The Devil JOVE

The Devil JOVE
16. Bioteknologi CL Group


__ADS_3

Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Braakkkk


Dom yang masih terlelap di atas ranjang langsung terbangun saat ada yang mendobrak pintu kamarnya. Dia yang kala itu tidur bersama dua orang wanita cepat-cepat menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya begitu melihat Franklin datang bersama Jove. Meski kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, tapi Dom bisa merasakan kalau kemunculan dua orang ini membawa amarah yang sangat besar. Hal itu jelas terlihat dari betapa dinginnya ekpresi di wajah kedua mafia kejam ini. Sungguh pagi yang sangat sial. Haihhh.


“Wow, enak sekali hidupmu. Dengan santainya kau bersenang-senang dengan para p*lacur itu di saat bisnisku hampir saja gagal. Menjijikkan!" sindir Jove sambil menatap bosan ke arah Dom. Dia lalu menoleh ke arah lain saat para p*lacur itu mulai meringik ketakutan.


“Bisnis anda gagal? Bagimana bisa?” tanya Dom kaget.


“Tentu saja bisa karena kami salah mempekerjakan anjing to lol sepertimu!” sergah Franklin dengan sangat kasar. Dia lalu berjalan menuju ranjang. Malas mendengar deru nafas ketakutan dari dua orang wanita yang tidur dengan Dom, Franklin dengan kasar menjambak rambut keduanya lalu menyeret mereka hingga jatuh terduduk di lantai. Tak puas sampai di sana, Franklin melayangkan pukulan masing-masing satu tamparan di pipinya.


“Franklin, apa-apaan ka ….


Bughhhhh

__ADS_1


Dom jatuh tersungkur dari atas ranjang setelah Franklin meninju wajahnya dengan sangat kuat. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang terasa pusing, Dom menyeka darah yang menetes keluar dari hidungnya. Sial. Berani sekali Franklin melakukan penyerangan di wilayahnya sendiri. Cari mati.


“Apa? Ingin memanggil anak buahmu, hem?” tanya Franklin ketika melihat Dom yang ingin berteriak memanggil anak buahnya. “Terlambat. Semua anak buahmu sudah mati di tanganku.”


“Brengsek! Apa mau kalian sebenarnya hah!” teriak Dom emosi. Dadanya sampai bergerak naik-turun saking kesalnya melihat kelakuan Jove dan Franklin.


Terdengar helaan nafas panjang dari mulutnya Jove saat Dom berteriak dengan lantang. Dom yang mendengar suara tarikan nafas itupun langsung terdiam dengan mulut terkatup rapat. Gawat, Jove tersinggung. Ini bukan hal yang baik.


“Transaksiku hampir saja gagal karena polisi yang kau percayai telah berkhianat. Dia membocorkan rute yang akan dilewati anak buahku saat membawa opium dari pelabuhan. Dan kau tahu, Dom. Ratusan juta dollar hampir melayang dari tanganku jika saja aku tidak bergerak cepat menangani masalah ini!” ucap Jove dingin. Dia lalu menatap nyalang ke arah Dom yang terduduk di lantai bersama kedua wanitanya. “Kau membuatku kecewa. Karenanya aku tidak akan pernah memberimu barang itu lagi. Paham kau!”


“Ta-tapi ….


Sebelum sempat Dom menyelesaikan ucapannya, Jove dan Franklin sudah lebih dulu pergi dari sana. Mereka kemudian bergerak menuju CL Group karena siang ini ada pertemuan penting antara Jove dengan beberapa investor dari luar negeri. Oya, selain meneruskan bisnis ayahnya sebagai bandar narkoba, Jove juga memimpin CL Group beserta dengan saham-saham milik ibunya. Mungkin jika di perusahaan lain masih ada yang namanya direktur, CEO, wakil presdir, atau apalah itu. Di CL Group, Jove Lorenzo adalah bos besarnya. Dia satu-satunya pemilik dari seluruh harta kekayaan milik kedua orangtuanya. Jadi kalian bisa bayangkan sendiri bukan betapa Jove sangat kaya raya? Atau ibarat kata, dunia berada di genggaman tangannya. Itu pasti.


Jove mengangguk samar. Ketika dia melewati salah satu direktur keuangan CL Group, langkah Jove terhenti. Dia menatap lama ke arah orang ini sebelum akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri.


“Aku memerintahkanmu mengurus pekerjaan di luar kota bukan untuk bersenang-senang. Jika proyek ini sampai gagal, bersiaplah untuk mati dengan cara yang tak pernah kau bayangkan. Mengerti?”


“M-me-mengerti, Tuan Jove. S-saya mengerti.”


Franklin menyeringai puas menyaksikan bagaimana orang itu gemetar ketakutan setelah menerima teguran dari bosnya. Jangan dikira karena bosnya jarang datang ke kantor lantas para pegawai CL Group bisa bertindak sesuka hati. Mereka salah jika berpikir demikian karena pada kenyataannya bosnya selalu memantau perkembangan bisnis di perusahaan ini. Hanya ketika ada hal-hal penting saja bosnya baru akan menampakkan diri seperti sekarang. Dan bagi para pegawai yang bermasalah, bersiaplah untuk berurusan dengan kemarahannya.


Ting

__ADS_1


Jove masuk ke dalam lift dengan diikuti oleh Franklin dan para bawahannya yang lain. Di dalam sana tidak ada satu orangpun yang berani mengangkat wajah mereka, terkecuali Franklin tentunya. Aura yang keluar dari dalam tubuhnya Jove sangat mengintimidasi, seolah mampu memberikan tekanan kuat tanpa harus dia berkata-kata.


“Tuan Jove, terjadi masalah dengan klien yang akan anda temui hari ini,” ucap Franklin melaporkan informasi yang baru saja di terimanya. “Tuan Zian dari EH Group menyatakan ada masalah dengan kerjasama perusahaan kita. Dia menunda penandatanganan kontrak dengan BioTeknologi CL Group dalam kurun waktu yang tidak bisa di tentukan!”


“Semendadak ini?”


Jove tidak langsung keluar dari dalam lift saat pintunya terbuka. Dia memilih untuk tetap di dalam, terlanjur kesal setelah mendengar laporan Franklin. “Apa perusahaan mereka berniat mempermainkan aku?”


“Saya sudah meminta seseorang untuk menyelidiki penyebabnya, Tuan. Namun di dalam informasi ini tertulis kalau satu-persatu organisasi mulai menarik saham mereka dari bisnis BioTeknologi ini. Hanya jika CL Group bersedia untuk bekerjasama dengan Omari Group, mereka baru akan menanamkan kembali saham yang sudah mereka tarik!” jawab Franklin. Dia lalu menatap bosnya. “Ada persekongkolan di sini, Tuan. Salah satu perusahaan mencoba menghasut para investor agar perusahaan kita gagal mengembangkan bisnis BioTeknologi yang di gadang-gadang akan mengguncang perusahaan penyedia pangan di negara ini. Dan salah satu perusahaan yang akan terkena dampak dari keberhasilan BioTeknologi itu sendiri adalah Omari Group. Pemiliknya bernama Tuan Regent, anak dari saudara tiri Tuan Cadenza, pemilik L Group!”


“L Group?”


Menarik. Bahkan perusahaan milik wanita tangguh itu ikut terhubung dalam masalah ini. Apa jangan-jangan kecelakaan wanita itu sengaja dilakukan untuk menarik perhatianku? Hmmmm,


“Benar, Tuan. L Group saat ini di pimpin oleh Nona Casandra, satu-satunya penerus di keluarga Lin. Kabarnya Tuan Regent menyukainya, dan besar kemungkinan mereka membangun koneksi untuk sama-sama menjatuhkan perusahaan kita. Haruskah saya menghancurkan keduanya, Tuan?” tanya Franklin.


“Jangan dulu. Aku sedikit ragu kalau L Group ikut terlibat dalam masalah ini. Bisnis mereka tidak sama dengan bisnis yang sedang menjadi masalah sekarang. Jadi lebih baik kau tunggu saja hasil penyelidikannya kemudian segera laporkan padaku. Jika memang benar L Group terbukti terlibat, aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghancurkan perusahaan itu!” jawab Jove mencegah Franklin agar tidak menyentuh perusahaan milik Casandra.


Bukannya apa, Jove agak sedikit penasaran pada wanita itu jadi dia berniat untuk sedikit memperhatikannya. “Karena pertemuan ini gagal, kita kembali saja ke mansion. Tidak ada gunanya kita berada di sini!”


“Baik, Tuan!” sahut Franklin patuh. Dia lalu menekan tombol lift menuju lantai bawah tanpa mempedulikan para pegawai yang saat itu berada dalam satu lift yang sama dengannya.


***

__ADS_1


__ADS_2