The Devil JOVE

The Devil JOVE
13. Darah Langka


__ADS_3

Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


Gerald berdiri di dekat jendela sembari memasukkan sebelah tangannya ke saku celana. Dan dia acuh-acuh saja ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. Kedatangan Gerald ke Negara ini adalah karena dia membawa kabar penting tentang penyakit yang diidap oleh anak dari sepupunya, Rose. Meski anaknya Rose memiliki organisasi yang kehebatannya hampir menyamai kehebatan organisasi Grisi, Gerald tetap tak bisa mengabaikan hal ini karena bagaimanapun anaknya Rose menderita adalah karena perbuatan Flynn, mantan anggota Grisi juga. Karena hal inilah Gerald merasa ikut bertanggung jawab atas apa yang di alami oleh Jove.


“Paman, kapan kau datang?” tanya Jove setelah berdiri di samping pamannya.


“Malam ini kau belum membunuh wanita ‘kan?” tanya Gerald sarkas.


“Belum. Aku tidak ada waktu untuk meniduri mereka. Masalahku sedang sangat banyak,” jawab Jove. “Ibu bilang Paman ingin mengatakan sesuatu hal penting padaku. Apa itu?”


Terdengar helaan nafas panjang setelah Jove bertanya seperti itu kepada pamannya. Sadar kalau pembicaraan mereka benar-benar sangat penting, Jove segera mengibaskan tangan meminta agar semua anak buahnya pergi dari sana. Terkecuali Franklin tentunya.


“Jove, Paman menemukan sesuatu yang aneh setelah racun itu Paman campurkan dengan cairan milik wanita. Reaksinya sangat mengejutkan,” ucap Gerald mulai membahas tentang hasil temuannya di lab. “Awalnya ini terasa tidak masuk akal karena ide untuk mencampurkan keduanya muncul setelah Pororo berceloteh dengan menyebut kalau cairan wanita itu aneh.”

__ADS_1


“Pororo? Racun apa itu, Paman. Aneh sekali namanya,” tanya Jove terheran-heran saat mendengar sang paman menyebutkan kata Pororo.


“Ck, tentu saja Pororo itu adalah nama anaknya Paman dengan Bibi Jessy. Seenaknya saja kau menyebutnya sebagai racun.”


Gerald kesal sekali saat putri kesayangannya di sebut racun oleh Jove. Wajahnya sampai berubah masam saking jengkelnya dia akan hal tersebut. Jove yang memang baru mengetahui kalau Pororo adalah panggilan untuk anak pamannya hanya berdiri diam tak tahu harus bagaimana. Seingat Jove nama anak pamannya adalah Pamela, siapa yang akan tahu kalau pamannya akan menyebutnya dengan panggilan Pororo. Kedua nama ini sangat menyimpang jauh sekali bukan?


“Jangan membahas tentang Pororo lagi. Kita fokus pada penyakitmu dulu,” ucap Gerald yang sudah merasa kebosanan. Jessy selalu merindukannya setiap waktu, jadi Gerald tidak bisa terlalu lama berada jauh darinya. Nanti Jessy merajuk.


“Aku mendengarkan,” sahut Jove malas.


“Mulai sekarang kau jangan melakukan percobaan dengan meniduri wanita lagi. Terkecuali kalau kau menemukan wanita yang bisa membuatmu merasa benar-benar relaks. Kau tetap menderita bukan setelah berhubungan dengan mereka?” tanya Gerald memastikan.


Franklin sigap mengambil kotak P3K ketika melihat tangan bosnya berlumuran darah. Dia lalu mulai membersihkan noda darahnya kemudian membungkusnya dengan perban. Setelah tugasnya selesai Franklin kembali lagi ke tempatnya. Dia diam menyimak pembicaraan bosnya dengan ketua organisasi Grisi, Gerald Thampson.


“Jove, kau harus bisa mengendalikan diri. Semakin kau bergantung pada ketenangan itu, kami akan semakin sulit mencarikan obat untuk penyakitmu. Memang benar Pamanlah yang telah memerintahkanmu untuk mulai meniduri wanita karena saat itu Paman mengira kalau kita bisa menemukan obat penawarnya. Akan tetapi setelah Paman menelitinya, Pororo bilang itu tidak masuk akal. Bukan cairan wanita yang kita butuhkan, tapi darah mereka. Paman pernah mendengar ada orang yang memiliki darah keturunan orang langka dimana darah mereka sangatlah berharga. Kalau kau bisa menemukan mereka, Paman berani jamin kau akan segera mendapat obat penawarnya!” ucap Gerald dengan raut wajah yang begitu serius. Bertahun-tahun melakukan percobaan ini dan itu hanya demi menemukan obat penawar untuk penyakitnya Jove membuat Gerald hampir menyerah. Dan untungnya kemarin Gerald membawa Pororo datang ke lab, jadi dia bisa segera tahu kalau yang dia perintahkan pada Jove merupakan keputusan yang salah. Gerald tentu saja tahu kalau Jove selalu menghabisi para wanita yang tidur dengannya. Agak psikopat memang, sama persis seperti ayah dan ibunya. Namun dia bisa apa, Jove sudah kecanduan sekarang.


“Membutuhkan darah mereka?” kaget Jove. Apalagi ini. Setelah cairan wanita, kini berganti lagi dengan darah wanita langka. Apa semua ini masuk akal untuk dilakukan?

__ADS_1


“Ya. Jangan tanya alasannya apa. Kau cukup mencaritahu siapa mereka dan dapatkan setetes saja darahnya. Setelah itu kirimkan ke lab, Paman akan segera memeriksanya dengan Pororo,” jawab Gerald.


Jove diam saja saat sang paman melenggang pergi begitu saja dari rumahnya. Sudah hal biasa, Jove sudah tak heran lagi. Kini pikirannya hanya di penuhi tentang wanita yang memiliki darah langka itu. Jove bingung.


“Franklin, apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan darah itu?” tanya Jove resah. Kesembuhannya sudah ada di depan mata, jadi dia harus secepatnya mendapatkan darah yang di maksud oleh sang paman. Harus.


“Saya kurang tahu, Tuan. Tuan Gerald sama sekali tidak memberitahu ciri-ciri dari wanita yang dia butuhkan darahnya. Mustahil kita bisa menemukannya dalam waktu singkat karena dunia ini di huni oleh milayaran wanita dengan darah yang berbeda-beda. Sehebat apapun organisasi kita, kita tidak mungkinkan menculik mereka satu-persatu?” jawab Franklin yang juga bingung dengan wanita yang di maksud oleh Tuan Gerald.


“Sial!”


Jove mengumpat. Tanpa mengindahkan luka di tangannya, Jove kembali meninju dinding.


Kenapa harus serumit ini? Kemana aku harus mencari wanita pemilik darah langka itu? Arrgghhh, k*parat. Brengsek!


“Tuan Jove, anda jangan cemas. Saya akan mulai menyebar orang untuk mencaritahu dimana keberadaan wanita itu. Demi kesembuhan anda, saya dan yang lainnya pasti akan melakukan segala macam cara yang kami bisa. Anda jangan takut!” ucap Franklin mencoba menenangkan kemarahan bosnya.


“Kesembuhanku sudah ada di depan mata, Frank. Aku benar-benar sudah sangat ingin terbebas dari ini semua. Aku muak. MUAK!”

__ADS_1


Franklin langsung menundukkan kepala saat bosnya pergi dengan membawa kemarahan yang begitu hebat. Setelah itu Franklin mengirim pesan pada salah satu manager model dan melakukan tawar-menawar dengannya. Oya, di sini kalian jangan salah paham. Sebelum melakukan pemesanan, Franklin telah memberitahu para manager itu kalau model mereka akan kehilangan nyawa jika sampai terpesona dengan bosnya. Bagi manager yang sayang pada artisnya, mereka pasti akan mengingatkan para artis dan model itu agar mereka segera pergi begitu bosnya tertidur jika ingin selamat. Jadi penyebab kenapa wanita-wanita itu mati bukan karena bosnya yang hobi membunuh, melainkan karena keserakahan dari wanita itu sendiri. Andai mereka tidak tamak dan patuh pada peringatan yang ada, mereka pasti tidak akan mati sia-sia. Namun itulah manusia dimana mereka tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang sudah mereka dapat. Mereka ingin lebih, lebih dan lebih hingga tak menyadari kalau keserakahan mereka tengah menuju alam kematian. Jadi stop menuduh bosnya sebagai mafia kejam karena pada dasarnya Jove Lorenzo masih memiliki sisi baik yang belum kalian ketahui sepenuhnya.


***


__ADS_2