
Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.
***
📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜
***
“Cassey, kau mau pergi kemana, Nak?” tanya Elzavat, istri Cadenza Lin.
Kedua mata Cassey langsung terpejam saat ditanya seperti itu oleh sang ibu. Dia bosan terus terkurung di dalam kamar, jadi memutuskan untuk pergi jalan-jalan saja. Namun naas, dia ketahuan oleh ibunya. Benar-benar menyebalkan. Ibunya ini sudah seperti CCTV bernyawa yang akan selalu menjadi pintu penghalang setiap kali Cassey ingin pergi dari rumah.
“Cassey, kau itukan masih sakit. Beristirahat sajalah di dalam kamarmu. Ya?”
“Ibu, please. Aku ini manusia, bukan tahanan ataupun peliharaan kalian. Tolong jangan mencegahku!” kesal Cassey saat sang Ibu menahan lengannya.
“Jangan seperti ini, Cassey. Di rumah ini sama sekali tidak ada yang memperlakukanmu seperti tahanan ataupun peliharaan. Kau adalah penerus keluarga Lin yang sangat amat berharga. Tolong mengerti ya?” sahut Elzavat dengan sabar membujuk putrinya yang suka memberontak ini.
“Berharga berharga berharga terus yang menjadi alasan aku tidak bisa hidup bebas. Memang apa salahnya kalau aku berhubungan luas dengan dunia luar, Bu? Toh orang-orang diluaran sana juga tidak akan tahu kalau darah yang ada di tubuhku adalah darah yang berharga. Terkecuali jika manusia itu adalah vampir!”
Setelah berkata seperti itu Cassey menghempaskan tangan sang ibu kemudian berjalan cepat menuruni anak tangga. Dia sama sekali tak mengindahkan suara teriakan sang ibu yang memintanya agar berhenti. Cassey muak, sangat amat muak terus di atur seperti ini. Apa bagi keluarganya masih belum cukup juga Cassey kehilangan masa mudanya yang banyak dia habiskan di dalam rumah saja. Haruskah di usianya yang sudah dewasa ini dia masih belum banyak mengetahui apa saja isi dunia? Memalukan. Apa gunanya hidup kalau dia tidak bisa menikmati indahnya dunia ini. Benar tidak?
Cadenza yang sedang berbincang di ruang tamu hanya bisa menghela nafas panjang ketika mendengar suara gaduh dari lantai atas. Putrinya membuat ulah lagi.
__ADS_1
“Paman, kenapa Bibi berteriak memanggil nama Cassey? Dia … baik-baik saja bukan?” tanya Regent penasaran. Malam ini secara khusus Regent datang bertamu karena dia merindukan Cassey, si wanita pemberontak itu.
“Kau tahu sendiri bukan kalau Cassey itu baru saja keluar dari rumah sakit? Dia terus saja ingin keluar rumah dengan keadaannya yang masih belum terlalu sehat. Bibimu sangat mengkhawatirkan keadaannya, tapi Cassey tak peduli. Yahh begitulah dia,” jawab Cadenza sebijak mungkin memberi alasan.
Walaupun ayahnya Regent adalah saudara tirinya, tapi Regent dan ayahnya masih tidak tahu tentang keistimewaan darah keluarga Lin. Hal ini sengaja dirahasiakan oleh Cadenza karena bagaimanapun di antara mereka tidak ada hubungan darah. Cadenza khawatir keselamatan Cassey akan terancam jika hal ini sampai di ketahui oleh Regent dan ayahnya. Rambut boleh sama hitam dan hubungan boleh sebagai saudara. Akan tetapi dalamnya hati manusia siapa yang akan tahu. Benar tidak?
Regent terus memperhatikan arah tangga menantikan Cassey muncul di sana. Dia sudah tidak sabar ingin segera melihat wajah cantik wanita galak itu. Cassey yang tidak tahu kalau Regent sedang ada di rumahnya tampak tak mempedulikan gaunnya yang tersingkap agak ke atas karena dia yang berjalan dengan sangat cepat. Baru ketika Cassey mendengar suara deheman sang ayah, dia tersadar kalau di ruang tamu rumahnya ada pria yang sangat dia benci hingga ke tulang belulangnya.
“Cihhh, mau apa kau datang ke rumahku!” tanya Cassey cetus.
“Memang apa salahnya berkunjung ke rumah Paman sendiri?” sahut Regent dengan santainya. Dia sangat suka dengan diri pemberontak yang ada di diri Cassey, membuatnya jadi terlihat semakin seksi.
Uhhh, kulit paha itu … aku sangat ingin menyentuhnya. Cassey sayang, kau membuatku gila.
“Jelas itu salah karena tujuanmu datang ke rumah ini bukan untuk itu. Aku tahu pasti apa yang ada di dalam pikiranmu, Regent!”
Kesal ditegur oleh ayahnya, Cassey memutuskan untuk datang mendekat. Tak lupa juga dia menarik turun gaunnya saat menyadari mata Regent yang jelalatan menatap pahanya. Benar-benar brengsek. Berani sekali ulat bawang ini menatapnya dengan begitu mesum. Menjijikkan.
“Ayah, aku heran kenapa Ayah bisa begitu dekat dengan manusia satu ini. Apa Ayah tidak bisa melihat kalau orang yang duduk di hadapan Ayah adalah seorang bajingan yang sewaktu-waktu bisa menggigit Ayah dari belakang? Coba Ayah perhatikan matanya yang picik itu. Dia datang kemari pasti karena ingin mengetahui sesuatu hal tentang keluarga kita. Aku percaya itu!” ucap Cassey tanpa ragu menuduh kalau kedatangan Regent adalah karena sesuatu yang tidak baik. Dia lalu menyeringai ketika tak sengaja melihat Regent mengepalkan kedua tangannya. “Kenapa? Tersinggung ya aku bicara seperti ini? Regent-Regent, aku ini Cassey, bukan Cadenza Lin yang bisa dengan mudah terpedaya oleh kebaikan yang coba kau tunjukkan. Kuberitahu kau satu hal ya. Sampai matipun kau tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang kau inginkan dari keluargaku. Jadi lebih baik sekarang hentikan kepura-puraanmu dan tunjukkan seperti apa belangmu yang sesungguhnya. Paham!”
“Cassey. Jaga bicaramu!’ sentak Cadenza syok mendengara kata-kata kasar yang terlontar dari mulut putrinya.
“Apanya yang harus dijaga di hadapan parasit menjijikkan seperti Regent, Ayah. Dia itu sampah, jadi sudah selayaknya diperlakukan seperti kotoran. Heh!”
Setelah berkata seperti itu Cassey memutuskan untuk kembali masuk ke kamarnya. Dia sudah tidak berselera lagi untuk pergi keluar. Mood-nya rusak setelah melihat wajahnya Regent.
__ADS_1
Sementara itu di ruang tamu, Regent terlihat berusaha menahan diri di hadapan sang Paman. Meski tubuhnya sudah terbakar emosi setelah dipermalukan oleh Cassey, dia harus tetap terlihat tenang demi agar bisa mendapat simpatik dari pamannya ini. Tunggu saja. Tunggu setelah Cassey menjadi miliknya, Regent bersumpah akan membuat wanita itu bertekuk lutut di bawah kakinya. Regent pastikan Cassey menyesal seumur hidup karena sudah berani menghinanya seperti ini.
“Regent, Paman sungguh minta maaf atas sikap Cassy barusan. Tolong jangan kau masukkan ke dalam hati ya,” ucap Cadenza mewakilkan putrinya untuk meminta maaf. Dia sampai merasa tak enak sendiri jadinya.
“Tidak apa-apa, Paman. Aku bisa mengerti Cassey seperti itu mungkin karena sudah bosan berada di rumah. Sejak keluar dari rumah sakit dia belum pernah datang ke perusahaan lagi bukan? Mungkin ini salah satu sebabnya kenapa Cassey sampai memberontak seperti tadi,” sahut Regent berusaha lapang dada menerima permintaan maaf sang paman. Catat ya, ini hanya demi menarik simpatiknya saja karena sebenarnya Regent sangat ingin membalas sikapnya Cassey dengan sesuatu yang bisa membuatnya merasa jera.
“Ya, kau benar. Paman memang belum mengizinkannya datang ke perusahaan. Dia baru saja mengalami kecelakaan besar, Paman dan Bibi sangat mengkhawatirkan keadaannya. Tapi ya itu, jiwa pemberontaknya malah semakin tidak terkendali. Kadang-kadang Paman sampai heran sendiri mengapa Cassey bisa sebar-bar itu, padahal Bibimu adalah orang yang sangat lembut. Hmmmm,”
“Em Paman, apa Paman menerima undangan dari perusahaan milik Tuan Zian?” tanya Regent mengalihkan pembicaraan. Ada tujuan tersendiri mengapa dia membahas masalah ini.
“Iya. Kenapa memangnya?” jawab Cadenza.
“Jika diizinkan bolehkah Cassey saja yang pergi ke sana? Paman jangan khawatir, aku yang akan menjaganya. Ya hitung-hitung agar Cassey tidak terlalu merasa bosan di rumah. Bagaimana?”
Cadenza terdiam. Saat ini L Group memang di pimpin oleh Cassey, tapi membiarkannya datang ke acara-acara seperti itu apakah tidak akan mengancam darah emas yang ada di tubuhnya? Namun jika Cassey tidak hadir, bukankah itu akan sangat tidak sopan mengingat kalau pemilik EH Group menjalin kerjasama yang cukup baik dengan L Group. Cadenza sungguh dilemma sekarang.
“Paman, Paman tidak perlu khawatir. Aku janji Cassey akan baik-baik saja jika pergi bersamaku. Lagipula nantikan ada pengawal yang akan mengawasi kami berdua, jadi Paman bisa tenang. Oke?” rayu Regent.
Hehe, ayolah Paman. Biarkan putrimu yang cantik itu pergi bersamaku agar aku bisa menjadikannya milikku. Ayolah ….
“Paman akan mendiskusikan masalah ini dengan Bibimu dulu. Baru nanti Paman akan mengabarimu,” sahut Cadenza.
“Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Aku tunggu kabar baik dari Paman. Selamat malam.”
Cadenza mengangguk. Dia lalu mengantarkan Regent sampai di depan rumah sebelum akhirnya bergegas pergi ke kamar guna menemui Elzavat. Mereka perlu berunding.
__ADS_1
***