The Devil JOVE

The Devil JOVE
84. Ketakutan Dan Kegelisahan


__ADS_3

Elzavat terlihat gugup dalam duduknya. Kepalanya terus tertunduk, takut untuk sekedar mengangkat wajah dan menatap ke arah depan. Sekarang waktu masih menujukkan pukul enam pagi di mana tidak seharusnya ada tamu penting datang berkunjung. Mungkin jika itu orang lain, Elzavat tidak akan segugup ini. Akan tetapi yang sedang duduk di hadapannya sekarang adalah Nyonya Rosalinda, ibu dari mafia yang kini menjadi satu-satunya tempat paling aman untuk putrinya berlindung.


"Relaks, Nyonya Elzavat. Aku datang kemari bukan ingin membunuhmu, tapi untuk menjalin hubungan baik sebelum nantinya kita menjadi besan," ucap Rose santai, tapi penuh intimidasi. Bukan tak menghormati tuan rumah, Rose hanya ingin menegaskan saja kalau kedatangannya ke rumah ini bukan untuk tujuan yang tidak baik. Dia ingin agar mereka saling mengenal dan membangun hubungan lebih dekat.


"M-maaf, Nyonya Rose. S-saya hanya tidak menyangka saja kalau anda akan datang sepagi ini tanpa ada kabar lebih dulu. Sungguh, ini sangat mengejutkan," sahut Elzavat masih dengan kepala tertunduk.


"Aku sengaja singgah karena kebetulan sedang berjalan-jalan di sekitar sini. Salah satu orangku menyebutkan ada mata-mata yang mengintai, jadi aku ingin memastikan sendiri kalau keluargamu aman dari mereka!"


"A-apa? Mata-mata?"


Bertepatan dengan itu terdengar suara langkah kaki terburu-buru saat menuruni anak tangga. Cadenza, pria bangsawan itu muncul dengan kondisi rambut masih setengah basah. Tadi saat dia sedang berolahraga di ruang gym, pelayan datang melapor kalau ibunya Jove datang berkunjung. Karena kondisinya yang bermandikan keringat, Cadenza meminta Elzavat untuk pergi menemuinya lebih dulu. Entah gerangan apa yang membuat wanita mengerikan ini datang berkunjung ke kediamannya. Yang jelas Cadenza meyakini pasti ada sesuatu hal buruk yang sudah atau akan segera terjadi.


"Selamat pagi, Nyonya Rosalinda. Maaf membuat anda menunggu lama," sapa Cadenza sopan. Dia kemudian melirik Elzavat yang sedang ternganga dengan ekpresi wajah sedikit aneh. Mirip orang yang terkejut karena suatu kabar.

__ADS_1


"Selamat pagi kembali, Tuan Cadenza," sahut Rose tak kalah ramah. Tanpa basa-basi dia langsung menyampaikan tujuannya datang ke rumah ini. "Anak buahku melaporkan ada seseorang yang sedang mengintai di sekitar komplek perumahan ini. Jadi aku memutuskan untuk singgah sebentar guna memastikan tidak ada mata-mata yang menyusup masuk ke dalam rumah kalian!"


"Apa? Mata-mata?" Cadenza memekik kaget. Kini dia mengerti mengapa istrinya berekspresi seperti itu. Ternyata karena ada bahaya yang mengintai. Astaga.


"Ya. Tapi kalian tidak perlu cemas karena mata-mata itu sudah di bereskan oleh anak buahku!" lanjut Rose.


Dan besar kemungkinan mereka kini sudah berada di tangan Pamela. Hmmm, malang sekali. Harusnya kalian masih bisa menghirup udara bebas jika tidak menyinggung orang terdekatku. Kalian lancang, maka rasakanlah nikmat berurusan dengan gadis psikopat itu.


"Apa mata-mata ini di kirim untuk menangkap Casandra, Nyonya?" tanya Elzavat lemas. Tulang di tubuhnya seperti melebur menjadi abu.


Cadenza dan Elzavat saling melempar lirikan saat putri mereka disebut calon mantu oleh ibunya Jove. Jauh di dasar hati mereka, sebenarnya sangatlah berat merelakan Casandra pada mafia kejam itu. Akan tetapi tidak mungkin juga mereka menolak karena memang hanya Jove seorang yang mampu menjamin keselamatan putri mereka. Alhasil Cadenza dan Elzavat hanya bisa terdiam pasrah karenanya. Mau tidak kau, rela tidak rela Casandra mungkin akan benar-benar menjadi Nyonya di keluarga Lorenzo.


"Aku tahu akan ketidakrelaan kalian memiliki menantu seperti putraku. Selain karena profesi Jove dalam bergelut di dunia penuh bahaya, dia sangatlah pantas untuk disebut sebagai pria idaman sejuta umat. Ini aku katakan bukan karena Jove adalah putraku, tapi karena dia memang memiliki kriteria yang cukup untuk di sebut demikian. Dibalik sikapnya yang dingin dan frontal, Jove adalah seorang anak yang sangat mengutamakan perasaan ibunya, yaitu aku. Jadi kalian tidak perlu khawatir memikirkan masa depan Casandra setelah mereka menikah nanti. Ku pastikan dengan kedua tanganku sendiri kalau Casandra akan hidup dengan sangat bahagia bersama Jove. Kalian peganglah kata-kataku!" ucap Rose maklum akan kekhawatiran yang dirasakan oleh kedua orang di hadapannya. Dia sama sekali tak merasa tersinggung. Karena jika dirinya berada di posisi Tuan dan Nyonya Lin, kurang lebih Rose juga akan menunjukkan sikap yang sama seperti mereka. Sama-sama khawatir memikirkan tentang kebahagiaan anak semata wayang yang saat ini tinggal bersama seorang mafia kelas kakap.

__ADS_1


"Nyonya Rosalinda, kami minta maaf jika sikap ini terlalu kentara untuk dilihat. Sebagai orangtua, jelas kami sangat amat berterima kasih karena Jove telah bersedia menjaga Casandra. Akan tetapi jauh di dalam lubuk hati kami berdua, kami hanya ingin Casandra menikah dengan pria baik-baik yang akan selalu menyayanginya sampai akhir hayat. Ini saya katakan bukan karena Jove tidak baik, bukan seperti itu. Kehidupan Jove terlalu mengerikan untuk seorang Casandra yang tidak tahu apa-apa. Dia manja dan bisanya hanya marah dan merajuk. Kami takut sikap tersebut akan memancing kemarahan Jove yang mana akan membuat putri kami sedih dan trauma seumur hidup!" sahut Elzavat sehati-hati mungkin. Dia tak mau perkataannya sampai ada yang menyinggung perasaan wanita ini.


"Kau yakin Casandra adalah gadis manja yang bisanya hanya marah dan merajuk saja?"


Rose tersenyum. Kedua orang ini tidak tahu saja kalau sikap tersebutlah yang membuat Jove semakin tergila-gila pada Casandra. Manja dan rajukan Casandra berbeda dari wanita lain, sehingga membuat putranya yang dingin seperti menemukan mainan baru dalam hidupnya. Mainan baru ini bukan dalam konteks boneka pemuas hasrat ataupun penolong nyawa ya, bukan seperti itu. Tapi mainan baru yang Rose maksud adalah sesuatu yang berhasil meninggalkan kesan mendalam di hati putra kesayangannya.


"Nyonya Elzavat, saat pertama kali Jove mencaritahu tentang Casandra, dia sudah mantap untuk memilikinya. Bukan hanya karena darah istimewa itu, tapi karena sikap Casandra yang membuatnya jadi terlihat berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah Jove kenal. Ketahuilah satu hal. Sebejat-bejatnya seorang penjahat, dia pasti akan memilih wanita baik-baik untuk dia jadikan bidadari yang kelak akan melahirkan para penerusnya. Dan putri kalian memiliki kualifikasi tersebut. Berbahagialah, Casandra sudah jatuh di tangan orang yang tepat!"


"Nyonya Rosalinda, apakah perkataan saya ada yang menyinggung hati anda? Saya minta maaf," ucap Elzavat resah. Kata-kata wanita ini seolah ingin menegaskan bahwa dugaannya tentang Jove adalah salah.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Nyonya Elzavat. Aku sangat maklum akan kekhawatiran yang kau dan suamimu rasakan karena aku juga adalah orangtua. Aku bicara seperti ini bukan karena tersinggung, tapi aku sedang memberitahu kalian kalau masa depan Casandra akan benar-benar terjamin setelah menikah dengan Jove. Memang benar kalau Jove menjalani kehidupan yang sangat mengancam nyawa, tapi bukan berarti kami tidak memiliki pengamanan yang menjamin. Jove bisa menjadi penguasa tentunya tak lepas dari dukungan orang-orang hebat di belakangnya. Dan orang-orang ini jugalah yang nantinya akan terus mengamankan keselamatan Casandra beserta keturunannya kelak. Jadi kalian bisa tenang. Yakin dan percayalah kalau Jove adalah yang terbaik untuk menjadi kandidat calon mantu kalian!" jawab Rose seraya menampilkan senyum teduhnya ke arah Nyonya Elzavat yang terlihat tak tenang.


Setelah itu Rose mencoba membangun pembicaraan lain yang lebih merujuk pada keakraban mereka, bukan ketegangan yang berselimutkan intimidasi. Tidak di pungkiri kalau pesonanya Rose sampai detik ini masih mampu membuat orang lain gemeter ketakutan hanya dengan mendengar suaranya saja. Namun karena yang sedang duduk di hadapannya adalah calon besan, sebisa mungkin dia berucap dengan nada lembut yang enak di dengar. Kan tidak lucu kalau Tuan dan Nyonya Lin sampai merasa tertekan saat berhadapan dengannya. Hmmm.

__ADS_1


***


__ADS_2