The Devil JOVE

The Devil JOVE
29. Melebihi Ekspektasi


__ADS_3

📢📢📢 Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


Setelah beristirahat sejenak, Jove menurunkan kaca jendela mobil kemudian memanggil Franklin. Tak lupa juga dia telah lebih dulu memakaikan kembali gaun milik Casandra. Jove tidak mungkin bukan membiarkan pria lain melihat aset milik wanitanya yang sangat aduhai itu?


“Ya, Tuan,” ucap Franklin santai. Dia tak menggubris wajah bosnya yang basah bermandikan keringat setelah hampir satu jam bertempur badai bersama dengan Nona Casandra di dalam mobil.


“Bagaimana dengan Regent?” tanya Jove. Dia kemudian menyerahkan botol kecil yang terdapat cairan merah di dalamnya. “Segera perintahkan orang untuk mengantarkan ini labolatorium Grisi. Setelah itu habisi orangnya. Aku tak mau mengambil resiko orang ini berkhianat karena mengetahui siapa Casandra!”


Franklin mengangguk. Dia mengambil botol kecil dari tangan bosnya kemudian memasukkannya ke saku celana. Setelah itu Franklin mengambil sebatang rokok kemudian dia serahkan pada bosnya. “Tuan Jove, apa yang akan anda lakukan kepada Nona Casandra setelah ini? Mengantarkannya pulang ke kediaman keluarga Lin atau langsung membawanya pergi?” tanya Franklin sambil menyalakan korek.


Jove tak langsung menjawab pertanyaan Franklin. Tadi setelah ronde pertama berakhir, Jove akhirnya kembali menjamah tubuh Casandra karena miliknya menolak untuk tenang. Meski sedikit kurang menyenangkan karena bermain seorang diri, nyatanya Jove mampu mendapatkan pelepasan sebanyak dua kali dalam kondisi Casandra yang sedang terlelap. Agak maniak memang. Namun apa mau di kata. Harus Jove akui kalau tubuhnya Casandra melebihi ekspektasi yang dia bayangkan. Jika para wanita yang pernah tidur dengannya meninggalkan kesan candu yang memabukkan, candu yang di berikan tubuh Casandra hampir menyamai candu dari orang yang tergila-gila pada narkotika. Bahkan Jove pun berani mengakui kalau mulai malam ini dia sudah tunduk di bawah pesona seorang Casandra Lin, wanita pemilik darah langka.

__ADS_1


“Aku akan mengantarkannya ke hotel saja. Tuan Cadenza pasti akan mewaspadai kita kalau kita membawa Casandra pulang ke rumahnya. Lagipula yang membawanya datang ke acara inikan Regent, jadi biar dia saja yang berurusan dengan Tuan Cadenza,” jawab Jove sambil meniupkan asap rokok ke atas. Dia kemudian tersenyum, lagi-lagi senyum yang sulit untuk di maknai. “Kau tahu, Frank. Awalnya aku pikir ingin menguasai Casandra seorang diri. Namun setelah tadi kami bercinta dengan panas, aku rasa aku tidak akan menyembunyikannya hanya untukku seorang. Aku ingin mengenalnya dan memperlakukannya seperti pasangan, bukan sebagai seorang pasien yang membutuhkan donor darah darinya. Menurutmu bagaimana?”


“Tuan Jove, apakah tidak akan berbahaya jika kita membiarkan Nona Casandra tetap bebas seperti hari biasanya? Dari berita yang tadi muncul di media saja sudah cukup memberi tanda bagaimana orang-orang itu sangat penasaran terhadapnya. Saya khawatir Nona Casandra akan di jadikan target buruan setelah ini,” jawab Franklin sedikit menyimpang dari apa yang di tanyakan oleh bosnya.


“Menjadi miliknya Jove Lorenzo memangnya siapa yang berani mengganggunya? Justru aku malah merasa senang jika harus berurusan dengan mereka. Aku yakin saat ini stok kelinci percobaan di labolatorium Grisi sudah semakin berkurang, jadi tidak ada salahnya bukan kalau kita memberikan mereka sebagai hadiah penyemangat untuk Paman Gerald dan juga sepupuku, Pororo?”


“Pororo?”


“Pamela.”


Mulut Franklin bergerak membentuk huruf O saat tahu kalau Pororo ternyata adalah nama anaknya Tuan Gerald. Kedengarannya agak aneh memang, tapi Franklin tahu kalau si Pororo ini memiliki kesadisan dan juga kecerdasan yang serupa dengan ayahnya. Karena menilai dari keaktifannya di labolatorium, besar kemungkinan kalau Pororo adalah calon penerus organisasi Grisi yang selanjutnya. Coba kalian bayangkan. Pamela Thampson, seorang gadis galak yang memiliki kecerdasan mengerikan menjadi ketua dari organisasi tua yang kehebatannya masih sangat di takuti sampai detik ini. Tidakkah menurut kalian gadis ini akan menghadirkan gebrakan baru yang bisa saja mengguncang dunia para mafia? Oh ayolah kawan. Satu hal yang perlu kalian ketahui tentang si Pororo. Pororo sangat mencintai aroma dollar. Kalian bisa bayangkan sendiri bukan saat gadis ini menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi rasa sukanya terhadap uang? Dan sialnya Tuan Gerald selalu pura-pura amnesia setiap kali Pororo ini setuju untuk melakukan jual beli organ manusia dengan para klien yang kebanyakan berasal dari keluarga ternama dan juga para bangsawan kerajaan. Mengerikan sekali bukan?


“Baik, Tuan,” sahut Franklin kemudian bergegas masuk ke dalam mobil. Dia lalu membenarkan posisi kaca spion agar tidak mengarah ke tempat yang tidak seharusnya dia lihat. Meski di dalam mobil tercium aroma bekas percintaan yang begitu panas, tapi Franklin cuek-cuek saja saat duduk di dalam sana. Bagi Franklin asalkan bosnya merasa senang maka hal apapun dia tidak akan pernah merasa keberatan. Termasuk mencium aroma-aroma seperti yang ada di dalam mobil ini.


Karena masih merokok, Jove membiarkan kaca jendela mobil tetap terbuka. Sebelah tangannya dia gunakan untuk terus mengelus-elus pipi Casandra, menikmati kelembutan kulit wanita cantik ini. Sungguh paket yang sangat lengkap karena dugaan Jove benar kalau Casandra masih perawan. Jujur, ini adalah kali pertama Jove bercinta dengan wanita yang masih suci. Dan ini sangatlah menarik. Apalagi mereka melakukannya di dalam mobil dan dalam kondisi Casandra terbakar obat perangsang, membuat pengalaman pertama ini bertambah menjadi semakin lengkap saja.

__ADS_1


“Franklin?”


“Ya, Tuan.”


“Minta orang untuk menghapus semua rekaman cctv dari mulai Regent membawa Casandra menuju ke arah parkiran. Aku tidak mau ada yang tahu kalau tadi Casandra menghabiskan waktu bersamaku,” ucap Jove terpikir untuk merahasiakan kejadian ini agar memiliki kesempatan untuk mengerjai Casandra. “Casandra seperti memiliki dua kepribadian. Aku penasaran akan seperti apa reaksinya nanti jika aku tiba-tiba datang dan mengatakan kalau kami pernah bercinta dengan begitu panas di dalam mobil. Aku yakin emosinya pasti akan langsung meledak-ledak!”


“Baik, Tuan. Nanti saya akan meminta orang agar menghapus semua rekaman cctv yang mengarah ke parkiran,” jawab Franklin seraya meng*lum senyum. Dia jadi ikut terbawa suasana membayangkan kemarahan Nona Casandra saat bosnya mulai melancarkan aksi untuk mengerjainya. Dan hal ini akan menjadi yang pertama kali bagi Franklin menyaksikan seorang mafia bermain-main dengan seorang wanita. Sepertinya akan sangat lucu.


Jove menghela nafas. Dia membuang punting rokok ke jalanan kemudian menutup jendela mobil. Setelah itu Jove menyandarkan kepalanya ke kursi, memejamkan mata sambil terus membayangkan wajah Casandra yang terlihat begitu menggoda saat sedang terbakar birahi. Saat Jove tengah membayangkan hal-hal yang erotis, tiba-tiba melintas satu pertanyaan di pikirannya tentang Regent. Jove kemudian membuka mata. “Bagaimana dengan Regent? Apa dia sudah berhasil membereskan masalah yang di buat oleh para bawahanmu?”


Sebelum menjawab, Franklin membenarkan earpeace yang terpasang di telinganya. Dari alat inilah Franklin mengawasi pekerjaan anak buahnya yang dia tugaskan untuk membuat kekacauan di Omari Group. Walaupun tadinya ide ini sempat di tolak oleh bosnya, tapi pada akhirnya ide ini tetap di pakai karena bosnya hilang fokus setelah menyaksikan penampilan Nona Casandra yang begitu anggun dan juga seksi.


“Saat ini tim keamanan di Omari Group masih berusaha keras untuk mengamankan data-data milik perusahaan mereka, Tuan. Dan beberapa menit yang lalu Regent baru saja sampai di sana. Dia mengamuk dan memaki para bawahannya!” ucap Franklin menyampaikan apa yang terjadi di perusahaan milik Regent.


“Bodoh!” olok Jove. “Kacaukan saja terus sampai Regent putus asa. Aku malas jika harus berurusan dengan sampah sepertinya. Hanya buang-buang waktuku saja!”

__ADS_1


“Baik, Tuan!”


***


__ADS_2