
Kiara termenung di dalam kamarnya setelah pulang dari tempat acara. Entah mengapa hatinya terus merasa gelisah, seolah ada kabar buruk yang akan segera di dengarnya. Dan sejak berada di tempat acara tadi pikiran Kiara terus saja tertuju pada keluarganya. Dia merindu.
Kira-kira kapan ya Bibi Rose dan Paman Adam akan mengizinkan aku untuk pulang ke rumah? Aku sudah sangat merindukan keluargaku. Aku ingin segera bertemu dengan mereka.
"Ngomong-ngomong tadi kenapa Tuan Eriko terlihat tidak senang ya saat berada di pesta pernikahan Jove dan Casandra? Dia itukan bagian dari keluarga inti, harusnya bahagia melihat keponakannya menikah dengan putra dari keluarga terpandang. Tapi kenapa reaksinya terlihat aneh? Jadi penasaran," ucap Kiara yang teringat dengan ekpresi Tuan Eriko saat mereka tak sengaja bertabrakan di tempat acara.
Tok tok tok
Keheningan di kamar Kiara jadi terusik saat seseorang mengetuk pintu kamar. Segera dia turun dari ranjang kemudian bergegas membukanya. Kiara lalu tersenyum begitu melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya sekarang.
"Nyonya Grizelle,"
Grizelle mengangguk seraya tersenyum tipis. Di tatapnya lekat-lekat wajah cantik Kiara. Setelah mendengar cerita Rose tentang nasib sedih wanita ini, hati Grizelle tergerak untuk pergi menemuinya. Dia kasihan. Jadi ingin sedikit memberikan penghiburan sebelum Kiara mengetahui fakta sedih tentang keadaan keluarganya.
"Boleh aku masuk?" tanya Grizelle.
"Tentu saja sangat boleh, Nyonya," jawab Kiara sopan. Dia lalu mundur ke belakang. "Mari silahkan masuk."
"Terima kasih."
Melihat dari kondisi kamar ini seperti Rose dan Adam memberikan perlakuan istimewa pada Kiara. Hmmm, semoga saja hal ini bisa mengurangi beban kesedihan yang sebentar lagi akan menghampiri hidup wanita ini. Kasihan sekali.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar, Grizelle mengajak Kiara untuk duduk. Wanita ini polos, Grizelle tahu itu. Dan biasanya kemurkaan wanita-wanita yang seperti inilah yang paling mengerikan. Dia jadi terbayang dengan Bibi Abigail, orang kepercayaan mendiang ibunya, Liona. Dulunya Bibi Abigail adalah seorang wanita lemah yang di jual oleh anggota keluarganya sendiri. Karena mendendam melihat ibunya meninggal dan di perlakukan seperti seekor binatang, wanita itu tumbuh menjadi mesin pembunuh yang hanya tunduk pada perintah ibunya saja. Dan besar kemungkinan wanita sejenis Bibi Abigail akan kembali muncul dari dalam sosok Kiara yang polos. Ini mengerikan. Sungguh sial nasib sekali Eriko nanti.
"Nyonya, ada apa? Apa Nyonya ingin mengatakan sesuatu kepadaku?" tanya Kiara sambil menelisik wajah wanita yang masih terlihat cantik meski usianya sudah tua. Dia yakin betul ada sesuatu hal yang ingin di sampaikan kepadanya.
"Kiara, apa arti keluarga di matamu?" tanya Grizelle.
Kedua alis Kiara saling bertaut. Lagi-lagi hal aneh yang dia dengar dari anggota keluarga ini. Ada apa? Mengapa ketika hatinya sedang dilanda rindu Nyonya Grizelle tiba-tiba berkata demikian? Mungkinkah sesuatu hal buruk telah terjadi? Kiara resah, dia gelisah.
"Kenapa tidak menjawab, hem?"
"Nyonya, aku masih bertahan hidup adalah karena mereka. Keluargaku adalah nyawaku, mereka simbol semangatku. Itu jawabanku untuk pertanyaan yang barusan Nyonya lontarkan," jawab Kiara. Sebisa mungkin dia bersikap tenang meski hatinya sudah tidak karu-karuan.
"Dulu aku pernah mengenal seorang wanita yang begitu mencintai ibunya. Wanita ini sangat baik, awalnya. Namun karena sebuah ketidakadilan, wanita yang baik ini tiba-tiba berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan," ucap Grizelle mengenang kisah tentang Bibi Abigail. "Ada kalanya sikap dan sifat manusia bisa berubah karena sesuatu hal. Namun di balik itu semua, manusia haruslah tetap mengingat jati dirinya sendiri. Marah boleh, kecewa pun boleh. Tapi manusia tidak boleh sampai putus asa hanya karena satu permasalahan."
Grizelle menoleh. Tangannya terulur mengelus puncak kepala Kiara. "Jika suatu saat kau berada di posisi seperti wanita ini, atau kau tidak sengaja bertemu dengan mereka, percayalah kalau Tuhan tak pernah menguji makhluknya melebihi batas kemampuan makhluk itu sendiri. Kau mengerti?"
Hening. Kiara mencoba mencerna baik-baik perkataan Nyonya Grizelle. Sebenarnya ada apa? Kenapa kata-kata wanita ini seolah ingin mengarahkannya pada sesuatu hal? Aneh sekali.
"Oya Kiara, menurutmu bagaimana tentang pesta pernikahannya Jove dan Casandra?"
"Sangat megah dan juga mengesankan, Nyonya. Sebagai sesama wanita, aku juga ingin merasakan kebahagiaan seperti yang Casandra rasakan hari ini. Akan tetapi dengan statusku yang adalah mantan p*lacur, aku rasa angan-angan ini hanya bisa menjadi mimpi saja. Pasti tidak akan ada pria yang bersedia untuk menjadikan aku sebagai istri mereka," jawab Kiara getir akan nasibnya sendiri. Mau bagaimana lagi. Tubuhnya sudah terlanjur di jamah oleh puluhan lelaki hidung belang akibat tipu muslihat managernya. Jadi mau sesakit apapun kenyataan itu Kiara harus tetap mengakui kalau tubuhnya sangat kotor dan juga hina.
__ADS_1
"Kau jangan salah, Kiara!"
Grizelle menghela nafas panjang. "Wanita yang tadi aku ceritakan dulunya juga pernah berada di posisi yang sama sepertimu. Jauh lebih parah malah. Tapi Tuhan itu tidak pernah tidur. Setelah dia melewati kehinaan yang begitu kelam, seorang pria terhormat datang menariknya keluar dari jurang kesengsaraan. Pria itu berasal dari keluarga bangsawan Jepang, yang juga adalah pewaris tunggal dari kerajaan bisnis milik keluarga Eiji. Namanya Mattheo Eiji, dan dia masih kerabat dekat dengan keluarga kita. Meskipun tahu kalau istrinya pernah tidur dengan berbagai laki-laki, dia tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Karena apa? Karena Mattheo tahu istrinya melakukan hal itu bukan atas kemauannya sendiri, tapi di paksa. Jadi aku minta kau jangan berkecil hati. Yakin dan percaya saja suatu saat nanti pasti kau juga akan menemukan sosok pria yang bisa menerima masa lalumu itu. Oke?"
"Jadi wanita yang Nyonya ceritakan merupakan anggota keluarga Nyonya sendiri?" Kaget Kiara di buatnya. Tidak di sangka keluarga besar Jove ternyata memiliki hati yang begitu baik. Kiara jadi merasa beruntung sudah di bawa masuk ke dalam keluarga ini. Sungguh.
"Benar sekali. Namanya Abigail, dia adalah kebanggaan keluarga Eiji. Abigail adalah wanita yang sangat luar biasa tangguh. Banyak masyarakat Jepang yang mengelu-elukan namanya, terlepas dari masa lalu kelam yang pernah dia alami," jawab Grizelle dengan bangga memuji kehebatan Abigail.
"Wahh, betapa beruntungnya Nyonya Abigail ini. Kepedihan yang dia alami di balas dengan kebahagiaan yang begitu besar oleh Tuhan," gumam Kiara takjub. Dia lalu merenung sambil bertopang dagu. "Mungkinkah aku akan merasakan keberuntungan seperti itu juga, Nyonya? Aku bukan wanita tangguh seperti Nyonya Abigail. Aku lemah dan aku tidak bisa apa-apa. Ibarat kata aku ini bagaikan tempurung kosong yang tidak ada isinya. Aku tidak berguna."
"Kalau saja nenek buyutnya Jove masih hidup, dia pasti akan langsung memarahimu karena sudah berpikiran sempit. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, Kiara. Kau harus percaya kalau keajaiban itu nyata. Tidak ada yang mustahil jika Tuhan sudah berkehendak. Ingat pesan ini baik-baik!" tegur Grizelle kurang suka melihat sikap Kiara yang melemah pada nasib. Adalah pantangan besar di lingkup keluarganya untuk seorang wanita bersikap lemah. Harus kuat dan tangguh. Kedua hal ini bagai kewajiban yang harus dilakukan oleh semua wanita yang berasal dari keluarga Ma, keluarga Thampson, keluarga Zhu, keluarga Osmond, dan masih banyak yang lainnya lagi. Petuah dan pesan dari mendiang ibunya tidak boleh siapapun yang di izinkan untuk membantah. Semua orang harus patuh, terlebih lagi bagi yang berjenis kelamin wanita.
Gluk
Kiara menelan ludah. Tiba-tiba saja tengkuknya meremang melihat cara menatap Nyonya Grizelle.
Apa kata-kataku sudah menyinggung Nyonya Grizelle ya? Tatapannya seram sekali. Aku jadi takut.
(MAAF GENGS, SALAH NEMPATIN SILSILAH KELUARGA)
***
__ADS_1