
“Selamat pagi, Tuan Cadenza, Nyonya Elzavat!” sapa Franklin seraya menundukkan kepala begitu si pemilik rumah muncul. Tepat pukul enam pagi Franklin sudah berada di kediaman keluarga Lin dengan maksud ingin menyampaikan pesan dari bosnya semalam.
“Selamat pagi kembali, Franklin,” sahut Cadenza sambil berusaha menenangkan jantungnya yang tengah berdegup kencang. Dia yakin seratus persen kalau kedatangan Franklin ke rumah ini pasti karena ingin menyampaikan kabar buruk tentang putrinya.
Melihat kemunculan kaki tangannya Jove di rumah ini membuat perasaan Elzavat menjadi tidak tenang. Terlebih lagi setelah semalam Fidel memberitahukan kalau Casandra dibawa pulang ke rumahnya Jove, Elzavat jadi semakin yakin kalau kedatangan Franklin pasti membawa tujuan tersendiri. Penasaran karenanya, Elzavat segera mempersilahkan Franklin untuk duduk kemudian mencecarnya dengan beberapa pertanyaan.
“Franklin, bisakah kau memberitahu kami apa yang sebenarnya terjadi? Semalam Fidel memberitahu kami kalau ada beberapa orang yang datang menyerang saat Casandra sedang makan malam bersama Jove. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan kelangkaan darah di tubuh putri kami?”
Sebelum menjawab pertanyaan Nyonya Elzavat, Frankli terlebih dahulu melirik ke arah Fidel yang barusaja datang. Dia lalu menyunggingkan senyum tipis saat mendapati Fidel yang terkejut melihat keberadaannya di rumah ini. Tak mau membuat si tuan rumah menunggu, dengan gamblang Franklin pun menyampaikan pesan dari bosnya.
“Pertanyaan anda tidak sepenuhnya salah, Nyonya Elzavat. Namun tujuan saya datang ke rumah ini bukanlah untuk membahas masalah yang terjadi tadi malam!” ucap Franklin datar. “Memang benar kalau semalam telah terjadi penyerangan tak terduga dari beberapa orang yang adalah musuh kami. Karenanya Tuan Jove membawa Nona Casandra pulang ke mansion. Tujuannya satu, demi memastikan keamanannya saja. Dan mengenai masalah kelangkaan darah milik Nona Casandra, Tuan Jove telah meminta saya untuk memberitahu kalian berdua kalau mulai tadi malam Nona Casandra akan tinggal di mansion bersama kami. Jika kalian merasa keberatan dan tidak terima akan keputusan Tuan Jove, beliau berpesan akan menikahi Nona Casandra hari ini juga!”
“A-apaa??!”
Cadenza memekik kuat. Dia sampai berdiri karena terkejut mendengar pesan yang barusaja disampaikan oleh Franklin.
__ADS_1
Casandra menikah dengan Jove? Secepat ini? Ya Tuhan, haruskah aku membiarkan putri semata wayangku menikah dengan orang berbahaya seperti Jove? Bagaimana jika nanti Casandra sampai menjadi incaran para musuhnya yang adalah kumpulan para bandit tak berhati nurani? Apa yang harus aku lakukan sekarang?
“Tapi Franklin, kenapa harus mendadak seperti ini? La-lagipula di antara Casandra dan Jove tidak ada hubungan yang terjalin. Apakah mungkin untuk mereka berdua menikah?” tanya Elzavat sambil mer*mas jari-jari tangannya. Elzavat memang sudah mempercayakan Casandra sepenuhnya kepada Jove, tapi dia sama sekali tidak pernah membayangkan kalau Jove akan bertindak secepat ini. Haruskah dia merelakan putri kesayangannya menikahi seorang pria yang notabennya adalah seorang mafia?
“Nyonya Elzavat, saya paham akan apa yang anda dan suami anda pikirkan. Akan tetapi ketahuilah kalau keselamatan Nona Casandra akan lebih terjamin jika berada di bawah pengawasan kami sepenuhnya. Tanpa harus saya menjelaskan seharusnya kalian sudah tahu bukan bahaya seperti apa yang sedang mengincar nyawa putri kalian? Dan mengenai pernikahan itu, Tuan Jove hanya akan menikahi Nona Casandra jika kalian merasa keberatan Nona Casandra tinggal di mansion. Akan tetapi jika kalian berbesar hati membiarkan kami yang menjaga, pastinya pernikahan itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Jadi silahkan kalian pikirkan keputusan mana yang akan kalian pilih. Membiarkan Nona Casandra tinggal bersama Tuan Jove, atau mengizinkan Tuan Jove menikahi putri kalian. Lima menit dari sekarang kalian sudah harus memberikan jawaban itu karena saya harus segera kembali ke mansion. Keadaan sedang tidak baik-baik saja sekarang!” jawab Franklin tak memberi banyak waktu untuk Tuan dan Nyonya Lin menimang keputusan. Karena setiap detik waktu yang Franklin habiskan di rumah ini bisa sangat berpengaruh pada emosi bosnya.
Cadenza dan Elzavat saling melempar pandangan setelah mendengar penjelasan Franklin. Mereka sedikit lega karena setidaknya pernikahan itu tidak harus benar-benar terjadi sekarang. Fidel yang melihat kedua majikannya saling diam segera datang mendekat kemudian menatap seksama ke arah Franklin. Pria ini … kenapa bisa menyampaikan kabar dengan begitu mengerikan? Tidakkah Franklin tahu kalau Nona Casandra adalah satu-satunya anak yang dimiliki oleh Tuan Cadenza dan Nyonya Elzavat? Fidel tentu tahu kalau Franklin adalah seorang mafia yang kemungkinan besar tidak mengenal rasa belas kasihan, tapi setidaknyakan dia bisa bicara dengan kalimat yang sedikit lebih sopan. Tidak seperti tadi.
“Ada apa, Fidel? Apa kau berniat ikut tinggal di mansion milik Tuan Jove?” tanya Franklin seraya menyeringai tipis.
“Apa kalian bisa memastikan kalau Nona Casandra akan aman di sana?” sahut Fidel balik bertanya. “Aku tidak tahu seberbahaya apa bisnis yang kalian geluti. Akan tetapi jika Nona Casandra sampai kenapa-napa, dengan tanganku sendiri aku bersumpah akan menghabisi kalian semua!”
Franklin berdiri. Dia maju selangkah ke depan hingga wajahnya sejajar dengan wajahnya Fidel. Sembari melayangkan tatapan dinginnya, Franklin balik mempertanyakan sejauh mana Fidel mampu menebak kekuatan yang dimiliki oleh bosnya. Lancang sekali pria ini. Fidel tidak tahu saja siapa orang yang baru saja di pandang remeh olehnya. Andai saja dia mengetahui semuanya, Franklin yakin Fidel pasti akan gemetar karena ketakutan.
“Fidel, aku tahu kau adalah orang yang selama ini melindungi dan menjaga keselamatan Nona Casandra. Akan tetapi standar yang kau miliki bahkan sangat tidak sebanding dengan anjing yang dipelihara oleh Tuan Jove. Artinya, kau sangat amat tidak layak mempertanyakan apakah kami bisa memastikan keselamatan Nona Casandra dengan baik atau tidak. Asal kau tahu saja ya. Nona Casandra akan dimiliki oleh Tuan Jove dengan separuh nyawanya. Jadi bagi siapapun yang berani menyentuhnya meski hanya bayangannya saja, maka orang itu harus bersiap untuk mati dengan cara yang tak pernah dia bayangkan. Mengerti?!” tegur Franklin sambil menggeretakkan giginya. Dia sangat tersinggung saat Fidel mempertanyakan kemampuan bosnya dalam menjaga keamanan Nona Casandra. Tidakkah menurut kalian ini sangat lucu sekali? Fidel yang hanya seorang asisten biasa berani mempertanyakan kekuasaan seorang Jove Alexander Lorenzo? Ayolah kawan, jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu.
__ADS_1
“Kau!”
“Fidel, cukup!” lerai Cadenza langsung menghentikan Fidel yang mulai terpancing emosi gara-gara ucapan Franklin yang terdengar sedikit merendahkannya. Sambil menepuk pelan bahu Fidel, Cadenza memintanya untuk mundur. “Sabarlah. Ini demi keselamatan Casandra. Oke?”
“Maaf, Tuan Cadenza. Saya hanya ingin memastikan saja kalau Nona Casandra akan aman bersama mereka!” sahut Fidel sambil melirik tajam ke arah Franklin. Mafia ini benar-benar ya.
“Iya aku tahu. Sekarang biarkan aku yang bicara. Kau mundurlah!”
Fidel dengan berat hati melangkah mundur kemudian berdiri si samping Nyonya Elzavat. Akan tetapi dia sama sekali tidak menurunkan pandangannya dari wajah Franklin yang terlihat begitu menjengkelkan. Mafia ini menyamakannya dengan anjing peliharaan Jove. Tidakkah menurut kalian ini sudah sangat kelewatan? Dasar brengsek.
“Tuan Cadenza, waktu yang saya berikan sudah melebihi batas. Saya minta segeralah anda menyampaikan keputusan mana yang anda dan istri anda pilih karena saya harus secepatnya kembali ke mansion. Ada hal penting yang harus segera saya lakukan. Tolong jangan mengulur waktu lagi!” ucap Franklin seraya menatap jam yang melingkar di tangannya. Dia lalu beralih menatap seksama pada Tuan Cadenza.
“Franklin, meskipun berat tolong sampaikan pada Jove kalau kami mengizinkan Casandra untuk tinggal di mansionnya. Akan tetapi berjanjilah kalau kalian akan menjaganya dengan sebaik mungkin. Entah ini ada hubungannya atau tidak, kami mengandalkan Jove dan kalian semua untuk melindungi Casandra dari incaran orang-orang serakah itu. Sepenuhnya kami bergantung pada kalian!” sahut Cadenza menyatakan kesediaannya untuk membiarkan Casandra tinggal bersama Jove.
“Anda tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini, Tuan Cadenza. Seperti yang tadi saya katakan pada Fidel kalau Tuan Jove akan memiliki Nona Casandra dengan separuh nyawanya. Itu berarti Nona Casandra adalah orang yang akan mendapat prioritas penting di kelompok kami. Kalian di sini hanya perlu patuh dan jangan melanggar batasan agar Tuan Jove tidak berubah pikiran kemudian menghabisi Nona Casandra dengan tangannya sendiri!” jawab Franklin. “Ingat, Tuan Cadenza. Kami bukanlah sekelompok orang berhati baik, tapi bukan berarti kami akan mengabaikan sesuatu yang memang sudah menjadi tanggung jawab kami. Namun jika ada yang menyalahi aturan kami ataupun memprovokasi kemarahan Tuan Jove, maka kami semua tidak akan ragu untuk menelan tanggung jawab yang sebelumnya sudah kami buat. Termasuk menghabisi Nona Casandra dan kalian semua. Permisi!”
__ADS_1
Rasanya tulang di kaki Cadenza dan Elzavat seperti lepas semua begitu mendengar perkataan Franklin yang sangat luar biasa mengerikan. Meski bukan ancaman secara langsung, tapi kata-kata yang Franklin lontarkan sanggup membuat seluruh tubuh Cadenza dan Elzavat bergetar hebat. Kini mereka tahu kalau mafia tetaplah mafia yang tidak akan pernah bisa bicara dengan kalimat yang lembut. Dan mau tidak mau mereka harus siap menerima kenyataan ini jika seandainya nanti Jove akan benar-benar menikahi Casandra.
***