
📢📢📢 Liona up sore ya bestie 💜
***
“Selamat datang, Nona,” sapa security yang berjaga di depan pintu masuk CL Group.
Casandra dengan ramah membalas sapaan tersebut dengan balas menyapa dan tersenyum pada mereka. Karena saat ini Casandra sedang berada di muka umum, sebisa mungkin dia menjaga sikapnya. Dia tentu mengingat dengan jelas pesan sang ayah yang selau mewanti-wanti agar Casandra tidak melakukan tindakan memalukan yang mana bisa mencoreng nama baik keluarga Lin. Dan seperti inilah sikapnya sekarang. Berpura-pura anggun agar tidak ada yang menyadari kalau sebenarnya Casandra sedang terbakar emosi. Sedangkan Fidel, dia melangkah tenang di belakang majikannya. Fidel cukup kagum akan sikap majikannya yang mampu menjaga sikap meski sebenarnya si majikan ini sedang sangat marah. Unik sekali bukan? Dan ini adalah salah satu keistimewaan dari putri semata wayang keluarga Lin.
“Apa bajingan itu ada di gedung ini, Fidel?” tanya Casandra saat dia berada di dalam lift. Casandra bertanya dengan suara yang sangat pelan karena sekarang ada orang lain di dalam lift.
“Ada, Nona. Franklin yang memberitahu saya lewat pesan,” jawab Fidel.
“Hmmm, baguslah. Ini memudahkan aku untuk menghajarnya nanti.”
“Nona?”
Casandra menoleh. Dia lalu menaikkan sebelah alisnya ke atas saat Fidel mendekatkan kepala ke samping telinganya. “Ada apa?”
“Mohon perhatikan sikap anda ketika berada di hadapan Tuan Jove. Saya tahu anda marah, tapi saya lebih mengkhawatirkan keadaan anda. Tuan Jove adalah seorang pembisnis yang juga mengetuai sebuah organisasi illegal. Mohon berhati-hati padanya!” bisik Fidel penuh nada peringatan. Walaupun Jove telah menyatakan akan melindungi keselamatan Nona Casandra sepenuhnya, tapi Fidel tetap saja merasa khawatir. Majikannya ini memiliki sikap yang sedikit tidak ramah, Fidel khawatir hal tersebut akan membuat Jove habis kesabaran.
“Cihhh, berhadapan dengan bajingan seperti dia untuk apa masih harus berhati-hati, Fidel. Kau lihat saja nanti bagaimana aku akan merontokkan semua gigi yang ada di dalam mulutnya. Kau tenang saja, jangan khawatir,” sahut Casandra seraya berdecih kesal.
Ting.
Pintu lift terbuka. Dan tanpa disangka-sangka kedatangan Fidel dan Casandra rupanya telah di tunggu oleh Franklin dan juga beberapa anak buahnya. Awalnya Casandra masih berusaha menjaga sikap. Dan begitu orang yang ada di daalm lift keluar, dia langsung mengeluarkan taringnya. Dengan sengaja Casandra menabrakkan tubuhnya ke bahu Franklin yang mana membuat pria itu tersenyum samar.
__ADS_1
“Selamat malam, Nona Casandra. Mari saya antarkan anda ke ruangan Tuan Jove,” ucap Franklin dengan sopan. Dia sudah tidak kaget melihat perubahan sikapnya. Maklumlah, anak jaguar.
“Yak, kau tidak usah berlagak sok baik di hadapanku. Kau cukup tunjukkan saja dimana ruangan bajingan itu, tidak perlu mengantar. Aku perlu bicara empat mata dengannya,” sahut Casandra sinis.
“Baiklah.”
Franklin segera menunjuk ruangan yang di depan pintunya tertulis ruangan KOMISARIS. Segera Casandra berjalan cepat ke arah sana sambil terus memperlihatkan sikap anggunnya. Ada beberapa karyawan CL Group, Casandra tidak boleh sembarangan. Dan begitu sampai, dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya lebih dulu. Casandra benar-benar sudah tidak sabar ingin segera menghajar pria mesum itu. Huh.
Di dalam ruangan, terlihat Jove yang sedang duduk santai di sofa sambil memilin bibir bawahnya. Sungguh sangat menakjubkan. Di cctv tadi Jove menyaksikan sendiri bagaimana Casandra yang terlihat sangat anggun saat berbalas sapaan dengan para karyawan. Namun begitu Casandra masuk ke dalam ruangan ini, sikap anggunnya langsung berubah menjadi tatapan galak seekor anak jaguar yang sedang terancam bahaya. Sangat mengerikan, tapi membuat Jove begitu ingin menertawakannya. Itu menggemaskan.
“Casandra, kemana perginya sikap anggunmu tadi, hem? Cepat sekali berubahnya. Apa kau masih satu spesies dengan bunglon?” tanya Jove iseng-iseng menggoda Casandra yang tengah berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang.
“Yakk manusia brengsek. Berani sekali kau ya menyebut namaku dengan mulutmu yang menjijikkan itu!” sahut Casandra dengan jelas mengumpat. Dia lupa kalau Jove pernah mengancamnya jika masih berani bicara kasar kepadanya. Lagipula siapa yang akan ingat dengan hal tersebut di saat emosi sedang menguasai pikiran? Benar tidak?
“Hmmmm, kau benar-benar menguji kesabaranku, Casandra. Baiklah. Kali ini aku akan meladenimu.”
“Jangan kau kira aku akan takut padamu hanya karena aku sedang berada di kantormu ya, Jove. Seujung kukupun aku sama sekali tidak merasa gentar meski kau membawa senjata sekalipun. Tahu kau!” sengit Casandra sambil menatap garang ke arah Jove yang sedang tersenyum-senyum tidak jelas di hadapannya.
“Oya?” ledek Jove. “Kalau begitu bagaimana dengan ini ….
Greeppppp
“YAAAKKKKK!!!”
Suara lengkingan teriakan Casandra langsung memenuhi ruangan milik Jove. Casandra yang tidak menyangka kalau Jove akan mengangkat tubuhnya dengan kuat terus berontak berusaha melepaskan diri. Memang sangat brengsek pria bajingan satu ini. Kalau mau angkat ya angkat saja, kenapa tangannya harus sambil mer*mas bokong Casandra? Apa Jove tidak tahu kalau tindakannya ini membuat Casandra jadi semakin ingin membunuhnya? Sialan.
“Turunkan aku, brengsek!” umpat Casandra sambil menarik kuat rambutnya Jove.
__ADS_1
“Panggil aku Kak Jove, baru aku akan menurunkanmu,” sahut Jove dengan santainya mengerjai Casandra. Menggunakan sebelah tangannya Jove membuka laci meja, mengambil sesuatu dari sana tanpa mempedulikan rasa panas di kepalanya. Dia suka jika Casandra berontak seperti ini, membuat aliran darahnya jadi semakin kencang.
“Cihhhh, jangan harap!”
“Hahahaha.”
Jove terbahak. Rasanya sungguh sangat menyenangkan bisa mempermainkan gadis jaguar ini. Tanpa ada niat menurunkan Casandra dari gendongannya, Jove berjalan menuju jendela. Setelah itu Jove membukanya, membiarkan angin malam menyapu wajahnya yang tampan.
“Jove, turunkan aku sekarang!”
Brengsek. Jangan bilang Jove ingin melemparkan aku dari atas gedung ini. Aaaaa Fidel, tolong aku.
“Kau takut?” tanya Jove. Dia tentu saja menyadari perubahan emosi di diri Casandra begitu dia membuka jendela. Sepertinya gadis ini phobia ketinggian. Terbukti dari nada suaranya yang sedikit menurun, tidak meletup-letup seperti saat sedang memakinya tadi.
“S-siapa yang takut? Kau jangan asal bicara ya,” jawab Casandra sambil menelan ludah.
“Suaramu bergetar. Apa kau takut dengan ketinggian?”
Awalnya Casandra hanya diam tak menyahut. Dan dia buru-buru menganggukkan kepala saat Jove hendak menurunkannya ke tepian jendela.
“J-Jove, tolong turunkan aku sekarang juga. A-aku sangat takut berada dalam ketinggian. Aku tidak bisa bernafas,” ucap Casandra dengan suara yang sedikit melemah. Bahkan kini butiran keringat dingin mulai membasahi wajahnya yang sedikit memucat. Casandra … dia benar-benar tidak bisa bernegosiasi dengan ketinggian. Dia tidak bisa.
Tahu kalau Casandra bukan sedang memainkan trik untuk membohonginya, Jove memutuskan untuk menurunkannya saja. Namun bukan berarti dia akan membiarkannya pergi dari sana. Menjadi wanitanya Jove haruslah kuat menghadapi medan apapun. Jadi jika Casandra phobia terhadap ketinggian, maka Jove akan membuatnya agar tidak merasa takut lagi. Simpel bukan?
“Wanita dilahirkan dari tulang rusuk laki-laki. Di dalam keluargaku, para wanita selalu menyuarakan kalau status mereka sama dengan kami. Itu dengan mudah bisa di terima oleh kami karena para wanita di keluargaku memang benar-benar menyetarakan kemampuan mereka agar tak kalah kuat dari kami para laki-laki. Jadi Casandra, kalau kau memang bernyali untuk melakukan perlawanan padaku, pastikan dulu kalau kau kuat di segala medan. Karena apa? Karena aku akan membunuh habis mereka-mereka yang suka melawan tanpa menyadari kemampuan diri. Paham?” bisik Jove sebelum memaksa Casandra agar berdiri di tepian jendela. Dia lalu mengikat rambutnya yang bergerak-gerak tertiup angin.
Kejam? Tentu saja. Jove adalah seorang mafia yang perjalanan hidupnya selalu di penuhi dengan bahaya. Jadi wajib hukumnya bagi Casandra untuk bermental baja dimana dia tidak di izinkan takut pada apapun juga. Termasuk pada phobia yang membuat tubuhnya menjadi sangat dingin seperti balok es.
__ADS_1
***