The Devil JOVE

The Devil JOVE
14. Sampah Masyarakat


__ADS_3

Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Jove menggeram penuh kepuasan setelah menuntaskan hasratnya pada seorang model yang tengah naik daun. Dan betapa beruntungnya Jove karena wanita ini ternyata memiliki keinginan yang sama sebelum mereka bercinta, yaitu saling menyakiti. Hasrat Jove sangat terpuaskan, sangat amat puas hingga bisa membuatnya melupakan kekesalan terhadap racun yang diidapnya.


Sembari bergerak turun dari atas tubuh si wanita, Jove terus saja menghembuskan nafas kasar. Kali ini dia terbebas dari tugas yang diberikan oleh Pamannya dimana Jove diminta untuk mengambil cairan milik wanita yang ditidurinya guna untuk melakukan penelitian. Agak menjijikkan memang, tapi Jove harus tetap melakukannya demi agar dirinya bisa sembuh.


“Tuan Jove, terima kasih banyak karena malam ini aku benar-benar sangat puas dengan permainanmu. Dan maaf jika aku menyakitimu. Itu semua terjadi karena aku terlalu menikmati permainan kita,” ucap si wanita sambil merapihkan rambutnya yang berantakan.


“Hmmm, ternyata bukan hanya tubuhmu saja yang terasa manis, tapi kata-katamu juga,” sahut Jove.


“Mau bagaimana lagi, Tuan. Wanita sepertiku hanya bisa bertahan hidup dengan cara seperti ini. Dunia luar mungkin menilaiku sebagai seorang model yang begitu menjaga attitude. Namun sebenarnya aku hanyalah sampah masyarakat yang selalu bergantung hidup dari belaian para laki-laki kaya sepertimu. Andai ada pilihan, aku tidak akan mau menjadi wanita yang seperti ini. Tapi apa mau di kata. Dunia ini keras. Hanya bagi mereka yang kuat dan berkuasa saja yang mampu bertahan hingga akhir. Sedangkan aku? Mendapatkan sesuap nasi saja aku sudah sangat bersyukur. Benar tidak?”


Kata-kata wanita ini sedikit banyak menyentuh perasaan Jove. Model ini cukup berbeda dari kebanyakan model yang pernah tidur dengannya. Akankah wanita ini adalah orang yang sedang di carinya? Karena penasaran, Jove membuka laci meja kemudian mengambil sebuah pisau dari sana. Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun Jove menggores lengan wanita tersebut kemudian membiarkan darah menetes keluar. Setelah itu Jove membuang asal air yang ada di dalam gelas lalu menggunakan gelas tersebut untuk menampung darah yang terus menetes dengan derasnya.


“Berapa uang yang akan aku terima setelah kau mengambil darahku tanpa izin, Tuan Jove?” tanya si wanita dengan ekpresi wajah yang biasa-biasa saja meski lengannya dengan sengaja dilukai.


“Berapa yang kau inginkan?” sahut Jove balik bertanya.

__ADS_1


“Tidak banyak. Cukup untukku bertahan hidup selama bertahun-tahun tanpa harus sibuk bekerja,” jawab si wanita sambal terkekeh pelan. Setelah itu dia diam memperhatikan lengannya yang terluka. “Tuan Jove, apa kau memiliki pekerjaan yang sedikit lebih layak dari sekedar menjadi pemuas n*fsu berkedok seorang model? Aku sudah sangat lelah menjalani kehidupan palsu seperti sekarang. Aku ingin bebas seperti wanita lainnya. Adakah?”


Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Jove terlebih dahulu mengobati luka di lengan wanita ini. Tak lupa Jove menyimpan darah itu ke dalam kulkas khusus yang ada di dalam kamar sebelum nanti Franklin akan mengirimnya ke lab milik sang paman. Meski tak mengenakan pakaian, Jove tidak merasa malu sedikitpun ketika wanita itu terus menatapnya lekat. Dia malah dengan sengaja memamerkan bentuk tubuhnya yang memang sangat atletis.


“Haihh, permainanmu memang sangat keren, Tuan. Akan tetapi aku sudah tidak tertarik lagi meski kau berlalu-lalang tanpa pakaian di hadapanku. Di mataku semua laki-laki itu sama. Hanya uang yang membedakan!”


“Aku suka kejujuranmu. Lalu … pekerjaan apa yang kau inginkan?” tanya Jove yang entah mengapa menyukai sikap terus terang dari wanita ini.


“Entahlah. Dunia sudah terlanjur mengenalku sebagai seorang model yang bisa di pakai untuk memuaskan n*fsu para pria hidung belang. Hidup biasapun sepertinya akan sia-sia saja karena aku pasti akan menanggung hujatan hina dari semua orang. Dan juga managerku tidak akan mungkin melepaskanku begitu saja. Aku adalah sapi perahnya, mustahil dia membiarkanku hidup dengan tenang,” jawab si wanita lirih. Raut wajahnya terlihat sangat menyedihkan, seolah ingin mengatakan kalau hidup yang dijalaninya sangatlah berat.


“Apa kau ingin aku menghabisi managermu itu?”


“Bisakah?”


Jove menyeringai. Dia menyambar ponselnya yang berada di atas meja kemudian menghubungi Franklin. Segera dia memberikan perintah begitu Franklin menjawab panggilannya. “Habisi manager wanita ini. Dia sampah yang bisanya hanya menindas kaum wanita. Apapun yang bisa dijadikan uang, jual. Wanita ini berhak atas hasil tersebut. Paham?”


Klik. Panggilan terputus. Jove meletakkan kembali ponselnya ke atas meja kemudian dia mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Sambil menyender ke kepala ranjang, Jove mengajak wanita ini untuk kembali berbincang. Instingnya mengatakan kalau wanita ini sudah berada di puncak paling gelap hidupnya. Atau anggaplah kalau wanita ini sudah terkunci di dalam ruang keputus-asaan. Kasihan sekali bukan?


“Yang harusnya mati sebentar lagi akan segera mati. Apalagi yang kau inginkan?”


“Tidak ada,” jawabnya.


“Jadi?”


“Aku hanya ingin hidup normal dan kembali ke keluargaku lagi. Namun itu semua tidak mungkin kulakukan karena wajahku sudah terekam di kepala banyak orang. Keluargaku pasti akan merasa sangat terbebani jika mereka tahu kalau selama ini uang yang aku dapatkan adalah hasil dari menjual diri. Semuanya sulit bagiku, Tuan. Masa depanku hancur oleh tipu muslihat manager bajingan itu. Andai saja aku tidak pernah mempercayai ucapannya, saat ini aku pasti sedang menjalani hari-hariku dengan penuh kebahagiaan. Sayang, nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Aku bisa apa,”

__ADS_1


“Pilihlah dokter bedah terbaik lalu gantilah wajahmu dengan wajah yang baru. Dengan begitu kau bisa kembali lagi ke keluargamu. Kalau itu masih belum cukup, anak buahku akan membawamu beserta keluargamu pergi jauh dari negara ini di mana tidak ada orang yang mengenali kalian. Jangan khawatir soal uang. Anggap ini sebagai harga dari darah milikmu,” ucap Jove tanpa ragu membantu wanita ini keluar dari permasalahannya. Akan tetapi jika wanita ini sampai bersikap serakah, maka malam ini akan menjadi malam terakhirnya hidup di dunia.


Wanita itu nampak tercengang kaget mendengar ucapan Jove. Mulutnya sampai ternganga lebar, tak percaya kalau pria yang baru saja menidurinya bersedia mengulurkan tangan untuk membantunya keluar dari masalah. Luar biasa sekali bukan?


“Tuan Jove, apa ucapanmu sungguhan? Kau … kau akan membantuku agar bisa berkumpul kembali dengan keluargaku? Ini aku tidak salah dengarkan?”


“Apa aku terlihat seperti seorang pembohong?” tanya Jove sarkas.


“Bukan, bukan seperti itu maksudku. Ya Tuhan, kau benar-benar akan membantuku?”


“Ya. Dan kesempatan ini hanya datang sekali seumur hidupmu.”


Greeep


Seulas senyum tipis muncul di bibir Jove saat wanita ini menghambur ke pelukannya. Tak lama setelah itu Jove mendengar suara isak tangis kecil dari mulut wanita ini. Mungkin wanita ini merasa terharu akan apa yang dia lakukan, makanya dia menangis.


“Hiksss, Tuan Jove. Ternyata yang di katakan orang-orang tentangmu itu tidaklah benar. Mereka bilang kau adalah orang yang sangat kejam, tapi pada kenyatannya kau adalah orang yang begitu baik. Terima kasih banyak karena kau sudah bersedia memberiku bantuan. Aku sungguh berhutang budi padamu.”


“Aku membantumu bukan karena aku baik, tapi itu sebagai imbalan karena aku sudah mengambil darahmu. Dan satu hal lagi, aku tidak sebaik yang kau pikir. Kau hanya sedang beruntung saja karena bisa terlepas dari kematian,” sahut Jove enggan di anggap baik oleh wanita ini. Tangannya penuh darah dan dosa, Jove tidak pantas menerimanya.


“Apapun itu kau tetap orang baik bagiku. Terserah apa anggapan orang-orang, berkatmu aku bisa kembali berkumpul dengan keluargaku.”


Jove diam memperhatikan wanita itu yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa pakaiannya. Tanpa sadar Jove tersenyum.


Malam ini aku telah membiarkan dua orang selamat dari kematian. Hmmm, kira-kira hal baik apa yang akan aku terima di kemudian hari? Aku penasaran.

__ADS_1


***


__ADS_2