The Devil JOVE

The Devil JOVE
25. Kegaduhan


__ADS_3

📢📢📢 Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.



***


Dengan penuh percaya diri Regent kembali datang ke rumah sang paman yang juga adalah rumah Casandra. Dia berniat mengantarkan gaun pesta yang warnanya sengaja dia pilih senada dengan warna jas yang akan Regent pakai ke acaranya Tuan Zian. Hehe, kalian pasti tahulah apa maksud Regent dengan membawa gaun ini ke rumah Casandra. Dia ingin mereka tampil dengan mengenakan pakaian couple. Manis sekali bukan?


“Silahkan duduk, Tuan Regent. Saya akan memanggilkan Nyonya Elzavat terlebih dahulu,” ucap pelayan dengan sopan.


“Pelayan, dimana Casandra?” tanya Regent memanggil pelayan yang hendak pergi. “Aku ingin bertemu dengannya.”


“Nona Casandra sedang duduk di dekat kolam renang, Tuan. Beliau sedang berjemur,” sahut si pelayan dengan tatapan gelisah.


Gelagat mencurigakan di diri pelayan ini ternyata tertangkap oleh mata tajamnya Regent. Sambil mendengus marah, Regent berjalan cepat melewati si pelayan kemudian melangkah menuju kolam renang. Regent khawatir. Ya, dia takut Casandra-nya melakukan sesuatu yang nekad karena kebosanan tinggal di rumah.


Namun sesampainya Regent di dekat kolam renang, dia dibuat ternganga oleh satu pemandangan dimana Casandra tengah berjemur dengan memakai bikini yang sangat seksi. Sontak saja pemandangan tersebut membuat Regent menelan ludah. Andai saja Casandra adalah kekasihnya, Regent pasti akan langsung menariknya ke kamar kemudian mengajaknya untuk bercumbu.


Sial. Burungku bangun.


Merasa ada yang sedang memperhatikan, Casandra dengan cepat menolah ke belakang. Kedua matanya langsung membelalak lebar saat mendapati kalau Regent tengah memandanginya dengan tatapan lapar.


“Cihhh, dasar cabul. PELAYAANNN!!” teriak Casandra dengan lantang. Segera dia mengambil baju handuknya kemudian membungkus tubuhnya dengan sangat rapi.

__ADS_1


Regent yang mendengar suara teriakan Casandra pun langsung tersadar dari fantasi liarnya. Dia kemudian tersenyum mesum sambil menj*lat bibir saat Casandra berjalan mendekat. Alih-alih merasa bersalah karena sudah mengintipnya, Regent malah dengan sengaja memandangi tubuh Casandra dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dan hal itu ternyata berbuah satu makian kejam yang mana membuat Regent hampir hilang kesabaran.


“Regent-Regent, patutlah tidak ada satupun wanita yang bersedia menjalin hubungan denganmu. Lihat saja kelakuanmu. Sangat amat menjijikkan sampai membuatku seperti ingin mati. Cuihhhh!” ejek Casandra seraya membuang ludah ke bawah kakinya Regent. Dia lalu menyeringai licik saat pria mesum ini menggeram marah. “Kenapa? Tidak terima kuhina seperti itu?”


“Hati-hati dengan mulutmu, Casandra. Kau itu seorang wanita, ada batasan yang harus kau jaga saat sedang bicara dengan laki-laki!” sahut Regent seraya mengepalkan kedua tangannya. Untung kotak berisi gaun indah itu dia tinggalkan di ruang tamu. Kalau tidak, Regent pasti sudah melemparkannya ke wajah Casandra. Sungguh.


“Halah, untuk apa aku hati-hati bicara dengan manusia cabul sepertimu, Regent. Kau pikir kau itu siapa hah berani memintaku untuk bersikap hormat kepadamu. Kuberitahu kau satu hal ya. Meskipun besok pagi dunia kiamat, aku tidak akan pernah sudi bersikap baik kepada orang yang tidak tahu diri sepertimu. Sudah buruk rupa, mesum, sok ingin di hormati pula. Cihhhh, gelik sekali aku!”


Para pelayan yang ada di sana hanya bisa menahan nafas saat mendengar omongan nona mereka yang begitu pedas. Meski bukan hal yang baru lagi mereka melihat pertengkaran kedua saudara ini, tapi mereka masih tetap merasa ngeri setiap kali nona mereka melontarkan kata-kata yang tentunya akan sangat menyakiti hati si pendengarnya. Karena khawatir keributannya akan bertambah semakin membesar, salah seorang pelayan segera pergi untuk memanggil nyonya rumah yang kala itu sedang berada di dalam kamar. Kegaduhan ini harus secepatnya di cegah sebelum semakin merajalela.


“Enyahlah kau dari hadapanku, Regent. Perutku selalu saja mual setiap kali melihat wajahmu yang jelek itu. Pergi sana!” usir Casandra sambil mengibaskan tangan ke depan wajahnya Regent.


“Tidak semudah itu kau mengusirku pergi dari sini, Cassey. Karena apa? Karena aku datang untuk membawakan gaun yang akan kau pakai malam nanti. Jadi ….


Plaaaakkkk


“Yak Casandra!”


“Ada kegaduhan apa ini?”


Elzavat segera pergi menuju kolam renang saat pelayan memberitahunya kalau Cassey sedang bertengkar dengan Regent. Dan begitu Elzavat sampai di sini, dia disuguhkan oleh satu pemandangan dimana Cassey baru saja menampar pipinya Regent. Sungguh, Elzavat benar-benar tidak paham mengapa putrinya bisa mempunyai sikap yang begitu kasar. Padahal sejak kecil Elzavat telah memberikan les khusus pendidikan moril yang biasanya hanya dipelajari oleh keturunan para bangsawan saja. Namun Cassey, astaga. Elzavat sampai pusing tujuh keliling setiap kali memikirkan kelakuan putrinya ini. Sungguh.


“Regent, ada apa ini? Apa yang telah kau katakan pada Cassey sampai dia menamparmu?” tanya Elzavat ingin tahu.

__ADS_1


“Aku tidak mengatakan hal yang salah pada Cassey, Bibi. Aku hanya bilang kalau aku datang untuk mengantarkan gaun yang akan di pakainya malam nanti. Begitu,” jawab Regent dengan santainya bersandiwara.


“Bohong!”


“Cassey,” ….


“Ibu, harus berapa kali aku bilang kalau aku itu sangat jijik melihat wajah manusia sampah satu ini. Asal Ibu tahu saja ya. Tadi dia menatapku dengan pandangan yang sangat mesum saat aku sedang berjemur di pinggir kolam renang. Setelah itu dia juga berani melecehkanku. Jadi tidak ada salahnya bukan kalau aku menampar wajahnya? Lagipula aku memberinya pelajaran masih dengan menggunakan tanganku, bukan dengan menggunakan gergaji. Jadi Ibu tidak perlu berlebihan dalam mengkhawatirkannya karena itu menjijikkan. Cuihhhh!”


Elzavat hanya bisa menarik nafas panjang-panjang saat mendengar perkataan kasar yang terlontar keluar dari dalam mulut putrinya. Sedangkan Regent, dia terlihat menahan amarahnya setelah dihina habis-habisan oleh Casandra. Matanya yang tajam terus memperhatikan saat Casandra melenggang pergi begitu saja.


Awas saja kau, Cassey. Malam nanti aku akan pastikan kau menjadi milikku seutuhnya. Sekarang kau boleh saja berkoar menghina dan merendahkan harga diriku. Akan tetapi setelah malam nanti, kau akan bertekuk lutut di hadapanku. Huh.


“Regent, mewakilkan Cassey Bibi ingin meminta maaf padamu. Bibi sungguh tidak mengerti mengapa Cassey selalu saja memperlakukanmu dengan cara yang tidak sopan. Paman dan Bibi sudah kehabisan akal untuk menegurnya agar sadar,” ucap Elzavat merasa tak enak hati kepada keponakannya.


“Tidak apa-apa, Bibi. Aku sama sekali tidak marah meskipun Cassey selalu menghinaku seperti tadi. Bibi tidak perlu merasa tak enak hati kepadaku,” sahut Regent dengan sopannya. Tentu saja dia harus bersikap sopan karena nantinya Bibi Elzavat akan menjadi ibu mertuanya juga. Haha.


“Hahhh, sikapnya Cassey benar-benar sangat mengecewakan,” keluh Elzavat seraya menghela nafas. “Oya, Regent. Tadi kau bilang datang untuk mengantarkan gaun pesta untuk Cassey. Bolehkah Bibi melihatnya?”


“Tentu sangat boleh, Bibi. Akan tetapi gaunnya aku tinggalkan di ruang tamu tadi. Dan karena Paman memintaku untuk menjaga Cassey, aku sengaja memesan pakaian pesta dengan warna senada. Bukannya apa, Bi. Aku hanya ingin orang-orang tahu kalau Cassey adalah sepupuku. Dengan begitu mereka tidak akan ada yang berani mengganggunya.”


“Oh, begitu ya. Ya sudah kita masuk ke dalam saja. Bibi penasaran ingin melihat secantik apa gaun pesta yang telah kau pilihkan. Ayo!”


Regent menganggukkan kepala. Dia dengan senang hati mengikuti langkah sang bibi menuju ruang tamu. Sungguh wanita yang sangat bodoh. Sebegini mudahnyakah untuk Regent bohongi? Haha.

__ADS_1


***


__ADS_2