
Ala brudal style, Jove membawa Casandra masuk ke hotel melewati jalan khusus yang biasa dilewatinya. Di belakang Jove ada Franklin dan beberapa anak buahnya yang lain. Sementara Casandra, gadis itu tertidur dengan sangat lelap dalam gendongan pria yang barusaja merajut badai bersamanya. Sungguh, pemandangan yang sedang terjadi mirip dengan kisah-kisah mafia yang sering muncul di serial drama televisi. Namun bedanya karakter utama pria dari drama ini benar-benar adalah seorang mafia kakap yang merupakan seorang bandar narkoba. Dari sini kalian tentu bisa membayangkan sendiri bukan betapa ketatnya pengawalan yang terjadi di sana?
Ceklek
“Silahkan masuk, Tuan,” ucap Franklin mempersilahkan bosnya masuk setelah dia membukakan pintu kamar. Dia kemudian menundukkan kepalanya ketika bosnya akan lewat. Sopan santun itu perlu, apalagi saat ini bosnya tengah menggendong seorang wanita yang sangat berharga. Sudah pasti Franklin perlu untuk menjaga pandangan matanya.
“Ambilkan vodka untukku, Frank,” perintah Jove tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Casandra. “Aku ingin menemaninya sebentar sebelum kembali ke mansion.”
“Baik, Tuan Jove. Saya akan segera menyiapkan vodka yang anda minta.”
“Pergilah,”
Dengan sangat hati-hati Jove membaringkan Casandra di atas ranjang king size miliknya. Setelah itu Jove meregangkan tangan. Dia merasa tenaganya agak sedikit terkuras setelah tiga kali melakukan pelepasan hebat. Kenapa Jove menyebutnya hebat? Karena ini adalah kali pertama Jove marasakan percintaan yang begitu penuh dengan gairah yang menggebu-gebu. Selain karena dia yang memang sangat candu dengan suara d*sahan wanita, juga karena Casandra yang telah berhasil menyita perhatiannya. Jove sadar, sangat amat sadar kalau dia telah terjebak pesona gadis cantik ini. Dan tentunya bukanlah hal yang sulit bagi seorang Jove Lorenzo untuk membuang Casandra sejauh mungkin. Namun karena Casandra adalah satu-satunya pengecualian di dalam hidupnya, Jove memutuskan untuk membiarkan rasa ini terus berkembang. Dia bahkan telah mengganti tujuannya dimana awalnya Jove ingin menguasai Casandra seorang diri, memilih untuk membiarkannya hidup bebas. Jove tiba-tiba saja memiliki keinginan untuk menjalin asmara layaknya pasangan normal di luaran sana. Dan dia merasa penasaran sendiri bagaimana nanti dia akan mengatasi perasaan rindunya. Lucu sekali bukan? Seorang mafia tiba-tiba jatuh cinta pada wanita yang seharusnya menjadi tawanan pribadinya. Menggelikan, tapi ini fakta dan nyata.
“Casandra, aku sungguh penasaran bagaimana reaksimu nanti saat sadar kalau kau telah kehilangan keperawananmu. Dua kepribadianmu benar-benar membuatku ingin tahu apakah nanti kau akan menangis atau malah datang untuk menghajarku. Hmmmm,” gumam Jove seraya tersenyum kecil.
Membayangkan Casandra yang terlihat serius dan juga galak membuat rasa penasaran di diri Jove kian melonjak tinggi. Dia jadi tak sabar menantikan hari-harinya yang pasti akan sangat berbeda setelah mengenal putri dari keluarga Lin ini.
__ADS_1
Tak lama kemudian Franklin datang sambil membawa sebotol vodka dan juga gelas kristal di tangannya. Dia kemudian berjalan mendekat ke jendela dimana bosnya tengah berada. Sambil menuangkan vodka ke dalam gelas, Franklin menanyakan tentang keadaan bosnya. Jika biasanya rasa sakit di tubuh bosnya baru akan bereaksi saat bosnya bangun tidur setelah melakukan percintaan, untuk malam ini Franklin ingin mengetahui reaksinya lebih cepat.
“Tuan, maaf saya lancang. Saya penasaran dengan reaksi tubuh anda setelah menghabiskan waktu bersama Nona Casandra. Apakah anda merasa ada yang tidak nyaman?”
“Untuk saat ini keadaanku masih baik-baik saja, Frank. Tapi entah besok pagi. Jika memang benar Casandra adalah pemilik darah langka itu, harusnya aku akan tetap baik-baik saja. Andaikan tidak, aku tetap tidak akan melepaskannya. Aku sudah terlanjur terjerat pada pesonanya,” jawab jove dengan santai mengakui perasaannya. Namun jauh di lubuk hatinya, seratus persen Jove meyakini kalau Casandra adalah wanita yang di carinya. Dia yakin sekali akan hal tersebut.
“Apakah akan baik-baik saja jika anda terlalu jauh terjerat dalam pesona Nona Casandra, Tuan? Bukannya apa. Saya khawatir Nona Casandra akan menjadi kelemahan terbesar anda dalam menjalankan bisnis narkoba. Karena meskipun Nona Casandra adalah seorang pengusaha, bisnis yang dijalankannya sangat jauh berbeda dengan bisnis yang anda lakukan. Saya khawatir Nona Casandra akan terlukai suatu hari nanti!” ucap Franklin mengungkapkan kekhawatirannya. Wajarlah. Bosnya adalah mafia narkoba yang sampai saat ini masih berada di posisi paling unggul. Jadi bukan hal yang mustahil jika para musuh bosnya akan menjadikan Nona Casandra sebagai target untuk meruntuhkan kekuasaannya yang memang belum ada lawan.
Jove menghabiskan vodka dalam sekali teguk sebelum dia meminta Franklin untuk mengisinya kembali. Sambil memutar-mutarkan vodka di dalam gelas, Jove menjelaskan pada Franklin kalau dia sama sekali tidak mengkhawatirkan hal tersebut.
“Dari pandanganmu Casandra mungkin terlihat lemah dan mudah untuk di jadikan target empuk oleh para musuhku. Tapi Frank, jika kau memperhatikannya dengan lebih teliti justru wanita seperti Casandralah yang aku butuhkan untuk menjadi pendamping hidup. Kau ingin tahu apa sebabnya?” tanya Jove seraya menoleh ke samping.
“Casandra adalah Rapunzel yang begitu terobsesi dengan kebebasan dunia luar. Dia bisa saja menggila jika ada orang yang berani mengusiknya. Kalau kau tidak percaya, kau bisa membuktikannya sendiri nanti. Kau akan lihat bagaimana Casandra akan mengaum dengan kencang saat ada musuh yang datang mengganggunya!”
Franklin tampak menganggukkan kepala setelah dia melihat bagaimana bosnya begitu yakin kalau Nona Casandra bukan tipe wanita yang mudah di tindas. Lega, itu sudah pasti.
“Oya, Franklin. Apa kau sudah mengirimkan darah itu ke labolatorium?” tanya Jove. “Kau sebaiknya jangan menunda waktu lagi karena aku ingin segera menerima bukti apakah benar Casandra adalah orangnya atau bukan. Mengerti?”
__ADS_1
“Saya sudah memerintahkan orang untuk mengirimkan darah itu kepada Tuan Gerald, Tuan. Dan mungkin sebentar lagi darahnya sudah akan sampai di labolatorium Grisi,” jawab Franklin sembari melihat jam yang melingkar di tangannya.
Dan benar saja. Tepat ketika Franklin selesai bicara, ponsel di saku jasnya berdering. Segera dia menjawabnya karena itu adalah panggilan penting dari orang yang dia tugaskan untuk menghabisi si pembawa darah ke labolatorium.
“Franklin, darahnya barusaja di bawa masuk ke lab. Dengan cara apa kau ingin aku menghabisinya?”
“Tembak begitu dia keluar dari labolatorium. Setelah itu berikan mayatnya kepada orang-orang Grisi. Mereka sedang butuh banyak sukarelawan untuk mengambangkan temuan baru Nona Pamela,” jawab Franklin dingin. “Jangan lupa pastikan tidak ada yang pergi hidup-hidup dari sana selain dirimu. Karena jika masalah ini sampai bocor, kau akan berhadapan langsung dengan Tuan Jove. Paham?”
“Baiklah aku mengerti. Kalau begitu aku tutup dulu panggilannya.”
Franklin langsung menatap bosnya begitu panggilan terputus. Dia kemudian melaporkan kabar yang baru saja di dengarnya.
“Tuan, darah Nona Casandra sudah tiba di labolatorium Grisi. Dan sekarang orang kepercayaan kita akan langsung menghabisi si pembawa darah tersebut!”
“Good job. Pastikan semuanya berjalan dengan baik, Frank,” sahut Jove kemudian berbalik menuju ranjang. Sebelum duduk, Jove menghabiskan vodka yang ada di dalam gelas. Baru setelahnya dia duduk sambil membelai wajah Casandra yang terlihat kelelahan. “Sayang, malam ini kau akan tidur sendirian di hotel. Dan terima kasih, candumu berhasil membuatku gila. Segeralah bangun agar aku bisa melihat seperti apa reaksimu nanti setelah melihat video percintaan kita yang begitu panas di dalam mobil. Aku tidak sabar menyaksikan kemurkaanmu.”
Jove mendekatkan wajahnya ke depan wajah Casandra kemudian mengecup bibirnya penuh perasaan. Kali ini tidak ada *******, dia hanya diam membiarkan bibirnya menempel dengan bibir Casandra yang berwarna merah muda alami. Setelah puas, Jove segera melangkah keluar dari dalam kamar tersebut yang langsung di ikuti oleh Franklin. Sesampainya di luar kamar, Franklin meminta beberapa penjaga untuk tetap berada di sana agar bisa terus mengawasi kamar Nona Casandra.
__ADS_1
***