The Devil JOVE

The Devil JOVE
50. Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜



***


Di luar ruangan, terlihat Fidel yang tengah mengamuk karena tubuhnya di jegal oleh anak buahnya Franklin. Tadi saat dia hendak meringsek masuk ke dalam ruangannya Jove karena mendengar suara teriakan majikannya, tiba-tiba saja tubuhnya Fidel di tangkap oleh beberapa penjaga yang berada di sana. Dan tentu saja hal ini membuat Fidel merasa sangat marah. Keselamatan majikannya sedang terancam, tapi orang-orang ini malah tidak mengizinkannya untuk masuk ke dalam. Siapalah yang tidak akan emosi jika berada di posisi Fidel sekarang. Benar tidak?


“Franklin, cepat minta anak buahmu agar melepaskan aku. Bosmu sedang menyakiti Nonaku, aku harus segera menyelamatkannya!” ucap Fidel mulai putus asa.


“Kau bahkan ikut mendengar langsung saat Tuan Jove mengucapkan janji di hadapan Nyonya Elzavat kalau dia akan melindungi keselamatan Nona Casandra. Ucapanmu barusan sama sekali tidak masuk akal, Fidel,” sahut Franklin dengan santainya.


“Yakk!”


“Jangan berteriak. Diam dan biarkan Nonamu menyelesaikan urusannya dengan Tuan Jove. Jangan jadi penganggu!”


Fidel menggeretakkan giginya geram. Sepertinya usahanya hanya akan sia-sia saja dalam membujuk Franklin. Bajingan ini sama kerasnya seperti Jove, membuat Fidel jadi tidak berdaya karenanya. Sadar kalau dia tidak akan bisa masuk ke dalam ruangan untuk meyelamatkan majikannya, Fidel akhirnya memutuskan untuk mengalah saja. Dan barulah Franklin bersedia memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan pegangan mereka dari tubuh Fidel. Sialan sekali bukan?


Sementara itu di dalam ruangan, Jove tengah memeluk Casandra yang sedang memejamkan mata karena tak berani melihat ke arah depan. Saat ini posisi mereka sama-sama sedang berdiri di depan jendela, membiarkan pemandangan langit malam menjadi saksi betapa kejamnya Jove dalam menumbuhkan keberanian di diri Casandra yang menyimpan phobia.


“Buka matamu dan tatap pemandangan yang ada di depanmu. Jangan takut, aku memelukmu,” bisik Jove tepat di belakang telinga Casandra. Dia kemudian memejamkan mata saat hembusan angin menebarkan aroma wangi yang berasal dari tubuh wanita yang sedang dipeluknya.

__ADS_1


Sial. Milikku bangun hanya dengan mencium aroma dari tubuh Casandra saja. Haruskah aku menidurinya sekarang? Arrgggh.


“J-Jove, t-tolong biarkan aku pergi dari sini. Aku mohon,” ucap Casandra dengan bibir bergetar kuat. Sungguh, Casandra sudah tidak kuat lagi berada di sana. Kakinya sudah lemas dari tadi. Mungkin dia sudah mati dengan kepala hancur kalau saja Jove tidak memeluknya dengan kuat.


“Mau pergi ke mana, hem? Di sini saja, bersamaku,” sahut Jove sambil menelan ludah. Dia sedang berusaha keras menjinakan miliknya yang sudah menegang keras. Dan Jove sangat yakin kalau Casandra merasakannya juga.


“Aku takut,” cicit Casandra tak berdaya.


“Aku memelukmu. Jangan takut,”


Casandra menggeleng. Tubuhnya nampak menegang kaku saat angin malam lagi-lagi berhembus di depan wajahnya. Mungkin karena terlalu takut, secara perlahan kesadaran Casandra mulai menghilang. Dan hal terakhir yang masih bisa Casandra rasakan adalah bisikan erotis yang dilakukan Jove sambil menj*lat belakang telinganya. Setelah itu semuanya berubah menjadi gelap.


Jove diam membiarkan saja meski sebenarnya dia tahu kalau Casandra pingsan. Dia terlalu sibuk membaui aroma tubuh wanita ini. Anggaplah Jove sedang gila. Ya, memang seperti itu kenyataannya. Jove menggila pada aroma tubuh wanita yang juga menjadi obat dari kelemahan yang selama ini di tanggungnya.


“Bagaimana mungkin kau pingsan di saat aku sedang bergairah seperti ini, Casandra? Kau sedang mempermainkan aku atau bagaimana, ha?” tanya Jove dengan gilanya bertanya pada orang yang sedang pingsan.


Terdengar geraman pelan dari dalam mulutnya Jove saat kebutuhannya menuntut agar segera di puaskan. Tak sanggup menahannya, Jove mengangkat tubuh Casandra dan membawanya masuk ke dalam ruangan pribadinya. Bak porselen yang mudah pecah, dengan sangat hati-hati Jove membaringkannya di atas ranjang. Setelah itu Jove membuka resleting celananya, sedikit terburu-buru karena rasa gelenyar itu semakin kuat menuntutnya.


Namun sebelum Jove menyatukan miliknya dengan milik Casandra, dia sempat berbisik dan meminta maaf padanya. Jove tahu ini salah dan buruk, dia sangat sadar akan hal tersebut. Akan tetapi harus Jove akui kalau ini adalah kali pertama dia meniduri seorang wanita dalam keadaan tidak sadarkan diri. Jove gagal mengontrol na*sunya sendiri, dia terjebak dalam gairah yang melekat di diri Casandra.


“Maafkan aku, Casandra. Aku tahu perbuatanku ini sangat biadap, tapi aku benar-benar tidak sanggup menahannya. Aku tidak tahu apa alasannya. Dan aku hanya bisa bilang kalau nanti setelah kau layak, aku akan menikahimu dengan cara yang tak pernah kau bayangkan. Aku bersumpah akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia ini. Aku janji,”

__ADS_1


Kurang lebih seperti itulah bisikan yang Jove ucapkan sebelum akhirnya dia mereguk kenikmatan di atas tubuh lemas Casandra. Meski Casandra tak melakukan perlawanan apa-apa, tapi dia terlihat sangat menikmati penyatuan tersebut. Dan tak butuh waktu lama untuk Jove membasahi seluruh pakaian yang di kenakannya dengan keringat yang membanjir deras, tapi sebisa mungkin dia menjaga agar tidak mengotori baju Casandra.


“Uhhh, kau sempit sekali sayang. Padahal ini bukan yang pertama. Rasamu benar-benar membuatku gila, Casandra. Kau candu,” geram Jove sesaat sebelum dia melakukan pelepasan.


Dengan tubuh bermandikan keringat Jove berbaring di samping Casandra yang masih belum sadar. Sambil tersenyum manis jari tangan Jove berselancar membelai satu persatu bagian di wajah Casandra. Lembut dan juga sangat halus. Itu yang dirasakannya.


“Siapa kau, hem? Kenapa begitu lancang mempermainkan emosiku? Apa kau tidak takut aku akan menghabisimu?” gumam Jove pelan. “Kau yang terkadang keras kepala dan menggemaskan di saat yang bersamaan kenapa begitu mengganggu pikiranku? Kau siapa, Casandra?”


Setelah tenaganya pulih Jove memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Dia kemudian mengganti pakaiannya dengan setelan baru lalu mengambil handuk yang telah dia basahi dengan air hangat di dalam kamar mandi. Sambil sesekali mengecup bibir Casandra, dia menyeka semua bagian tubuh yang tadi di jamahnya dengan paksa. Dan Jove tampak terkejut saat mendapati masih ada noda darah saat dia menyeka bagian bawah tubuh Casandra.


“Hmmmm, sepertinya aku akan terkena masalah besar jika tidak mengoleskan obat padanya. Casandra pasti akan menuduhku telah memperk*sanya,” gumam Jove kemudian tertawa lucu membayangkan bagaimana gadis ini akan mengamuk dan memakinya.


Mungkin sebagian dari kalian berpikir kalau Jove akan membantu mengoleskan salep ke luka di kemalu*n Casandra. Namun sayang, dia tidak sebaik itu untuk melakukannya. Bukan karena Jove tidak mau bertanggung jawab, tapi sengaja dia lakukan agar Casandra terus mendatanginya. Ya meskipun Jove harus rela menerima makian darinya, itu sama sekali bukan masalah. Malah Jove menganggapnya sebagai hiburan yang sangat menyenangkan. Dan tentu saja hiburan ini memiliki hadiah khusus dimana tubuhnya Jove akan bermandikan keringat. Hehe.


“Siapkan mobil. Casandra pingsan, aku akan mengantarnya langsung ke rumahnya,” perintah Jove pada Franklin. Dia menelpon sambil mengusap bibir Casandra yang merekah merah. Jove sangat suka ini.


“Baik, Tuan. Ada lagi yang perlu saya lakukan?”


“Lewat jalan khusus saja. Aku tidak mau ada yang melihat Casandra dalam kondisi seperti ini,” jawab Jove. “Minta Fidel untuk pulang lebih dulu. Katakan padanya agar tidak khawatir karena majikannya masih hidup.”


Jove langsung memutuskan panggilan begitu dia selesai memberikan perintah pada Franklin. Menunggu beberapa saat, Jove menggunakan kesempatan itu untuk memangku Casandra kemudian dia menatap wajahnya dari jarak yang sangat dekat. “Kau semakin bertambah manis saat sedang diam seperti ini. Tapi melihatmu yang sedang menjadi pemberontak entah mengapa membuatku merasa sangat bahagia. Kau lancang sekali bukan?”

__ADS_1


Suara ketukan pintu menyadarkan Jove dari kegiatannya yang sedang mengagumi kecantikan Casandra dari jarak dekat. Setelah itu Jove segera membawanya turun lewat jalur khusus yang memang hanya boleh dilewati oleh dia dan Franklin saja. Jalan ini akan langsung menyambung dengan ruang parkir bawah tanah dimana ada puluhan mobil mewah tempat Jove menyimpan seluruh koleksinya. Mewah sekali bukan?


***


__ADS_2