The Devil JOVE

The Devil JOVE
35. Umpatan Manis


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamar hotel, Casandra yang sedang asik bergelung dengan selimutnya nampak mengernyitkan kening saat dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Semacam rasa nyeri, pegal, dan juga rasa lelah yang begitu hebat. Meski begitu, Casandra masih enggan untuk membuka mata. Dia malah dengan sengaja menaikkan selimut untuk menutupi seluruh tubuh kecuali wajahnya. Setelah itu Casandra menggumam, merasa nyaman dengan apa yang dia lakukan tanpa menyadari kalau semua itu tengah di perhatikan oleh seseorang.


“Ughhhhh, kenapa rasanya semakin bertambah semakin tidak nyaman saja sih. Mengganjal sekali,” keluh Cassey lirih. Di bagian bawah tubuhnya ada potongan kayu yang menyangga kedua pahanya agar tidak bertemu. Ya pegal, ya perih, ya sakit. Semua rasa itu bercampur menjadi satu hingga membuat Cassey tak kuasa untuk terus mengabaikannya.


Sambil berusaha membuka kedua matanya yang terasa sangat berat, Cassey perlahan-lahan bangun dari tidurnya. Dia kemudian menyender ke kepala ranjang sembari menggaruk rambutnya yang sudah tidak berbentuk. Tak lama setelah itu ingatan Cassey melayang pada kejadian semalam dimana dia merasa tubuhnya sangat panas seperti terbakar, juga dengan desakan aneh yang membuat bulu kuduk di tubuh Cassey meremang hebat. “Sebenarnya apa sih yang terjadi padaku semalam. Aneh sekali. Kenapa aku bisa merasa seperti sedang di bakar setelah aku meminum minuman pemberian Regent? Apa iya dia membubuhkan racun ke dalamnya?”


Dengan penuh penasaran Cassey tak henti-hentinya bertanya dalam hati akan apa yang di alaminya semalam. Pusing karena tak menemukan jawaban, Cassey memutuskan untuk pergi mandi saja. Dan ketika Cassey menoleh, barulah dia tersadar kalau sekarang dia tengah berada di dalam kamar yang bukan kamarnya sendiri. Seketika ketakutan menyeruak masuk memenuhi pikiran Cassey.


Sialan. Jangan-jangan aku di culik. Tapi siapa yang berani melakukannya? Apa mungkin ini kerjaan Regent? Dasar brengsek. Aku akan langsung membunuhnya kalau memang benar ini adalah perbuatan si sampah menjijikkan itu. Berani-beraninya ya dia!


Tak mau terus berada di sana, dengan cepat Cassey menyibak selimut kemudian berniat turun dari ranjang. Namun, yang terjadi selanjutnya sungguh sangat tidak disangka-sangka oleh Cassey. Baru juga dia akan melangkah, tiba-tiba saja dia merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa dari arah bawah tubuhnya. Sontak saja hal tersebut membuat Cassey jatuh tersungkur hingga membuat wajahnya membentur lantai dengan cukup kuat.


“Auwhhhh!” pekik Cassey kaget dan juga kesakitan.

__ADS_1


Tapi sayangnya kekagetan Cassey tidak hanya sampai di sana saja. Begitu dia berhasil duduk sambil memegangi tulang hidungnya yang terasa sangat sakit, Cassey langsung di suguhkan oleh sesuatu yang membuat jantungnya seperti berhenti berdetak. Di hadapannya saat ini, ada televisi berukuran besar yang tengah menayangkan video biru dimana ada Cassey di dalamnya. Suara d*sahan dan juga jeritan menggebu terdengar dengan sangat jelas di kedua telinga Cassey hingga membuat wajahnya menjadi merah padam karena malu. Malu? Hah. Lebih ke jijik tepatnya. Bagaimana tidak jijik. Di dalam video tersebut terlihat Cassey yang tengah asik bercinta dengan seorang pria yang tidak dia kenal. Mereka terlihat begitu bersemangat hingga menyebabkan keringat membanjir membasahi tubuh masing-masing. Sungguh, perasaan Cassey saat ini benar-benar tidak bisa di gambarkan. Dia seakan menolak untuk mempercayai apa yang sedang dilihatnya. Bercinta dengan pria asing? Oh My God.


“In-ini … ini apa yang sebenarnya sedang terjadi? Aku sedang berhalusiansi ‘kan? Semua itu tidak mungkin benar bukan?” gumam Cassey antara percaya dan tidak percaya.


Mungkin jika hal ini di alami oleh wanita lain, bisa di pastikan kalau wanita tersebut akan langsung pingsan atau bahkan menjadi gila seketika. Namun hal-hal seperti itu sama sekali tidak muncul di diri Cassey. Sebagai wanita yang sudah cukup dewasa, Cassey memiliki pemikiran yang tidak sekolot itu dimana dia akan panik dan ketakutan karena melihat videonya yang tengah bercinta dengan seorang pria di dalam sebuah mobil. Walaupun ini adalah yang pertama untuk Cassey, hal tersebut tak serta-merta membuat Cassey merasa trauma ataupun depresi. Dia hanya kesal saja karena pria itu mengambilnya dengan cara yang tidak benar. Oh ayolah kawan, saat ini kita sudah berada di zaman modern. Cassey memang tidak membenarkan perbuatan ini, tapi bukan berarti dia akan kalah dengan menganggapnya sebagai titik kehancuran. Dengan amarah yang menggebu-gebu, Cassey menyambar vas bunga yang ada di atas meja kemudian melemparkannya ke arah layar televisi yang masih saja menampikan adegan vulgar di dalamnya. Tak hanya itu saja. Sambil menahan rasa sakit dan juga perih, Cassey berusaha bangun kemudian meraih apapun benda yang ada di dalam kamar tersebut kemudian melemparkannya ke arah televisi sialan itu.


“Dasar bajingan sialan. Berani sekali kau ya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sudah tahu aku sedang kepanasan, kenapa kau malah memperk*saku? Kau mau mati atau bagaimana hah?!” teriak Cassey menggila.


“Cepat beritahu aku bajingan mana yang telah membawaku ke kamar ini. Cepat katakan atau aku akan memenggal kepala kalian sekarang juga. Cepat katakan!” ancam Cassey dengan sengitnya.


“Tuan Jove yang membawa anda kemari, Nona. Dan jika anda ingin berbicara kepadanya, anda bisa melakukannya di depan cctv. Saat ini Tuan Jove sedang mengawasi anda dari tempat lain,” sahut salah satu pria yang dengan santainya berbicara. Dia tak merasa sakit sedikitpun meski kulit kepalanya sudah hampir terkelupas.


“Jove?”

__ADS_1


Cassey membeo. Nama pria ini asing sekali, tapi kenapa pria itu menculik dan memperk*sanya? Apa mungkin si Jove-Jove ini adalah orang suruhan Regent? Tapi masa iya sih. Bukankah Regent itu menyukainya ya? Aneh.


“Nona, anda ….


“Jangan katakan apapun atau aku akan menggorok kerongkonganmu. Lebih baik kalian beritahu aku saja siapa si Jove-Jove itu. Katakan padaku alasan kenapa dia membwaku kemari dan … dan kenapa dia bisa MEREKAM VIDEO SIALAN ITU? Dasar brengsek. Minta dia untuk menemuiku sekarang juga. Aku perlu membuat perhitungan dengannya. CEPAT!”


Kedua pria itu hanya diam saja saat Cassey berteriak seperti orang gila. Sadar tidak akan ada gunanya bicara dengan kedua orang tersebut, Cassey memutuskan untuk memaki Jove lewat cctv yang ada di dalam kamar. Dia tidak peduli, benar-benar tidak peduli meski sejak tadi Jove telah melihat kelakuannya yang agak aneh. Masa bodo. Cassey tak mau ambil pusing. Toh mereka juga tidak saling kenal ‘kan?


“Hei Jove k*parat sialan. Kau itu siapa hah! Berani sekali kau mengambil kesempatan untuk meniduriku lalu menyekapku di sini. Kalau kau memang memiliki nyali, cepat datang dan temui aku di sini. Mari kita berduel untuk menyelesaikan urusan ini. Walaupun aku wanita, aku tidak keberatan untuk baku hantam denganmu. Jangan jadi pengecut kau. Cepat datang dan temui aku sekarang juga!” teriak Cassey sambil menatap sengit ke arah cctv. “Dasar brengsek. Awas saja kau ya. Begitu kita bertemu, aku bersumpah akan langsung menendang burungmu sampai hancur. Aku juga akan mengulitimu hidup-hidup kemudian memangggangnya di dalam oven. Dasar sialan kau. Mati saja kau sana!”


Sementara itu di dalam mansion, Jove tak henti-hentinya menertawakan Cassey yang sedang mengamuk. Sungguh, kemarahan wanita ini sangat sesuai dengan ekspektasinya. Perutnya sampai terasa kaku mendengar umpatan-umpatan kasar yang keluar dari mulut wanita cantik ini. Sangat menggelitik hati sekali. Hahahaha.


***

__ADS_1


__ADS_2