The Devil JOVE

The Devil JOVE
15. Darah Emas


__ADS_3

Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Seperti biasa, Franklin melakukan tugasnya dengan memberikan obat pada bosnya yang tengah berteriak kesakitan di atas ranjang. Dia lalu menghela nafas panjang, merasa tak berguna karena masih belum menemukan titik terang tentang keberadaan wanita pemilik darah langka itu. Sambil menunggu keadaan bosnya membaik, Franklin memunguti pakaian yang teronggok di lantai. Cukup menakjubkan. Selain Nona Helen, wanita semalam adalah satu-satunya wanita yang berhasil keluar dari kamar hotel ini dalam keadaan selamat. Sungguh sangat beruntung. Bahkan bosnya memberikan keistimewaan besar dengan memberikan apa yang diinginkannya. Yaitu kebebasan.


“Berikan aku air minum,” ucap Jove sambil mencoba menggerak-gerakkan tangannya yang terasa sangat kaku. Sangat menyakitkan. Otot-otot di tangannya sampai bermunculan saking menderitanya Jove menghadapi reaksi racun setan itu.


“Baik, Tuan.”


Franklin segera menuangkan air minum ke dalam gelas lalu memberikannya pada bosnya. Setelah itu Franklin mengambil ponselnya yang berdering. “Ada apa?” tanyanya.

__ADS_1


“Tugas yang kau berikan telah selesai kami lakukan. Apakah masih ada tugas lain dari Tuan Jove?”


Jove menaikkan sebelah alisnya ke atas saat Franklin menatapnya. Sembari menyeka mulutnya, Jove minta Franklin menyalakan tombol loudspeaker.


“Apa saja yang wanita itu lakukan?”


“Wanita ini sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah, Tuan. Dia terlihat sangat bahagia, bahkan tak henti menghubungi keluarganya. Untuk satu bulan ini dia akan tinggal di salah satu rumah milik dokter bedah yang akan menanganinya. Setelah semuanya siap dia baru akan melakukan operasi pergantian wajah. Dan untuk lokasi tempat tinggalnya nanti wanita ini telah memilih untuk tinggal di pedesaan yang jauh dari keramaian.”


“Lakukan semuanya dengan baik. Dia berhak bahagia dengan hidupnya,” perintah Jove sebelum mengakhiri percakapan dengan anak buahnya.


“Tuan, apakah tidak berbahaya membiarkan wanita itu pergi begitu saja?” tanya Franklin. Sebagai orang kepercayaan, dia tentu tidak boleh menggampangkan segala sesuatu yang bisa mengancam keselamatan bosnya ini. Franklin harus selalu memastikan semuanya berjalan lancar tanpa hambatan.


“Tentu saja saya sangat tahu, Tuan. Karena dulu saya pernah merasakan betapa menderitanya hidup di dalam pusaran api neraka. Namun, semengerikan apapun jalan hidup yang saya jalani sekarang, itu jauh lebih baik daripada hidup saya di masa lalu. Setidaknya sekarang saya memiliki kuasa untuk mempertahankan harga diri saya. Saya telah mampu bertindak lebih kejam melebihi apa yang pernah mereka lakukan dulu. Terima kasih karena anda telah memberikan kesempatan untuk saya menikmati dunia yang baru!” sahut Franklin seraya membungkukkan tubuh ke arah bosnya.


Jove menghela nafas. Dia lalu menepuk pelan punggungnya Franklin, orang kepercayaan yang sudah Jove anggap seperti saudara sendiri. Teringat kalau siang ini Jove harus datang ke CL Group, dia pun bergegas membersihkan diri di dalam kamar mandi. Sedangkan Franklin, dia menyiapkan segala kebutuhan bosnya untuk hari ini. Oya, mengenai darah yang semalam di ambil oleh bosnya, Franklin telah mengirimkannya ke labolatorium Grisi untuk diperiksa. Dan besar harapan Franklin kalau wanita itu adalah pemilik darah yang sedang di cari oleh bosnya dan Tuan Gerald.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Sementara itu di rumah sakit, keadaan Cassey yang semakin membaik membuatnya sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Karena keluarga Lin menganut paham anti sosial, kepulangan Cassey dari rumah sakit sangatlah dirahasiakan. Entah apa tujuannya. Yang jelas Cassey tidak menyukai cara kuno keluarganya dalam membangun koneksi dengan orang luar. Padahal jelas-jelas berita tentang kecelakaan yang di alami Cassey sudah muncul hampir di semua media berita, tapi masih saja keluarganya memperlakukan Cassey bak seperti barang selundupan. Menyebalkan sekali bukan?


“Ayah, mau sampai kapan Ayah memperlakukan aku seperti ini? Aku bukan tahanan!” kesal Cassey begitu masuk ke dalam mobil. Dia lalu melipat kedua tangannya di depan dada, mengabaikan keberadaan sang ayah yang duduk di sebelahnya.


“Tidak ada yang bilang kalau kau itu adalah seorang tahanan, Cassey. Ayah hanya melakukan yang terbaik untukmu. Tolong mengertilah,” sahut Cadenza dengan sangat sabar. Dia sudah tak kaget lagi dengan sikap putrinya yang suka memberontak.


“Apanya yang terbaik untukku. Jelas-jelas Ayah sedang berusaha menjauhkanku dari dunia luar. Apa ini yang di sebut melakukan yang terbaik?”


Cadenza terdiam. Bukan tanpa alasan mengapa Cadenza memperlakukan Cassey seperti ini. Keluarga Lin menyimpan satu rahasia besar dimana mereka di takdirkan memiliki darah yang berbeda dari orang lain. Bahkan tanpa di ketahui oleh siapapun, darah keluarga Lin bisa digunakan sebagai campuran obat penawar untuk segala macam jenis racun yang ada di dunia ini. Itulah kenapa Cadenza begitu posesif pada Cassey karena Cassey adalah penerus terakhir dari keluarga Lin. Jika Cassey sampai jatuh di tangan orang yang salah, maka bisa di pastikan kalau penerus darah emas ini akan terputus. Cassey sangat amat berharga, dan Cadenza tidak akan membiarkan rahasia keluarganya di ketahui oleh orang lain. Siapapun itu.


“Cassey, Ayah dengar kemarin kau bertengkar dengan Regent. Kenapa?” tanya Cadenza saat mobil mulai bergerak membelah jalanan.


“Harus berapa kali aku katakan kalau aku tidak sudi berdekatan dengan sampah seperti dia. Jadi tolong berhentilah bertanya ini dan itu tentang Regent padaku. Dia kotoran paling menjijikkan yang pernah aku temui, Ayah. Jangan sebut namanya lagi!” jawab Cassey kasar.


“Hmmm, kau itu adalah penerus keluarga Lin. Tidak bisakah kau bicara sopan di hadapan Ayahmu sendiri?”


Cassey berdecih. Dia memilih untuk menoleh ke samping, memperhatikan pepohonan yang dilewati mobilnya. Andai saja Cassey mempunyai kebebasan seperti pohon-pohon itu, hidup Cassey pasti akan sangat bahagia sekali. Walaupun nantinya Cassey yang akan meneruskan perusahaan milik ayahnya, dia tidak akan bisa menjalani hari-harinya dengan bebas. Karena apa? Karena dia adalah Casandra Lin, manusia yang di takdirkan memiliki darah emas dimana darah itu bisa digunakan sebagai campuran obat penawar racun. Terkadang saat Cassey merasa frustasi menghadapi aturan di keluarganya, ingin sekali dia mendonorkan seluruh darah yang ada di tubuhnya. Dengan begitu dia baru akan terbebas dari kekangan ini dan bisa menjalani hari-hari normal seperti kebanyakan orang.

__ADS_1


Asal kalian tahu saja ya. Cassey bahkan tidak bisa sembarangan mendatangi dokter. Hanya dokter pilihan keluarganya saja yang boleh menyentuhnya. Alasannya sangat klise. Keluarganya takut dokter itu akan memanfaatkan darah milik Cassey untuk keuntungannya sendiri. Jika kalian berada di posisinya Cassey, akankah kalian tahan diperlakukan seperti ini? Dia manusia, tapi tidak diperbolehkan menjalani kehidupan seperti manusia-manusia lain. Huh.


***


__ADS_2