The Devil JOVE

The Devil JOVE
68. Rahasia Lain Di Keluarga Lin


__ADS_3

Sreeetttt


“Fidel, ada apa? Kenapa kau tiba-tiba berhenti begini? Apa yang terjadi?” cecar Cadenza yang terkejut saat Fidel mengerem mobil secara mendadak. Bahkan kepalanya sampai membentur bagian depan kursi karena tadi Cadenza sedang melamun sehingga membuatnya tidak fokus memperhatikan jalanan.


“Maaf, Tuan. Seseorang tiba-tiba saja menghadang laju mobil kita,” jawab Fidel langsung siaga dengan mengeluarkan pistol dari saku jasnya. Mobilnya diserang, tapi dia tidak tahu siapa pelakunya.


Apa jangan-jangan mereka adalah sekelompok orang yang sedang mencari keberadaan Nona Casandra? Sial. Kenapa mereka harus muncul sekarang?


Cadenza ikut bersiaga melihat Fidel yang tengah menarik pelatuk senjatanya. Segera dia merogoh bagian bawah kursi mobil yang di dudukinya kemudian mengambil satu senjata dari sana. Tidak salah lagi. Pemilik mobil itu pastilah orang yang sedang memburu keberadaan putrinya. Ya, Cadenza sangat yakin akan hal itu.


“Tuan Cadenza, apapun yang terjadi anda jangan pernah keluar dari dalam mobil. Dan jika keadaannya semakin mendesak, segera hubungi Jove. Hanya dia yang bisa membantu kita melawan mereka!” ucap Fidel saat dia akan keluar dari dalam mobil. Saat ini posisi mereka tengah berada di jalan raya di mana ada banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang di sini. Hal itu semakin menguatkan dugaan Fidel kalau mobil yang tengah menghadang jalan merupakan mobil milik sekelompok penjahat yang sedang memburu darah milik Nona Casandra. Karena jika tidak, mustahil orang-orang ini berani memancing kegaduhan di tempat umum. Benar tidak?


“Fidel, sebaiknya kau jangan terburu-buru keluar untuk menghampiri mereka. Lebih baik kita tunggu di dalam mobil saja sambil mengawasi keadaan. Kita tidak ada yang tahu seperti apa kekuatan mereka dan aku tidak mau melihatmu sampai celaka. Paham?” cegah Cadenza tak membiarkan Fidel terjebak bahaya.


“Tapi Tuan, saya tidak bisa tinggal diam dengan perlakuan mereka. Anda jangan khawatir. Saya berjanji saya pasti akan baik-baik saja!” sahut Fidel menolak untuk patuh.


Setelah berkata seperti itu Fidel segera menekan tombol untuk membuka pintu mobil. Dan ketika tangannya hendak membuka pintu, dia dibuat terheran-heran akan orang yang baru saja keluar dari dalam mobil yang menghadang jalan.


Franklin? Untuk apa dia melakukan ini semua? Apa jangan-jangan Franklin merupakan komplotan dari sekelompok penjahat itu? Brengsek!

__ADS_1


“Bukankah itu Franklin ya?” ucap Cadenza terkejut begitu dia mengetahui siapa pengendara di balik mobil yang menghadang laju mobilnya. Cadenza sampai memajukan tubuhnya ke depan untuk memastikan kalau dia tidak salah lihat. “Iya, Fidel. Itu Franklin. Tapi kenapa dia tiba-tiba menghadang jalan mobil kita? Ada apa ini?”


“Saya juga tidak mengerti dengan tindakan Franklin, Tuan,” sahut Fidel tak kalah bingung. “Saya akan keluar untuk bertanya padanya terlebih dahulu. Anda tetap di dalam saja.”


Franklin yang sudah berada di samping pintu mobilnya hanya berdiri diam sambil menatap datar ke arah Fidel yang kini tengah berjalan mendekat. Sengaja dia menghadang jalan karena bosnya ingin berbicara empat mata dengan Tuan Cadenza.


“Apa-apaan kau, Franklin? Apa maksudmu menghadang jalan seperti ini hah!” tanya Fidel seraya melayangkan tatapan garang pada Franklin.


“Tuan Jove ingin berbicara empat mata dengan Tuan Cadenza. Bawa kemari Tuanmu sebelum aku menyeretnya keluar dengan kedua tanganku. Sekarang!” perintah Franklin tanpa basa-basi.


“Kau … jaga ucapanmu atau aku ….


“Kau jangan terlalu tinggi mengangkat dagu di hadapan kami, Fidel. Lebih baik segera bawa kemari majikanmu sebelum aku berubah pikiran!”


Fidel kicep. Tanpa banyak berkata lagi dia segera berbalik untuk memberitahu majikannya kalau Jove ingin bertemu. Cadenza yang mendengar hal tersebutpun bergegas keluar dari dalam mobil kemudian berjalan cepat untuk menghampiri Jove. Dan sesampainya di sana Franklin langsung memintanya masuk ke dalam mobil agar lebih leluasa untuk bicara. Sadar ada sesuatu yang penting, Cadenza pun tak lagi mengulur waktu. Dia segera masuk ke dalam mobil lewat pintu samping.


“Hal apa yang ingin kau bicarakan denganku, Jove?” tanya Cadenza ingin tahu.


“Beritahu aku alasan kenapa kau masih belum membiarkan Casandra tahu tentang darah langka yang ada di tubuhnya!” jawab Jove langsung pada intinya. Dia kemudian menoleh, menatap lekat ke wajah Tuan Cadenza yang terlihat gugup begitu mendengar perkataannya. “Tuan Cadenza, aku minta kau sebaiknya memberitahukan segala rahasia Casandra padaku. Jika tidak, aku tidak bisa menjamin bahaya seperti apa yang kapan waktu bisa menimpa putrimu. Bicaralah selagi aku masih bisa bersikap sopan kepadamu!”

__ADS_1


Bagaimana ini? Haruskah aku memberitahu Jove tentang rahasia lain yang tertanam di tubuh Casandra? Tapi bagaimana jika nanti Jove sampai memanfaatkan keadaan Casandra yang tidak akan bisa mati meski tidak ada lagi darah yang mengalir di tubuhnya?


Jove tersenyum. Dia menyedot kuat rokok di mulutnya hingga membuat kedua pipinya cekung ke dalam. Jove benci menunggu, dan Tuan Cadenza memaksanya untuk melakukan itu.


“Tuan Cadenza!”


“Jove, a-aku benar-benar tidak bisa memberitahumu tentang rahasia ini. K-kau cukup tahu kalau Casandra memiliki darah langka. Yang lainnya jangan!” ucap Cadenza gugup. Meskipun suhu di dalam mobil ini sangat dingin, tapi hal ini tak bisa membuat telapak tangan Cadenza berhenti mengeluarkan keringat. Padahal dia baru sebentar duduk di sebelahnya Jove, tapi rasanya dia seperti sudah berada di dalam ruangan sauna selama berjam-jam lamanya.


“Yang lainnya?” Jove membeo. Tidak di sangka ternyata dugaannya memang benar kalau masih ada rahasia lain yang tidak Jove ketahui tentang keluarga Lin. Penasaran, Jove kembali menekan Tuan Cadenza agar bersedia membuka mulut dan memberitahukan tentang rahasia apa yang tersimpan di dalam tubuh Casandra. “Tuan Cadenza, kalau kau khawatir aku akan memanfaatkan Casandra untuk kepentingan pribadiku, kau tidak perlu cemas. Uangku sangat banyak, dan akan bertambah semakin banyak setiap harinya. Dan jika yang membuatmu merasa ragu adalah tentang kesungguhanku terhadap masa depan putrimu, katakan saja kapan kau siap untuk menikahkanku dengan Casandra. Aku meluangkan waktu untuk menemuimu di sini adalah karena aku ingin mendapat jawaban mengapa sampai detik ini Casandra masih belum tahu juga tentang keistimewaannya. Kau jangan bodoh, Tuan Cadenza. Saat ini keberadaan Casandra sudah di ketahui oleh orang-orang itu. Jadi kalau kau masih tidak mau jujur padaku, kau jangan sampai menyalahkan aku jika suatu hari nanti Casandra sampai tertangkap. Paham?!”


Rasanya jantung Cadenza seperti akan meledak mendengar perkataan Jove. Dia kaget sekali mendengar fakta kalau keistimewaan putrinya telah terendus oleh orang-orang serakah itu. Merasa dilema, Cadenza diam menimang keputusan apakah dia harus memberitahukan segalanya pada Jove atau tidak. Karena bagaimanapun kekuatan yang Cadenza miliki tidak akan bisa melindungi Casandra sepenuhnya. Dia butuh orang-orang berkekuatan dan berkekuasaan besar agar bisa mempertahankan kesucian darah di keluarga Lin. Dan Jove adalah orang yang paling tepat untuk saat ini.


“Aku menyukai Casandra kalau kau mau tahu. Dan aku berniat menjadikannya sebagai Nyonya Lorenzo. Ini bukan tentang memanfaatkan, tapi ini tentang masa depan. Saat waktunya tiba nanti, aku pasti akan menikahi Casandra. Jadi aku harap pengakuanku ini bisa membuatmu yakin kalau aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membahayakan hidup Casandra!” ucap Jove berusaha melunak saat menyadari kalau rahasia yang di sembunyikan Tuan Cadenza berdampak sangat besar di hidup Casandra. Dan Jove yakin rahasia ini sedikit berbahaya.


“Apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu, Jove? A-aku bukan meragukanmu, ta-tapi rahasia ini benar-benar tidak boleh sembarangan di dengar oleh orang lain. Dampaknya akan sangat mengerikan pada Casandra. Aku tidak bohong!” tanya Cadenza dengan perasaan yang tidak karu-karuan. Di satu sisi dia ingin percaya pada Jove, tapi di sisi lain Cadenza sangat takut kalau sikapnya Jove akan langsung berubah begitu mengetahui kalau Casandra akan menjalani hidup yang kekal jika darah di tubuhnya sampai tersedot habis. Ini bukan tentang keabadian, tapi ini adalah kutukan yang baru bisa di hentikan jika Casandra di bakar hidup-hidup. Baru penderitaannya sebagai penerus darah langka akan berakhir.


“Jika itu tentang Casandra, maka kau bisa percaya padaku. Aku memang tidak bisa menjanjikan kelembutan pada putrimu, tapi aku bisa menjanjikan kalau aku akan menjaga Casandra sampai akhir nafasku. Sekarang bicaralah. Aku sudah tida bisa menunggu lebih lama lagi,” jawab Jove meyakinkan agar Tuan Cadenza tak lagi mengulur waktu.


Setelah beberapa menit terdiam, Cadenza akhirnya memilih untuk mengambil keputusan terberat dalam hidupnya. Dia akan mencoba bertaruh untuk mempercayai Jove mengetahui rahasia yang selama ini hanya di ketahui oleh Cadenza seorang. Bahkan Elzavat sebagai ibu Casandra saja tidak tahu kalau Casandra akan mengalami hidup kekal jika darah di tubuhnya sampai habis tak bersisa. Setelah menguatkan hati, sedetail mungkin Cadenza memberitahu Jove tentang semua rahasia penting yang ada di keluarga Lin.

__ADS_1


***


__ADS_2