The Devil JOVE

The Devil JOVE
79. Hal Yang Mencengangkan


__ADS_3

"Apa ini?!!!"


Pamela menatap lekat pergerakan aneh yang muncul di dalam piring kecil tempat dia melakukan penelitian. Mencengangkan, sangat amat mencengangkan. Bagaimana bisa darah milik Casandra berkembang biak menjadi ribuan sel begitu di tetesi cairan khusus yang ada di lab? Jika kalian bisa melihat secara langsung, dijamin bulu kuduk kalian pasti akan berdiri semua. Karena merasa penasaran mengapa darah Casandra bisa menjadi biang dari segala penawar racun, Pamela melakukan penelitian dengan mengambil setetes sampel darah lalu mencampurkannya dengan cairan khusus di mana dia dan anggota Labolatorium Grisi sering menggunakannya untuk bahan penelitian pencampuran DNA. Dan begitu keduanya tercampur, hanya butuh waktu tidak lebih dari lima detik untuk Pamela bisa dibuat ngeri oleh apa yang terjadi. Khawatir sel tersebut bisa mengancam nyawa, Pamela memerintahkan mutan untuk membunuh habis sel tersebut dengan menyemprotkan zat kimia ke dalamnya. Setelah itu Pamela mundur ke belakang, sedang wajahnya menampakkan keterkejutan yang baru pertama kali ini dia rasakan.


"Tidak mungkin. Casandra tidak mungkin makhluk abadi. Jelas-jelas dia adalah manusia normal, tapi kenapa sel di dalam darahnya bisa begitu berbahaya? Ini gawat. Aku harus segera memberitahu Kak Jove sekarang juga!"


Segera Pamela berjalan keluar kemudian mengambil ponsel guna menghubungi bandar narkoba itu. Sembari menunggu panggilan di jawab, Pamela terus berjalan ke sana kemari sambil menggigit ujung kuku. Resah, sangat amat resah.


"Akhirnya di angkat juga panggilannya. Fyuuhhh," ucap Pamela lega.


"Ada apa? Sebaiknya kau jangan mengganggu jika tidak terlalu penting!" tanya Jove dari dalam telepon.


"Kak Jove, aku barusaja melakukan penelitian pada darah milik Casandra. Dan apa kau tahu hasil seperti apa yang aku temukan?" sahut Pamela balik melayangkan pertanyaan. "Casandra memiliki sel darah yang bisa membuatnya abadi, Kak. Ini mengerikan. Apa jangan-jangan wanitamu itu adalah keturunan vampir? Atau jika tidak alien mungkin?"


Hening. Pamela dibuat keheranan saat kakak sepupunya hanya diam tak merespon. Penasaran apakah panggilan masih tersambung atau tidak, dengan kuat Pamela berteriak memakinya.


"Yakkkk, kalau tidak mati setidaknya berikan respon dengan cara menghembuskan nafasmu, Kak. Jangan malah diam seperti mayat beku. Membuat orang kesal saja!"

__ADS_1


"Aku sudah tahu kalau darah di tubuh Casandra bisa membuatnya abadi. Dan hal ini hanya bisa terjadi kalau darah di tubuhnya sampai tersedot habis. Jika tidak, maka Casandra akan menjalani kehidupan yang sama seperti kita!" ucap Jove yang akhirnya merespon setelah mengabaikan rasa penasaran Pamela.


"Whaaaatt?? Jadi kau sudah tahu tentang hal ini? Ya Tuhan!!!!"


Merasa dipermainkan, Pamela langsung memutuskan panggilan. Dia lalu berkacak pinggang sambil bersungut-sungut tak terima karena kakak sepupunya sudah lebih dulu mengetahui rahasia ini.


"Sialan sekali bandar narkoba itu. Lalu apa gunanya aku menghabiskan banyak waktu hanya untuk meneliti sesuatu yang sudah dia ketahui? Untung kau kaya, Kak. Kalau tidak, detik ini juga aku akan memerintahkan mutan untuk menyebar racun di mansionmu yang mewah itu. Huh!" kesal Pamela penuh emosi. Sedetik kemudian kening Pamela tampak mengernyit. Dia teringat dengan ucapan kakak sepupunya yang menyebut kalau Casandra akan menjadi abadi jika darah di dalam tubuhnya sampai tersedot habis. "Kalau benar begitu artinya adalah kesialan bagi Casandra memiliki keistimewaan seperti ini? Astaga, kasihan sekali dia. Sudah diburu banyak orang gara-gara darah langkanya, malah akan berakhir abadi jika darahnya sampai habis terkuras. Kenapa kasusnya jadi menarik begini ya? Aku jadi berkeinginan untuk ambil bagian. Hehehehe,"


"Nona Pamela, seseorang mengintai kediaman Nona Cassandra. Perlu kami bereskan tidak?"


Sebelah alis Pamela terangkat ke atas begitu dia mendengar laporan anak buahnya. Senyum jahil yang tadi menghiasi bibir kini telah berubah menjadi satu seringai yang sangat mengerikan. Pamela mencium aroma-aroma dollar dari tubuh seseorang yang coba mengintai kediaman wanita milik bandar narkoba itu. Seperti biasa. Dia akan menjadikan orang ini sebagai aset jual beli organ seperti yang sering dia lakukan kepada orang-orang bodoh yang dengan begitu lancang ingin mengusik sesuatu yang tidak seharusnya mereka usik. Ingin menyentuh keluarga Lin? Langkahi dulu mayatnya!


"Mungkin sekitar lima atau delapan orang, Nona."


"Ck, kenapa tanggung sekali. Aku kira mereka satu gerombolan besar. Kan aku jadi tidak rugi saat menghabiskan waktu untuk memisahkan organ-organ tubuh mereka,"


"Perlu saya carikan kelinci lain?"

__ADS_1


"Tidak usah. Bawa yang ada dulu saja. Lagipula aku masih harus melakukan penelitian darah milik Casandra. Kak Jove bisa uring-uringan nanti kalau obatnya tak kunjung siap!" sahut Pamela dengan berat hati menolak rejeki nomplok yang ditawarkan oleh anak buahnya.


"Baiklah kalau begitu. Saya permisi, Nona."


Pamela mengangguk. Dia kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan tempat dia melakukan penelitian. Sebelum itu Pamela mengamankan diri dengan memakai stelan khusus dan juga kaca tebal agar terhindar dari sel mengerikan yang bisa saja masih ada yang tertinggal. Dia lalu mengeluarkan stok darah langka milik Casandra kemudian mengambil satu tetes dan meletakkannya ke dalam satu kotak transparan. Harap-harap cemas, Pamela kembali mencampurkannya dengan cairan khusus yang diciptakan oleh anggota Grisi. Dan lagi-lagi hasilnya masih sama seperti yang tadi. Darah milik Casandra membelah diri dengan sangat cepat, mirip seperti cacing sutra dengan jumlah miliaran yang dijadikan satu ke dalam wadah bening.


"Ini gila. Pantas saja semua orang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan darahnya. Kalau satu tetes darah saja sudah mampu membelah diri sampai sebanyak ini, lalu apa gunanya para mahasiswa yang bersekolah tinggi demi mengejar gelar sebagai dokter dan ilmuwan? Tidakkah Casandra sama artinya sebagai penghambat kesuksesan mereka? Ya ampun, kasihan sekali para mahasiswa itu. Mereka kalah telak hanya karena setetes darah. Hummmm!" ujar Pamela prihatin. "Jika rahasia ini sampai bocor keluar, aku yakin bukan hanya orang-orang itu saja yang akan mengejar Casandra, tapi dari negara juga. Casandra pasti akan di anggap sebagai aset negara di mana nantinya dia akan di jadikan kelinci percobaan di negaranya sendiri. Iyuhhhh, dasar para sampah. Berkedok pengayom rakyat tapi dialah bajingan yang sesungguhnya. Tidak-tidak, aku tidak boleh membiarkan bencana ini terjadi. Tapi apa yang harus aku lakukan ya? Mengabaikan penemuan mengerikan ini dan fokus pada obatnya Kak Jove atau aku kembangkan saja darah milik Casandra sehingga nantinya bisa di gunakan untuk sesuatu yang benar?"


Sambil menimang keputusan, Pamela terus memperhatikan pergerakan sel darah yang kini sudah memenuhi kotak transparan hingga berubah warna menjadi merah. Penasaran, Pamela memerintahkan mutan untuk membawa masuk salah satu kelinci percobaan guna mencari tahu akan seberpengaruh apa sel-sel ini ketika masuk ke tubuh manusia normal.


"Iyuhh, anyir sekali baunya," gumam Pamela sembari menutup hidung saat akan memindahkan satu sel darah yang terus saja bergerak seperti belatung. Dia lalu segera memasukannya ke dalam mulut seorang pria yang di tangkap karena mencoba menjadi pengkhianat. "Nah, aku tinggal menunggu hasilnya sekarang. Semoga saja tidak membuatku kaget!"


Satu menit pertama keadaan masih normal. Lanjut ke menit kedua dan ketiga, masih aman. Dan begitu jarum jam bergerak menunjukkan menit yang ke lima, Pamela di buat tercengang syok melihat perubahan yang terjadi di diri pria malang tersebut.


"In-ini bagaimana bisa? Bukankah darah Casandra seharusnya menjadi biang penawar racun ya? T-tapi kenapa sel itu malah kembali berkembang biak dan merenggut kehidupan manusia lain?"


Di hadapan Pamela sekarang, tubuh pria malang itu secara perlahan di gerogoti oleh satu buah sel yang tadi dia masukkan ke dalam tubuhnya. Dan yang lebih mencengangkan lagi, tubuh pria itu kini sudah sepenuhnya terbalut sel yang terus saja keluar masuk menembus kulit. Mengerikan sekali, bukan? Sungguh, Casandra ternyata tidak hanya bisa menjadi dewi penolong, tapi darahnya juga bisa menjadi dewi kematian bagi siapapun yang tidak mengenali darahnya dengan jelas. Dan sebenarnya darah milik Casandra bukanlah biang racun, tapi adalah darah kematian yang sesungguhnya.

__ADS_1


***


__ADS_2