mengakibatkan tulangnya patah dan menyembul keluar. Kalian bisa bayangkan sendiri bukan seperti apa menderitanya Regent saat itu?


Ceklek


Karena lehernya terpasnag gips, Regent jadi tidak bisa menoleh saat ada seseorang membuka pintu ruangan tempat dia dirawat. Was-was kalau yang datang adalah komplotan orang yang telah mencelakainya, Regent mengambil ancang-ancang untuk menekan tombol intercom yang terpasang tepat di samping ranjang. Dia sedang sendirian, jadi hanya ini saja yang bisa dia gunakan untuk melindungi diri sementara waktu.


“Bagaimana rasanya, hem? Pasti nyaman sekali bukan mengalami kecelakaan sampai tulang leher dan jarimu patah?” tanya Casandra seraya tersenyum evil. Dia berjalan mendekat ke arah ranjang sambil bersedekap tangan. “Kurang lebih seperti itu yang aku rasakan saat kau membuatku mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, Regent. Tidak kusangka Tuhan akan sebaik ini dengan membayar karma perbuatanmu lewat cara yang sama seperti yang kau lakukan tempo hari. So, apa nikmat?”


“C-Cassey?” panggil Regent lirih.


“Ya, ini aku. Kenapa?” sahut Casandra santai. “Kau pasti bahagia sekali bukan karena aku datang menjenguk?”


Saat mendengar dari ibunya kalau Regent mengalami kecelakaan parah yang mana membuatnya harus masuk ke dalam ruang operasi, Casandra langsung tertawa terbahak-bahak. Rasanya sungguh sangat menyenangkan mendengar kejahatan Regent yang dibalas secara tunai oleh Tuhan. Padahal Casandra baru berniat melakukan balas dendam, tapi Tuhan sudah bertindak lebih dulu. Jadi untuk mensyukuri keberpihakan Tuhan terhadapnya Casandra memutuskan untuk datang menjenguk Regent di rumah sakit. Sekalian karena ada sesuatu hal yang ingin Casandra tanyakan kepadanya mengenai minuman yang Regent berikan saat mereka berada di acaranya Tuan Zian.


“Kau jangan kurang ajar begini, Cassey. Atau jangan-jangan orang yang telah menyerangku adalah orang suruhanmu?” tuduh Regent sambil menahan emosi karena tak bisa menyentuh Casandra. Dia kesal sekali mendengar ucapannya barusan. “Kalau itu adalah benar perbuatanmu, sekeluarnya aku dari dari rumah sakit aku tidak akan segan membuat perhitungan denganmu. Aku memang menyukaimu, tapi bukan berarti aku akan membiarkanmu menindasku. Paham?”


“Ha? Apa kau bilang? Ingin membalasku?”


Casandra kembali tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman Regent. Tanpa mengurangi volume suaranya, dengan gemas Casandra memencet luka di jari Regent. Dia tak peduli meski sekarang Regent tengah berteriak kesakitan sambil meminta agar Casandra melepaskan tangannya.


“Argghhhhh, hentikan, Cassey. Kau menyakitiku. Lepas!” teriak Regent kesakitan.


“Baiklah, aku akan melepaskannya. Akan tetapi kau perlu menjawab satu pertanyaan dulu dariku. Bagaimana? Apa kau setuju?” sahut Casandra dengan santainya membuka negosiasi. Tak lupa juga dia menguatkan pencetan di atas luka tangannya Regent. Dia sepupu yang sangat baik hati sekali bukan?

__ADS_1


“Apa yang ingin kau tanyakan? Cepat katakan!” sentak Regent sambil menahan sakit.


“Beritahu aku minuman apa yang telah kau berikan padaku saat kita berada di acaranya Tuan Zian. Tahu tidak. Gara-gara minuman itu aku sampai disekap oleh seorang bajingan. Cepat katakan kenapa waktu itu aku bisa sampai merasa kepanasan. Kau tidak mungkin menuangkan racun ke dalamnya bukan?”


Eh, jadi Cassey tahu kalau aku telah menaruh sesuatu ke dalam minumannya? Sialan, ternyata dia cukup pintar juga untuk menyadari perbuatanku. Tapi tunggu dulu. Cassey bilang dia disekap oleh seorang bajingan. Apa jangan-jangan bajingan itu juga telah menidurinya? Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Sebaiknya aku tanyakan pada Cassey apa yang telah dilakukan bajingan itu kepadanya. Ya, aku harus menanyakannya.


“Cassey, apa bajingan itu melakukan hal buruk kepadamu? Misalnya menidurimu mungkin?” tanya Regent ingin tahu.


Blussshhhh


Wajah Casandra langsung memerah saat Regent bertanya seperti itu kepadanya. Sungguh sialan sekali. Casandra tidak akan tinggal diam. Dia perlu memberi pelajaran pada Regent agar tidak mengingatkannya pada rekaman video panas di mana dia dan Jove yang menjadi pemeran utamanya.


Kraaaakkkk


“AAAAAAAAA! Cassey, apa yang kau lakukan!”


Alih-alih menjawab pertanyaan Regent, Casandra dengan sengaja malah menekuk salah satu jari Regent supaya patah. Dan dia merasa sangat puas sekali mendengar jeritan kesakitannya. Cukuplah untuk mengurangi kekesalan yang sedang dirasakannya sekarang.


“J*lang?” Casandra terkekeh. “Atas dasar apa kau berani menyebutku j*lang, Regent? Harusnya tadi itu kau menjawab pertanyaanku lebih dulu sebelum bertanya balik padaku. Dasar lancang. Bukan salahku kalau aku memberimu sedikit pelajaran supaya jera. Tahu kau?”


“Lepas, Cassey!”


“Tidak!”


“Aku bilang lepas, brengsek!”


Kesal karena terus dimaki, dengan marah Casandra menghentikan perbuatannya. Dia kemudian meralih mengelus gips yang membungkus lehernya Regent. Casandra tersenyum.


“A-apa yang mau kau lakukan, ha? Jangan macam-macam, Cassey!” geram Regent agak merinding melihat senyum aneh yang muncul di bibirnya Cassey. Dia khawatir kalau gadis ini akan mencekik lehernya yang sedang terluka. Bisa mati dia nanti.

__ADS_1


“Kalau kau mau selamat, lebih baik kau segera memberitahukan racun apa yang sudah kau berikan padaku. Kalau tidak, aku tidak akan segan untuk menggorok lehermu supaya kepalamu yang jelek itu terpisah dari badan. Mau?” ancam Casandra dengan mimik wajah yang sangat serius.


“Kau mengancamku?”


“Apa aku terlihat main-main bagimu?”


Regent berdecih. Tidak disangka ternyata Cassey memiliki keberanian juga untuk mengancamnya. Meski begitu, Regent tak berniat mengakui kejahatan yang dilakukannya malam itu. Enak saja. Itu namanya bom bunuh diri jika Regent sampai mengaku kalau dia telah mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman yang malam itu diminum oleh Cassey.


“Jangan membuat kesabaranku habis, Regent. Cepat katakan atau aku akan ….


“Akan apa, ha? Menggorok leherku?” sela Regent sambil terkekeh penuh ejek. “Cassey-Cassey, tidak ada gunanya untukku melakukan trik murahan seperti yang kau tuduhkan barusan. Lagipula untuk apa aku repot-repot meracunimu kalau aku saja bisa langsung menghabisimu? Tidak ada gunanya. Dan asal kau tahu saja. Di acara itu bukan hanya aku saja yang datang, tapi ada ribuan orang. Tidak menutup kemungkinan kalau salah satu dari mereka yang telah menambahkan sesuatu ke dalam minumanmu. Kau juga tidak mungkin lupa bukan apa yang terjadi padaku malam itu? Seseorang mencoba membobol data Omari Group. Itu artinya bukan hanya kau saja yang tertimpa kemalangan, tapi aku juga. Tahu kau?”


Casandra terdiam setelah mendengar penuturan Regent. Benar juga. Seingat Casandra malam itu Regent sempat ingin menolongnya, tapi tidak jadi dia lakukan karena Regent tiba-tiba berteriak setelah menerima panggilan dari anak buahnya. Casandra jadi sanksi kalau orang yang telah meracuninya adalah Regent karena malam itu mereka sama-sama mendapat kesialan. Tapi kalau bukan Regent siapa? Apa mungkin ….


Wahhhh, brengsek. Bagaimana bisa aku tidak menyadari masalah ini? Pasti Jove adalah pelakunya. Dia sengaja meminta seseorang agar meracuni minumanku dengan tujuan agar bisa menikmati tubuhku. Brengsek, dasar bajingan tengik kau Jove. Awas saja. Setelah dari sini aku akan langsung membuat perhitungan denganmu. Arggggggg.


Tanpa berkata apa-apa lagi Casandra langsung melenggang pergi dari dalam ruangan Regent. Dia tak mengindahkan perkataan Regent yang menuntut agar dia menjawab apa yang terjadi saat Regent meninggalkannya sendirian di acara pesta. Sudah gila apa Casandra memberitahunya kalau sekarang dia sudah tidak perawan lagi. Keperawanannya hilang di tangan pria yang tak pernah di kenalnya selama ini. Sialan, mengingat hal ini membuat Casandra menjadi sangat kesal.


“Pergi ke perusahaan miliknya Jove. Aku ingin merontokkan giginya sekarang juga!” perintah Casandra begitu dia masuk ke dalam mobil.


“Nona, apa yang terjadi? Kenapa anda tiba-tiba ingin mendatangi perusahaan milik Tuan Jove?” tanya Fidel kaget.


“Jangan banyak bertanya, Fidel. Lebih baik kau segera antarkan saja aku ke sana. Paham?” jawab Casandra sambil mengerucutkan bibir.


Fidel menghela nafas panjang. “Baiklah. Saya akan mengantarkan anda ke CL Group sekarang juga.”


“Good. Cepat jalan!”


Dan akhirnya Fidel mau tidak mau tetap mengantarkan majikannya pergi ke perusahaan milik mafia itu. Entah apa yang terjadi saat majikannya menemui Tuan Regent, yang jelas situasinya menjadi tidak baik setelah majikannya keluar dari sana.

__ADS_1


Semoga saja Tuan Jove tidak merasa tersinggung atas kekacauan yang akan dilakukan oleh Nona Casandra nanti. Hmmmmm.


***


__ADS_2