The Devil JOVE

The Devil JOVE
37. Peringatan


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜



***


Fidel terus menghubungi anak buahnya yang tengah berpencar mencari keberadaan Nona Casandra. Sudah sehari terlewat sejak majikannya itu hilang, tapi sampai sekarang Fidel masih belum juga menerima kabar baik dari anak buahnya. Sebagai orang yang telah di tugaskan untuk melindungi Nona Casandra, jelas Fidel merasa sangat gagal sekali. Semalam dia tidak memiliki keberanian untuk melawan perintah Tuan Cadenza yang melarangnya agar tak ikut serta mengawal Nona Casandra pergi menghadiri acara Tuan Zian bersama Regent. Andai saja dia menuruti keinginan hatinya untuk pergi menyusul kesana, kejadian ini pasti tidak akan terjadi. Nona Casandra tidak mungkin hilang seperti ini.


“Brengsek. Sebenarnya bajingan mana yang telah membawa lari Nona Casandra? Apa yang dia inginkan darinya?” kesal Fidel sambil memukul stir mobil. Saat ini Fidel tengah berhenti di pinggir jalan untuk memelampiaskan emosinya setelah menerima telepon dari anak buahnya kalau Tuan Zian sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini. Awalnya Fidel mencurigai Tuan Zian karena dia pikir Tuan Zian telah jatuh cinta pada majikannya. Namun setelah di selidiki ternyata pemilik EH Group itu sama sekali tidak terlibat apapun atas hilangnya Nona Casandra. Dan tentu saja kabar ini membuat Fidel merasa sangat amat marah. “Kalau Nona Casandra di culik atas dasar uang, lalu kenapa sampai sekarang tidak ada yang menghubungi untuk meminta tebusan? Motif penculikan ini benar-benar aneh sekali!”


Saat Fidel tengah menerka-nerka penyebab kenapa Nona Casandra bisa di culik, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan mobilnya. Fidel yang tak mengenali nomor kendaraan tersebutpun bergegas keluar dari dalam mobilnya. Dan dia sangat berharap kalau di dalam mobil tersebut ada Nona Casandra. Siapapun boleh untuk berharap bukan?


Sementara itu di dalam mobil, terlihat Jove yang sedang duduk dengan santainya. Dia sama sekali tidak peduli ketika Fidel mengetuk kaca jendela sampingnya. Tujuan Jove datang kemari adalah untuk menghentikan Fidel agar berhenti mencari Casandra karena majikannya itu sudah sangat aman di tangannya. Juga karena Jove tidak mau pergerakan Fidel dan anak buahnya sampai menarik perhatian orang-orang yang sedang sibuk berburu darah langka milik keluarga Lin. Atau anggaplah kalau Jove tengah mengamankan miliknya dari jangkauan para musuh.


“Tuan, biar saya saja yang memberi peringatan pada Fidel. Sepertinya dia sangat berharap kalau Nona Casandra ada di dalam mobil ini,” ucap Franklin sambil mengawasi Fidel yang tak henti mengetuk kaca mobil. Dia khawatir bosnya akan merasa terganggu.

__ADS_1


“Silahkan saja. Jangan lupa beritahu dia agar menarik semua orang-orang yang sudah terlanjur di sebar untuk mencari keberadaan Casandra. Kalau Fidel tetap penasaran, katakan padanya agar meminta penjelasan pada Tuan Cadenza,” sahut Jove mempersilahkan Franklin untuk keluar menemui Fidel.


“Baik, Tuan.”


Segera Franklin keluar dari dalam mobil untuk menemui Fidel. Dan setelah sampai di luar, Franklin di kagetkan oleh serangan Fidel yang langsung melayangkan pukulan ke wajahnya. Mungkin kalau Franklin bukan bawahannya Jove Lorenzo, dia pasti sudah jatuh terkapar dengan tulang hidung yang patah. Namun dengan mudahnya Franklin menangkap tangan Fidel kemudian memitingnya ke belakang. Terprovokasi? Tentu saja tidak. Franklin jelas mengerti kenapa Fidel bisa tiba-tiba menyerangnya seperti ini.


“Lepaskan tanganku, brengsek!” umpat Fidel sambil berontak melepaskan tangannya.


“Relaks, Fidel. Aku tidak datang dengan maksud yang tidak baik. Jadi tenanglah,” sahut Franklin dingin, tapi penuh penekanan. Setelah itu Franklin melepaskan pitingan tangannya, membiarkan Fidel menatapnya dengan begitu sengit. “Kau salah jika berpikiran kalau Nona Casandra ada di dalam mobil ini. Karena yang sesungguhnya Nona Casandra sedang berada di tempat lain. Dia aman di sana!”


“Kau, darimana kau tahu kalau aku sedang mencari Nona Casandra? Dan juga apa hubunganmu dengan kejadian ini? Cepat beritahu aku dimana Nona Casandra berada sekarang!”


“Aku bilang tenanglah. Telingamu tidak tulikan kalau barusan aku memberitahumu Nona Casandra aman di tempat itu,” jawab Franklin tanpa menampakkan reaksi apapun di wajahnya. “Fidel, aku datang menemuimu hanya untuk memberitahukan hal ini saja. Juga ingin memintamu agar menarik semua orang yang kau sebar untuk mencari keberadaan Nona Casandra. Asal kau tahu saja, yang sedang kau lakukan sekarang bisa mengundang kecurigaan banyak orang. Terutama orang-orang tertentu yang memang sedang mencaritahu tentang sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Lin, terutama Nona Casandra. Jadi demi keamanan majikanmu aku sarankan kau dan orang-orangmu segera mundur sebelum ada kejadian buruk yang terjadi. Paham?”


“Apa maksudmu bicara seperti ini hah?” sentak Fidel tak terima saat diminta agar menarik semua anak buahnya. Sudah gila apa. “Dan juga apa maksudmu berkata kalau keluarga majikanku bisa terancam bahaya. Tidak masuk akal. Kita bahkan tidak saling kenal dan kau dengan lancangnya bicara seolah kau mengenal siapa keluarga Nona Casandra. Hati-hatilah dengan mulutmu itu!”

__ADS_1


“Kalau kau merasa penasaran, segeralah pulang dan tanyakan pada Tuan Cadenza mengapa keberadaan Nona Casandra begitu di cari oleh mereka. Jika Tuan Cadenza mempercayaimu, dia pasti akan mengatakan alasan mengapa aku bisa bicara seperti ini kepadamu,” sahut Franklin masih berusaha untuk menahan kekesalannya melihat Fidel yang ternyata cukup keras kepala. “Kau dan aku sama-sama bawahan. Jadi aku tidak memiliki kapasitas lebih untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tarik semua anak buahmu lalu minta penjelasan pada Tuan Cadenza. Dan mengenai Nona Casandra, kalian tidak perlu khawatir. Secepatnya dia akan segera pulang kalau keadaan sudah aman untuknya!”


“Siapa kau sebenarnya? Apa kau adalah orang di balik hilangnya Nona Casandra semalam?” tanya Fidel penuh selidik. Persetan dengan alasan itu. Fidel hanya ingin bisa segera menemukan Nona Casandra dan memastikan kalau keadaannya baik-baik saja. Selain itu Fidel sama sekali tidak peduli.


Sreeeetttt


“Franklin, jangan membuang waktu lagi. Aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan!” ucap Jove setelah menurunkan kaca jendela mobilnya. Dia lalu melepaskan kaca mata hitamnya sebelum menatap Fidel.


“Baik, Tuan,” sahut Franklin kemudian bergegas masuk ke dalam mobil.


“Dan kau, Fidel. Kalau kau mau Casandra kembali, lakukan semua hal yang di perintahkan oleh bawahanku. Jika tidak, maka jangan pernah berharap Casandra bisa kembali lagi ke keluarga Lin. Paham?” ucap Jove dengan dinginnya. Dia lalu memakai kembali kaca mata hitamnya kemudian meminta Franklin menutup jendela mobil. “Kita berangkat!”


Fidel hanya diam tertegun sambil menatap mobil mewah yang di belakangnya di ikuti oleh beberapa mobil yang juga tak kalah mewah. Syok, Fidel benar-benar syok sekali. Orang yang barusaja bicara dengannya adalah Jove, mafia kejam dan juga pemilik CL Group. Sedang orang yang tadi hampir di serangnya pasti adalah bawahannya. Menyadari hal ini tiba-tiba saja tengkuk Fidel meremang. Bagaimana bisa majikannya berada di tangan pria berbahaya itu?


“Kenapa Tuan Jove menculik Nona Casandra? Dan juga kenapa dia memintaku agar melakukan semua yang di perintahkan oleh bawahannya? Apa mungkin hal ini dia lakukan untuk melindungi Nona Casandra dari suatu kejahatan? Mungkinkah?” gumam Fidel bertanya-tanya. “Sebaiknya aku pulang saja untuk melaporkan hal ini pada Tuan Cadenza. Baru setelahnya aku akan menarik semua orang agar menghentikan pencarian. Astaga, kenapa jadi serumit ini sih. Haihh!"

__ADS_1


***


__ADS_2