The Devil JOVE

The Devil JOVE
20. Tentang Jove Kecil


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, YUK MAMPIR KE NOVEL ANAK AKU. NOVELNYA SERU LHO. JANGAN LUPA DI DUKUNG YA BIAR ANAKNYA SEMAKIN SEMANGAT NULIS 💜



***


Rose menghela nafas panjang setelah menerima laporan dari Gerald kalau darah yang dikirim ke labnya bukan darah yang dia maksud. Sedih, sangat amat sedih. Sebagai orang yang telah menularkan racun itu, Rose merasa sangat amat sedih menyaksikan putranya yang harus hidup menderita sejak dilahirkan ke dunia ini. Andai saja bisa, ingin rasanya Rose meminta Tuhan agar memindahkan penyakitnya Jove ke tubuhnya. Biarlah dia yang menderita. Toh dulu dia juga telah tersiksa kematian selama bertahun-tahun. Jadi Rose akan jauh lebih mudah mengatasi rasa sakit itu. Namun, Tuhan enggan mengabulkan keinginannya. Tuhan lebih suka menyiksa Rose lewat kesakitannya Jove.


Flashback


“Ibu, sakit. Tanganku tidak bisa bergerak, Ibu. Sakit,” rintih Jove kecil ketika tangannya tiba-tiba mengeras seperti kayu saat sedang belajar.


Rose yang melihat putranya kesakitan hanya diam terpaku sambil memegangi dinding kamar. Saat ini Jove berusia lima tahun, dan sudah lima tahun ini pula hari-harinya selalu di penuhi oleh rintih kesakitan setiap kali Jove ingin mempelajari sesuatu hal. Oh, kalian mungkin ada yang merasa penasaran tentang pendidikan Jove. Begini, Rose akan memberitahu kalian tentang kehidupan Jove kecilnya.


Mungkin bagi kebanyakan orang adalah sesuatu yang sangat mudah untuk menemukan hasil dari satu di tambah satu. Namun bagi Jove kecil, itu adalah perjuangan yang sangat menyakitkan. Kenapa menyakitkan? Karena tubuhnya harus menjadi kaku seperti batang kayu dulu hanya untuk bisa menemukan jawaban dari hasil penjumlahan satu di tambah satu. Akibat dari racun yang di suntikkan Flynn ke tubuhnya Rose, sekarang Jove kecil sama sekali tak bisa menyimpan memori apapun di otaknya. Jove kecil akan selalu menjerit kesakitan setiap kali menggunakan otaknya untuk berpikir. Dan jika dipaksakan, maka Jove kecil akan berakhir di labolatorim milik kelompok Queen Ma yang berpusat pada pulau warisan dari Nenek Liona. Menyedihkan sekali bukan? Namun, masih ingatkah kalian dengan Royce? Berkat racun yang disuntikkan Gerald ke tubuhnya, obat penawar secara perlahan mulai bisa di kembangkan. Jove kecil mulai bisa menggunakan otaknya untuk berpikir seperti orang normal meski racun itu tidak bisa hilang sepenuhnya. Kendati demikian, Rose sudah sangat amat mensyukuri kebaikan tangan Tuhan yang telah memberi secuil kebahagiaan pada Jove kecil dengan tidak membiarkan masa kecilnya habis di dalam siksa pesakitan.


Flashback Now

__ADS_1


Rose yang sedang melamunkan tentang Jove kecil mendadak sesak nafas saat tak sengaja melihat hal aneh yang tiba-tiba melintas di pikirannya. Adam yang kebetulansedang mencari-cari keberadaan Rose langsung berlari menghampiri saat dia melihat Rose yang sedang kesulitan bernafas.


“Honey, why? Apa yang terjadi?” tanya Adam panik. Dia lalu menangkup kedua pipinya Rose yang terasa begitu dingin. “Honey, hei. Dengarkan aku. Tarik nafasmu pelan-pelan kemudian hembuskan. Honey?”


Satu hal lagi yang perlu kalian tahu tentang Rose. Setelah Gerald berhasil mengobati racun di tubuhnya Rose, dia benar-benar kehilangan semua ingatan masa kecilnya. Dan sampai saat ini Rose masih belum menyadari kalau dia itu memiliki kelebihan bisa melihat masa lalu dan masa sekarang. Namun karena Rose mempunyai pemikiran yang rasional, dia tak pernah menganggap serius semua mimpi-mimpi aneh yang muncul di pikirannya. Rose menganggapnya sebagai bunga tidur. Akan tetapi hal berbeda muncul di diri Adam dimana dia akan selalu merespon semua mimpi yang diceritakan oleh Rose kapadanya. Ya, Adam merahasiakan kemampuannya Rose. Dia menyimpan rapat masalah ini dan hanya keluarga besarnya saja yang mengetahui.


“Adam, wanita. Ada seorang wanita yang tubuhnya dililit rantai emas. Dia sangat menderita, Adam. Kasihan sekali. Aku tidak tega melihatnya,” ucap Rose setelah berhasil mengontrol nafasnya agar kembali normal.


“Wanita yang tubuhnya dililit rantai emas?” beo Adam. Dia lalu mendekap Rose kemudian mencium keningnya penuh sayang. Rose kembali mendapat penglihatan, tapi siapa wanita itu?


“Iya, Dam. Aku sungguh tidak tega melihatnya menangis seperti itu. Dia begitu menderita,” sahut Rose lirih.


Kening Rose mengerut. Dia lalu melepaskan diri dari dekapan Adam dan memilih untuk mengambil kertas dan pensil warna. Entah ada apa dan siapa wanita itu, yang jelas Rose merasa tidak nyaman membiarkannya menderita. Setelah itu Rose berusaha untuk menggambar wajah wanita itu dengan suasana hati yang sangat campur aduk antara bingung dan juga prihatin.


Apa hubungannya Rose dengan wanita itu dan kenapa juga dia bisa sampai muncul di dalam penglihatannya? Wanita dengan tubuh terlilit api emas. Apa maksud … oh s*it! Jangan-jangan wanita yang baru saja dilihat oleh Rose adalah wanita yang sedang di cari-cari oleh Gerald. Ya Tuhan, benarkah ini? Putraku akan sembuh?


Antusias terhadap dugaannya sendiri, diam-diam Adam mengirimkan pesan pada Cesar agar mengumpulkan beberapa orang yang mampu menganalisa identitas orang lain lewat sebuah gambar. Jika memang betul wanita yang dilihat Rose adalah wanita yang bisa menyembuhkan putranya, maka Adam bersumpah akan melakukan segala macam cara supaya bisa mendapatkan darahnya. Bahkan jika harus berkorban nyawa, Adam rela melakukannya. Jove sudah sangat lama menderita karena racun itu, jadi Adam tidak akan melewatkan kesempatan apapun yang bisa membantu mengobati penyakitnya. Termasuk dengan menggadaikan nyawanya sekalipun.

__ADS_1


“Dam, apa kau bisa melihatnya? Wanita itu, dia samar-samar. Tapi aku bisa memastikan kalau tubuhnya memang terlilit api yang berwarna keemasan. Coba kau perhatikan gambar ini baik-baik,” ucap Rose sembari menyerahkan hasil gambarnya pada Adam. Walaupun hasil gambaran tangannya tidak terllau bagus, tapi masih bisalah untuk di pandang.


“Hmmm, wanita ini lumayan cantik. Apa dia calon istri keduaku?” tanya Adam dengan sengaja mencandai Rose. Ini dia lakukan agar Rose tidak terlalu fokus mengenai penglihatan yang baru saja muncul. Walaupun Gerald menyatakan kalau Rose telah sembuh sepenuhnya, tapi Adam tetap merasa cemas. Jadi dia memutuskan untuk menghalangi Rose mengingat sesuatu yang bisa melukai memori di otaknya. Adam takut Rose melupakannya.


“Aku saat ini aku terlihat seperti sedang bercanda?” tanya Rose dingin.


“Hehehe Honey, jangan marah. Lagipula aku mana mungkin mengenal siapa wanita ini. Karena semenjak aku mengenalmu, hanya kau satu-satunya wanita yang terus aku perhatikan. Bagiku di dunia ini sudah tidak ada wanita lain selain Rosalinda Osmond istriku. Begitu,” jawab Adam berkilah.


“Omong kosong!”


Kesal mendengar candaan Adam, Rose memutuskan untuk pergi ke kamar saja. Dia tak peduli meski Adam terus berteriak dan meminta maaf karena sudah mencintainya. Konyol sekali bukan?


Selepas Rose pergi meninggalkannya, Adam segera menghubungi Cesar. Dia lalu menatap seksama ke arah kertas putih di mana tergambar wajah seorang wanita di sana. “Apa kau sudah mengumpulkan mereka semua?” tanya Adam saat panggilan tersambung.


“Sudah. Kau datanglah kemari dan jangan lupa bawa gambar itu,” sahut Cesar dari dalam telepon. “Dam, semoga saja ini adalah jawaban dari semua kesabaranmu dengan Rose. Dan jika wanita itu berada dalam bahaya, aku siap mempertaruhkan nyawaku agar bisa mendapatkan darahnya. Apapun pasti akan kulakukan demi kesembuhannya Jove!”


“Terima kasih banyak, Ces. Akupun akan melakukan hal yang sama juga jika seandainya nanti wanita itu adalah benar penyelamat hidupnya Jove. Sekarang aku tutup dulu panggilannya. Kita bertemu di sana,” ucap Adam terharu akan kebaikan hati Cesar. Dia lalu buru-buru pergi sebelum Rose mencuirgainya.

__ADS_1


***


__ADS_2