
..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
Vanya masuk lalu mulai merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, Ia kelihatan sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan memakan banyak waktu.
Daffin pun datang dan ikut merebahkan tubuhnya disamping Vanya, Ia mulai menoleh ke arah Vanya, Begitu pula sebaliknya, Kini mereka mulai saling bertatapan.
Daffin mulai mengangkat satu tangannya lalu ia letakkan di pipi Vanya, Ia pun mulai membelainya dengan lembut.
"Masih capek?" tanya Daffin.
"Iya," ucap Vanya singkat.
"Ya udah tidur dulu aja nanti aku bangunin" ucap Daffin.
Vanya hanya mengangguk dan mulai menutup matanya, Daffin pun tersenyum melihat wanita di sampingnya.
Tidak lama setelahnya Daffin mulai bangun, Lalu ia pun mulai membuka pakaiannya, Ia terlihat sangat penat dan ingin merelaksasikan tubuhnya, Daffin pun mulai berjalan ke arah kolam renang lalu melompat kedalamnya.
Daffin mulai merasa lebih segar, Apalagi kolam yang ia masuki airnya terasa cukup dingin.
Setelah berenang kesana kemari Daffin mulai terdiam, Ia pun mulai membayangkan Vanya yang ikut berenang bersamanya dengan sebuah bikini two piece yang membuat setiap lekukan ditubuhnya terlihat dengan jelas, Hingga tak terasa ia terus saja tersenyum.
Namun setelah Daffin tersadar dari lamunan,Ia pun mulai menggelengkan kepalanya,
"Ngayal aja Fin" ucapnya yang kembali menyelami kolam renang.
Daffin tengah mengandarkan tubuhnya ditepi kolam renang, Ia mulai mejamkan matanya merasakan air yang menyentuh setiap inci kulitnya, Berada di dalam air seperti ini membuatnya merasa lebih rileks, Kepenatan yang menyelimutinya sedari tadi pun berangsur hilang.
Hingga tiba-tiba Ia mulai merasakan ada yang ikut masuk ke dalam air, Daffin pun mulai membuka matanya, Serta mulai mengedipkannya berkali-kali, Ia seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini dan masih berpikir kalau itu hanya khayalannya saja.
"Vanya" ucap Daffin.
"Aku...Pengen banget berenang rasanya penat banget habis perjalanan jauh" ucap Vanya.
Daffin mulai mengembangkan senyumnya, Ia terlihat begitu senang karena Vanya ikut berenang bersamanya, Ya meskipun jauh dari bayangannya karena ia mengenakan baju renang model One piece bukan two piece seperti dalam bayangannya.
__ADS_1
Ya lumayan lah, Lain kali aku belikan model two piece biar kelihatan makin sexy batin Daffin.
"Sayang, Berenang kesini dong" pinta Daffin.
"Enggak mau, Aku mau disini aja" ucap Vanya.
"Ya udah kalau enggak mau, Aku yang kesitu ya" ucap Daffin yang mulai berenang dan mendekat ke arah Vanya.
Namun saat Daffin mendekat, Vanya pun mulai memasukan kedua tangannya kedalam air lalu ia mulai menyipratkan air tersebut ke arah Daffin.
"Sana jangan dengan deket-deket" ucap Vanya yang terus saja menghujani Daffin dengan air kolam.
"Aduh kamu kok gitu, Awas ya lihat nih pembalasan aku" ucap Daffin yang ikut menghujanin Vanya dengan air kolam.
Vanya pun terlihat kewalahan, Ia pun mulai berteriak sambil menutupi wajahnya.
"Aaahhh udah Fin" teriak Vanya.
Daffin tak mau melewatkan kesempatan ini, Ia pun mulai mendekat lalu memeluk Vanya, Vanya pun menoleh ke arah Daffin yang tengah tersenyum bangga karena berhasil mendekat serta memeluknya.
Daffin mulai mendekatkan wajahnya serta memagut bibir Vanya dengan kedua tangannya yang masih melingkar di tubuh Vanya.
Daffin mulai melepaskan pagutannya dan tersenyum ke arah Vanya, Ia benar-benar merasa semuanya seperti mimpi, Berada disini bersama wanita yang ia cintai dan yang terpenting dari itu semua adalah wanita yang berada di depannya saat ini tengah tersenyum manis ke arahnya.
"Aku juga cinta sama kamu" ucap Vanya tanpa ragu yang membuat Daffin merasa sangat senang.
Mereka mulai menyelami kolam bersama dengan Vanya yang tengah melingkarkan lengannya di leher Daffin dan berada di belakang punggungnya.
Mereka benar-benar menikmati liburannya kali ini, hingga tak terasa hari semakin sore, Vanya mulai merasa lapar.
"Aku laper " ucap Vanya setelah cukup lama berenang bersama Daffin.
"Iya aku juga, Ayo kita ganti baju dulu terus makan" ajak Daffin.
Vanya pun mulai naik terlebih dahulu dan mulai berjalan ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan tak lama kemudian disusul oleh Daffin yang juga ikut berganti pakaian.
Setelah itu mereka pun mulai makan bersama di luar, Hingga tak terasa hari semakin larut udara semakin terasa dingin dan menusuk, Vanya masih terus saja menggosok kedua lengannya, Ia terlihat kedinginan, Daffin yang memperhatikannya pun mulai beranjak dari duduknya membuka jaket yang ia kenakan lalu menghampiri Vanya serta memakaikannya di tubuh Vanya.
"Ayo dingin banget disini, Kita kembali kepenginapan" ajak Daffin.
"Iya ayo" ucap Vanya yang mulai berdiri dan pergi dari sana bersama Daffin untuk kembali ke penginapan.
__ADS_1
...----------------...
Sesampainya di penginapan,
Daffin mulai membuka pintu, Vanya mulai masuk lebih dulu ke dalam dan langsung berlari kecil menuju tempat tidur serta melompat ke atasnya, Vanya pun mulai merebahkan tubuhnya dengan posisi telungkup seraya berkata, "Hhh nyaman banget" ucapnya dengan mata terpejam.
Daffin pun mulai ikut menghampiri Vanya dan duduk disampingnya serta mulai memandangi tubuh Vanya dari atas hingga ke bawah.
Suasana dan tempat udah sangat mendukung, Coba aja bisa sekalian gituan enak banget kali ya batin Daffin.
Daffin pun semakin mendekatkan dirinya ke arah Vanya dan mulai meletakkan lengannya pada punggung Vanya serta mulai mengelusnya.
"Sayang" ucap Daffin yang memanggil Vanya.
"Sayang" ucapnya lagi.
Namun Vanya masih tak bergeming, Daffin pun semakin mendekat dan melihat Vanya yang masih saja memejamkan matanya.
"Tidur?" ucapnya lagi.
Daffin pun mulai mengguncang tubuh Vanya dengan perlahan namun Vanya masih saja tak merespon.
"Yah beneran tidur" ucap Daffin yang mulai terlihat kecewa.
Daffin menghela nafas lalu ia punmulai menyelimuti tubuh Vanya seraya berkata," Kalau bukan karena takut kamu marah, Udah aku serang kamu sekarang juga"
Vanya terperanjat mendengar ucapan Daffin, Namun ia masih tetap mencoba tenang dan masih memejamkan matanya, Ternyata Vanya hanya pura-pura tertidur, Dan untung lah pikirnya kalau tidak mungkin Daffin kini telah melakukan sesuatu hal yang lebih jauh lagi kepada dirinya.
...----------------...
Keesokan harinya,
Vanya terbangun dari tidurnya, Ia pun mulai duduk ditempat tidur sambil merentangkan kedua tangannya, Daffin yang baru saja selesai mandi mulai menghampiri Vanya menyentujmh kepalanya, Lalu mengecup dahi Vanya seraya berkata,"Pagi sayang"
"Iya pagi juga" ucap Vanya.
"Ayo mandi dulu nanti kita sarapan" ucap Daffin.
"Iya,"ucap Vanya yang mulai berangsur bangun dari tempat tidurnya.
Vanya mengambil handuk serta pakaian lalu mulai berjalan ke kamar mandi, Setelah selesai mandi Vanya dan Daffin mulai pergi keluar untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan juga Votenya ya. Terima kasih😘
Yang mau baca boleh tapi jangan plagiat ya, Author sedih lho dah cape-cape mikir tapi ditiru apalagi sampai lihat langsung ke lapaknya, Nyeseknya gak ada obat sumpah. Berkaryalah dengan imajinasi kalian sendiri ya.