The Devil JOVE

The Devil JOVE
64. Alasan Tak Berdasar


__ADS_3

Pagi harinya, Casandra membuka mata dengan perlahan saat dia merasa ada beban berat yang tertumpu di atas perutnya. Sambil menggeliat, dia akhirnya mencoba meraba untuk mencari tahu benda apakah yang telah mengganggu istirahatnya.


Eh, kenapa bisa ada potongan tangan di atas perutku? Ini aku tidak sedang bermimpi ‘kan?


Bingung akan apa yang dirabanya, Casandra berusaha untuk bangun. Namun baru juga tubuhnya bergerak sedikit, tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh suara serak dari arah samping. Dan hal tersebut membuat bulu kuduk di tubuh Casandra berdiri semua. Suaranya sangat familiar sekali. Itu tidak mungkin Jove ‘kan?


“Biarkan aku tidur sebentar lagi, Cassey. Kau jangan coba-coba lari dari tanggung jawab!” ucap Jove sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Casandra. Dia suka dengan posisi mereka yang seperti ini.


Gara-gara Jove yang menahan hasratnya akan candu di diri Casandra, dia baru bisa memejamkan mata saat jam menunjukkan pukul setengah lima dini hari. Dan jika kalian penasaran apa yang di perbuat oleh Jove semalam, jawabannya adalah dia hanya duduk diam seperti orang bodoh sambil memandangi wajah cantik Casandra yang terlihat begitu polos saat sedang tertidur. Jika waktu itu Jove bahkan tidak peduli untuk tetap meniduri Casandra saat sedang pingsan, semalam Jove benar-benar berusaha keras untuk tidak menyentuhnya. Sikap ini tentu saja sangat amat bertolak belakang dengan sikap yang biasa Jove tunjukkan selama ini. Namun demi Casandra Jove rela tersiksa sedemikian rupa.


“Apa kau tidak salah bicara seperti itu padaku, Jove? Bukankah seharusnya akulah yang meminta pertanggungjawaban darimu? Lucu sekali kau!” cibir Casandra sinis.


“Kalau begitu ayo kita menikah!”


Casandra langsung memelototkan matanya begitu mendengar perkataan Jove. Jengkel, itu yang dia rasakan saat Jove dengan mudah mengajaknya untuk menikah. Kesal akan hal tersebut, dengan marah Casandra hendak menyingkirkan tangan Jove dari atas tubuhnya. Dia benar-benar tidak sudi di sentuh oleh bajingan yang baru saja melamarnya dengan cara yang sangat menjengkelkan.


“Cassey, biarkan aku istirahat sebentar. Jangan memancingku!” geram Jove agak tersinggung saat Casandra menyingkirkan tangannya dengan kasar. Namun karena posisi tersebut disukai olehnya, dengan santainya Jove kembali memeluknya lagi. Dan kali ini pelukan Jove jauh lebih erat dari sebelumnya. Sehingga membuat Casandra menggeliat hendak berontak.


“Jove, lepas. Kau menyakitiku!” protes Casandra.


“Kalau begitu diamlah. Semakin kau berontak, pelukanku akan semakin menguat. Percaya tidak kalau aku tidak akan peduli meski tulang rusukmu patah sekalipun!” sahut Jove sambil tersenyum samar. Pagi-pagi dia sudah harus berhadapan dengan wanita jaguarnya. Menarik sekali, bukan?

__ADS_1


“Tapi aku mau bangun. Hari ini aku harus pergi ke perusahaan untuk membantu Ayah!”


“Aku bilang diam, Casandra! Lupakan masalah kantor dan cukup pikirkan aku seorang.”


“Kau gila, Jove!”


“Ya, kau benar. Karenanya janganlah kau membuatku menjadi lebih gila daripada ini. Aku tidak keberatan untuk kembali menidurimu secara paksa kalau kau masih tidak mau diam. Kau sudah menyiksaku dari semalam, Casandra. Jadi biarkan aku tidur sebentar. Nanti aku yang akan mengantarkanmu pergi ke perusahaan!” kesal Jove mulai terpancing emosi saat Casandra tak juga menurut pada apa yang dia katakan. Kepala Jove sangat pusing sekarang. Bukan karena kurang tidur, tapi karena hasratnya yang tidak tersalurkan dengan benar. Kalian pasti tahu bukan apa penyebabnya?


Akhirnya Casandra hanya bisa pasrah dengan menuruti apa yang di inginkan oleh Jove. Casandra terpaksa melakukannya karena dia tahu kalau hasilnya akan sia-sia saja jika dia tetap melawan. Terlebih lagi setelah Jove mengancam akan menidurinya lagi. Jelas ini membuat Casandra memilih untuk patuh karena dia tak mau mengambil resiko sampai hamil karena minggu-minggu ini merupakan masa suburnya. Apa kata dunia nanti jika dia sampai mengandung anak dari seorang bajingan bernama Jove? Orang-orang pasti akan mencemoohnya nanti.


Menyadari Casandra yang tak lagi memberontak membuat Jove tak kuasa untuk tidak meng*lum senyum. Penasaran akan apa yang dibuatnya, Jove membuka mata kemudian menatap Casandra dari samping. Hidung yang begitu lancip, bibir merekah merah dan bulu matanya yang bergerak-gerak membuat Jove kembali tersihir akan kecantikan yang dimiliki oleh Casandra. Tak tahan di buatnya, dengan cepat Jove menarik tubuh Casandra hingga berada di atas tubuhnya. Setelah itu Jove menempelkan jari telunjuknya ke bibir Casandra saat melihatnya hendak melayangkan protes.


“Sttttt, jangan mengatakan apapun padaku. Aku hanya ingin memandangi kecantikanmu dengan posisi seperti ini!” bisik Jove sambil menatap dalam ke manik mata Casandra yang terlihat begitu indah. “Cassey, kaucantik sekalik. Aku suka,” ….


Wajah Casandra langsung memerah saat Jove dengan terang-terangan menyebutnya cantik. Tersanjung, itu sudah pasti. Casandra adalah wanita normal. Mustahil dia tidak merasa gugup menerima pujian dari pria tampan yang tengah memandangnya tak berkedip. Walaupun Casandra sangat membenci sikapnya Jove yang begitu brengsek, tapi hal tersebut tidak bisa menutupi desakan hatinya kalau dia juga terpesona pada ketampanan bajingan ini. Jadi sekarang yang bisa Casandra lakukan adalah balas menatap manik matanya Jove dengan wajah yang terus memerah. Bayangkan saja. Posisinya sekarang berada di atas tubuh Jove. Sangat cukup untuk disebut intim. Benar tidak?


“Aku tahu ada yang ingin kau sampaikan padaku. Katakan saja,” ucap Jove dengan lembut. Jari tangannya bergerak menyusuri kelopak mata Casandra yang begitu indah. Ah, semua yang ada di diri wanita ini benar-benar mampu mengalihkan dunianya Jove. Dan Casandra adalah miliknya. Ya benar, wanita ini hanya boleh menjadi miliknya seorang.


“Kenapa aku?” tanya Casandra. Kali ini dia bicara tidak dengan menggunakan bahasa yang cetus. “Oke, kejadian malam itu anggaplah sebagai ketidaksengajaan. Tapi Jove, kenapa kau tidak melepaskan aku setelahnya? Kita orang asing, aku tidak tahu siapa kau dan kaupun tidak tahu siapa aku. Jadi bisakah kau memberitahuku alasan mengapa kau begitu ingin menguasaiku?”


Jove diam terpaku mendengar pertanyaan Casandra. Aneh. Apa jangan-jangan Casandra tidak tahu alasan mengapa Tuan Cadenza mengekangnya dengan begitu ketat? Jika dugaannya benar, berarti Casandra sama sekali tidak tahu tentang darah langka yang mengalir di tubuhnya? Tapi bagaimana mungkin ini terjadi? Mungkinkah Tuan Cadenza memiliki alasan lain dengan tidak membiarkan Casandra tahu kalau dirinya itu sangatlah istimewa?

__ADS_1


“Jove, jangan diam saja. Ayo cepat beritahu aku alasan kenapa kau begitu egois kepadaku!” desak Casandra tak sabar ingin segera mendengar jawaban dari Jove.


“Hmmmm, aku bersikap seperti ini karena aku menyukai wanita cantik. Dan kecantikanmu berada di level yang paling kuinginkan. Jadi ….


Enggan memberitahu yang sebenarnya, Jove dengan sengaja memberikan alasan yang lain. Namun jawabannya ini tidak sepenuhnya salah karena Casandra memang adalah yang paling cantik dari sekian wanita cantik yang pernah menghabiskan malam dengannya. Hal ini Jove lakukan karena dia ingin mencari tahu dulu alasan mengapa Tuan Cadenza masih merahasiakan keistimewaan Casandra. Dan Jove yakin pasti ada hal besar yang belum dia ketahui sepenuhnya tentang keluarga Lin.


“Aku bertanya baik-baik padamu, Jove. Jadi tolong jawablah dengan sesuatu yang tidak membuat amarahku memuncak!” kesal Casandra yang kembali bicara dengan nada cetus. “Aku tidak bodoh, dan aku tahu dengan sangat jelas kalau kau sedang mempermainkanku. Kecantikan yang kau sebutkan tadi bukanlah jawaban, tapi itu adalah alasan untuk menutupi kebusukanmu yang sebenarnya. Entah apa yang sebenarnya kau sembunyikan, tapi cepat atau lambat aku pasti akan segera mengetahui semuanya!”


Setelah berkata seperti itu Casandra nekad turun dari atas tubuhnya Jove. Dia lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan tubuhnya sebelum pulang ke rumah. Akan tetapi begitu Casandra berbalik setelah mengunci pintu kamar mandi, dia dikejutkan oleh penampakan beberapa barang yang adalah miliknya sendiri. Terheran-heran mengapa barang di rumahnya bisa berada di kamar mandi ini, segera Casandra membuka kembali pintu kamar mandi untuk menanyakan pada Jove apa arti semua ini.


Ceklek


“Jove, apa-apaan in ….


Hening. Casandra tidak jadi melanjutkan perkataannya karena sekarang Jove tengah berdiri di depan pintu kamar mandi seraya menatapnya dengan pandangan yang sangat mengerikan. Dan yang terjadi selanjutnya membuat Casandra seperti mendapat serangan jantung dadakan. Kakinya lemas seketika.


“Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku di mansion ini. Jangan coba-coba membantah apalagi melarikan diri. Selangkah saja kau berani keluar dari mansion tanpa seizinku, percayalah Casandra. Detik itu juga aku akan langsung menghabisi seluruh keluargamu hingga tak bersisa kemudian mengurungmu sampai kau mati. Mengerti?!”


Kejam bukan? Dan ini merupakan cara Jove melindungi wanitanya dari buruan para predator di luaran sana. Namun sayang sekali. Ketidaktahuan Casandra yang tidak menyadari kalau nyawanya sedang terancam bahaya, kekejaman Jove di sambut Casandra dengan satu tamparan. Ya, tanpa Casandra sadari dia telah menjadi orang pertama yang berani menampar wajah tampan dari seorang mafia yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Luar biasa sekali, bukan?


"Aku sangat membencimu, Jove. Kau men-ji-jik-kan!" teriak Casandra penuh murka sebelum akhirnya dia menutup pintu kamar mandi dengan sangat kasar.

__ADS_1


***


__ADS_2