
📢📢📢 MAAF YA BESTIE JARANG UP. ASAM LAMBUNG EMAK NAIK LAGI, JADI BELUM BISA UP BANYAK2 DULU. MAAF YA 💜
***
Cadenza tak tahu harus melakukan apa saat Jove lagi-lagi membawa pulang putrinya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dia yang sangat kaget mendengar laporan Fidel kalau Casandra baru saja mengamuk di perusahaan milik Jove, rasanya sangat ingin mati melihat Jove yang dengan santainya membawa Casandra masuk ke dalam kamarnya. Sebagai orangtua, jelas Cadenza merasa risih putrinya di perlakukan sedekat itu oleh seorang pria. Akan tetapi Cadenza juga tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk memperotes tindakan tersebut. Tidak, bukan tidak memiliki kekuatan, tapi benar-benar tidak ada cara untuk menghalau pria berlatar belakang mafia itu. Terlalu beresiko jika Cadenza nekad mengambil tindakan karena di sini yang akan di pertaruhkan adalah nyawa Casandra, bukan nyawanya.
“Jangan khawatir, Tuan Cadenza. Nona Casandra hanya terlalu kelelahan setelah mengamuk di ruangan Tuan Jove tadi. Dia bukan pingsan, tapi tidur,” ucap Franklin saat mendapati raut kegelisahan di wajah Tuan Cadenza. Meski bukan ini kebenaran yang sesungguhnya, tapi setidaknya ini sudah lebih dari cukup untuk menjawab rasa penasaran di diri Tuan Lin ini.
“Apa tadi Casandra melakukan tindakan yang keterlaluan pada Jove?” tanya Cadenza seraya menghela nafas panjang. Dia lega karena ternyata putrinya bukan pingsan, tapi ketiduran. Benar-benar gadis pemberontak. Seenaknya tertidur setelah membuat kegaduhan di perusahaan orang. Haihh.
“Saya rasa anda sudah cukup tahu kalau itu bukan ranah saya untuk menjawab, Tuan. Lebih baik anda tunggu Tuan Jove saja jika ingin tahu apa yang telah dilakukan Nona Casandra kepadanya,” jawab Franklin datar.
Cadenza terdiam. Dia kemudian berbalik, menatap lekat ke arah Fidel yang sejak tadi berdiri di belakangnya. “Apa yang terjadi pada Casandra sampai dia terpikir untuk merusuh di perusahaannya Jove? Katakanlah, jangan berpihak padanya dulu.”
“Sebelum datang ke CL Group, Nona Casandra pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Tuan Regent. Dan begitu Nona Casandra keluar dari sana, beliau terlihat sangat luar biasa marah. Setelah itu Nona Casandra meminta agar saya mengantarkannya ke CL Group. Beliau bilang ingin menuntut pertanggungjawaban dari Tuan Jove,” jawab Fidel menjawab sesuai dengan ilmu aneh yang di pelajarinya selama ini. Biasalah, ini adalah trik berbohong yang di ajarkan oleh majikannya. Hehe.
“Apa kau tidak mendengar masalah apa yang di bicarakan oleh mereka?”
“Tidak, Tuan. Saya menunggu di luar kamar.”
“Bagaimana ….
__ADS_1
Tak tak tak
Terdengar suara langkah menuruni anak tangga sebelum Cadenza menyelesaikan perkataannya. Penasaran akan apa yang telah dilakukan oleh putrinya, Cadenza pun segera mendekati Jove yang tengah berdiri di anak tangga terakhir.
“Jove, apa yang telah dilakukan Casandra padamu? Apa dia mengatakan sesuatu yang membuatmu merasa tersinggung?”
“Tidak,” jawab Jove singkat. “Casandra datang hanya untuk mengatai kalau aku adalah bajingan yang mesum. Lalu aku menghukumnya dengan cara memaksanya agar berdiri di dekat jendela sampai dia pingsan.”
Fidel dan Cadenza terpaku diam seperti orang bodoh saat Jove memberitahu mereka kalau tadi dia telah memaksa Casandra agar berdiri di dekat jendela. Itu artinya tadi Casandra dipaksa untuk merasakan ketakutannya yang phobia terhadap ketinggian. Sebagai orang yang selalu berada di sisi Casandra, Fidel dan Cadenza jelas tahu reaksi seperti apa yang akan muncul di diri gadis pemberontak itu setiap kali berada dalam ketinggian. Panik, sesak nafas, kemudian pingsan. Itu yang akan terjadi.
“Tadi saat dalam perjalanan pulang Casandra sempat bangun. Jadi sekarang dia bukan sedang dalam keadaan pingsan, tapi tertidur,” ucap Jove sambil tersenyum kecil melihat reaksi yang muncul di wajah ayahnya Casandra.
“Tuan Cadenza, mulai sekarang biarkan Casandra menikmati waktunya dengan bebas. Jangan mengekangnya lagi karena aku yang akan turun tangan langsung untuk menjaga keselamatannya. Casandra adalah wanita yang sangat istimewa, akan sangat menarik perhatian jika memperlakukannya dengan cara yang berbeda. Sikapmu yang begitu ketat secara tidak langsung telah menarik perhatian orang-orang yang memang sedang mengincar Casandra. Jadi aku minta mulai malam ini bebaskan Casandra dari semua aturan yang telah kau buat. Casandra aman bersamaku!” ucap Jove dengan tegas memintakan kebebasan Casandra pada ayahnya.
Cadenza menelan ludah. “Apa ini tidak akan membahayakan nyawanya?”
“Tentu saja tidak,”
“Bisakah kau memberiku waktu untuk memikirkan masalah ini dulu?” tanya Cadenza meminta kelonggaran waktu sebelum menentukan keputusan. Dia tidak boleh sembarangan. Benar tidak?
Jove terkekeh mendengar permintaan ayah Casandra. Sambil memakai kaca mata hitamnya, Jove berjalan melewati Tuan Cadenza kemudian berhenti setelah dia berada di sebelah Franklin. Jove kemudian berkata dengan omongan yang sarat akan ancaman.
__ADS_1
“Tuan Cadenza, tidakkah kau tahu kalau adalah hal yang sangat sia-sia sekali jika kita meminta waktu di saat sudah sangat terdesak? Kemungkinan dari kelonggaran waktu yang kau minta adalah keselamatan Casandra. Dia bisa saja mati jika terlambat sedikit saja dari kejaran orang-orang itu. Paham?”
Jangan di tanya bagaimana perasaan Cadenza sekarang. Dia diminta membuat keputusan tanpa ada izin untuk memikirkan jalan keluarnya terlebih dahulu. Namun karena peringatan Jove terdengar cukup masuk akal, Cadenza memutuskan untuk mengiyakan keinginannya. Dia telah berpikir jernih untuk membiarkan Casandra menikmati kebebasan hidupnya.
“Baiklah, Jove. Mulai besok pagi aku tidak akan melarang Casandra. Dia bebas melakukan dan pergi kemanapun yang dia mau!”
“Kau tidak sedang bercanda bukan?” tanya Jove memastikan.
“Tidak, Jove. Tidak sama sekali. Casandra adalah kesayangan keluarga ini, jadi keselamatannya adalah yang utama bagi kami. Sungguh!” jawab Cadenza penuh keyakinan.
“Baiklah kalau begitu. Mulai besok pagi aku akan mengawasi apakah kalian benar memberi kebebasan pada Casandra atau tidak. Kita pulang, Frankl!”
Setelah berkata seperti itu Jove langsung melenggang pergi ke luar. Kemudian di susul oleh Franklin setelah dia berpamitan pada Tuan Cadenza. Sementara itu di dalam rumah, Cadenza dan Fidel hanya bisa terdiam seribu bahasa setelah di tinggal pergi oleh rombongan mafia itu. Mereka kemudian saling tersenyum setelah beberapa saat hanya diam tak berkata.
“Fidel, harusnya keputusanku tidak salah bukan dengan memenuhi keinginan Jove?” tanya Cadenza. “Dia seorang mafia yang cukup di segani di dunianya. Harusnya Casandra baik-baik saja bersamanya bukan?”
“Saya pribadi sebenarnya masih merasa kurang yakin, Tuan. Tapi melihat kesungguhan Tuan Jove, mungkin tidak ada salahnya juga kalau anda sedikit memberi kebebasan pada Nona Casandra. Dia dan orangtuanya cukup di segani oleh banyak orang, semoga saja ini bisa membuat orang-orang itu berpikir seribu kali jika ingin menyakiti Nona Casandra,” jawab Fidel seraya menghela nafas panjang. Antara lega dan juga khawatir, itu yang Fidel rasakan sekarang.
“Hahhhh, semoga saja keputusanku memang tidak salah. Ya sudah, aku istirahatlah di kamarmu. Kau butuh tenaga extra untuk menjalani hari besok!” ucap Cadenza seraya menepuk pelan bahunya Fidel. Setelah itu dia berjalan menuju kamar Casandra untuk mengajak istrinya beristirahat di kamar mereka.
***
__ADS_1