
Di kediaman keluarga Lin, terlihat Fidel yang tengah berbicara serius dengan seseorang lewat telepon. Di hadapannya ada Tuan Cadenza dan juga Nyonya Elzafat yang terlihat begitu khawatir.
“Apapun caranya kalian harus bisa menemukan keberadaan Nona Casandra. Jika tidak, kalian akan berurusan denganku!” ancam Fidel pada orang yang sedang berbicara dengannya. “Satu lagi. Segera laporkan padaku sekecil apapun informasi yang kalian dapatkan. Mengerti?”
“Mengerti, Tuan Fidel.”
Klik. Panggilan terputus. Setelah itu Fidel segera menghampiri Tuan Cadenza untuk melaporkan perkembangan tentang pencarian Nona Casandra yang hilang sejak semalam.
“Bagaimana? Apa kata orang suruhanmu?” tanya Cadenza dengan tidak sabaran.
“Maaf, Tuan Cadenza. Orang-orang itu masih belum bisa menemukan keberadaan Nona Casandra. Dan dari informasi yang mereka dapat semalam Tuan Regent pergi meninggalkan Nona Casandra sendirian di pesta itu. Tapi Tuan, ada yang aneh di sini!” jawab Fidel dengan raut wajah yang sangat serius.
“A-aneh? A-apa itu, Fidel? Putriku baik-baik saja ‘kan? D-dia … dia ….
Nafas Elzavat tercekat. Dia sampai tidak bisa melanjutkan perkataannya saking khawatir memikirkan hal buruk yang bisa saja menimpa putri kesayangannya. Cadenza yang melihat istrinya kesulitan bernafas segera meminta Fidel agar membantu membawanya masuk ke dalam rumah. Meski sangat khawatir setidaknya Cadenza masih bisa bersikap tegar saat ini. Dia terus meyakinkan hatinya kalau Casandra pasti baik-baik saja. Putrinya itu hanya sedang menunjukkan pemberontakan karena selama ini dia terus mengurungnya di rumah. Namun ketegaran di diri Cadenza tidak berlangsung lama setelah Fidel menjelaskan tentang keanehan yang terjadi.
__ADS_1
“Fidel, tolong katakan apa yang sebenarnya terjadi pada Cassey. Keanehan apa yang tadi kau maksudkan, hem?” tanya Elzavat sambil menahan tangis. Dia lalu menyenderkan tubuhnya ke sofa, lemas.
“Nyonya, orang suruhan saya melaporkan kalau semua rekaman cctv yang ada di lokasi pesta itu sama sekali tidak ada yang mengarah ke keberadaan Nona Casandra. Dan satu-satunya rekaman yang tertinggal hanyalah ketika Nona Casandra dan Tuan Regent berbincang dengan Tuan Zian. Setelah itu semua rekaman hilang. Saya menduga ada seseorang yang sengaja menghapus rekaman tersebut agar kita tidak bisa melacak keberadaan Nona Casandra. Dan mengenai siapa orang itu, saat ini orang-orang saya tengah menyelidikinya,” jawab Fidel dengan berat hati menyampaikan informasi tersebut pada kedua majikannya.
Semua tulang di tubuh Cadenza serasa berubah menjadi jeli saat menyadari kalau putrinya pasti telah di culik oleh seseorang yang diam-diam mengetahui tentang keistimewaan darah di diri putrinya itu. Jika dugaannya benar, maka tamatlah riwayat keluarga Lin yang selama ini sangat di jaganya. Dan tidak hanya itu saja. Nasib putrinya sudah bisa di pastikan akan berakhir pada kematian.
Ya Tuhan, bagaimana ini. Tolong lindungi putriku, Tuhan. Jangan biarkan putriku jatuh ke tangan orang yang salah. Aku tidak rela jika darah miliknya sampai di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tolong aku, Tuhan. Aku mohon.
Di saat Cadenza dan Elzavat tengah di dera perasaan memilukan, terlihat sebuah mobil bergerak masuk ke pekarangan rumah mereka. Fidel yang tahu siapa pemilik mobil tersebut dengan langkah lebar langsung berjalan menghampirinya. Tanpa menunggu si pemilik mobil keluar, dengan kasar Fidel menggedor kaca jendelanya kemudian mencengkeram kerah baju orang tersebut.
“Maafkan saya, Tuan Regent. Tapi kali ini saya tidak akan bersikap lunak kepada anda. Gara-gara kecerobohan anda, sekarang Nona Casandra hilang. Dan jika sampai terjadi sesuatu kepadanya, saya bersumpah akan membunuh anda dengan tangan saya sendiri!” ancam Fidel dengan bengisnya.
Sialan. Sebenarnya orang brengsek mana yang sudah lancang menculik Cassey? Argggghhhh, k*parat.
“Paman, Bibi. Maafkan aku. Tapi aku sungguh tidak tahu siapa yang membawa Casandra pergi. Semalam saat kami baru sampai di tempat pesta aku mendapat laporan dari anak buahku kalau ada seseorang yang membobol data perusahaan. Karena keadaannya benar-benar sangat genting, saat itu juga aku harus segera datang ke perusahaan. Tapi sebelum itu aku sudah berpesan agar Cassey tidak pergi kemana-mana dulu sampai aku kembali. Karena masalahnya cukup pelik, aku akhirnya meminta penjaga untuk menjemput Cassey dari tempat pesta dan mengantarkannya pulang ke rumah. Akan tetapi penjaga bilang kalau Cassey sudah di jemput oleh Fidel. Dan tadi aku sangat kaget saat Tuan Zian memberitahuku kalau semalam Cassey tidak pulang. Aku benar-benar tidak tahu dia pergi kemana dan siapa yang membawanya karena dari laporan penjaga Cassey pulang bersama Fidel!” ucap Regent dengan lancarnya membalik keadaan. Tak lupa juga dia menampilkan ekpresi syok dan juga sedih agar lebih meyakinkan. Licik sekali bukan? Masa bodo, Regent tak peduli.
__ADS_1
“Apa? Saya menjemput Nona Casandra pulang?” kaget Fidel. Matanya sampai membelalak lebar mendengar informasi ini. “Tuan Regent, anda jangan sembarangan bicara ya. Semalam saya tidak kemana-mana. Mustahil Nona Casandra pulang bersama saya. Itu tidak benar!”
“Benar atau tidaknya, orang yang kuperintahkan untuk menjemput Cassey memberitahuku kalau dia telah pulang bersamamu. Karena jika bukan kau yang datang menjemput, aku mana mungkin tenang dan bisa menyelesaikan permasalahan di kantor sampai beres!” sahut Regent menolak pembenaran dari Fidel. Setelah itu Regent memicingkan mata menatap Fidel penuh curiga. “Fidel, kenapa aku jadi merasa curiga padamu ya. Jangan-jangan kau adalah orang di balik hilangnya Casandra. Benar ‘kan?”
Melihat keadaan mulai memanas karena Regent mencurigai Fidel yang telah menculik putrinya, Cadenza pun segera turun tangan. Dia dengan lembut menyeka air mata di wajah Elzavat kemudian berdiri di tengah-tengah Fidel dan Regent yang sudah siap melakukan baku hantam.
“Aku rasa kalian cukup tahu kalau sekarang bukan waktunya untuk saling tuduh. Dan kau Regent, kali ini Paman benar-benar merasa sangat kecewa sekali padamu. Paman menitipkan Casandra dengan harapan kalau aku akan menjaganya dengan baik. Tapi apa? Kau malah seenaknya pergi meninggalkannya sendirian di acara yang baru pertama kali di hadiri oleh Casandra. Harusnya kau itu menghubungi Fidel atau meminta anak buahmu agar mengantarkan Casandra pulang ke rumah, bukan malah pergi dan menitipkannya pada orang lain. Lihat sekarang, Casandra hilang dan kau malah menyalahkan Fidel. Asal kau tahu saja. Fidel Paman pilih untuk menjadi asistennya Casandra karena Paman tahu kalau Fidel tidak akan mungkin berkhianat. Jadi kau jangan coba-coba menjadikannya kambing hitam atas apa yang sedang terjadi. Kau terlalu lancang!” ucap Cadenza dengan tegas menegur Regent.
“Tapi Paman, aku ….
“Sudahlah, lebih baik sekarang kau pergi saja dari sini. Kedatanganmu kemari hanya membuat perasaan Paman dan Bibi bertambah semakin tidak karu-karuan. Dan kalau kau merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Casandra, ada baiknya kalau kau ikut membantu kami mencari keberadaannya. Itu akan Paman anggap sebagai bentuk penebusan atas kelalaian yang telah kau lakukan. Pulanglah!”
Darah di tubuh Regent serasa mendidih semua saat dia di usir pergi oleh sang paman. Sambil mengepalkan kedua tangannya, Regent akhirnya pergi dari sana. Dia lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi ketika akan meninggalkan pekarangan rumah Casandra. Regent emosi.
“Argggg, brengsek!”
__ADS_1
Kau sebenarnya pergi kemana, Cassey. Menyusahkan saja.
***