The Devil JOVE

The Devil JOVE
22. Keberadaannya Telah Ditemukan


__ADS_3

📢📢📢 Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


Sambil melangkah masuk ke dalam sebuah rumah, Jove menyalakan rokoknya kemudian menatap beberapa gadis yang tengah terbaring di atas ranjang. Karena frustasi memikirkkan keberadaan wanita pemilik darah langka itu, Jove memerintahkan Franklin agar menculik beberapa gadis yang nantinya akan mereka ambil darahnya. Eitsss, kalian jangan berpikir buruk dulu. Gadis-gadis ini di culik bukan untuk disakiti, tapi mereka hanya akan diminta untuk menyumbangkan sedikit darah yang nantinya akan di kirim ke lab sang paman. Sebenarnya urusan seperti ini bukan gayanya Jove. Namun, desakan keinginan akan kesembuhannnya membuat Jove terpaksa melakukan hal ini agar dia bisa lebih mudah menemukan keberadaan wanita itu. Agak gila memang, tapi Jove tak peduli. Dia ingin segera terbebas dari kutukan racun setan yang ada di tubuhnya.


“Ambil darah mereka dan langsung kirim ke lab. Lakukan dengan cepat!” perintah Jove tak terbantahkan.


“Baik, Tuan. Akan segera kami lakukan.”


Jove menarik nafas panjang ketika mendengar dering telepon. Setelah itu dia menoleh saat Franklin menyerahkan ponsel padanya. “Aku sedang tidak mood bicara dengan siapapun. Jadi jauhkan ponsel itu dariku atau aku akan menghancurkannya!”


“Tuan Jove, ini panggilan dari Tuan Gerald,” sahut Franklin memberitahu bosnya siapa yang menelpon. “Sebaiknya di jawab saja, Tuan. Siapa tahu Tuan Gerald ingin menyampaikan sesuatu yang penting tentang wanita itu.”


“Ck!” Jove berdecak. Dia akhirnya bersedia untuk menjawab panggilan tersebut. “Halo, Paman. Ada apa?”


“Apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanya Gerald dari dalam telepon.


“Menyaksikan orang-orangku mengambil darah dari beberapa gadis,” jawab Jove jujur.


“Oh.”

__ADS_1


“Ada apa? Apakah ada hal penting yang ingin Paman sampaikan padaku?”


Klik. Panggilan diputus sepihak oleh sang paman yang membuat Jove langsung memejamkan matanya dengan erat. “Sial!”


“Ada apa, Tuan?” tanya Franklin heran mendengar bosnya mengumpat. Dia lalu mengambil ponsel dari tangan bosnya.


Tak ada jawaban. Paham kalau bosnya sedang tidak ingin di ganggu, Franklin memasukkan ponsel ke dalam saku. Dan tak lama kemudian ponselnya Franklin kembali berdering, membuat semua orang yang ada di sana menoleh kepadanya.


“Kalau Pamanku yang menelpon, abaikan saja. Tidak penting,” ucap Jove ketika melihat Franklin hendak mengambil ponselnya. Dia masih kesal gara-gara di abaikan oleh sang paman barusan.


Franklin mengangguk patuh. Segera dia melihat apakah yang menelponnya adalah Tuan Gerald atau bukan. “Tuan?”


“Hmm?”


“Nyonya menelpon.”


“Halo, Ibu. Ada apa?” tanya Jove denga suara lembut.


“Sayang, kau ada dimana sekarang? Tadi Ibu menelpon ke nomor kantor, tapi pegawaimu bilang kau sedang tidak ada di tempat. Kau dimana sayang?” tanya Rose menggebu.


“Aku sedang berada di luar, Bu,” jawab Jove agak heran mendengar suara sang ibu. Untuk memastikan apakah sang ibu baik-baik saja atau tidak, Jove memberi kode pada Franklin agar memeriksa cctv di rumah orangtuanya. Dia khawatir ada sesuatu hal buruk yang terjadi di sana.


“Jove, tidak perlu meminta Franklin untuk memeriksa rumah Ibu. Semuanya baik-baik saja, sangat baik malah. Ibu menghubungimu karena ada hal penting yang ingin Ibu sampaikan padamu,” ucap Rose langsung tanggap akan apa yang terjadi. “Segeralah pulang kemari, Nak. Ayahmu telah berhasil menemukan wanita yang bisa membebaskanmu dari racun jahanam itu. Sekarang kebebasanmu sudah ada di depan mata. Pulang ya?”

__ADS_1


Alih-alih merasa senang mendengar kabar baik yang di sampaikan oleh sang ibu, Jove malah terlihat menggeretakkan giginya sambil mengepalkan tangan. Bukan, Jove bukan marah pada ibunya, tapi pada pamannya. Kalau memang benar wanita itu telah berhasil ditemukan keberadaannya, berarti tujuan pamannya menelpon tadi adalah untuk membahas masalah ini. Tapi kenapa pamannya hanya berkata oh saja sebelum akhirnya memutuskan panggilan? Benar-benar, dadanya Jove sampai berdenyut saking kesalnya dia menghadapi ulah sang paman yang terkadang berada di luar nalar.


“Baiklah, Ibu. Sekarang juga aku akan langsung pulang ke rumah. Aku tutup dulu panggilannya ya?” ucap Jove berpamitan. Setelah itu dia menghembuskan nafas kasar antara lega dan juga kesal. “Akhirnya!”


“Tuan, keadaan di rumah utama baik-baik saja. Dan saat ini Tuan Cesar pun sedang ada di sana. Semua aman,” ucap Franklin.


“Minta mereka untuk mengembalikan gadis-gadis itu ke tempat mereka menculiknya. Dan juga …,” ucapan Jove terjeda. Dia kemudian berbalik. “Jangan kirimkan darah yang sudah kalian ambil ke labolatorium. Ibu baru saja memberitahuku kalau wanita itu telah diketemukan keberadaannya.”


Franklin terkejut. Sedetik kemudian dia menganggukkan kepala lalu meminta agar anak buahnya memulangkan semua gadis yang tadi mereka culik. Tak lupa juga Franklin meminta mereka untuk membuang semua darah yang sudah terlanjur mereka ambil. Dengan penuh kelegaan Franklin mengikuti bosnya yang sedang melangkah keluar dari tempat itu. Akhirnya setelah sekian lama penantian bahan inti untuk pembuatan penawar racun bosnya berhasil di temukan. Rasanya beban yang Franklin rasa hilang seketika meski bukan dia yang menemukannya.


“Jalan!” perintah Jove saat dia dan Franklin sudah duduk di dalam mobil. Dia lalu menghisap rokoknya dalam-dalam hingga membuat kedua pipinya cekunga ke dalam. Sambil meniupkan asap rokok ke atas, Jove menanyakan pendapat Franklin mengenai wanita pemilik darah langka itu. “Menurutmu kira-kira berasal dari keluarga mana wanita itu, Frank?”


“Tuan, sebenarnya sejak Tuan Gerald memberitahukan tentang keberadaan wanita itu pikiran saya terus tertuju pada Nona Casandra. Hal ini saya simpulkan dari cara Tuan Cadenza dalam menjauhkan Nona Casandra dari dunia luar. Dengan status Nona Casandra sebagai wakil ketua di L Group, rasanya agak tidak masuk akal melihat cara Tuan Cadenza memperlakukannya. Namun saya tidak berani menyimpulkan dugaan saya terlalu jauh karena saya tidak memiliki bukti kuat yang bisa menyatakan kalau Nona Casandra adalah wanita yang sedang kita cari,” jawab Franklin sambil mengemudikan mobil.


Terdengar helaan nafas panjang setelah Franklin mengeluarkan pendapatnya. Menurut Jove jawaban Franklin cukup masuk akal. Dia lalu diam-diam berpikir jika seandainya memang benar kalau wanita yang sedang di carinya adalah Casandra, hal apa yang akan dia lakukan kepadanya. Menculik dan mengirimnya ke lab, atau malah memilikinya. Karena jujur, Jove sedikit tertarik pada kepribadian Casandra yang menurutnya cukup unik dimana wanita itu begitu heboh melihat hal-hal sederhana yang ada di dunia luar. Bukankah jika Jove memiliki Casandra di dalam hidupnya itu sama artinya dengan dia memiliki penawar dari racun yang ada di tubuhnya? Luar biasa.


“Tuan Jove, jika seandainya Nona Casandra adalah benar wanita yang sedang kita cari, apa yang akan anda lakukan padanya?” tanya Franklin penasaran.


“Aku belum tahu, Frank. Lagipula belum ada kepastian juga kalau dia adalah orangnya,” jawab Jove.


“Maaf, Tuan Jove. Apakah anda terpikir untuk memilikinya? Saya bukan bermaksud lancang, tapi saya hanya berpikir alangkah baiknya jika Nona Casandra menikah dengan anda. Dengan begitu anda bisa meminta darah miliknya dengan cara baik-baik. Dan jika memang benar kalau Nona Casandra adalah pemilik dari darah langka itu, bukankah akan sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja? Para ilmuwan pasti akan langsung memburunya jika mereka sampai mengetahui rahasia besar ini,” ucap Franklin sangat hati-hati dalam mengingatkan bosnya tentang keuntungan yang bisa bosnya dapatkan jika bisa memiliki Nona Casandra sepenuhnya.


Hening. Jove tak menjawab pertanyaan Franklin karena diapun sedang memikirkan hal yang sama juga. Benar atau tidak, yang terpenting sekarang Jove harus sampai dulu di kediaman orangtuanya. Baru nanti setelah dia mengetahui siapa wanita itu, Jove akan memikirkan langkah apa yang akan dilakukannya agar wanita tersebut tetap berada di dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


Hmmmm, kenapa aku jadi berharap kalau wanita itu adalah Casandra ya? Aneh.


***


__ADS_2