The Devil JOVE

The Devil JOVE
45. Sexy Mermaid


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜



***


Franklin dengan setia berdiri di samping bosnya yang tengah memejamkan mata sambil menghirup aroma bunga mawar yang barusaja dibelinya. Suasana hati bosnya sedang sangat baik, Franklin tahu itu. Dan hal ini di sebabkan setelah ada kepastian kalau Nona Casandra adalah satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan penyakit bosnya. Jadi wajar saja jika sekarang bosnya merasakan uforia yang sedemikian rupa dimana baru pertama kali ini Franklin melihatnya.


“Aroma bunga ini hampir sama dengan aroma tubuhnya Casandra. Katakan pada pemilik toko bunga ini agar setiap paginya selalu menyiapkan bunga yang sama untukku. Ingat, harus yang masih segar dan baru dipetik. Casandra istimewa, aku tidak mau dia merasa kecewa dengan hadiahku,” ucap Jove memerintahkan Franklin untuk mengingatkan pemilik toko bunga.


“Baik, Tuan. Nanti saya akan mengatakannya pada pemilik toko bunga ini,” sahut Franklin patuh.


Jove membuka mata. Dia lalu tersenyum saat melihat ada tetesan air jatuh mengenai kulit tangannya. Setelah itu Jove melangkah keluar dari dalam toko tanpa melepaskan pandangannya pada sekuntum mawar yang masih menguncup. Jatuh cinta sungguh sejuta rasanya. Biarlah jika Jove di anggap kekanakan. Masa bodo, dia tak peduli. Dan perasaan indah ini benar-benar terlahir dari dalam lubuk hati terdalamnya. Seorang Jove Lorenzo yang selama ini hanya bergelut dalam dunia permafiaan dan juga meja saham, mendadak terperosok jatuh terjerat pesona dari sesuatu yang awalnya merupakan titik kelemahannya. Ya, Jove dulu sempat berpikir kalau selamanya dia tidak akan pernah bisa memiliki yang namanya wanita. Namun setelah takdir menunjuk Casandra sebagai obat atas pesakitannya, kini Jove mempunyai keberanian untuk memiliki kelemahannya. Harta, tahta, kuasa, juga wanita. Keempat hal ini akan segera berada di dalam genggaman tangannya. Tuhan baik sekali bukan?


Melihat bosnya yang sedang berjalan menuju mobil, Franklinpun segera menghampiri pemilik toko bunga. Dia lalu memberikan beberapa lembar uang untuk membayar bunga mawar yang sudah di bawa pergi oleh bosnya.


“Dengar. Mulai besok pagi kau wajib menyiapkan bunga yang sama seperti yang tadi di ambil oleh Tuan Jove. Harus fresh dan yang baru dipetik dari pohonnya. Jangan khawatir. Karena ini adalah permintaan khusus dari Tuan Jove, kami akan membayar bungamu dengan harga sepuluh kali lipat dari yang biasa kau jual. Dan ingat pesanku baik-baik!” ucap Franklin sambil menatap tajam si pemilik toko bunga. “Kalau kau mau usahamu tidak gulung tikar, pastikan kau dan anak buahmu tidak menyinggung perasaan Tuan Jove. Kalian harus benar-benar memastikan kalau bunganya adalah yang terbaik. Mengerti?”


“Mengerti, Tuan. Jangan khawatir, saya sendiri yang akan bertanggung jawab atas pesanan Tuan Jove. Anda bisa percayakan tugas ini pada toko kami.”


“Baguslah. Dan lebih bagus lagi kalau kau tidak hanya omong kosong saja.”


Setelah berkata seperti itu Franklin bergegas keluar kemudian masuk ke dalam mobil. Dia lalu mulai melajukan kendaraan menuju kediaman Nona Casandra. Sambil mengemudi, sesekali Franklin melirik ke arah kursi belakang. Dia lalu tersenyum samar mendapati bosnya yang tak henti memandangi seikat bunga mawar merah di tangannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian sampailah Jove dan anak buahnya di kediaman keluarga Lin. Dan dia langsung keluar dari dalam mobil setelah Franklin membukakan pintu untuknya. Sebelum masuk, Jove bertanya pada Franklin apakah penampilannya rapi atau tidak. Entah kenapa Jove tiba-tiba ingin terlihat seperti pria baik-baik saat akan pergi menemui Casandra.


“Penampilan anda adalah yang terbaik, Tuan. Saya jamin Nona Casandra pasti akan sangat menyukainya,” ucap Franklin memuji penampilan bosnya yang memang terlihat sangat tampan dengan setelan jas mahal yang dikenakannya.


“Aku rasa ucapanmu tidak akan sesuai dengan kenyataan yang akan segera terjadi, Frank. Kau lupa ya kalau wanita yang akan kutemui adalah anak jaguar?” sahut Jove sambil tersenyum evil.


“Maaf, Tuan. Saya lupa.”


“Hmmm,”


Dengan diikuti oleh Franklin dan enam anak buahnya, Jove melangkah menuju pintu masuk keluarga Lin. Tepat ketika Jove berdiri di depan pintu, seseorang sudah lebih dulu membukanya. Dan orang yang membuka pintu adalah Casandra. Bisa kalian bayangkan sendiri bukan sambutan seperti apa yang Jove dapat ketika dia dan Casandra saling bertatapan?


“Ck, kau lagi kau lagi. Mau apa kau datang ke rumahku hah? Mau membuatku memotong pergelangan tanganku lagi? Iya?” amuk Casandra sambil berkacak pinggang.


Sial sekali pagiku hari ini. Bukannya jajan yang kudapatkan, kenapa aku malah bertemu dengan cerobong asap menjijikkan ini. Cihhh.


“Yaakkkk, jaga omonganmu brengsek. Sexy mermaid? Kau pikir aku pembantu apa?”


Kedua mata Casandra melotot dengan sangat lebar saat Jove menyebutnya sebagai sexy mermaid. Sialan sekali pria ini. Kalau saja tak takut ketahuan oleh ayah dan ibunya, Casandra pasti sudah menjambak dan menggigit telinga pria kurang ajar ini sampai putus. Benar-benar tebal muka. Casandra muak sekali melihatnya.


“Casandra, bukankah aku sudah pernah bilang padamu kalau aku itu tidak suka dengan wanita yang suka mengumpat?” ucap Jove dengan ekpresi yang sudah berubah dingin. Dia kesal saat Casandra menyebutnya brengsek dengan begitu jelas. Setelah itu Jove maju selangkah ke depan hingga tubuhnya hampir menempel dengan tubuh Casandra. “Kau memang istimewa bagiku, tapi bukan berarti aku akan semudah itu bersikap lunak. Lebih baik kau perbaiki cara bicaramu daripada nanti aku sendiri yang akan turun tangan untuk mengajarimu. Paham?”


Glukkk

__ADS_1


Casandra menelan ludah beberapa kali saat di ancam seperti itu oleh Jove. Tak terima, otak Casandra segera berselancar memikirkan cara untuk memberi pelajaran pada pria ini. Dia lalu mengangkat kakinya hendak menendang sarang burungnya Jove. Biar saja. Kan ini kelemahan paling mutakhir yang para pria miliki. Benar tidak?


Namun, sepertinya Casandra harus rela menelan pil pahit karena rencananya memberikan pelajaran pada Jove tidak berjalan mulus. Alih-alih berhasil menendang sarang burungnya, kaki Casandra malah lebih dulu di tangkap oleh Jove. Sontak saja hal ini membuat Casandra sangat kaget. Dan dia langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Jove saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara. Ya, Jove menggendongnya.


“Tundukkan pandangan kalian!” perintah Franklin pada semua penjaga yang ada di sana.


Dan cup … Morning kiss dari Jove mendarat dengan sangat sempurna di bibir Casandra. Meski mengangkat tubuh Casandra hanya dengan satu tangannya, hal itu sama sekali tak membuat Jove kesusahan. Dia dengan santainya menunjukkan mawar merah yang di bawanya ke hadapan wajah Casandra yang tengah terbengang bagai tak bernyawa.


“Bibirmu sangat manis. Sebagai hadiah atas ciuman barusan, mulai pagi ini aku akan selalu memberimu seikat bunga mawar yang sangat indah. Dan sebagai gantinya kau harus mau memberikan satu ciuman untukku. Mengerti?” bisik Jove di depan bibir Casandra yang masih sedikit terbuka. Gemas melihatnya, dia kembali mel*mat pelan bibir tersebut. Dan sedetik kemudian Jove tampak tersenyum saat Casandra dengan teganya mengigit bibirnya hingga berdarah.


“Brengsek. Kau ….


“Casandra,” tegur Jove pelan.


“Lepaskan aku!”


Brukkk


Tanpa dinyana-nyana, Jove langsung melepaskan gendongannya begitu saja. Dan perbuatannya ini membuat Casandra memekik kesakitan karena bokongnya terbentur lantai dengan cukup keras. Setelah itu Jove berjongkok, menatap Casandra sekilas kemudian mencapit dagunya pelan. “Aku bahkan tidak akan ragu untuk melemparmu dari atas gedung kalau kau masih berani bicara kasar padaku. Tidak percaya? Coba saja!”


“Dasar psycho!” amuk Casandra. “Pergi kau dari hadapanku, Jove. Wajahmu membuatku merasa mual. Pergi dan jangan pernah kembali lagi kemari. Apa kau mengerti?”


Jove terkekeh. Dia kembali mencium bibir Casandra sebelum akhirnya mengajak Franklin untuk pergi dari sana. Sedangkan Casandra, dia terlihat sangat kesal sambil terus mengelap bibirnya berulang kali. Casandra kemudian menatap seikat mawar yang tergeletak di samping kakinya, dan hal itu membuat kekesalannya semakin bertambah besar.

__ADS_1


“Kau benar-benar brengsek, Jove. Setelah meniduriku sekarang kau seenaknya datang dan mencuri ciumanku. Lalu mawar ini, hah! Kau pikir aku akan luluh hanya karena bunga sialan ini? Jangan harap. Cihhhh!” geram Casandra seraay berdecih sinis pada seikat mawar yang … memang terlihat sangat indah. Ah, sial.


***


__ADS_2