
Hari ini hari pernikahan Vanya dan Daffin, Vanya tampak diam tanpa ekspresi, tidak lama ada 1 pesan masuk ke ponselnya
Meta : Va tumben belum dateng jam segini udah mau mulai loh pelajaran Pak Firman nih
Vanya : Gue enggak masuk Ta, lagi ada perlu
Meta :Tumben banget biasanya ada badai juga lo masuk terus
Vanya tak membalas pesan dari Meta lagi
"Ayo kita make up dulu" ucap Perias pengantin
"Iya" jawab Vanya singkat
Disekolah saat jam istirahat
"Si Vanya kemana Ta? Kok tumben enggak masuk dia?" tanya Fani
"Ada perlu katanya" ucap Meta
"Ada perlu apaan?" tanya Fani lagi
"Enggak tahu gue juga" jawab Meta
Vanya sudah siap dan cantik dengan gaun dan rambut panjangnya yang diuntai kebelakang. Kini ia masih menunggu penghulu datang.
Ia melihat ponselnya lagi ada pesan dari Meta, Fani, Riri dan yang terakhir dari Niko, Vanya membuka pesan dari Niko
Niko : Vanya, kamu kenapa ga masuk hari ini? Kamu ga lagi sakit kan?
Belum sempat membalas pesan Papa Vanya datang.
"Ayo Vanya sudah mau mulai" ucap Papanya yang datang dan mulai menggandeng lengan Vanya.
Vanya tidak menyangka akan secepat ini, Ia melangkah bersama Papanya.
Sesampainya disana ia duduk di samping Daffin, Prosesi pernikahan pun dimulai dan hanya dihadiri keluarga, Setelah itu Daffin mulai mengambil cincin yang telah disiapkan dan mulai menyematkannya di jari manis Vanya begitu pula sebaliknya.
Daffin akan mencium kening Vanya namun sebelum itu ia berkata " Kamu cantik" seraya mendaratkan kecupan di dahi Vanya.
Setelah itu mereka berfoto dan Makan bersama. Acara terus berlanjut hingga sore hari.
Tampak Vanya sedang bersama dengan Papa dan Mamanya. Mamanya terus mendekap erat Vanya seakan ia tidak rela Vanya pergi.
__ADS_1
"Sudah lah, Vanya sekarang sudah punya keluarga baru, Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik sekarang"ucap Papa Vanya kepada Mamanya
Vanya dijemput oleh Mamanya Daffin,
"Permisi, Saya akan membawa menantu saya Vanya pulang kerumah" ucap Mama Daffin
"Ayo Vanya kita pulang sekarang" ucap Mamanya Daffin lagi
"Ma, jangan sedih ya nanti Vanya pasti main ke rumah, Sekarang Vanya pulang dulu ke rumah baru Vanya" ucap Vanya mencoba kuat
Mamanya tidak bisa menahan haru , Ia pun memeluk erat Vanya sambil menangis
"Iya sayang kamu baik-baik ya disana" ucap Mamanya
"Iya Ma" ucap Vanya
Vanya pun mulai menaiki mobil dan pergi kerumah Daffin, Sesampainya disana Daffin merebahkan tubuhnya di sofa sedangkan Vanya dan Sandra naik ke atas,
Tidak lama setelah itu Daffin menyusul ke atas ia pun membuka pintu kamarnya.
"Vanya?" panggil Daffin sambil berusaha mencari Vanya di dalam kamarnya hingga ke dalam kamar mandi
"Kok enggak ada" ucap Daffin
Ia pun keluar dan melihat kakaknya yang hendak keluar, Kemudian bertanya pada kakaknya.
"Ada " jawab Sandra singkat
"Ada dimana? Daffin cari-cari dikamar enggak ketemu" ucap Daffin
"Ada dikamar Embak lagi istirahat" jawab Sandra kemudian
"Eh eh eh, Kamu mau kemana?" tanya Sandra sambil berusaha menghalangi Daffin yang akan memasuki kamarnya.
"Mau panggil Vanya, Mau ajak Vanya istirahat dikamar Daffin" ucap Daffin
"Udah enggak usah biarin Vanya tidur sama embak" ucap Sandra
"Loh tapi kan, terus mas Daniel gimana?" tanya Daffin heran
"Dia udah sering tidur di kamar tamu semenjak embak hamil jadi enggak masalah" ucap Sandra
"Tapi embak Vanya kan istri Daffin sekarang" protes Daffin
"Iya embak tahu, Cuma embak harap kamu enggak ganggu dia, Apalagi sentuh dia, Awas kamu berani macem-macem sama dia"ucap Sandra yang langsung masuk ke kamar dan menutup pintunya.
Daffin mematung didepan kamar Kakaknya,
__ADS_1
"Ah si*l " ucap Daffin yang kemudian masuk ke kamarnya menganti pakaiannya serta pergi lagi
Didalam kamar Sandra, Vanya sedang duduk diatas tempat tidur.
"Udah kamu enggak usah khawatir Daffin enggak akan berani ganggu kamu" ucap Sandra
"Iya, makasih ya embak" ucap Vanya
"Iya sama-sama sekarang kamu ganti baju dulu terus istirahat" ucap Sandra lagi
Akhirnya Daffin pergi ke kafe, Dion pun datang menghampirinya
"Oy Fin, Gue bingung tiap kesini muka lo pasti kusut, kenapa sih?" tanya Dion seraya duduk didepan Daffin
"Hhh Abis merried gue" ucap Daffin sambil menghela nafas
"Serius? Kapan?" tanya Dion lagi
"Tadi siang" ucap Daffin
" Wih akhirnya kok gue ga diundang" ujar Dion
"Iya cuma keluarga doang yang hadir, resepsinya masih nanti" ujar Daffin
"Terus sekarang lo ngapain disini bukannya dirumah kelonan sama istri malah nongkrong disini" ucap Dion
"Boro-boro dia tidur di kamar kakak gue" ucap Daffin sewot
"Oh hahaha tahu gue sekarang pantesan muka lo kusut terus malah kesini lagi" ucap Dion sambil tertawa puas
"Malah ketawa lagi lo" ucap Daffin tak terima
"Hahaha abisnya baru nemu gue, Baru juga nikah disuruh pisah ranjang, kasian amat lo" ucap Dion sambil terus tertawa
"Berisik lo !!" ucap Daffin marah
"Hahaha udah lah, namanya juga cewek emang paling susah lah dimengerti, Lo maklumin aja bawaan bayi juga mungkin" ucap Dion berusaha menghibur Daffin.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
Edit : Karena banyak reader yang kesal efek Daffin pisah kamar sama Vanya aku jelaskan juga disini.
Vanya menikah dengan Daffin terpaksa hanya demi anak dikandungannya.
Dan Sandra mengijinkan Vanya untuk tidur dikamarnya untuk memberikan kenyamanan bagi Vanya, Karena bagaimanapun juga Vanya itu korban perbuatan bejat adiknya,
Jadi enggak ada yg namanya siksa menyiksa karena Daffin yg sifatnya urakan dan gak sabaran, yang ada dia makin penasaran dan berusaha terus membuat hati Vanya luluh. Cinta butuh proses jadi nikmati aja prosesnya karena pada akhirnya Vanya pun memaafkan dan bisa saling menerima.
__ADS_1
Terima kasih.