The Devil JOVE

The Devil JOVE
8. Aku Casandra,


__ADS_3

Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


Di sebuah kamar rumah sakit, terlihat seorang wanita tengah berbaring dengan kepala terbungkus perban. Nampak luka gores menghiasi kulit tangan dan kakinya yang putih mulus. Namun aneh, wajah wanita tersebut sama sekali tak menunjukkan raut kesakitan. Malah ekpresi di wajahnya terkesan datar bak tidak terjadi apa-apa.


Ceklek


“Wow wow wow. Kau sungguh sangat luar biasa, Cassey. Aku pikir kecelakaan itu telah merenggut nyawamu, ternyata tidak ya!” ucap Regent seraya bertepuk tangan begitu masuk ke dalam ruangan. Dia lalu melangkah mendekati sepupunya yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit setelah mengalami kecelakaan. Regent kemudian terkekeh. “Kau tahu, Cassey. Kalau saja kita terlahir bukan sebagai sepupu, aku mungkin sudah menikahimu sejak dulu. Kegigihanmu benar-benar membuatku merasa begitu takjub. Kau luar biasa, baby.”


“Cihhhh. Menjijikkan!”


Casandra Lin, atau yang biasa di panggil Cassey, nampak berdecih jijik saat Regent, anak dari pamannya, bicara dengan begitu percaya diri. Tanpa menghiraukan tubuhnya yang sedang terluka, Cassey bangun dari tidurnya lalu menatap tajam ke arah Regent. Sambil bersedekap tangan, Cassey membalas perkataannya dengan sindiran yang cukup menohok. “Sekalipun hanya tersisa kau sebagai satu-satunya pria di dunia ini, dibunuhpun aku tidak akan sudi menikah denganmu. Kau ingin tahu kenapa?”


“Kenapa?”


“Karena aku Casandra,” ucap Cassey dingin. “Asal kau tahu saja, aku tidak butuh raja hanya untuk menjadi seorang ratu. Itu artinya bajingan sepertimu sampai kapanpun tidak akan pernah pantas memilikiku. Paham?”


Sorot mata Regent menggelap. Dia lalu membungkukkan tubuh, sengaja mensejajarkan wajahnya agar bisa menatap Cassey dari dekat. Sungguh, kecantikan wanita ini membuat Regent gila. Namun keangkuhan yang selalu Cassey tunjukkan selalu berhasil menghidupkan jiwa pembunuh di diri Regent.


“Cassey, tidakkah kau sadar kalau sikapmu telah merendahkan harga diriku?” tanya Regent.


“Aku sadar. Dan aku memang sengaja melakukannya. Kenapa? Apa kau merasa keberatan direndahkan olehku?” jawab Cassey penuh nada menantang. “Regent, otakmu sakit. Jangan kau kira aku tidak tahu kalau kecelakaan yang kualami adalah perbuatanmu. Kau marah karena aku menolak proposal yang di ajukan oleh anak perusahaanmu. Aku benar ‘kan?”


“Hmmmm, seperti biasa. Kau selalu menjadi yang paling pandai dalam memahamiku. Dan inilah kenapa aku begitu tergila-gila padamu, Cassey sayang. So … tidak ada salahnya bukan kalau kita menikah? Lagipula kedua orangtua kita bukan saudara kandung, jadi harusnya hubungan kita sah-sah saja di mata dunia. Bagaimana? Apa kau bersedia menjadi ratuku?”


Setelah berkata seperti itu dengan kasar Regent mencengkeram dagu Cassey. Antara n*fsu dan keserakahan, kedua hal inilah yang memenuhi pandangan Regent sekarang. Regent memang dibuat gila oleh kecantikan Cassey, tapi dia juga hampir gila mengimbangi kekeraskepalaan Cassey yang entah kenapa tak pernah bersedia menikah dengannya. Padahal jika mereka bersatu, maka perusahaan mereka akan bertambah menjadi semakin besar, bahkan bisa mengalahkan CL Group yang di pimpin oleh Jove Lorenzo. Namun, Cassey begitu sulit di taklukkan. Sudah berbagai cara Regent lakukan, termasuk mencelakainya seperti ini. Tapi gadis ini tetap saja keras kepala.

__ADS_1


“Heh, selain bodoh ternyata kau juga sudah pikun. Bukankah tadi aku sudah bilang kalau untuk menjadi ratu, aku tidak butuh kehadiran seorang raja. Apalagi raja sejenis bajingan busuk sepertimu. Sampai kapanpun aku tidak akan sudi menjadi istrimu. Paham kau!” ejek Cassey tanpa merasa takut sedikitpun.


“CASSEY!!!”


“Jangan berteriak di depan wajahku, k*parat. Brengsek!” umpat Cassey membalas perlakuan kasar Regent dengan cara mendorong wajahnya hingga terdongak ke belakang. Setelah itu Cassey mencabut paksa selang infus yang terpasang di tangan kirinya. Tanpa mempedulikan darah yang menetes keluar dari tangannya, Cassey menempelkan ujung jarum ke arah dadanya. “Pergi, atau aku akan membuatmu berada dalam kesulitan. Kau tahu aku gila bukan?”


“Kau mengancamku?” geram Regent sambil mengepalkan kedua tangannya.


“Satu!”


“Cassey!”


“Dua!”


Cassey menyeringai. Dan di hitungan ketiga, dia benar-benar menancapkan jarum tersebut ke dadanya. Apa kalian berpikir Cassey adalah wanita psycho yang tidak ragu menyakiti dirinya sendiri? Jawabannya bukan. Ini menyakitkan, sangat malah. Namun Cassey harus melakukannya karena dia sudah sangat muak menghirup udara yang sama dengan sepupunya yang tidak tahu malu ini.


“Tiga!”


“Kau gila, Cassey!” teriak Regent syok.


Frustasi, Regent mengacak rambutnya sendiri sambil melirik darah yang mulai merembes keluar dari dalam baju rumah sakit yang dikenakan oleh Cassey. Dan tingkat kefrustasian Regent semakin bertambah besar saat Cassey mencabut jarum itu lalu menancapkannya lagi ke dada. Sungguh, ini gila. Cassey nekad.


Brngsek. Apa-apaan Cassey? Argghhhhhh.


Tak mau mengambil resiko besar, Regent segera berlari keluar guna meminta penjaga agar memanggilkan dokter. Kalau Cassey mati kehabisan darah, bisa-bisa orangtuanya Cassey menuduhnya yang telah melakukan hal tersebut. Regent tak mau itu terjadi. Ini akan menggagalkan usahanya untuk menguasai semua harta milik keluarga Lin.


“Cepat bawa dokter kemari. Casandra menggila. Sepertinya kecelakaan itu membuatnya trauma. Cepatlah!” perintah Regent pada penjaga keluarga Lini.


“Baik, Tuan Regent!”

__ADS_1


Sambil mengusap wajahnya, Regent kembali masuk ke dalam ruangan untuk melihat keadaan Cassey. Namun apa yang dilihat Regent membuatnya terpaku hingga tak bisa berkata-kata. Alih-alih meringkuk kesakitan, saat ini Cassey dengan santainya tengah menyeka darah yang mengotori tangannya. Hal ini tentu saja membuat Regent terbakar emosi. Apalagi setelah dia melihat satu seringai kecil di bibir wanita ini, membuat amarah Regent naik sampai ke level paling tinggi.


“Kau!” ….


“Kaget ya?” ledek Cassey.


“Jangan main-main denganku, Cassey. Kau bisa sangat menyesal nanti,” gertak Regent yang merasa sangat marah setelah sadar kalau Cassey sedang mempermainkannya.


“Lakukan saja semua yang ingin kau lakukan, Regent. Namun satu hal yang perlu kau ingat kalau aku tidak akan pernah mau menerimamu sebagai suamiku. Lakukan saja, jangan ragu. Karena seorang Casandra Lin tidak pernah takut pada ancaman apapun. A-P-A-P-U-N. Paham!” sahut Cassey tegas.


Regent berdecih. Dia lalu memutuskan untuk pergi dari sana saat mendengar suara derap langkah kaki mendekat. Melihat Regent yang akhirnya pergi dari hadapannya membuat Cassey tak henti menghela nafas lega. Dia lalu melenguh kesakitan saat luka di dadanya terasa begitu perih.


“Akhhhhh!”


“Nona Casandra!” pekik penjaga yang baru saja datang bersama dokter dan perawat. “Cepat periksa keadaan Nona Casandra. Cepat!”


“Baik, Tuan.”


Segera dokter menangani Cassey yang kala itu sudah pucat pasi gara-gara luka di dadanya. Cassey yang memang sudah sangat kesakitan hanya pasrah saja saat dokter berulang kali menusukan jarum infus ke pergelangan tangan saat mereka kesulitan menemukan urat nadinya. Sungguh sialan. Gara-gara Regent, Cassey sampai harus menderita dua kali hari ini.


Setelah berhasil menemukan urat nadi di tangan Cassey, akhirnya dokter bisa bernafas lega saat infusnya sudah kembali terpasang. Mereka kemudian melepas pakaian Cassey yang sudah berlumuran darah akibat luka di dadanya.


“Nona Casandra, kenapa anda melukai diri anda seperti ini?” tanya dokter.


“Aku merasa tak nyaman dengan kehadiran tamu yang tadi menjengukku. Setelah ini tolong beritahukan pada penjaga di luar agar mereka tidak mengizinkan manusia bernama Regent Goh untuk masuk ke ruangan ini. Wajahnya membuatku merasa ingin muntah,” jawab Cassey tanpa ada niat menutupi-nutupi. Toh memang benar kalau dia muak melihat wajahnya Regent. Jadi ya sudah, begini lebih baik.


“Tapi Nona, bukankah Tuan Regent adalah sepupu anda?”


Malas menjawab, Cassey memutuskan untuk memejamkan mata saja. Mengabaikan tatapan heran dokter dan perawat yang merasa bingung mengapa dia melarang sepupunya datang menjenguk. Mereka belum tahu saja kalau Regent adalah sepupu ter-bajingan yang ada di dunia ini. Huh.

__ADS_1


***


__ADS_2