The Devil JOVE

The Devil JOVE
78. Bukan Tentang Kejam, Tapi...


__ADS_3

“S-sakiitttt! To-tolong aku ….


Terdengar suara rintihan pelan dari mulut seorang pria yang kepalanya tergantung terbalik ke bawah. Mengenaskan. Ada banyak jarum yang tertempel di tubuh tak berdayanya itu. Dan setetes demi setetes darah terus saja mengalir ke dalam ember yang berada tepat di bawah kepalanya. Apa yang kalian pikirkan? Tolong komentar.


“J-Jove, da-daging i-ini kenapa keras sekali. A-aku tidak bisa me-memotongnya,” tanya Casandra terbata-bata. Sejak duduk di sini dia terus saja menundukkan kepala. Terlalu takut untuk melihat hal mengerikan yang di gantung tepat di samping meja. Bayangkan. Seorang pria di gantung terbalik dengan membiarkan ratusan jarum menyedot darah di tubuhnya. Casandra sungguh tidak mengerti mengapa Jove dan Franklin mempunyai keberanian untuk melakukan hal seperti itu. Tidakkah mereka merasa kasihan saat mendengar suara rintihannya? Sekujur tubuh Casandra bahkan sampai bergetar hebat saking dia tak tega. Tapi apa daya. Jove sudah memberi peringatan agar dia tidak fokus pada hal lain selain makan malam mereka. Namun karena ketakutan Casandra sampai tidak bisa memotong daging miliknya. Bagaimana mau memotong daging kalau pisau dan garpu yang dia pegang terus bergerak-gerak karena tangannya tak bisa berhenti gemetar. Bisa kalian bayangkan sendiri bukan betapa takutnya dia?


Jove tersenyum kecil sambil memainkan anggur yang ada di dalam gelas. Ada sedikit kemajuan. Setidaknya Casandra tidak langsung pingsan melihat penyiksaan yang sedang di jalani oleh pengkhianat ini. Namun masih ada rasa ketidakpuasan di diri Jove karena Casandra tak kunjung menikmati makan malam yang sudah dia sediakan. Padahal miliknya sudah habis dari tadi. Lucu sekali, bukan?


“Bukan dagingnya yang keras, Cassey. Tapi kau yang tidak berani menghadapi fakta kalau aku tidak memiliki ruang dan pengampunan untuk seorang pengkhianat!” ucap Jove sambil berjalan mendekati Casandra. Dia lalu membungkuk, berbisik pelan di samping telinganya. “Yang dia alami adalah buah dari apa yang dia lakukan. Dengan lancangnya pengkhianat ini membocorkan rahasia yang sedang coba aku jaga. Kalau kau ada di posisiku, mungkinkah kau akan diam saja membiarkan kejadian ini? Tidak, Casandra. Gara-gara pengkhianatannya, kini semua orang jadi memburu darahmu. Jadi aku putuskan untuk mengecoh mereka menggunakan darah yang berasal dari tubuhnya. Sekarang kau sudah tahu alasanku bersikap seperti inikan?”


“T-tapi Jove, bukankah ini terlalu kejam?” sahut Casandra semakin sesak nafas mendengar cara Jove memberikan hukuman. Benar-benar penganut mata di balas mata. Hiii.


“Kejam kau bilang?” Jove menghela nafas. Di belainya daun telinga Casandra yang terasa sangat dingin seperti es. “Casandra sayang, di duniaku siapa yang paling kejam dialah yang akan menguasai dunia. Kau mungkin tidak tahu kalau ada kekejaman yang jauh lebih mengerikan lagi akibat dari kelancangannya menyebar rahasia tentangmu. Setiap tetes darah yang mengalir keluar dari tubuhmu, itu akan mengantarkanmu ke kehidupan yang sangat mengerikan. Kau akan menderita di setiap tarikan nafas sampai batas waktu yang tidak akan pernah bisa kau duga. Jika tidak percaya, cobalah lari dariku. Lalu nikmatilah penderitaan dalam setiap detik sesalmu!”


Setelah berkata seperti itu Jove membantu mengangkat wajah Casandra. Dan dia langsung mencium pinggiran kepalanya saat terdengar suara desisan lirih buah dari penolakan.

__ADS_1


“Ssstttt, jangan takut. Yang ada di hadapanmu sekarang adalah seseorang yang telah membuat nyawamu berada dalam bahaya besar. Jangan takut. Oke?”


“Jangan paksa aku melakukannya, Jove. Aku tidak sanggup,” cicit Casandra sambil memejamkan mata dengan erat. Dan tanpa sadar air matanya menetes keluar. Dia bahkan hampir mengompol saking takutnya melihat keadaan pengkhianat malang itu.


“Aku akan terus memaksamu sampai kau terbiasa melihat hal-hal seperti ini, sayang. Ketahuilah, aku menjadi kejam hanya pada orang tertentu saja. Jadi belajarlah untuk menerima sisi gelapku sebelum kita menjadi satu,” bisik Jove dengan sabar membantu Casandra melawan ketakutannya. Tak lama setelah itu terdengar sepatah dua patah kata yang membuat Jove menggeretakkan gigi menahan amarah.


“T-Tuan J-Jove, s-saya khilaf. S-saya tidak sengaja me-membocorkan rahasia No-Nona Casandra pa-pada mereka. Saya, saya ….


Jleeebbb


“Sialan kau ya. Mengumpankan nyawaku kepada para bajingan itu kau sebut khilaf? Hah, sulit di percaya. Bahkan sekelas anak buah mafia sepertimu saja masih bisa bersilat lidah seperti di film-film. Sekarang aku jadi menyesal karena tadi sempat merasa tak tega padamu. Dasar setan kau ya!” amuk Casandra berapi-api. Tak terima keselamatan hidupnya dipermainkan, dengan marah Casandra mencabut pisau itu lalu menancapkannya lagi di bagian perut. Dan perbuatan Casandra membuat darah memercik mengenai wajahnya. Namun itu tak membuatnya takut, tapi pingsan seketika.


“Hahahahahaha!”


Jove tertawa terbahak-bahak melihat Casandra terkapar tak sadarkan diri di kursi yang di dudukinya. Sungguh, kejadian ini sangatlah menggemaskan. Bisa-bisanya Casandra pingsan setelah memelampiaskan kekesalannya pada pengkhianat ini. Jove pikir dia masih akan melihat kejadian yang menyenangkan. Siapa yang akan menduga kalau jaguarnya akan pingsan tepat di serangan keduanya. Astaga.

__ADS_1


“Hahahahaha, Franklin. Kau lihat apa yang terjadi barusan? Bagaimana caraku mendeskripsikan kelakuan lucu dari jaguar galak ini? Haruskah aku menganggapnya sebagai kemajuan?” tanya Jove sambil terus tertawa hingga kepalanya terdongak ke belakang. Hal paling lawak yang pernah dia lihat di sepanjang hidup ini.


“Ini sudah jauh lebih baik dari yang kita bayangkan sebelumnya, Tuan. Walau tidak bisa di anggap sempurna, setidaknya Nona Casandra sudah berani menunjukkan kemarahan pada orang yang telah mempermainkan nyawanya. Saya cukup salut melihat sikapnya tadi,” jawab Franklin yang juga tak kuat untuk tidak tertawa. Namun masih dalam batasan yang tidak menyinggung bosnya.


“Hahaha, kau benar. Haruskah aku memberinya hadiah?”


“Saya rasa itu cukup untuk menjadi pengganti obat penenang jiwa, Tuan.”


Tawa di bibir Jove dan Franklin seketika meredup saat pengkhianat itu kembali berbicara. Tak mau suaranya mengganggu Casandra, dengan cepat Jove mengangkat tubuh lemas Casandra kemudian memangkunya. Setelah itu Jove menarik kursi dan duduk sedikit menjauh dari sana. Hukuman yang sebenarnya akan segera dimulai.


“Kuliti bajingan itu sekarang juga, Frank. Aku sudah bosan mendengar suaranya!” perintah Jove sambil menciumi jari tangan Casandra. Matanya kemudian terpejam, merasai betapa dia sangat menggila dibuat oleh pesona jaguar ini. “Bagaimana mungkin aku merelakanmu menjadi manusia abadi kalau kau saja selemah ini, Cassey. Tapi tenang saja. Kau punya aku. Kau punya seseorang yang akan terus melindungimu sampai akhir hayat. Akulah orang yang akan membuatmu bisa menjalani kematian seperti layaknya manusia normal. Dan tentang kutukan di keluarga Lin, akulah yang akan menjadi rantai pemutusnya. I’m promise,” ….


Begitu mendapat perintah dari bosnya, Franklin segera melepas baju kemudian mengambil pisau yang sebelumnya telah diasah dengan sangat tajam. Setelah itu dia meminta anak buahnya untuk sedikit menurunkan ikatan tali yang membelit tubuh pengkhianat itu sebelum akhirnya pisau tajam itu mulai menari indah di atas tubuhnya yang tidak berdaya. Walaupun tidak terjadi di dunia nyata, tapi kalian bisa ikut membayangkan bukan betapa amisnya aroma di ruangan itu? Seorang pria yang masih bernafas dengan sengaja di kuliti hidup-hidup tanpa melepaskan jarum yang menempel di tubuhnya. Menderita sekali. Bahkan jika ada kesempatan, pengkhianat ini akan meminta untuk langsung di penggal saja. Namun, berurusan dengan seorang Jove Lorenzo tidak akan ada yang berakhir mudah. Terlebih karena dia telah menyentuh tahta tertinggi di kehidupannya. Sudah pasti mati dengan mudah adalah hal yang mustahil untuk terjadi. Jadi kawan, masihkah ada yang tertarik untuk menjadi seorang pengkhianat?


***

__ADS_1


__ADS_2