
Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.
***
Franklin membukakan pintu samping kemudian menundukkan kepala saat bosnya melangkah keluar dari dalam mobil. Setelah itu dia menutupnya kembali lalu mengikuti bosnya dari belakang.
“Selamat datang, Tuan Jove,” sapa para pelayan dan penjaga sambil membungkukkan tubuh mereka.
Yang di sapa hanya diam saja. Matanya yang tajam tampak menatap sepasang suami istri yang tengah berdiri menatapnya dari arah pintu. Mommy Rose dan Daddy Adam, itu adalah nama kedua orangtuanya Jove. Oya, jika sebelum kalian membaca novel ini kalian telah singgah untuk membaca novel Ma Queen Rose, kalian pasti akan langsung tahu kenapa nama tengah Jove adalah Alexander. Sang ibu memberinya nama tersebut dengan tujuan agar Jove selalu ingat bahwa orang yang telah membuatnya menderita seperti ini berhubungan dengan orang yang bernama Alexander. Meski pelaku sebenarnya adalah Flynn, tapi nama ini di ambil untuk mengenang awal seseorang juga. Kalian pasti tahu sendirilah siapa Alexander Xia? Oke, cukup sampai di sini dulu nostalgianya. Kita kembali ke cerita.
“Mom, Dad,” sapa Jove sambil menundukkan sedikit kepala ketika sampai di hadapan kedua orangtuanya.
“Apa kabarmu, Jove?” tanya Rose. Dia lalu memeluk putranya yang sudah beberapa bulan ini tidak dia temui. Rindu, itu sudah pasti.
“Seperti yang Mommy lihat. Aku baik-baik saja sekarang,” jawab Jove. Dia lalu mengurai pelukan, menaikkan sebelah alisnya ke atas saat mendapati sang ayah tengah meliriknya. “Why, Dad? Kau terlihat tidak suka melihatku di peluk oleh Mommy. Jealous?"
“Konyol,” sahut Adam santai. Dia lalu mengulurkan sebelah tangan untuk menepuk bahunya Jove. “Mau sampai kapan kau seperti ini, Jove? Kau tidak bisa terus menjadikan wanita sebagai kelinci percobaan untuk mencari ketenangan. Tuhan memberikan nyawa pada mereka bukan untuk di permainkan. Paham?”
__ADS_1
Terdengar helaan nafas panjang saat Jove mendapat teguran dari ayahnya. Namun apa mau dikata, hanya wanita satu-satunya alat yang bisa menekan rasa aneh yang ada di tubuhnya Jove. Meskipun efeknya membuat Jove sekarat, tapi dia sulit untuk berhenti dari kesenangan ini. Apalagi setelah permainan semalam. Jove jadi semakin tertantang untuk kembali melakukan permainan kasar karena sensasinya yang sangat luar biasa. Candu, sangat amat candu.
“Daddymu benar, Jove. Mommy tahu kau sengsara, tapi membunuh mereka bukanlah sesuatu yang benar. Oke Mommy bisa terima kalau kau sering bergonta-ganti wanita setiap malam. Akan tetapi yang kau lakukan pada mereka, itu membuat hati Mommy menjadi sakit. Biarkanlah mereka tetap hidup, jangan malah menghabisinya dengan cara yang sama,” timpal Rose ikut menegur sikap buruk putranya.
“Aku tahu,” sahut Jove singkat.
“So?”
“Aku akan berhenti setelah rasa sakit ini lenyap dari tubuhku.”
Jawaban Jove sontak membuat suasana jadi berubah mencekam. Baik anak maupun orangtua, ketiganya sama-sama memiliki aura kuat yang sangat mengintimidasi. Andai saja Franklin tidak terbiasa dengan situasi semacam ini, dia pasti sudah kencing di celana sejak tadi. Percayalah, suasana di rumah ini benar-benar sangat horor. Sungguh.
“Mom, Dad. Aku datang kemari bukan untuk bertengkar dengan kalian. Jadi tolong biarkan aku dengan keputusanku sendiri. Kalian tidak bisa merasakan betapa aku sangat tersiksa dengan racun ini. Jadi please … biarkan aku mencari obat penawarnya dengan cara yang aku mau. Lagipula Paman Gerald tidak melarangku untuk melakukan hal ini. Kalian juga tahu itu ‘kan?” tanya Jove memilih menyudahi suasana mencekam yang sedang terjadi di sana.
“Honey, jangan sedih. Kita semua selalu berusaha menemukan obat penawar untuk Jove. Tolong kau jangan merasa bersalah ya?” ucap Adam tak tega melihat kesayangannya yang kembali bersedih setiap kali Jove menunjukkan kesakitannya.
“Aku hanya merasa gagal menjadi orangtua, Dam. Harusnya aku saja yang menanggung derita, jangan Jove,” sahut Rose lirih.
“Iya aku tahu. Tapi mau bagaimana lagi, semua ini sudah menjadi jalannya. Kita sama-sama berdoa saja ya semoga Gerald dan yang lainnya bisa segera menemukan obat penawarnya. Oke?”
__ADS_1
Tak mau membiarkan sang ibu sedih berlarut-larut, Jove berinisiatif untuk memeluknya. Sebenarnya tadi dia tidak bermaksud untuk menyalahkan ibunya, Jove hanya kesal saja karena sang ibu menegurnya tanpa mengetahui penyebab mengapa Jove melakukan semua itu. Jove bukannya tidak tahu kalau di keluarga sang ibu semua orang menganut paham bahwa tidak di izinkan bagi siapapun untuk menindas dan merendahkan wanita. Namun bagi Jove, perbuatannya sama sekali tidak menjurus pada kedua hal tersebut. Sebelum menghabisi wanita yang ditidurinya, Jove telah membelinya dengan harga yang sangat tinggi. Sangat amat tinggi hingga mampu mencukupi kebutuhan keluarga yang di tinggalkan. Dan juga, Jove tidak akan mungkin membunuh mereka jika saja wanita-wanita itu tidak menyimpan ketamakan untuk bisa lebih memilikinya. Seperti Helena. Selain karena Helena adalah putri dari salah satu pejabat penting di pemerintahan, Jove membiarkannya tetap hidup karena Helena pergi sebelum mengetahui kelemahannya. Jadi jangan salahkan Jove jika wanita-wanita serakah itu mati. Dia tidak merasa bersalah.
“Jove, boleh Mommy bertanya?” tanya Rose setelah emosinya mereda.
“Boleh,”
“Apa kau tidak berminat untuk membangun rumah tangga? Kau tidak mungkin selamanya hanya akan hidup sendirian bukan?”
Sebelum menjawab, Jove melepaskan pelukannya terlebih dahulu. Setelah itu Jove memegang lengan ibunya dengan lembut, sikap yang hanya akan Jove tunjukkan untuk ibunya seorang. “Mom, aku ini adalah seseorang yang berkecimpung di dunia hitam. Aku tentu ingin memiliki keluarga sendiri, tapi tidak untuk sekarang. Dan juga aku hanya akan menikah dengan wanita yang bisa mengimbangi statusku. Karena jika tidak, dia akan menjadi kelemahanku. Aku benci itu,” ucap Jove menegaskan kalau dia tidak suka dengan wanita yang lemah.
“Mau Mommy bantu carikan tidak?” ledek Rose. Dia kemudian tersenyum saat Jove menggelengkan kepalanya. “Mommy hanya bercanda. Siapapun wanita yang akan kau nikahi nanti, Mommy harap kau bahagia bersamanya. Jadi siapapun itu segera pertemukan dengan Mommy dan Daddy begitu kau menemukannya. Oke?”
“Baiklah, Mom. Aku akan langsung membawanya ke hadapan kalian saat aku sudah menemukan wanita yang tepat.”
“Good boy. Karena sekarang kau sudah ada di sini, sekalian saja kita makan siang bersama. Kau sudah terlalu lama mengabaikan kami, Jove. Tahu?” ucap Adam mengeluhkan sikap putranya yang jarang berkunjung.
“Aku sibuk. Kau tahu itu, Dad,” sahut Jove santai.
“Ya ya ya. Tuan Jove Lorenzeo adalah yang paling sibuk di Negara ini. Benar begitu, Honey?”
__ADS_1
Rose hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan Adam. Setelah itu dia mengajak anak dan suaminya menuju ruang makan, mengabaikan sejenak akan permasalahan Jove yang gemar sekali menghabisi teman tidurnya.
***