The Devil JOVE

The Devil JOVE
28. Yang Pertama


__ADS_3

📢📢📢 Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


Franklin segera membukakan pintu saat bosnya ingin membawa Nona Casandra yang sudah terpengaruh obat perangsang masuk ke dalam mobil. Setelah itu Franklin mengirim pesan pada anak buahnya agar tidak membiarkan siapapun datang ke sana karena hal itu akan sangat mengganggu kesenangan bosnya. Sambil menikmati sebatang rokok, Franklin berjaga-jaga di luar. Dia acuh saja meski samar-samar Franklin mendengar suara erangan lirih dari dalam mobil. Sudah hal biasa. Namun, kali ini akan sedikit berbeda mengingat kalau wanita yang sedang berada di dalam mobil merupakan satu-satunya wanita paling istimewa yang pernah bercinta dengan bosnya. Kalian pasti sudah tahu sendiri bukan tanpa harus Franklin menjelaskan?


“Panas,” keluh Cassey.


“Lalu kau ingin aku melakukan apa?” tanya Jove sambil memandangi wajah Casandra yang tengah duduk di atas pangkuannya. Jujur, melihat wanita ini membuat sesuatu di diri Jove ikut merasa terbakar. Belum lagi dengan aroma tubuh Casandra yang begitu wangi, membuat pertahanan Jove seperti akan jebol hanya dalam sekali sentuh. Sungguh, Jove tidak bohong.


“Tubuhku seperti terbakar. Tolong aku,” jawab Cassey penuh harap. Dia kemudian mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir pria yang wajahnya tak bisa dia lihat dengan jelas. Persetan, sekarang Cassey hanya butuh pelepasan saja. Selain itu dia sudah tidak peduli apapun lagi.


Jove membiarkan Casandra melakukan apa yang di inginkannya. Menggunakan sebelah tangannya, Jove melepas ikat pinggang kemudian dia gunakan untuk mengikat kedua tangan Casandra. Jove kumat, dia terobsesi untuk menyakiti lawan mainnya. Namun ketika Jove akan melakukan hal yang sedikit lebih buruk dari sekedar mengikat tangan, dia tersadar kalau Casandra bukan wanita yang bisa sembarangan dia sakiti. Jove lalu mati-matian menahan diri untuk tidak memukul wajah cantiknya yang terlihat sangat amat menggoda. Agar tak terfokus lagi pada hal tersebut, Jove mengalihkannya dengan cara mengelus-elus punggung Casandra.


Halus dan juga lembut. Itu hal pertama yang Jove rasakan ketika tangannya menyentuh kulit punggung Casandra yang kala itu mengenakan gaun terbuka di bagian belakang. Sebenarnya Jove ingin sekali menciumi kulit yang lembut ini, tapi hal itu tidak bisa Jove lakukan sekarang karena bibirnya masih di kuasai oleh Casandra. Alhasil Jove hanya bisa berpuas diri dulu dengan cara membalas ciumannya tak kalah panas dan bergelora. Jove akui, selama ini dia bukanlah pria munafik yang tidak mudah tergoda pada wanita yang tengah bersamanya. Namun, bersama Casandra Jove seperti merasakan perasaan baru dimana dia mengaku kalah hanya dalam sekali sentuh. Casandra jadi seperti ini memang di sebabkan oleh obat perangsang yang di berikan oleh Regent. Akan tetapi rasa panas dan terbakarnya Jove seolah ikut merasakan juga. Gila bukan?


Sial. Aku tidak tahu kalau permainan Casandra akan sepanas ini, tapi aku juga tidak mungkin melakukannya secara langsung sekarang karena aku yakin ini pasti akan menjadi yang pertama untuk Casandra. Namun … brengsek. Aku sudah tidak sanggup menahannya lagi. Apa yang harus aku lakukan sekarang?


Sambil menggeram pelan, Jove dengan cepat membaringkan Casandra di kursi mobil. Jove menyerah, dia tak bisa bertahan lebih lama lagi. Masih sambil berciuman, Jove membuka satu-persatu kancing bajunya. Dia lalu memutuskan untuk melepaskan saja ikatan di tangan Casandra.

__ADS_1


“T-Tuan, tolong aku,” rintih Cassey lagi. Tubuhnya melemah, tapi ada gelenyar aneh yang memaksa Jessy untuk terus menyentuh tubuh pria yang tengah berada di atas tubuhnya.


“Kau yang memintanya, Casandra. Jadi jangan salahkan aku kalau nanti kau akan kesakitan,” bisik Jove.


“Lakukan. Lakukan, Tuan. Aku milikmu malam ini.”


Melihat kepasrahan Casandra membuat gairah di tubuh Jove semakin menggila. Tak mau membuang-buang waktu lagi, Jove pun memulai acara pembukaannya. Pertama-tama yang dia lakukan adalah menciumi seluruh bagian leher Casandra yang begitu putih dan juga jenjang. Dia sengaja berlama-lama di sana sehingga membuat Casandra kian merasa frustasi. Beruntung di luar ada Franklin yang berjaga. Jika tidak, bisa di pastikan suara erangan Casandra akan menarik banyak perhatian orang. Wajarlah, posisi Casandra sekarang sedang setengah tidak sadar akibat pengaruh obat. Jadi dia sama sekali tidak bisa berpikir jernih apakah perbuatannya sekarang bisa berakibat fatal atau tidak. Yang penting hanya satu, pelepasan. Ya, hanya ini yang Casandra inginkan sekarang.


“Casandra, kau membuatku gila, sayang,” bisik Jove sambil mengelus kulit tubuh Casandra. Matanya kini sudah diliputi luapan gairah, dan wajahnya pun sudah memerah. Keadaan ini menandakan betapa Jove benar-benar sudah dalam posisi siap mendayung di lautan luas.


“K-kalau begitu bawa aku gila bersamamu, Tuan. Aku … sudah tidak tahan lagi,” sahut Cassey lirih.


“Baiklah. Aku harap kau tidak menyesal nanti. Karena aku … tidak akan pernah melepaskanmu, apapun yang terjadi!”


“Rasamu memikat sekali, sayang. Aku tidak bisa bertahan lama,” keluh Jove yang kepayahan menghadapi rasa gila yang tengah mendera tubuhnya. Dia lalu meraup bibir Casandra dan menggigit gemas di bagian sudutnya. “Kau tahu, sayang. Malam baru saja di mulai. Dan aku tidak akan melepaskan kenikmatan ini begitu saja. Kau milikku, selamanya akan tetap milikku. Paham?”


“Ahhh, p-pahaamm,” sahut Cassey patuh.


“Ayo katakan kalau Casandra hanya milik Jove. Katakan!” desak Jove dengan suara serak. Gelombang itu sudah hampir tiba, dan Jove ingin Casandra mengakui kepemilikannya.


Cassey diam tak bisa menyahut. Pikirannya tidak fokus karena sedang terombang-ambing dalam badai yang begitu besar. Dan saking besarnya tubuh Cassey sampai menggigil. Dia kemudian memekik kencang saat badai besar itu datang menghantam, memporak-porandakan pertahanannya hingga lebur tak bersisa.

__ADS_1


Hossshh hosshh hosss


“Sayang, ayo cepat katakan kau milikku. Katakan Casandra. Katakan!” bisik Jove tak memberi kesempatan untuk Casandra beristirahat. Dia terus menghentak dengan kuat, memaksa agar Casandra segera melakukan apa yang dimintanya.


“Aku ….


Nafas Casandra tersengal. Dia sampai kesulitan bicara karena hentakan itu tak memberinya waktu untuk menarik nafas barang sejenak. Casandra kepayahan, tapi ini terlalu sayang jika harus di hentikan.


“Casandra!” geram Jove sambil mendengus kasar.


“A-aku milikmu,” sahut Casandra terengah-engah. “Casandra hanya miliknya Jove. Hanya miliknya Jove,”


“Good girl. You is mine. Kau milikku, sayang,”


Setelah mendapat pengakuan, Jove segera memacu tubuhnya sekuat mungkin agar bisa mendapatkan pelepasan yang menjadi candunya. Dia dan Casandra kemudian sama-sama memekik ketika badai itu datang bersamaan. Sungguh luar biasa. Tubuh keduanya kini telah di penuhi peluh yang membanjir.


“Aku lelah,” keluh Cassey. Kedua matanya menjadi berat setelah melewati dua pelepasan panjang yang sangat luar biasa. Cassey kehabisan tenaga.


“Tidurlah. Nanti aku akan membawamu istirahat ke hotel,” sahut Jove sambil terus memperhatikan wajah Casandra dari jarak dekat. Jove terpesona, sangat amat terpesona melihat rona merah di wajah wanita yang baru saja menjadi miliknya ini.


Menggunakan satu tangannya, Jove membelai kelopak mata Casandra hingga membuatnya terlelap. Jelas terlihat betapa wanita ini sangat kelelahan, tapi puas. Jove yang melihat Casandra tertidur dengan perlahan menarik miliknya keluar. Dia lalu menggeram pelan ketika sisa-sisa peperangan kembali menyulut rasa panas di tubuhnya.

__ADS_1


“Brengsek!”


***


__ADS_2