
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜
***
“D-dimana aku? In-ini tempat apa?”
Wajah Kaira langsung memucat begitu kain penutup wajahnya di buka. Sambil mengerjap-ngerjapkan mata, dia memperhatikan keadaan sekitar. Mirip ruang operasi yang sebelumnya dia masuki. Tapi kenapa dia harus di sekap dan wajahnya di tutup dengan kain hitam? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Tuan Jove memintaku untuk melakukan bedah plastik agar aku bisa hidup dengan identitasku yang baru. Apakah mungkin hal ini adalah perbuatannya? Jika memang benar lalu untuk apa dia membebaskanku? Dia tidak mungkin sedang mempermainkan aku bukan?
“Ah, selesai juga akhirnya.”
Kaira menoleh. Dia lalu mengerutkan keningnya heran saat mendapati ada seorang gadis yang di tangannya terdapat pisau bedah berlumuran darah. Seketika bulu kuduk di tubuh Kaira meremang, apalagi setelah gadis tersebut menoleh. Membuat perasaan Kaira menjadi tidak karu-karuan.
“Halo manis. Apa kabar?” sapa Pamela. Dia kemudian membuka sarung tangan dan meletakkan pisau di atas meja.
Sebagai pecinta dollar, adalah hal mustahil bagi Pamela membuang begitu saja sisa organ tubuh dari dua orang pria yang barusaja selesai di tanganinya. Sesuai yang di perintahkan oleh kakak sepupunya, sesampainya Pamela di lab ini dia langsung meminta salah satu mutan di sana untuk menculik Kaira, wanita yang secara khusus telah di pilih untuk menjadi penjaga Casandra, gadis istimewa pemilik darah langka. Tepat ketika Kaira baru masuk ke ruang operasi untuk melakukan bedah plastik, mutan kiriman Pamela sampai di sana. Mereka kemudian langsung membawanya kemari setelah membius habis semua dokter yang ada di sana. Dan di sinilah Kaira sekarang. Berhadapan dengan Pamela, salah satu orang yang akan membuatnya pantas untuk berada di sisi Casandra.
__ADS_1
“S-siapa kau?” tanya Kaira tergagap.
“Aku Pamela,” jawab Pamela dengan jujur. Setengah membungkuk dia mendekatkan wajahnya agar bisa sejajar dengan wajahnya Kaira. “Perkenalkan. Aku sepupunya Kak Jove, orang yang berjanji akan memberimu kebebasan. Welcome to Labolatorium Grisi. Salah satu tempat para ilmuwan gila berkumpul. Selamat bergabung, Kaira.”
Kaira hanya bisa terdiam bingung mendengar nama labolatorium Grisi yang barusaja di sebutkan oleh gadis bernama Pamela ini. Jove … dia mengenalnya. Tapi tempat ini? Kaira merasa sangat asing. Seingatnya dia belum pernah datang ke tempat menyeramkan seperti ini. Dan apa itu tadi? Tempat berkumpulnya para ilmuwan gila? Bukankah ini sama artinya kalau kalau Kaira sedang berada di tempat orang yang suka menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan? Ya Tuhan, sekejam inikah Jove padanya? Tega sekali dia berkata bohong dan malah mengirimnya datang ke tempat yang seperti ini.
Ternyata semua orang sama saja. Tidak managerku tidak Jove, mereka sama-sama bajingan. Mereka hanya ingin memanfaatkanku saja. Menyedihkan.
“Hmmmm, salah paham itu wajar. Tapi jika membuat asumsi yang belum terbukti kebenarannya itu adalah sesuatu yang salah, Kaira,” ucap Pamela tanggap akan kebungkaman Kaira. Menggunakan tangannya yang bau anyir darah, Pamela membelai wajah ayu Kaira yang hampir saja tersingkir di atas meja operasi. “Sayang sekali kalau kau harus kehilangan wajah cantikmu ini. Padahal masih ada banyak hal lain yang bisa kau lakukan jika hanya ingin hidup bebas. Kau mau tahu itu apa?”
“A-apa?” tanya Kaira lirih. Dia sampai menahan nafas karena tak kuat mencium bau amis yang berasal dari tangan Pamela. Dan jujur, aroma ini membuat perutnya terasa mual. Namun Kaira tak bisa bergerak karena tangan dan tubuhnya terikat tali yang di hubungkan pada sebuah kursi. Ya, dia diikat dengan sangat kuat.
“Bekerjalah pada Kak Jove. Aku berani jamin kau akan mendapatkan kebebasan yang kau mau. Bahkan kau bisa dengan mudah berkumpul dengan keluargamu tanpa mereka tahu dengan rahasia kelam yang selama ini kau lakukan di belakang mereka!”
“Bagaimana mungkin? Itu … itu siapa? Ke-kenapa wajahnya bisa sama persis sepertiku? Wanita itu siapa, Pamela? Kenapa dia bisa bersama keluargaku? Apa yang ingin dia lakukan di sana?” pekik Kaira histeris saat dia melihat ada seorang wanita yang wajahnya sama persis dengannya tengah bersenda gurau bersama dengan keluarganya. Satu di pikiran Kaira sekarang, wanita itu pasti datang dengan tujuan yang tidak baik. Ya benar. Wanita itu pasti ingin mencelakai keluarganya.
“Syuuttttt, tenang baby. Calm down,” sahut Pamela dengan santainya. “Wanita itu adalah salah satu mutan yang tinggal di tempat ini. Namun karena kakak sepupuku yang kaya raya itu tertarik untuk menjadikanmu bagian dari hidupnya, jadi aku secara khusus menyiapkan satu mutan yang sama persis sepertimu dengan tujuan agar kau bisa bebas menjalankan pekerjaan. Kau jangan khawatir, mutan itu baik. Dia hanya akan membunuh keluargamu jika aku yang memerintahkan. Jika tidak, ya mereka akan baik-baik saja. Jadi kau tidak usah takut. Karena aku dan Kak Jove adalah orang yang baik. Oke?”
Mendengar perkataan Pamela yang menyebut dirinya beserta Jove sebagai orang baik, tak di sangka malah membuat Kaira tertawa sambil meneteskan airmata. “Baik? Hahahaha. Dari sudut mananya kau menganggap dirimu dan juga Jove sebagai orang baik, ha? Sadar, Pamela. Tindakanmu padaku sekarang saja sudah masuk ke dalam tindak kriminal. Dan kau dengan percaya dirinya menyebut kalau dirimu itu baik? Sulit di percaya!”
__ADS_1
Um, pantas saja Kak Jove memilih Kaira. Ternyata karena gadis ini begitu keras kepala. Wahhh, ini menarik. Aku jamin Nona Reina pasti akan senang sekali jika mendapat kiriman murid yang tingkat kekeraskepalaannya lumayan tinggi. Sikapnya Kaira pasti bisa memacu andrenalinnya. Hahaha.
“Pamela, aku mohon tolong singkirkan mutan itu dari keluargaku. Tolong jangan sakiti mereka. Biar aku saja. Biar aku saja yang kau siksa, jangan keluargaku. Aku mohon, Pamela. Minta mutan itu untuk segera pergi dari sana. Ya?” ucap Kaira memohon pada Pamela dengan raut wajah yang menghiba. Dia benar-benar tidak rela jika mutan itu sampai melakukan hal yang buruk pada keluarganya. Kaira tak mau itu.
“Gampang-gampang saja kalau kau ingin aku menarik mutan itu pergi dari sana. Tapi … ada tapinya, Kaira. Kau harus bersedia bekerja pada Kak Jove dan juga harus mau menerima pelatihan dari kami semua. Asal. kau tahu saja, malam itu kejujuranmu telah menarik perhatiannya Kak Jove, dan dia sama sekali tidak berbohong tentang kebebasanmu. Hanya saja ada beberapa hal yang datang tidak terduga. Jadi Kak Jove memintaku untuk melakukan beberapa perubahan kepadamu. Masalah keluargamu kau sama sekali tidak perlu merasa khawatir. Kak Jove memang mafia, tapi dia tidak menyerang orangtua, anak-anak, dan juga orang yang tidak bersalah. Dan dalam hal ini keluargamu bisa di pastikan baik-baik saja. Malah keselamatan mereka akan lebih terjamin lagi jika kau bersedia untuk patuh dengan tidak melawan apa yang aku perintahkan!” sahut Pamela dengan ekpresi wajah yang begitu dingin. Setelah itu Pamela menyeringai, menatap tajam ke arah Pamela yang terdiam memikirkan kata-katanya. “Ingat Kaira. Di dunia ini tidak ada orang baik, juga hanya segelintir orang yang benar-benar tulus bersedia untuk menolongmu. Namun khusus untuk Kak Jove, kau harus percaya kalau dia tidak akan menyentuh keluargamu. Kak Jove hanya ingin kau bekerja padanya saja. Apa kau mengerti?”
“Apa yang harus aku lakukan?”
“Kau cukup melakukan dua hal saja. Dan lakukan hal ini demi kebahagiaanmu beserta keluargamu juga.”
“Apa?”
“Patuh dan setia.”
Kaira lagi-lagi terdiam.
“Apa aku akan menjadi budak?” tanya Kaira lirih. Sedih sekali hidupnya, tapi jika itu demi keselamatan keluarganya, matipun Kaira rela.
“Kak Jove bukan orang yang tergila-gila pada perbudakan. Dia hanya ingin kau menjadi kuat, waspada, cerdik, dan bertanggung jawab,” jawab Pamela sambil meng*lum senyum. “Dia akan menempatkanmu pada satu tugas dimana kau akan menjaga orang paling berharga di hidupnya. Istimewa sekali bukan? Dan kau beruntung karena di pilih langsung olehnya.”
__ADS_1
Menjaga orang yang paling berharga di hidupnya Jove? Siapa?
***