The Devil JOVE

The Devil JOVE
71. Sedikit Keterlaluan


__ADS_3

Pamela yang baru saja bangun langsung pergi menemui Kaira yang kala itu tengah beritisrahat setelah menjalani pelatihan. Sebenarnya dia itu sudah harus kembali ke lab, tapi karena Pamela merasa nyaman tinggal di pulau ini, dia memutuskan untuk berlibur selama beberapa hari lagi. Juga karena Pamela ingin menghindari amarah sang ibu yang tidak bisa menemukan keberadaannya selama beberapa hari terakhir.


“Mau pergi kemana kau gadis mata duitan?"


Satu kalimat pertanyaan berhasil menghentikan tangan Pamela yang hendak memutar knop pintu. Tahu siapa orang yang baru saja menegurnya, dengan malas-malasan Pamela akhirnya berbalik badan. Dia lalu mengerucutkan bibir mendapati Nona Reina yang terlihat begitu menggoda dengan gaun hitam sejengkal di atas lutut yang menampakkan kulit pahanya yang putih mulus. Menyebalkan sekali. Pamela yang wanita tulen saja tidak di izinkan berpakaian seperti itu di pualu ini, tapi Nona Reina malah bisa dengan bebas mengumbar keseksian. Membuat orang iri saja. Huh.


“Kenapa, hem? Iri ya?” ledek Reina seraya memainkan rambutnya yang tergerai. Dia lalu berjalan mendekati Pamela yang masih menatapnya sambil mengerucutkan bibir.


“Nona Reina, kenapa sih aku tidak boleh memakai gaun seksi sepertimu di pulau ini. Padahalkan di sini ada banyak sekali pria tampan dengan tubuh yang sangat menggoda. Kan mubadzir kalau tidak di pergunakan dengan baik,” tanya Pamela menyampaikan protesnya pada Nona Reina.


“Dasar gadis nakal. Kau dan aku jelas berbeda, sayang. Aku wanita matang, sedangkan kau? Kau bahkan masih menggunakan pempers saat tidur malam. Jadi bagaimana mungkin kami akan mengizinkanmu memakai pakaian yang tidak seharusnya kau kenakan, hem?” jawab Reina sambil tertawa lebar. Ada-ada saja kelakuan anaknya Gerald. Umur masih dua puluh tahunan tapi jiwanya sudah menggatal seperti wanita usia tiga puluhan. Membuat orang gemas saja.


“Ck, tolong jangan mengataiku yang bukan-bukan, Nona. Siapa bilang aku tidur masih dengan memakai pempers? Aku ini sudah besar. Tahu?”

__ADS_1


“Ya ya ya ya. Aku tahu kau itu sudah besar, Pamela. Karena kalau kau tidak besar, Jove tidak akan mungkin membiarkanmu menangani masalahnya. Benar tidak?”


Pandangan Pamela langsung berubah dingin saat dia menyadari ada maksud tersirat di balik perkataan Nona Reina barusan. Khawatir melewatkan sesuatu hal, diapun segera mencecar Nona Reina agar memberitahukan apa yang terjadi.


“Nona Reina, apa Kak Jove mengatakan sesuatu kepadamu? Apa dia merasa tidak puas dengan semua pelayanan yang aku berikan selama ini? Atau jangan-jangan dia marah karena aku tinggal terlalu lama di pulau miliknya? Haissshhh, sebenarnya ada apa sih ini. Kenapa aku merasa kalau kau sedang merahasiakan sesuatu dariku. Ayo cepat beritahu aku!”


“Kau ini ya. Sekalinya bicara langsung tak memberiku kesempatan untuk menjawab. Bagaimana aku bisa menjelaskan apa yang terjadi kalau kau saja memberiku pertanyaan beruntun begitu? Bagaimana sih!” omel Reina sambil menarik pelan daun telinga Pamela. Setelah itu Reina menghela nafas panjang sembari melirik pada pintu kamar tempat Kaira berada. “Kemarin malam Jove mnghubungiku. Dia memintaku agar mempersiapkan Kaira lebih cepat dari yang seharusnya. Fakta tentang keistimewaan darah Casandra telah terendus keluar. Dan hal ini sangatlah mengancam nyawanya. Jove hanya memberi kita waktu selama beberapa bulan saja untuk menjadikan Kaira sebagai penjaga yang bisa di andalkan. Sebenarnya ini tidak akan menjadi masalah jika seandainya Kaira adalah orang yang memiliki masa lalu kelam. Akan tetapi Kaira hanyalah seorang model yang merangkap sebagai p*lacur yang memiliki keinginan sederhana dengan berkumpul bersama keluarganya. Jujur, permintaan Jove membuatku merasa tak tega pada Kaira. Dia terpaksa harus melewati pelatihan yang seribu kali lebih gila di bandingkan dengan pelatihan yang di jalani oleh anggota lain. Kaira pasti menderita sekali dengan pelatihan yang kami beri!”


“Oh, jadi rahasia Casandra sudah di ketahui oleh musuh?”


“Ya, dan itu sudah terjadi saat Jove sedang makan malam bersama Casandra. Tidakkah menurutmu orang-orang itu cukup nekad? Ada Jove saja mereka berani membuat ulah, lalu apa jadinya nanti jika Casandra tidak di jaga oleh orang yang tepat?”


“Nona Reina, ada banyak sekali mutan yang menganggur di labolatoriumku. Kita bisa menggunakan mereka dulu selagi menunggu Kaira siap dengan tugasnya!” ucap Pamela memberi masukan. Dia kemudian berbalik dan menatap lama pada ruangan yang tadi ingin dimasukinya. “Kaira adalah tipe wanita yang rela melakukan segala macam cara untuk membahagiakan keluarganya. Saat dia baru sampai di lab, dia berontak dengan begitu kuat. Tapi begitu aku menyinggung tentang keluarganya, dia tiba-tiba berubah menjadi gadis yang sangat patuh dan tak banyak mengeluh. Menurutmu agak keterlaluan tidak jika kita memaksanya menjadi kuat dengan iming-iming bertemu dengan keluarganya?”

__ADS_1


Reina terdiam. Yang di katakan oleh Pamela sudah Reina lakukan demi agar Kaira berhasil melewati pelatihan kejam itu. Dan sebenarnya cara ini sangat tidak di sukai oleh Rose. Tapi apa boleh buat, hanya dengan membawa nama keluarganya saja Reina baru bisa menyemangati Kaira agar mampu bertahan.


“Hmmm, Nona Reina. Aku lupa memberitahumu kalau di dalam tubuh Kaira telah tertanam alam pendeteksi. Jadi nanti saat dia keluar dari pulau ini, kalian bisa dengan mudah melacak keberadaannya dan juga mengetahui dengan siapa saja Kaira bicara. Dan di dalam alat pendeteksi itu ada semacam zat yang akan langsung meledak jika Kaira sampai ketahuan membuat konspirasi dengan musuhnya Kak Jove. Jadi aku sarankan nanti kau bantu mengingatkannya agar jangan macam-macam kalau tidak mau mati dengan tubuh hancur lebur!” ucap Pamela memberitahu Nona Reina tentang satu senjata rahasia yang sengaja dia tanamkan di dalam tubuh Kaira. Biasalah, untuk jaga-jaga.


“Ck, kau ini kenapa mengerikan sekali sih. Bisa tidak sekali saja kau jangan mengambil tindakan yang membuat orang lain terkaget-kaget. Dasar psikopat!” kesal Reina sambil menyentil kening Pamela.


“Mau bagaimana lagi, Nona Reina. Kaira adalah orang pilihan khusus Kak Jove. Kalau aku tidak teliti, bisa-bisa aku yang mati di kuliti oleh Kak Jove dan anak buahnya. Tahu sendirikan kalau mafia narkoba itu tidak mengenal kata ampun pada orang yang berani membuatnya merasa kecewa?” sahut Pamela dengan entengnya. “Lagipula aku juga telah mendapat bayaran yang sangat besar untuk menangani masalah ini. Jadi sepsikopat apapun tindakanku, akan terus aku lakukan agar Kak Jove lebih sering memberiku dollar. Hehehe!”


Reina langsung memutar bola matanya jengah mendengar Pamela yang entah mengapa bisa begitu tergila-gila pada tumpukan dollar. Padahal sendirinya adalah putri dari keluarga kaya, tapi gadis psikopat ini bersikap seolah dia adalah masyarakat miskin yang tidak punya apa-apa. Menyebalkan sekali, bukan?


“Sudah ya aku mau masuk menjenguk Kaira dulu. Sekalian ingin memeriksa sudah sejauh mana kalian memberinya pelatihan. Daahh,” pamit Pamela sesaat sebelum dia masuk ke dalam kamar Kaira.


Sepeninggal Pamela, Reina msih berdiri lama di depan pintu kamar. Pikirannya tengah melanglang buana memikirkan apakah setelah ini Kaira akan sanggup melewati pelatihan yang akan diberikan langsung oleh Lorus atau tidak.

__ADS_1


Semoga saja pelatihan kali ini tidak gagal. Jika gagal, maka habislah pulau ini di bom oleh Jove. Haihhhh, nasib-nasib.


***


__ADS_2