
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜
***
Malam harinya setelah Regent meninggalkan kantornya, dia langsung pergi ke perusahaan milik Tuan Zian. Tujuannya satu. Ingin memastikan apakah semalam anak buahnya Tuan Zian melihat data-data perusahaannya yang bocor atau tidak. Meski mereka telah berjanji untuk bekerjasama menyerang CL Group, Regent tetap tak bisa tenang memikirkan masalah ini. Terlebih lagi orang yang telah membocorkan data-data itu sama sekali tidak bisa dilacak. Jadi sudah sepantasnya buka Regent dirundung kekahwatiran sampai seperti ini? Dia bahkan sampai melupakan Casandra, sepupunya yang kemarin malam dia jebak dengan obat perangsang.
“Kalau seandainya Zian tidak mengetahui kebocoran data itu berarti memang benar kejadian semalam sengaja ditujukan untuk mengertakku saja. Tapi masalahnya siapa orang itu? Jika itu adalah kerjaan orang-orang dari CL Group harusnya mereka sudah melakukan pergerakan sekarang. Aneh sekali. Sebenarnya siapa sih yang sedang mencari gara-gara denganku?” gumam Regent sambil menyetir mobil.
Rencana peluncuran produk Bioteknologi yang dicetuskan oleh CL Group sangat amat mengancam kesejahteraan Omari Group. Sebagai penyedia sumber pangan siap saji terbesar di negara ini, sudah pasti proyek CL Group sangat amat mengancam perusahaan milik Regent. Dan untungnya Regent mengenal dekat pemilik EH Group, yaitu Tuan Zian. Regent kemudian melakukan kesepakatan diam-diam dengan mengancam CL Group kalau EH Group baru akan bersedia menandatangani kerjasama itu jika CL Group setuju untuk melibatkan Omari Group di dalamnya. Namun belum sempat CL Group memberikan respon atas rencana ini, Regent sudah dulu menerima serangan dari anonim dimana orang ini seperti sengaja membocorkan kesepakatan dengan EH Group. Dan anehnya tidak ada orang yang mengetahui kalau semalam Omari Group terkena masalah besar. Janggal sekali bukan?
Tak berselang lama Regent akhirnya sampai di EH Group. Dia lalu memberikan kunci mobil kepada security kemudian melangkah masuk ke dalam perusahaan. Karena sebelumnya Regent dan Tuan Zian sudah membuat janji, jadi dia langsung diantar menuju ruangannya. Regent pun buru-buru mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam.
“Selamat malam, Tuan Zian. Maaf jika kedatanganku menyita waktumu,” ucap Regent dengan sopan menyapa pemilik ruangan.
“Tidak apa-apa. Duduklah,” sahut Zian mempersilahkan tamunya untuk duduk. Dia menuangkan minuman ke dalam gelas kemudian memberikannya pada Regent. “Jadi Tuan Regent Lin yang terhormat, bisakah kita bicara tidak dengan bahasa formal? Lidahku gatal jika melakukannya denganmu.”
__ADS_1
Regent terkekeh mendengar perkataan Zian. Dia dengan senang hati menerima minuman pemberiannya kemudian mengangkat gelasnya ke atas. “Untuk sahabatku, apa yang tidak? Cherss?”
“Cherrs,”
Ting
Suara dentingan gelas yang beradu menjadi awal pembicaraan dari dua pria pemilik perusahaan besar. Dalam beberapa saat keduanya fokus menikmati minuman untuk membasahi kerongkongan mereka yang kering. Dan tak lama setelahnya, barulah Zian menanyakan maksud kedatangan Regent ke perusahaannya.
“Jadi ada masalah apa kau datang menemuiku di jam pulang kantor begini? Dari gelagatmu tadi sepertinya kau sedang terburu-buru akan sesuatu. Apa benar?” tanya Zian sambil memutar-mutarkan minuman yang ada di dalam gelas.
“Kau benar sekali, Zian. Kedatanganku kemari karena ada sesuatu hal penting yang ingin kutanyakan padamu,” jawab Regent seraya menampilkan mimik wajah yang sangat serius. “Sebelumnya aku ingin minta maaf karena semalam pergi begitu saja dari acaramu. Tapi aku melakukannya bukan tanpa alasan, Zian. Kau tahu tidak. Semalam aku menerima laporan dari bawahanku kalau data-data tentang kerjasama kita bocor ke media. Aku panik, tentu saja. Itulah kenapa aku pergi tanpa pamit dari acaramu!”
Zian kaget setengah mati mendengar penuturan Regent. Karirnya di dunia bisnis bisa langsung tamat jika data-data itu sampai terbaca oleh anak buahnya Jove. Dengan Zian membatalkan pertemuan mereka saja Zian sudah ketar-ketir tak bisa tidur. Sekarang Regent malah memberitahunya kalau data berisi rencana kerjasama mereka bocor ke media. Ini sih namanya bom bunuh diri. Gila.
“Regent, kau tahukan kalau aku mempertaruhkan segalanya demi untuk bekerjasama dengan perusahaanmu? Harusnya kalian itu tidak ceroboh dengan membiarkan data-data itu bocor ke media. Keluargaku bisa habis di bantai Jove jika dia sampai tahu kalau aku sengaja membatalkan penandatanganan kontrak itu demi bekerjasama dengan perusahaanmu. Bagaimana sih!” amuk Zian sambil beranjak dari duduknya. Dengan marah Zian membanting gelasnya hingga hancur berserakan di lantai. Sambil mengusap wajahnya, Zian kembali meluapkan kemarahannya terhadap kecerobohan yang dilakukan oleh Regent. “Aku tidak mau tahu, Regent. Kalau Jove sampai menyasar pada perusahaanku, maka perusahaanmu juga harus ikut hancur bersamaku. Mengerti kau!”
“Zian, tolong tenang dulu. Kau masih belum mendengar keseluruhan ceritanya. Tenanglah!” ucap Regent meminta agar Zian tenang. Jujur, dia agak panik mendengar perkataan Zian yang akan menarik perusahaannya juga jika Jove sampai melakukan sesuatu kepada EH Group. “Duduklah. Kita bicarakan masalah ini dengan kepala dingin. Aku juga tidak segila itu dengan membiarkan Jove menghancurkan perusahaan kita. Relaks!”
__ADS_1
Sambil mendengus kasar, Zian kembali duduk di sofa. Dia lalu menatap seksama ke arah Regent, menantinya menceritakan keseluruhan ceritanya.
“Begini. Setelah aku mendengar kabar itu aku langsung pergi ke perusahaan untuk memeriksa apa yang terjadi. Di awal aku datang, semua komputer yang aku gunakan untuk melacak sistem keamanan perusahaan tiba-tiba saja terserang virus. Sekitar enam jam lamanya aku benar-benar tidak bisa membuka situs perusahaan. Tak lama kemudian komputer menyala sendiri lalu kami segera menghapus semua data yang bocor. Tapi Zian, kejadian ini benar-benar sangat janggal. Bahkan sampai detik ini aku masih belum mengerti apa tujuan orang itu membocorkan data yang ada. Karena setelah aku periksa, tidak ada satupun orang yang mengetahui tentang data-data itu. Bahkan media saja tidak tahu kalau perusahaanku mengalami kebocoran data. Aneh sekali bukan?”
“Hah? B-bagaimana mungkin tidak ada yang tahu tentang masalah ini kalau kau saja sempat tidak bisa melakukan apa-apa selama beberapa jam? Kau jangan mengada-ada, Regent. Jangan bercanda!” sergah Zian antara percaya dan tidak percaya mendengar ceritanya Regent.
“Aku sama sekali tidak sedang mengada-ada, Zian. Dan tujuanku datang kemari adalah untuk menanyakan apakah kau mendengar tentang masalah ini atau tidak. Kepalaku sudah sakit memikirkan dalang di balik kejadian ini. Karena sampai sekarang tidak ada satupun dari orang-orangku yang berhasil melacak alamat si pelaku!” sahut Regent. “Untuk membuktikan apakah ucapanku benar atau tidak, sekarang coba kau caritahu saja. Dan aku yakin kau pasti tidak akan menemukan apapun di sana. Coba saja!”
Karena penasaran, tanpa pikir panjang Zian langsung mengambil laptopnya kemudian mengutak-atik pemberitaan yang ada. Dan tak lama setelah itu keningnya Zian sudah di banjiri keringat dingin. Antara percaya dan tidak percaya, Zian mengalihkan pandangan menatap Regent yang juga tengah menatapnya. Dia lalu berkata ….
“Ini mustahil. S-siapa sebenarnya orang ini, Regent? Bagaimana bisa dia membocorkan data dari perusahaanmu tanpa meninggalkan bukti sedikitpun? Apa jangan-jangan perusahaan kita sedang menjadi target seorang hacker yang bekerja untuk suatu organisasi dunia? Astaga, aku sulit untuk mempercayai hal ini. Astaga!”
“Kurang lebih sama yang sedang aku rasakan sekarang, Zian. Aku juga tak henti bertanya-tanya siapa sebenarnya orang yang telah mempermainkan kita sampai seperti ini. Menurutmu mungkin tidak kalau ini adalah ulah anak buahnya Jove? Secara dia itukan mafia berkedok pembisnis. Bisa sajakan dia memerintahkan hacker untuk menyelidiki hal hal ini?” ucap Regent menerka-nerka.
“Entahlah. Aku terlalu syok memikirkan kebenaran dari ceritamu. Bulu kudukku bahkan sampai berdiri semua. Haissshhh!”
Andai saja Regent dan Zian tahu kalau Jove memiliki kelompok terorganisir yang tersembunyi di sebuah pulau, mereka pasti tidak akan kebingungan dan bertanya-tanya seperti ini. Mereka tidak tahu saja kalau Jove di jaga oleh orang-orang yang dulunya menjadi bagian dari suatu kelompok rahasia bernama Ma Queen Ma yang di ketuai oleh ibunya sendiri.
__ADS_1
***