The Devil JOVE

The Devil JOVE
63. Musuh Mulai Datang


__ADS_3

Franklin diam saja tanpa menunjukkan reaksi apapun ketika peluru yang bersarang di tangannya di keluarkan oleh bosnya. Dan asal kalian tahu, proses pengeluarkan peluru tersebut hanya menggunakan satu pisau kecil dan juga sebotol alkohol. Seharusnya Franklin merasa sangat kesakitan karena kulit tangannya dikoyak tanpa dibius terlebih dahulu. Akan tetapi bukan anak buah Jove namanya kalau sampai harus berteriak kesakitan hanya karena luka tembak. Terlalu lemah, dan itu sifat seperti sangatlah di benci oleh bosnya.


Tok tok tok


“Masuk!” teriak Franklin saat mendengar suara ketukan pintu. Dia mengarahkan matanya untuk melihat siapa yang datang.


Pintu terbuka. Kemudian masuklah seorang penjaga sambil membawa laptop di tangannya. Jove yang masih sibuk dengan luka di tangan Franklin hanya diam saja ketika anak buahnya menyapa. Dia sudah tahu alasan kenapa ada buahnya datang ke ruangan ini.


“Bagaimana?” tanya Franklin seraya menatap datar pada penjaga yang sedang mengotak-atik laptop.


“Tuan Jove, Franklin, Awan bersih dari penyerangan ini. Dia sama sekali tidak terlibat meski dia juga memiliki tujuan yang sama dengan memburu darah langka milik Nona Casandra!”


Jove menghela nafas. Tak suka saat mendengar fakta kalau Awan telah mengetahui kalau Casandra adalah pemilik darah langka itu. Sambil menuangkan alkohol ke atas lukanya Franklin, Jove meminta anak buahnya menunjukkan bukti pergerakan dari kelompok Awan.


“Putar videonya. Aku ingin tahu untuk siapa Awan memburu Casandraku. Jika itu terhubung dengan Albert, besok pagi aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri. Aku benci milikku di usik!”


“Baik, Tuan.”


Saat video mulai di putar, Franklin pamit ke kamar mandi untuk membersihkan noda darah di tangannya. Sekalian dia ingin mengambil alat pel untuk membersihkan bekas darah dan juga alkohol yang berceceran di lantai. Jove sendiri memilih untuk langsung meneguk habis sisa alkohol yang tadi dia gunakan untuk membersihkan luka di tangan Franklin. Setelah itu dia duduk di tepian meja seraya menonton video di layar laptop.

__ADS_1


“Ummmm, jadi Awan bekerja untuk mereka ya?” ujar Jove santai. “Kau beruntung Albert karena Awan tidak terhubung denganmu. Dan semoga saja kau memang tidak akan pernah terhubung dalam masalah ini karena aku tidak akan memberimu ampun meski kau mencium telapak kakiku sekalipun. Casandra milikku. Jadi tidak ada yang boleh menyentuhnya, apalagi menyakitinya!”


“Tuan Jove, haruskah kami memperketat keamanan di kediaman keluarga Lin dan juga di L Group? Untuk jaga-jaga saja siapa tahu ada musuh yang datang menyelinap!”


“Pastikan kalian jangan sampai kecolongan. Karena jika hal tersebut sampai terjadi, bersiaplah kau dan semua orang yang terlibat akan mati dengan kepala terpenggal!” sahut Jove sambil mengusap baku-baku tangannya. “Awan ini … sehebat apa dia dalam membunuh?”


“Dari informasi yang saya ketahui, Awan merupakan pembunuh favorit dari para gembong minyak dan raja korupsi yang suka sekali menggunakan jasanya untuk menghabisi siapapun yang menghalangi pekerjaan mereka. Namun karena Awan suka berpindah-pindah tempat, dia di kenal sebagai pembunuh paling mahal dan juga paling di cari di negara ini, Tuan.”


“Sehebat itukah dia?”


“Masih belum mampu mengalahkan kehebatan anda!”


Jove tersenyum. Dia kemudian mengambil ponsel milik Franklin yang berada di atas meja. Jove berniat menghubungi Nona Reina guna menanyakan tentang kabar Kaira, wanita yang dia pilih secara khusus untuk menjaga Casandranya. Sambil menunggu panggilan di jawab, Jove meminta anak buahnya menuangkan minuman. Jujur, dia kesal sekali saat tahu kalau orang-orang telah menyadari siapa Casandra. Jiwanya bergejolak hebat.


“Orang-orang sudah tahu kalau Casandra adalah pemilik darah langka itu. Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku ingin Kaira siap lebih awal agar dia bisa menjaga milikku dengan baik. Dan jika sampai waktunya tiba kalian semua masih belum bisa menyelesaikan tugas ini, jangan salahkan aku kalau pulau yang kalian huni akan aku ratakan dengan tanah. Casandra adalah nyawaku, kau tahu apa artinya bukan?” ucap Jove tanpa basa-basi. Walaupun Nona Reina jauh lebih tua darinya, Jove tidak akan segan untuk mengancamnya. Hanya pada ibunya saja Jove bisa tunduk. Tidak dengan orang lain. Siapapun itu.


Hening. Tak terdengar suara apapun dari dalam telepon setelah Jove menyampaikan keinginannya. Hingga tak lama kemudian Franklin kembali datang setelah selesai membersihkan ruangan. Berbarengan dengan itu Nona Reina kembali membuka suara.


“Jove, karena suasananya agak sedikit memanas, bagaimana kalau aku kirimkan saja beberapa orang kita untuk menjaga keamanan Casandra. Kaira itu tidak tahu apa-apa, mustahil menyiapkannya hanya dalam waktu yang begitu singkat. Butuh waktu sekitar dua atau tiga bulan untuk membuatnya benar-benar siap menjadi pengawal Casandra. Ingat, Jove. Kaira itu dulunya adalah seorang model yang bisanya hanya berlenggak-lenggok di atas karpet merah sambil menjajakan tubuhnya untuk menghibur para pria hidung belang. Jadi untuk masalah ini aku harap kau mau memberikan sedikit toleransimu kepada kami yang tinggal di pulau. Oke?”

__ADS_1


“Hmmmm,” ….


Jove hanya menggumam saja sebelum akhirnya dia memutuskan panggilan. Dengan pandangan yang begitu dingin, Jove menatap jarum jam yang sedang berputar pelan. Andai saja ada yang bisa membaca pikiran Jove, di pastikan kalau orang tersebut pasti akan langsung kencing di celana karena ketakutan. Darah yang mengaliri tubuhnya Jove seakan mendidih semua saat dia tahu kalau wanitanya tengah menjadi incaran orang-orang yang pastinya sangat amat berbahaya. Karena selain bisa menjadi biang dari semua racun yang ada di dunia ini, darah di tubuh Casandra juga bisa membuat pemiliknya menjadi kaya raya. Jadi dengan keuntungan yang begitu besar wajar saja kalau para bajingan itu berbondong-bondong mencari keberadaannya. Dan sebagai pemilik, Jove jelas tak terima. Dia marah, sangat amat marah malah.


“Tuan Jove, apakah ada perintah khusus untuk menangani masalah ini?” tanya Franklin tanggap akan kemarahan bosnya.


“Aku tidak suka dengan keadaan ini, Frank. Cari dan seret siapa dalang yang telah membocorkan kalau Casandra adalah orangnya. Aku tidak percaya mereka semua bisa tahu secepat ini kalau tidak ada yang membocorkan!” jawab Jove sambil mengepalkan kedua tangannya. “Besok pagi kau pergilah temui Tuan Cadenza. Sampaikan padanya kalau mulai malam ini Casandra akan tinggal bersamaku. Jika dia merasa keberatan, katakan saja padanya kalau aku akan langsung menikahi Casandra saat itu juga. Musuh sudah mendekat, dan sudah saatnya bagi kita semua untuk bersiap. Mengerti?”


“Mengerti, Tuan,” sahut Franklin patuh.


“Kalian pergilah. Aku ingin istirahat!” ucap Jove sambil berjalan keluar dari dalam ruangannya.


Begitu Jove sampai di luar ruangan, dia langsung merobek kemejanya hingga semua kancingnya terlempar ke lantai. Jove membiarkan tubuh atletisnya terekspos begitu saja. Dia butuh pelampiasan. Dan tempat yang dipilihnya adalah kamar tempat Casandra berada.


Ceklek


Pandangan Jove nyalang. Dia menatap tak berkedip ke arah Casandra yang tengah terlelap di atas ranjang. Jujur, saat ini jiwa binatang buas di diri Jove begitu kuat menguasai. Dan biasanya saat Jove sedang seperti ini Franklin akan langsung menyiapkan wanita untuk menghabiskan malam dengannya. Namun karena perbincangannya dengan Casandra sedikit mengusik hati, sekuat mungkin Jove menahan hasratnya. Anggaplah kalau sekarang dia tengah berperang dengan kebinatangannya yang amat menyukai suara d*sahan wanita. Jove hanya ingin lebih menghargai Casandra karena bagaimanapun Casandra adalah calon ibu dari penerusnya kelak.


“Cassey, tahukah kau kalau aku begitu menjagamu? Aku bahkan rela tersiksa seperti ini hanya karena aku tidak mau kau merasa direndahkan. Kau wanitaku, seharusnya aku bebas untuk menyentuhmu kapan saja. Namun itu tidak aku lakukan karena aku ingin kau menghargaiku lebih dari seorang bajingan. Selamat. Kau aman malam ini,” ujar Jove sesaat sebelum dia melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Kalian pasti tahu bukan apa yang akan dilakukan oleh Jove? Ya, mandi air dingin. Apalagi memangnya? 😂


***


__ADS_2