The Devil JOVE

The Devil JOVE
72. Memacu Adrenalin


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTI BIAR NANTI SORE EMAK CRAZY-UP UNTUK MENEMANI MALAM MINGGU KALIAN. OKAY? 💜


***


Lemas, itu yang Casandra rasakan setelah sang ayah memberitahunya tentang semua rahasia yang selama ini tidak dia ketahui. Rasanya semua tulang yang ada di dalam tubuh Casandra seakan melebur semua saking syoknya dia begitu tahu kalau ternyata darah yang mengalir di tubuhnya merupakan darah langka. Masih mending jika hanya langka saja, tapi masalahnya di sini adalah nyawa Casandra menjadi bahan buruan dari orang-orang tak bertanggung jawab yang membutuhkan darahnya untuk kepentingan pribadi mereka. Mengerikan sekali bukan?


“Cassey, itulah kenapa selama ini Ayah dan Ibu tak pernah membiarkanmu berhubungan terlalu bebas dengan dunia luar. Kami tahu kau sangat tersiksa, kami paham akan hal itu. Namun ketahuilah, Nak. Sesungguhnya kami seribu kali jauh lebih tersiksa karena harus merenggut kebahagiaan yang seharusnya kau rasakan. Dan karena sekarang rahasia ini sudah bocor ke telinga orang-orang itu, Ayah hanya bisa berharap kau akan mengikuti apapun yang Jove katakan. Hanya Jove, Cassey. Saat ini benar-benar hanya Jove seorang yang mampu memberimu perlindungan lebih dari siapapun. Jadi demi nyawa Ayah dan juga Ibu, tolong jangan memberontak lagi. Oke?”


“Hahhh, ada apa ini sebenarnya. Kenapa hidupku bisa tiba-tiba berubah menjadi sebegini mengerikan? Dosa apa yang sudah kulakukan di masa lalu sampai aku harus menanggung kehidupan yang begitu tidak masuk akal ini? Darah langka? Hah, aku bisa gila memikirkannya!” gumam Cassey sambil menjambak rambutnya pelan.


Sebagai orang yang berpikiran rasional, hal-hal semacam ini jelas sedikit sulit diterima oleh Casandra. Bayangkan saja. Sejak kecil dia di kekang dengan alasan karena darah yang mengalir di tubuhnya bisa di jadikan sebagai biang obat dari segala racun yang ada di muka bumi ini. Kalau benar begitu lalu kenapa ayahnya tidak menggunakan kesempatan ini untuk memperkaya diri saja? Aneh.


Casandra tiba-tiba tersentak kaget. “Tadi Ayah bilang kalau rahasia ini hanya di ketahui oleh keluarga Lin saja. Lalu darimana Jove bisa tahu tentang rahasiaku? Ayah tidak mungkin yang memberitahunya ‘kan? Dan juga tentang kejadian malam itu. Apa jangan-jangan Regent juga mengetahui tentang rahasia ini? Makanya dia begitu kekeh mengajakku datang menghadiri acara milik Tuan Zian. Woaaahhh, ini tidak bisa dibiarkan. Bajingan itu harus kuberi pelajaran. Berani sekali dia mengumpankan aku pada Jove sehingga aku bisa terjebak dalam dekapannya yang liar itu. Iya, kali ini dugaanku pasti benar. Diam-diam Regent mencuri tahu tentang rahasiaku lalu menjadikannya sebagai alat untuk memperlancar bisnisnya dengan Jove. Brengsek! Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu kali ini, Regent. Huh!”


Tanpa pikir panjang lagi Casandra segera menyambar ponsel dan tasnya yang berada di atas meja kemudian melangkah menuju pintu. Dan begitu dia sampai di luar, dua orang penjaga yang tadi sempat bersikap kasar padanya langsung datang menghampiri. Hal ini tentu saja membuat Casandra jengkel sekali. Akan tetapi begitu dia teringat dengan perkataan ayahnya, Casandra akhirnya mencoba untuk berdamai saja.


“Nona Casandra, kami ….

__ADS_1


“Iya aku tahu Jove telah menugaskan kalian untuk menjagaku!” ucap Casandra langsung memotong perkataan si penjaga. Dia lalu bersedekap tangan sambil menatap bergantian ke arah mereka. “Aku perlu pergi menemui sepupuku. Karena kalian sedang bertugas, aku akan mengizinkan kalian ikut pergi bersamaku. Tapi ingat! Selama itu bukan berhubungan dengan musuh, kalian tidak boleh mengganggu kepentinganku. Paham?”


“Kami tidak menerima perintah dari siapapun selain dari Tuan Jove, Nona. Jadi maaf. Siapapun itu jika gerak-geriknya mencurigakan kami akan langsung membunuhnya!” sahut salah satu penjaga menolak untuk bernegosiasi.


Brengsek! Tidak bos tidak anak buah, mereka sama menyebalkannya. Huh!


Malas berdebat, Casandra segera mengajak keduanya untuk pergi meninggalkan perusahaan. Kali ini dia dengan sengaja mengabaikan Fidel yang kala itu tengah menemani sang ayah meeting bersama beberapa klien.


“Kita akan pergi kemana, Nona?” tanya penjaga saat sudah berada di dalam mobil.


“Ke rumah sakit. Aku akan menemui Regent, sepupuku yang sedang sekarat karena kecelakaan,” jawab Casandra cetus. Dia lalu mengambil ponselnya yang berdering. Casandra kemudian berdecih. “Heh, baru juga aku meninggalkan perusahaan bajingan ini sudah langsung tahu. Ternyata kalian ini anak buah yang sangat patuh sekali ya. Menyebalkan!”


“Eh tunggu-tunggu. Kita mau pergi kemana ini? Kalian salah jalan. Bukan ini arah menuju rumah sakit!” kaget Casandra saat mobil yang dinaikinya tiba-tiba berputar arah. Khawatir kalau penjaga ini berniat melakukan sabotase terhadap keselamatannya, dengan cepat Casandra melepas high heelsnya kemudian dia arahkan ke kepala penjaga yang sedang mengemudi. “Coba saja kalian berani macam-macam. Aku bersumpah akan menancapkan ujung sepatuku ini ke ubun-ubunmu!”


“Nona, tidak ada alasan untuk kami merasa takut pada ancaman anda. Karena apa? Karena sepatu anda tidak akan bisa membuat kami berdua mati. Satu-satunya orang yang bisa membinasakan kami hanya Tuan Jove dan keluarganya, anda tidak. Jadi berhentilah memikirkan fantasi seolah kami ingin menculik anda!” sahut si penjaga sambil terus menatap lurus ke depan. Sama sekali tidak terprovokasi. “Asal anda tahu saja, Nona Casandra. Regent Lin sudah tidak berada di rumah sakit tempat ada berkunjung tempo hari. Dia sudah dipindahkan ke tempat yang baru oleh ayahnya untuk menghindari serangan musuh. Inilah mengapa kami bukan membawamu pergi ke rumah sakit!”


“Hah? Regent dipindahkan? Tapi kenapa?”

__ADS_1


Casandra membeo bingung begitu mengetahui kebenarannya. Dan dia buru-buru memakai sepatunya kembali saat penjaga itu tak kunjung menjawab pertanyaannya. Penasaran akan apa yang terjadi, Casandra mencoba membujuk si penjaga agar bersedia membuka mulut.


“Kalian itukan anak buahnya Jove. Aku yakin dia pasti sudah mengajari kalian agar jangan mendengarkan apa kata orang lain. Akan tetapi Jove bilang dia akan menjaga keselamatanku dari orang-orang yang sedang memburu darahku. Jadi kalau boleh tahu kenapa Regent dipindahkan ke tempat lain? Siapa yang telah menyerangnya?”


“Nona, ada kalanya mengetahui sedikit permasalahan itu jauh lebih membawa keberuntungan jika di bandingkan dengan mengetahui banyak hal. Karena tidak semua hal yang ingin anda ketahui bisa berbuah baik. Ada banyak sekali orang yang mati sia-sia karena serakah karena keinginan hawa na*sunya. Contohnya para ilmuwan. Mereka mati di bawah penelitian mereka sendiri. Andai mereka bisa berpuas diri dengan tidak terus menggerus apa saja isi dunia ini, mereka pasti tidak akan mati dengan cepat. Dan saya harap anda bukan bagian dari orang-orang bodoh itu!”


Gleekkk


Rasanya Casandra seperti menelan golok mendengar ejekan yang dilayangkan oleh penjaga ini. Sialan sekali dia. Kata-katanya begitu menohok hingga menembus tulang punggungnya. Tinggal bilang untuk jangan banyak ikut campur apa susahnya sih. Kenapa harus menyamakan Casandra dengan para ilmuwan yang mati konyol di bawah penelitian yang sedang mereka kembangkan? Menjengkelkan sekali.


“Ternyata memang benar hanya sia-sia saja bicara dengan manusia yang tidak punya hati seperti kalian. Tahu begitu tadi aku pergi dengan Fidel saja. Kalian membosankan!” kesal Casandra.


“Fidel masih sangat jauh dari sekedar kata seorang penjaga, Nona. Jika tidak percaya, cobalah pergi hanya dengan di temani oleh Fidel saja. Nasib anda pasti akan berakhir di tangan orang-orang itu. Anda akan mati dengan cara yang sangat tragis!”


“YAAAKKKKK!”


Nafas Casandra naik-turun dengan cepat sekali saat penjaga itu menghina kemampuan Fidel. Tak terima, tanpa ragu Casandra menghantamkan tasnya ke kepala penjaga yang baru saja bicara. Dan hasil dari perbuatan itu membuat si penjaga menatap Casandra dingin sebelum akhirnya meminta temannya agar melajukan mobil dengan kecepatan yang sangat luar biasa tinggi.

__ADS_1


Dan apa kalian pikir Casandra akan merasa takut? Tentu saja tidak. Dia malah tersenyum lebar saat penjaga membawa mobil dengan kecepatan tinggi di tengah-tengah keramaian jalan raya. Jangan lupa, Casandra adalah wanita yang hidupnya selalu terkekang selama ini. Selain ketinggian, jelas Casandra sangat amat menyukai hal-hal yang memacu andrenalin. Balapan liar contohnya. Hahaha.


***


__ADS_2