The Devil JOVE

The Devil JOVE
26. Kesabaran Regent


__ADS_3

📢📢📢 Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


BESTIE, MAAF PART YANG SSEMALAM SALAH KAMAR. MAKLUM YA ANAK GADIS LAGI SIBUK NGATUR WAKTU BUAT KENCAN 😂😂😂


***


Jove memakai topi berwarna hitam sebagai pelengkap penampilannya malam ini. Karena dia datang ke acara yang di gelar oleh EH Group bukan sebagai tamu, dia sengaja mengenakan pakaian serba hitam dan juga masker untuk menutupi wajahnya. Sembari membetulkan topi yang di pakainya, Jove menatap lama ke arah cermin yang ada di hadapannya. Tak lama kemudian bibirnya berkedut saat dia terkenang wajah Casandra saat menyatakan tentang rasa balas budinya.


“Kau anak tikus yang keras kepala, sebentar lagi kita akan segera bertemu dan aku akan menagih janji hutang budi yang kau ucapkan tadi pagi. Bersiaplah!” gumam Jove.


Tok tok tok


“Masuk!”


Pintu kamar terbuka dan Jove acuh-acuh saja saat Franklin berjalan mendekat ke arahnya.


“Tuan Jove,” sapa Franklin seraya menundukkan kepala. Dia lalu menyampaikan laporan yang baru saja di terimanya. “Regent sudah membawa Nona Casandra keluar dari kediaman keluarga Lin, Tuan. Dan … mereka mengenakan pakaian pesta dengan warna senada.”


“Warna senada?” tanya Jove. Dia kemudian menyeringai sebelum akhirnya berbalik menatap Franklin. “Apa Regent berniat menyatakan di hadapan semua orang kalau mereka adalah pasangan? Memalukan. Bahkan dia tak layak untuk menghirup udara dalam satu ruangan yang sama dengan Casandra.”

__ADS_1


“Regent berkata hal ini sengaja dia lakukan agar orang-orang tahu kalau Nona Casandra adalah sepupunya, Tuan. Dan sebenarnya itu hanyalah alasan klise saja agar dia bisa mendapatkan kepercayaan dari Tuan Cadenza dan Nyonya Elzavat.”


“Darimana kau mengetahui alasan ini?”


“Salah satu anak buah kita berhasil masuk dan menyamar sebagai penjaga di sana. Anak buah kita juga melaporkan kalau tadi sempat melihat Regent memainkan sebuah botol kecil sebelum masuk ke rumah keluarga Lin. Sepertinya dia berniat memiliki Nona Casandra seutuhnya,” jawab Franklin memberitahu bosnya kalau anak buahnya berhasil menyelundup ke kediaman keluarga Lin guna mencaritahu apa yang terjadi di sana. Dan hal ini Franklin lakukan tanpa meminta izin dari bosnya terlebih dahulu.


Jove menghela nafas. “Apapun yang akan Regent lakukan nanti, Casandra hanya boleh aku yang menyentuhnya. Karena mulai malam ini Casandra telah menjadi prioritas utama kita. Dia berharga, Franklin!”


“Baik, Tuan.”


Setelah berkata seperti itu Jove melangkah keluar dari dalam kamar kemudian diikuti oleh Franklin. Mereka lalu sama-sama berjalan menuju mobil karena waktu untuk berangkat sudah tiba.


Sementara itu di sebuah mobil terlihat Casandra yang duduk dengan ekpresi wajah menahan geram saat pria yang duduk di sebelahnya tak henti menatapnya. Regent, ya, sampah sialan ini orangnya. Tadinya Casandra menolak untuk menghadiri pesta ini. Namun, sang ayah mengancam tidak akan membiarkannya datang ke L Group lagi jika dia kekeh dengan keputusannya. Alhasil di sinilah Casandra sekarang. Terjebak bersama pria menjijikkan yang membuat perutnya terasa mual.


Ya, tebakan kalian benar. Kesal karena Cassey terus-terusan menghinanya, Regent memutuskan untuk menjadikan Cassey miliknya. Agak nekad memang, tapi Regent tak peduli. Toh di antara mereka tidak ada ikatan darah. Jadi sah-sah saja kalau seandainya nanti mereka menikah. Benar tidak? Hahaha. Dan nanti saat mereka sampai di tempat acara, Regent telah menyiapkan sebuah rencana dengan memberi Cassey obat perangsang. Kalian pasti bisa menebaklah ya apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Berhentilah bicara, Regent. Nafas yang keluar dari mulutmu benar-benar bau sampah. Perutku mual kalau kau mau tahu!” ejek Cassey sambil mengelap bekas sentuhan tangan Regent di dagunya. Dia lalu berdecih sembari bersedekap tangan saat Regent terlihat marah setelah mendengar ejekannya. “Kenapa? Marah? Jangan di tahan. Silahkan luapkan kemarahanmu di hadapanku sekarang juga. Dasar pecundang!”


“CASSEY!!”


“APA? HAH?”


Merasa terprovokasi, dengan marah Regent menarik pergelangan tangan Cassey hingga tubuh mereka hampir bertubrukan. Setelah itu Regent dengan kasarnya mencengkeram pundak Cassey hingga kulit tubuhnya memerah. Alih-alih merasa kesakitan, Cassey malah menampilkan satu senyuman yang mana membuat amarah Regent kian memuncak.

__ADS_1


“Oh, jadi hanya sebatas ini kemampuanmu dalam meluapkan amarah? Mengecewakan sekali, Regent. Aku pikir kau akan langsung menembak kepalaku sampai pecah. Tidak kusangka imajinasiku terlalu tinggi dalam menggambarkan kemarahanmu. Heh!” ucap Cassey dengan berani mengolok-olok sikap Regent meski sebenarnya dia kesakitan. Namun demi agar memiliki kesempatan untuk menghina dan merendahkan pria tak tahu malu ini, Cassey rela menahan rasa sakitnya hingga seperti ini.


“Cassey, berhenti memprovokasi kemarahanku. Saat ini kau sedang bersamaku, kau pikir aku tidak berani melakukan hal lebih padamu, hah?” geram Regent seraya menggeretakkan gigi. Dia juga menguatkan cengkeraman tangannya di pundak Cassey, berharap agar gadis keras kepala ini merengek dan meminta agar dilepaskan.


“Kalau kau memang berani ya sudah lakukan saja. Jangan hanya omongan saja yang kau besar-besarkan. Menjijikkan!”


Sial. Kenapa cengkeraman bajingan ini makin menguat saja? Kalau begini ceritanya lama-lama tulang di pundakku bisa remuk. Kau benar-benar k*parat, Regent. Beraninya hanya menyakiti kaum wanita saja. Huh.


“Kau akan sangat menyesal karena sudah memancing kemarahanku, Cassey. Tunggu saja, tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu nanti. Sekarang kau boleh-boleh saja meremehkan aku. Tapi nanti saat waktunya tiba, aku pastikan akan menangis dan mengemis ampun dariku. Ingat kata-kataku ini dengan baik, baby,” gertak Regent sebelum melepaskan cengkeraman tangannya. Setelah itu dia menarik nafas panjang, mencoba memadamkan api kemarahan yang hampir membuatnya lepas kendali.


Bulu kuduk di tubuh Cassey meremang setelah dia di ancam seperti itu oleh Regent. Sebagai seorang wanita, Cassey tentu saja memiliki rasa takut terhadap pria yang tak segan untuk menyakitinya ini. Kendati demikian, Cassey tetap berusaha untuk bersikap tenang. Setakut apapun dirinya sekarang, dia tidak akan membiarkan Regent mengintimidasinya. Tidak akan.


“Saat sampai di sana nanti kau jangan jauh-jauh dariku. Paham?” ucap Regent penuh nada peringatan.


“Cihhhh, siapa kau berani mengaturku. Kau bukan Ayah yang bisa memintaku untuk tidak melakukan ini dan itu. Jangan melewati batasan!” sahut Cassey enggan menuruti perkataan Regent. Enak saja.


“Kau!”


“Tutup mulutmu atau aku akan melompat dari dalam mobil ini. Sudah cukup kau membuatku muak, Regent!” teriak Cassey habis kesabaran.


Meski sangat ingin mengamuk, tapi Regent masih berusaha untuk sabar menghadapi sikapnya Cassey yang kian keterlaluan. Sungguh, Regent tak habis pikir kenapa dia bisa menyukai gadis segila Casandra.


Tidak apa-apa, Regent. Kau hanya perlu bersabar selama kurang lebih satu jam lagi sebelum semuanya menjadi milikmu. Dan nanti saat Cassey sudah berada di bawah kendalimu, puaskanlah keinginanmu untuk membalas apa yang telah dia lakukan selama ini. Bersabarlah.

__ADS_1


***


__ADS_2