
📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTI BIAR NANTI EMAK BISA CRAZY-UP UNTUK MENEMANI MALAM MINGGU KALIAN. OKAY? 💜
***
“Tuan, Nona Casandra mengajak kedua penjaga pergi mengunjungi Regent!” lapor Franklin setelah menerima kabar dari anak buahnya.
Jove tersenyum. Pantas saja panggilannya di abaikan, ternyata wanita jaguarnya hendak pergi bertarung. Ini menarik. Jove yakin Casandra pasti mengira kalau Regent telah melakukan kerjasama dengannya setelah Tuan Cadenza memberitahukan tentang rahasia yang selama ini tidak di ketahuinya.
Sambil mengetuk-ngetuk layar ponselnya, Jove bertanya apakah ada musuh yang membuntuti wanita jaguarnya atau tidak. “Apa perjalanan mereka aman, Frank?”
“Anda jangan khawatir, Tuan. Saya sudah mengatur keamanan yang ketat untuk melindungi Nona Casandra. Dan sekarang anak buah kita juga sedang menyebar di sekitar rumah sakit tempat Regent dirawat,” jawab Franklin menyampaikan.
“Bagus. Kau pastikan saja kalau pertemuan mereka berakhir dengan Regent yang teraniaya. Jika tidak, aku akan kembali datang untuk menyapanya seperti tempo hari,” ucap Jova seraya menggigit bibir bawahnya. Dia kemudian terkekeh. “Casandra-Casandra, kau ini kenapa agresif sekali. Pemikiran darimana yang bisa membuatmu terpikir kalau aku dan Regent menjalin kerjasama. Jangankan bekerjasama, mendengar namanya saja aku malas. Kau ini,”
“Siapa yang agresif, Jo?”
Rose berjalan menghampiri Jove sambil membawakan cemilan dan juga vodka di atas nampan. Bukan tidak ada pelayan, tapi Rose suka memberikan perhatian seperti ini saat putranya sedang datang berkunjung. Mumpung Adam sedang tidak ada di rumah, jadi Rose bisa bebas menghabiskan waktu dengan putranya tanpa harus mendengar rengekan suaminya yang terbakar api cemburu. Biasalah.
“Bu, aku tidak suka Ibu melayaniku seperti ini,” ucap Jove menegur sang Ibu yang tengah menuangkan vodka ke dalam gelas. “Ada pelayan. Biarkan mereka yang bekerja.”
“Tidak apa-apa. Kau itukan jarang mengunjungi Ibu, jadi biarkan Ibu memberikan perhatian kecil kepadamu. Oke?” sahut Rose sambil tersenyum. Dia lalu memberikan segelas vodka pada Franklin. “Minumlah bersama kami, Frank. Kau juga adalah putraku, jadi mari kita sedikit bersantai bersama.”
“Terima kasih banyak, Nyonya Rose,” sahut Franklin dengan sopan menerima gelas yang disodorkan oleh wanita yang telah merubah hidupnya. Dia kemudian menghabiskan vodka dalam sekali teguk sebagai tanda penghormatan atas kebaikan ini.
__ADS_1
“Kau sungguh peminum yang sangat hebat, Frank. Aku salut,” puji Rose seraya tersenyum kecil. Dia kemudian duduk di samping Jove yang masih belum menyentuh minumannya. “Jadi Jove, siapa yang agresif, hem?”
“Wanita jaguarku, Ibu. Dia langsung pergi melabrak Regent setelah Tuan Cadenza memberitahukan rahasianya,” jawab Jove sambil menj*lat bibir bawahnya. “Apa Ibu suka dengan tipe wanita yang seperti Casandra?”
“Hmmm, apapun itu asal kau cocok maka Ibu akan setuju. Sebagai orangtua, Ibu ini tidak mau berharap muluk-muluk tentangmu. Cukup dengan melihatmu hidup bahagia bersama orang yang kau sayang dan juga menyayangimu, maka Ibu sudah sangat bahagia sekali.”
Jove menunduk sambil menyunggingkan satu senyuman. Setelah itu dia mengambil vodka yang telah disiapkan oleh ibunya. Ada rasa bangga tersendiri menjadi putra dari seorang wanita hebat bernama Rosalinda Osmond di mana Jove benar-benar merasakan yang namanya kasih sayang sejak dia kecil. Sesusah dan sesulit apapun masa yang dilewatinya, tak pernah sekalipun sang ibu meninggalkan ataupun membiarkan Jove sendirian. Bahkan sampai sebesar inipun Jove tetap tak bisa lepas dari perhatian ibunya yang luar biasa ini. Hebat, bukan?
“Frank, kabari Tuan Cadenza kalau kita akan membunuh siapapun yang pernah menangani Casandra. Termasuk dokter-doter pribadinya!” perintah Jove sambil menyesap perlahan vodka di dalam gelas. Dia tiba-tiba teringat kalau hal ini bisa saja mengundang bahaya lain yang kemungkinan bisa jauh lebih besar lagi.
“Baik, Tuan,” sahut Franklin patuh. Segera tangannya berselancar menghubungi Fidel. Dan setelah panggilan tersambung, dia langsung menyalakan tombol loudspeaker. “Halo Fidel, tolong berikan ponselmu pada Tuan Cadenza. Aku ingin bicara!”
“Ada apa, Frank? Sekarang Tuan Cadenza masih berada di ruang meeting. Jika ada yang mendesak kau bisa menyampaikannya dulu padaku. Nanti setelah meeting selesai aku akan memberitahukannya pada Tuan Cadenza,” sahut Fidel dari dalam telepon.
Franklin menatap bsonya untuk meminta persetujuan. Dan hal ini disambut Jove dengan menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, Tuan Jove!” sahut Franklin paham. Dia lanjut berbicara dengan Fidel. “Katakan pada Tuan Cadenza kalau kami perlu menghabisi keseluruhan orang yang selama ini pernah mengurus Nona Casandra. Ini dilakukan untuk menghindari adanya mata-mata yang tentunya akan sangat membahayakan nyawanya!”
Klik. Panggilan langsung di putus oleh Franklin tanpa dia memberi kesempatan untuk Fidel menjawab. Setelah itu Franklin melihat jam di tangannya sebelum mengalihkan pandangan pada bosnya.
“Tuan Jove, sepertinya kita harus segera kembali ke mansion sekarang juga. Ada beberapa pekerjaan yang perlu anda selesaikan sebelum nanti anda akan pergi menjemput Nona Casandra di L Group!” ucap Franklin mengingatkan bosnya akan pekerjaan yang sudah menunggu untuk dibereskan.
Rose menaikkan sebelah alisnya ke atas. Dia menatap seksama ke arah Jove. “Ada kesenangan apa ini, Jove? Sepertinya ada hal penting yang telah Ibu lewatkan!”
__ADS_1
“Hanya pertunjukkan sederhana untuk memberitahu Casandra kalau aku tidak pernah memberi tempat kepada para pengkhianat!” jawab Jove. Dia memang sengaja tidak memberitahu ibunya tentang rencana malam ini. “Ibu tenang saja. Yang akan kulakukan nanti bukan sesuatu yang penting juga. Hanya sekedar pelajaran tambahan supaya Casandra bisa lebih kuat melawan rasa takutnya. Menjadi wanitanya Jove Lorenzo bukankah tidak boleh lemah?”
“Tentu saja. Dari seluruh garis keturunan di keluarga Ibu, tidak ada satupun wanita yang lemah. Awalnya memang lemah, tapi secara perlahan akan dipoles hingga menjadi wanita yang di segani. Dan kau wajib untuk mengajarkan hal ini pada Casandra. Ibu mendukungmu!”
“Kalau begitu aku permisi dulu, Ibu. Aku perlu menyiapkan pelajaran khusus agar jaguarku tak lagi mengenal rasa takut!”
Rose mengangguk. Dia ikut berdiri kemudian memeluk Jove penuh sayang. Setelah itu Rose tersenyum ke arah Franklin saat pamit kepadanya.
“Kalian berhati-hatilah!” pesan Rose saat Jove dan Franklin akan melangkahkan kaki pergi dari kediamannya.
“Baik, Ibu,” sahut Jove.
Sambil melangkah keluar, Jove kembali mengenakan kaca mata hitamnya. Dia lalu meminta sebatang rokok dari Franklin kemudian menghisapnya pelan saat Franklin membakar ujung rokoknya.
“Di mana bajingan itu sekarang?” tanya Jove sebelum masuk ke dalam mobil. Dia berbalik dan menatap lama ke bangunan megah yang di tinggali oleh kedua orangtuanya. “Hmmmm, sulit di percaya.”
“Bajingan itu kini tengah berada di ruang bawah tanah untuk menerima sedikit ganjaran dari anak buah kita yang lainnya, Tuan. Hitung-hitung melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum nanti malam dia menjadi pemain utama dalam pesta yang akan digelar!” jawab Franklin sambil tersenyum samar. Dia suka setiap kali mendapat tugas untuk melenyapkan nyawa seseorang, terlebih lagi jika seseorang tersebut merupakan pengkhianat. Semakin hauslah dahaga seorang Franklin.
“Bawa bajingan itu ke tempat yang sedikit lebih terbuka, Frank. Malam ini Casandra tidak boleh melewatkan makan malamnya dengan cara yang biasa-biasa saja. Dia perlu gempuran yang lebih keras lagi agar benteng pertahanan di tubuhnya bisa cepat menguat!” perintah Jove sambil melangkah masuk ke dalam mobil. Setelah itu Jove menurunkan kaca jendela mobil kemudian menatap langit. “Musuh sudah semakin mendekat dan kita belum tahu pasti siapa saja dan sebesar apa kemampuan mereka. Casandra adalah aset yang bisa membawa mereka menuju kekuasaan yang tidak terkalahkan, kita tidak boleh lengah sedikitpun. Kau paham itu, Frank?”
“Paham, Tuan Jove!”
“Ayo pergi!”
__ADS_1
Franklin mengangguk. Dia berlari memutar kemudian masuk ke dalam mobil lewat pintu samping. Segera mobil bergerak meninggalkan pekarangan rumah utama yang langsung di ikuti oleh beberapa mobil penjaga di belakangnya.
***