The Devil JOVE

The Devil JOVE
18. Hidup Terkekang


__ADS_3

Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Cadenza dan Elzavat menatap seksama ke arah Cassey yang tengah bertopang dagu setelah diberitahu kalau dia akan pergi bersama Regent untuk menghadiri acara di EH Group. Setelah berdiskusi dengan serius, Cadenza akhirnya memutuskan kalau Cassey akan dia izinkan untuk pergi. Alasannya satu, demi kesopanan. Walaupun Cadenza banyak menutup akses untuk berhubungan dengan dunia luar, dia sebenarnya sangatlah ingin melihat Cassey hidup bahagia. Namun karena keistimewaan keluarganya, Cadenza terpaksa membatasi pergaulan Cassey semenjak putrinya ini lahir ke dunia. Mau bagaimana lagi. Darah emas harus tetap dipelihara, dan hal ini tidak boleh sampai berakhir. Begitulah pesan turun-temurun dari para leluhur keluarga mereka.


“Ayah, Ibu. Memangnya tidak ada manusia lain yang jauh lebih baik lagi daripada si mesum itu apa?” tanya Cassey agak keberatan jika harus pergi bersama Regent. Cassey memang sangat ingin menghadiri acara-acara seperti itu, tapi jika harus pergi dengan sampah menjijikkan itu … jujur, dia agak malas. “Aku sebegini cantiknya. Haruslah seorang pangeran tampan dan berkarisma yang mendampingiku datang ke acara itu. Kenapa Ayah malah mengirimku pergi bersama dengan manusia menjijikkan seperti Regent. Menyebalkan sekali!”


“Cassey, jangan bicara seperti itu. Regent sepupumu, hargailah dia,” sebut Elzavat mencoba menasehati putrinya dengan sabar. Semua orang di keluarga ini tahu kalau putrinya sangatlah membenci Regent. Entah apa alasannya, tidak ada yang tahu dengan pasti.


“Sepupu yang tidak resmi lebih tepatnya. Ibu jangan lupa kalau Ayah dan Ayahnya Regent itu hanya saudara tiri, jadi jangan selalu memintaku untuk menghargainya. Asal Ibu tahu ya. Regent itu tidak sesopan yang kalian kira. Dia kucing garong!”


Elzavat terperangah kaget mendengar julukan yang dilayangkan Cassey untuk Regent. Kucing garong, Ya Tuhan. Anak ini memang tidak lawannya dalam hal berkata cetus. Terkadang Elzavat sampai bingung sendiri memikirkan darimana Cassey mempelajari kosakata seperti ini. Sungguh.


“Kau itu adalah penerus keluarga Lin, Cassey. Janganlah seperti itu cara bicaramu. Itu tidak sopan namanya!” tegur Cadenza. Dia lalu menghela nafas panjang. “Ayah tahu kau tidak terlalu menyukai Regent. Namun Ayah percaya dia pasti bisa menjagamu di sana. Menurutlah.”

__ADS_1


“Apa Ayah bilang? Tidak terlalu menyukai Regent? Hah, sulit dipercaya. Aku bahkan sangat amat tidak menyukai manusia yang bernama Regent-Regent itu!” sahut Cassey sambil berkacak pinggang. Emosinya selalu naik ke level paling tinggi setiap kali membicarakan manusia mesum satu itu.


“Cassey, kau ….


“Ayah, sudahlah. Aku bosan melihat Ayah yang selalu saja membela Regent!”


Setelah berkata seperti itu Cassey langsung pergi dari ruang makan. Tanpa banyak kata Cassey berjalan keluar menuju parkiran. Dia mau pergi jalan-jalan, tak peduli meski dia akan di hadang penjaga sekalipun.


“Nona Casandra, anda mau pergi kemana?” tanya seorang penjaga sambil menahan pintu mobil yang ingin dibuka oleh anak majikannya yang bar-bar ini.


“Jangan coba-coba menghalangiku atau aku akan menelanmu hidup-hidup. Awas!” sergah Cassey.


“Nona, terakhir kali anda menyetir mobil sendiri anda berakhir masuk ke rumah sakit. Jadi biarkan saya saja yang mengemudikan mobil untuk anda. Oke?”


“Itu sudah menjadi kewajiban saya untuk memastikan keselamatan anda, Nona Casandra. Tuan Cadenza mempekerjakan saya sebagai asisten pribadi anda, jadi keselamatan anda adalah tanggung jawab saya. Mohon kerjasamanya!” ucap Fidel sembari menundukkan kepalanya dengan sopan.


Cassey mendengus kasar. Alhasil dia dengan sangat terpaksa pergi dengan dikawal oleh Fidel, asisten kepercayaan yang ditunjuk langsung oleh sang ayah. Oya, sedikit pemberitahuan. Mungkin kalian mengira kalau sikap Cassey kekanak-kanakkan. Ya, dia akui itu. Namun sikap berbeda akan muncul saat Cassey sedang memposisikan diri sebagai wakil direktur di L Group. Dia yang kekanakan akan berubah menjadi serius dan tegas jika sudah berhubungan dengan pekerjaan. Cassey menjadi seperti ini karena dia stress menghadapi kekangan dari keluarganya yang sangat luar biasa posesif. Atau anggaplah sikapnya yang seperti ini adalah karena dia yang sulit sekali mendapat kebebasan. Cassey menderita dari dalam.


“Kita akan pergi kemana, Nona?” tanya Fidel saat mobil mulai bergerak menuju jalanan kota. Dia lalu melirik ke kursi belakang untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh anak majikannya. Fidel kemudian tersenyum, merasa lucu ketika mendapati seorang gadis cantik tengah cemberut dengan pipi menggembung seperti ikan buntal. Etsss, kalian jangan berpikir kalau Fidel menyukai anak majikannya sendiri ya. Itu tidak mungkin. Fidel hanya mengagumi sosok Casandra Lin yang bisa memiliki dua kepribadian dalam kesehariannya. Sikapnya sungguh sangat menghibur di kala rasa lelah datang melanda.


“Fidel, lusa malam nanti Ayah memintaku menghadiri pesta ulang tahun perusahaan milik Tuan Zian. Menurutmu apakah penting untukku pergi kesana?” tanya Cassey. Bersama Fidel, Cassey bebas menjadi diri sendiri. Termasuk menjadi gadis manja sekalipun. Fidel yang paling mengerti dirinya.

__ADS_1


“Bukankah memang hal semacam ini yang selalu anda nanti-nantikan, Nona?” sahut Fidel balik bertanya.


“Memang betul. Akan tetapi Ayah memintaku datang kesana bersama Regent. Kau tahu bukan kalau aku sangat membenci ulat bawang satu itu. Setiap kali melihatnya, aku selalu merasa seperti sedang ditelanjangi. Dia sangat mesum, aku jijik sekali padanya!” jawab Cassey dengan jujur. Dia lalu memajukan tubuhnya ketika melihat ada penjual makanan di pinggir jalan. “Fidel, belikan aku makanan itu ya. Aku tidak sempat makan apapun tadi. Ayah merusak moodku.”


Fidel menghela nafas. Ini pertanda buruk. Tuan Cadenza pernah berpesan padanya agar jangan membiarkan Nona Casandra sembarangan membeli makanan. Hal itu dikhawatirkan akan merusak kemurnian yang ada di tubuhnya. Namun, mampukah Fidel menolak keinginan dari wanita cantik yang tengah mengedip-ngedipkan mata sambil menatapnya dari samping? Fidel rasa tidak.


“Hanya sedikit,”


“Ck, kau pelit sekali. Kalau cuma sedikit mana mungkin aku bisa kenyang, Fidel. Jangan takut, nanti aku akan langsung mengganti uangmu. Ayolah Fidel, aku lapar sekali,” rengek Cassey tak putus asa membujuk Fidel agar bersedia mengabulkan keinginannya.


“Baiklah.”


Cassey memekik kesenangan sambil bertepuk tangan saat Fidel menepikan mobil. Seperti seorang tahanan, Cassey mengintip dari balik kaca melihat Fidel yang tengah membeli makanan yang masih mengepulkan asap. Sambil memperhatikan hal tersebut, tiba-tiba saja Cassey meneteskan air mata. Dunia seindah dan seluas ini kenapa dia tidak bisa menikmatinya dengan bebas? Jika keistimewaan yang Cassey miliki membuat hidupnya menjadi tidak bahagia, Cassey memilih untuk tidak mempunyai kelebihan apa-apa. Rasanya pasti akan sangat bahagia jika bisa melakukan apapun sesuka hati. Benar tidak?


Tok tok tok


“Nona, ini jagung rebusnya,” ucap Fidel sembari mengetuk kaca jendela mobil. Biji matanya hampir terbang keluar saat mendapati wajah anak majikannya bersimbah air mata. “Astaga, Nona Casandra. Apa yang terjadi? Kenapa anda menangis?”


“Fidel, terima kasih sudah bersedia menjadi pengkhianat demi diriku. Jika bukan denganmu, aku pasti tidak akan pernah diizinkan membeli makanan di pinggir jalan seperti ini. Tolong selalu bersamaku ya. Temani aku mencaritahu apa saja isi di dunia ini,” ucap Cassey sembari menerima jajanan yang disodorkan oleh Fidel. Dia lalu memejamkan mata saat mencium aroma wangi dari makanan tersebut. Masih dengan meneteskan air mata, Cassey pun mulai menikmati jagung rebus tersebut. Membiarkan Fidel menatapnya dengan pandangan iba serta prihatin.


Nona Casandra, hanya karena jagung rebus anda sudah seterharu ini. Padahal diluaran sana ada banyak sekali orang yang menyia-nyiakan waktu mereka secara percuma. Andai saja mereka tahu di sini ada anda yang begitu ingin menikmati kebebasan, saya yakin mereka pasti akan lebih menghargai kehidupan. Hmmmm.

__ADS_1


***


__ADS_2