
📢📢📢 YANG RINDU SAMA KISAH BABANG GERALD + MAS ELAND SILAHKAN MAMPIR KE NOVELNYA LANGSUNG YA. SUDAH UP LAGI SEKARANG.
***
Keesokan paginya, Jove memutuskan untuk mengawasi kediaman keluarga Lin dari dalam mobil. Dia ingin tahu hal apa saja yang akan dilakukan Tuan Cadenza untuk mempersiapkan kemunculan Casandra ke hadapan publik.
“Tuan Jove, apa kita hanya akan mengawasinya saja dari sini? Saya punya saran bagaimana kalau kita sedikit mengerjai Regent saja. Malam ini dia yang akan bertanggung jawab atas keselamatan Nona Casandra, dan saya yakin Tuan Cadenza pasti akan sangat marah sekali padanya jika Nona Casandra sampai kenapa-napa,” ucap Franklin menawarkan permainan untuk membunuh rasa bosan di diri bosnya. Dia tentu sangat paham kalau bosnya ini bukan tipe orang yang suka untuk menantikan sesuatu yang tidak pasti.
“Permainan apa yang ingin coba kau mainkan, Frank?” tanya Jove tanpa melepaskan pandangan matanya dari arah gerbang. Entah mengapa dia begitu ingin melihat Casandra keluar dari sana.
“Mengerjai perusahaannya mungkin,” jawab Franklin. “Nanti saat Regent datang ke acara, saya akan langsung memerintahkan orang untuk sedikit mengobrak-abrik sistem keamanan di Omari Group. Dengan begitu anak buahnya akan melaporkan hal tersebut kepada Regent kemudian memintanya untuk segera datang ke perusahaan. Saat Regent pergi, anda bisa menggunakan kesempatan itu untuk mendekati Nona Casandra dan membawanya pergi diam-diam.”
Terdengar helaan nafas panjang dari mulutnya Jove setelah dia mendengar ide konyol yang baru saja di sampaikan oleh Franklin. Sebenarnya bukanlah hal yang sulit bagi mereka untuk menculik Casandra. Namun Jove memutuskan untuk memakai cara yang halus saja karena dia ingin mengenali karakter Casandra yang bisa dibilang masih sangat polos. Polos bukan dalam artian tidak tahu apa-apa ya. Semalam setelah Jove mendengar kabar dari orangtuanya kalau Casandra terpilih sebagai kandidat berat sebagai pemilik darah langka itu, Jove langsung memerintahkan Franklin untuk mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan keluarga Lin. Dan seolah ingin membuktikan kalau dugaan keluarganya memang benar, ternyata diam-diam Tuan Cadenza melindungi data-data keluarganya menggunakan sandi yang sangat sulit untuk di pecahkan. Namun karena Jove memiliki satu organisasi elit yang tersembunyi di pulau harta karun milik orangtuanya, tak butuh waktu lama untuk Jove mengetahui semua hal yang tersembunyi di keluarga tersebut. Dan ya, Casandra adalah wanita yang sedang di carinya. Bahagia, tidak terlalu. Jove hanya merasa penasaran saja terhadap kepribadian Casandra. Sungguh.
“Idemu sangat aneh kalau kau mau tahu, Frank. Sekelas mafia seperti kita mungkinkah layak melakukan serangan serendah itu terhadap Omari Group? Yang benar saja kau!” tegur Jove dingin. “Kalau aku mau, aku tinggal meledakkan perusahaan itu saja daripada harus buang-buang waktu untuk mengerjainya seperti yang kau katakan barusan. Dasar konyol!”
“Maafkan saya, Tuan. Saya hanya sedang berusaha membu ….
“Sstttt, diamlah. Fokuskan pandanganmu ke depan. Sepertinya ada tikus kecil yang sedang berusaha melarikan diri dari istana itu,” ucap Jove meminta Franklin untuk diam sembari menggerakkan dagunya ke arah samping rumah keluarga Lin.
Mungkin jika kalian melihat apa yang baru saja dilihat oleh Jove, kalian pasti akan berpikir kalau hal tersebut adalah sesuatu yang biasa saja. Namun karena Jove tahu ada seorang putri Rapunzel yang terkurung di dalam kastil megah, dia tak bisa menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa saja. Lagipula bagaiman mungkin hal tersebut bisa di anggap biasa saja ketika ada seorang wanita berpakaian pelayan sedang berjalan mengendap-endap sambil menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya? Dalam sekali lihat saja Jove langsung tahu kalau wanita yang sedang menyamar tersebut adalah Casandra, calon biang obatnya.
__ADS_1
“Lihatlah bagaimana wanita nakal itu mengendap-endap seperti seorang maling, Frank. Dengan tingkahnya yang masih seperti anak kecil perlukah untuk kita memainkan trik demi agar bisa menangkapnya?” tanya Jove seraya tersenyum tipis. “Aku rasa tidak. Dan kupastikan Casandra akan datang ke pelukanku dengan sendirinya. Dia akan datang padaku!”
“Sungguh aneh melihat seorang wakil pimpinan dari perusahaan sebesar L Group berperilaku seperti itu, Tuan. Saya pribadi sangat ingin tertawa karenanya,” jawab Franklin dengan kedua sudut bibir yang berkedut. Sungguh, untuk pertama kalinya Franklin begitu ingin tertawa dengan sangat keras menyaksikan bagaimana Nona Casandra berlari mengejar tukang sayur.
Tak tahan melihat hal tersebut, Jove memutuskan untuk keluar dari dalam mobil. Tak lupa dia mengenakan topi dan masker untuk menutupi wajahnya agar tidak di kenali. Jove tentu belum lupa kalau saat ini dia sedang berada di daerah tempat tinggal keluarga Lin. Jadi dia tidak mau kemunculannya di sini membuat keluarga itu menjadi waspada.
“Tuan, tolong berikan aku makanan yang itu,” ucap Casandra sembari menunjuk jajanan yang tergantung di gerobak tukang sayur.
“Maaf, apa anda bekerja di rumah keluarga Lin?” tanya si pedagang sayur memastikan.
Casandra dengan polosnya mengangguk.
“Kalau begitu anda tidak boleh membeli sayuran yang saya jual. Tuan Cadenza pernah berkata kalau saya di izinkan berjualan di sekitar sini tapi saya tidak di izinkan menjual sayuran kepada keluarganya. Beliau juga bilang kalau putrinya memiliki penyakit alergi akut sehingga tidak boleh sembarangan memakan makanan. Saya permisi!"
“Ta-tapi Tuan aku ….
“Apa yang diinginkan oleh wanita itu?” tanya Jove dingin. Ingin rasanya dia menembak kepala tukang sayur ini yang sudah berani mengabaikan wanitanya. Sungguh lancang.
“Pelayan itu menginginkan jajanan ini, Tuan. Karena dia keluar dari rumah milik Tua Cadenza, jadi saya tidak mengizinkannya untuk membeli barang dagangan saya. Saya tidak mau terkena sial karena melawan peraturan Tuan Cadenza. Begitu ceritanya,” jawab si tukang sayur dengan mimik wajah ketakutan.
“Bungkus semuanya untukku!”
“S-semua?”
Jove mengangguk. Dia kemudian melirik ke arah Casandra yang sedang duduk merenung di bawah pohon. Malang sekali. Bahkan hanya untuk menikmati makanan sesederhana inipun wanita itu harus merasa sedih terlebih dahulu. Tuan Cadenza sungguh sangat ketat sekali padanya.
__ADS_1
Setelah semua jajanan selesai di bungkus, Jove melangkah perlahan menuju ke arah Casandra. Dia lalu menyodorkan bungkusan plastik yang di bawanya.
“Siapa kau?” tanya Casandra curiga. Khawatir orang ini adalah penjahat, diapun buru-buru berdiri kemudian mundur menjauh.
“Aku tidak suka melihat wanita menangis hanya karena gagal membeli jajanan dari tukang sayur!” jawab Jove agak tergelitik melihat kewaspadaan di diri wanita ini.
“S-siapa yang menangis? Kau jangan sembarangan bicara ya!”
Jove mendengus. Rupanya Casandra lumayan keras kepala juga ya. Ini menarik. Jove jadi semakin penasaran pada wanita ini.
Casandra dengan cepat menyambar bungkusan plastik dari tangan pria bermasker saat pria tersebut hendak pergi dari hadapannya. Dan tanpa merasa malu sedikitpun, Casandra tersenyum lebar hingga menampilkan deretan giginya yang putih bersih saat pria ini menatapnya lekat.
“Tuan, siapapun dirimu aku akan menganggap hal ini sebagai hutang budi. Aku berjanji suatu hari nanti aku pasti akan membalas kebaikanmu. Daahhhh!” ucap Casandra sebelum berlari masuk ke dalam rumahnya lewat lorong kecil yang biasanya hanya dilewati oleh para tukang dan pelayan yang bekerja di rumahnya.
Sepeninggal Casandra, Jove kembali masuk ke dalam mobil. Dia kemudian duduk sambil menundukkan kepala. Franklin yang melihat hal tersebutpun merasa heran. Dia lalu memberanikan diri untuk bertanya pada bosnya.
“Tuan Jove, anda baik-baik saja bukan?”
“Pulang,” sahut Jove.
“Ya?”
“Aku bilang pulang, Franklin!”
“O-oh, baiklah,” ucap Franklin kemudian buru-buru menyalakan mesin mobil.
__ADS_1
Tahukah kalian apa yang sebenarnya terjadi pada Jove? Dia sedang berusaha menahan diri untuk tidak tertawa setelah mendengar kata-kata konyol yang di ucapkan oleh Casandra. Sungguh, seumur-umur Jove berada di dunia ini, untuk pertama kalinya dia merasa sangat senang sekali. Bahkan rasa senang ini mengalahkan kesenangan dikala bisnis yang Jove lakukan berhasil memberinya uang triliunan setelah memasarkan heroin dalam jumlah yang sangat luar biasa besar ke LA. Aneh sekali bukan?
***