VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Mak Comblang ll


__ADS_3

Setelah kepergian Daffin, Vanya pun kembali ke rumah, Baru saja ditinggalkan dan kini ia mulai merasa kesepian, Meskipun kadang saat Daffin berada di rumah ia selalu disibukan dengan pekerjaan, Namun setidaknya Daffin ada dan Vanya bisa melihatnya.


Vanya pun mulai mengeluarkan ponselnya, Ia mulai menyalakan layar dan nampak membuka kontak lalu menekan salah satu nama yang tertera disana.


"Halo Fan, Sebelum berangkat kuliah ke rumah gue dulu ya" ujar Vanya di telepon.


"Mau ngapain? Tumben" ujar Fani.


"Mau berangkat bareng " ujar Vanya.


"Lha? Laki lo kemana emang?" tanya Fani.


"Pergi tugas ke luar kota, Ini gue baru aja balik abis anter dia" ucap Vanya.


"Yes gue ada temennya" ucap Fani.


"Temen apa?"


"Temen jomblo lah, Selama laki lo enggak ada ya lo sama kayak gue jomblo" ujar Fani.


"Enak aja, Udah ah Fan cepetan jemput gue dulu" perintah Vanya.


"Ok siap Bos" ujar Fani seraya menutup teleponnya.


...----------------...


Tidak lama setelahnya, Fani datang dengan mengendarai motor matic miliknya, Ia pun mulai membuka gerbang Lalu memasukan motornya ke dalam halaman rumah Vanya, Ia pun menutup kembali pintu gerbang Lalu berjalan menuju pintu rumah dan mulai menekan bel.


Ting tong


Vanya pun membuka pintu, dilihatnya Fani yang tengah berdiri disana.


"Kok udah sampe? Baru juga jam berapa" ujar Vanya.


"Kan tadi lo yang nyuruh cepetan," ujar Fani yang langsung berjalan masuk tanpa disuruh.


"Va, Masak apa hari ini, Laper nih belum sarapan dari rumah" ujar Fani yang kini mulai mendaratkan tubuhnya di sofa.


"Masih ada nasi goreng sih tadi" ujar Vanya.


"Ya udah sini gue sikat ya" ujar Fani yang beranjak dari duduknya menuju dapur.


Fani nampak duduk di ruang makan Vanya pun ikut duduk disana.


"Fan, Nanti malem nginep disini ya, Gue iseng sendirian di rumah" pinta Vanya.


"Ya tergantung" ujar Fani.


"Tergantung apa?" tanya Vanya.


"Ya kalau ada banyak makanan gue mau, Soalnya mulut gue suka kaku kalau enggak ngunyah" ujar Fani.


"Pantesan itu mulut lancar banget kalau ngomongin orang," celetuk Vanya.


Fani hanya tersenyum dan melanjutkan makannya, Lalu ia pun mulai bertanya lagi.


"Eh iya Va, Gimana nih jadinya sama Leo?" tanya Fani yang masih mengunyah nasi goreng.


"Ya gimana, Gue juga bingung, Ya lo deketin sendiri aja lah, Gue kan udah ngenalin lo juga sama dia" ujar Vanya.

__ADS_1


"Ya enggak bisa lah Va, Nanti gue bingung mau bahas apa, Kalau dianya ngerespon kalau enggak? Gue dikacangin nanti."


"Kalau enggak nanti sore lo suruh dia tuh kesini kita ngobrol disini biar enak terus lebih lama juga deh" saran Fani.


"Enggak ah, Gue tuh enggak boleh sembarangan kasih izin orang masuk ke rumah apalagi cowok" tolak Vanya.


"Ya elah Va, Kan ada gue juga, Enggak apa-apa kali santai aja" ujar Vanya.


"Enggak, " ucap Vanya.


"Va, please bantuin temen lo ini, Buat lepasin status jomblonya" ujar Fani memelas.


Vanya pun terdiam dan berpikir.


"Ya udah iya..." ucap Vanya akhirnya.


"Asik, Makasih Vanya sayang" ujar Fani.


"Iya... Sama-sama" ucap Vanya


Setelah Fani menyelesaikan sarapannya, Mereka pun berangkat kuliah bersama.


...----------------...


Sesampainya di Kampus,


Vanya mulai mencari Leo di kelasnya, Nampak Leo yang sudah duduk di kursinya, Lalu Vanya pun masuk dan menghampiri Leo,


"Kak bisa bicara sebentar enggak diluar" ujar Vanya.


Leo nampak melirik ke arah Dion, Dion melirik ke arah Vanya sekilas, Lalu mulai mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Leo.


Sesampainya di luar


"Ada apa?" tanya Leo.


"Emm.. Nanti sore Kakak bisa enggak ke rumah?" tanya Vanya.


"Ke rumah siapa?" tanya Leo mengerenyitkan dahinya.


"Ke rumah aku, Fani yang ajak sih sebenernya, Dia mau ngobrol lebih banyak sama Kakak katanya" ujar Vanya.


"Oh oke boleh, Nanti sekitar jam 5 aku ke rumah kamu ya" ujar Leo.


"Iya, Makasih ya Kak" ucap Vanya tersenyum canggung dan pergi meninggalkan Leo.


Leo kembali masuk ke dalam kelasnya dan duduk dikursinya lagi, Nampak Dion yang mulai menatap tajam ke arah Leo.


"Muka lo kenapa?? Biasa aja dong lihatnya" ujar Leo.


"Le, Gue harus ngomong berapa kali sih sama lo, Jangan lo deketin dia Le !"ucap Dion sinis.


Leo tersenyum kecut,


"Weh santai Bro, Lo lihat sendiri kan tadi ? Dia yang datengin gue, Bukan gue yang deketin dia" ujar Leo.


Dion nampak membuang muka, Entah apa yang mereka bicara kan tadi, Yang jelas ia harus ekstra mengawasi Leo pikirnya.


Vanya pun kembali ke kelasnya, Fani nampak terlihat antusias dan mendekatkan kursinya ke kursi Vanya.

__ADS_1


"Gimana Va gimana?" tanya Fani.


"Stay di rumah gue jam 5" ujar Vanya.


"Yesss, Makasih Vanya " ucap Fani seraya memeluk Vanya dan hendak mencium pipinya.


"Iya iya udah sana , Jijik ih" ucap Vanya seraya mendorong wajah Fani.


"Jijik , Giliran ama laki lo aja doyan" gerutu Fani.


"Enak aja" bela Vanya.


"Tuh kan muna, Terus itu apaan dileher" celetuk Fani.


Vanya pun terbelalak, Rupanya kaos yang menutupi lehernya merosot saat ia berusaha mendorong Fani, Lalu dengan cepat Vanya mulai merapikannya kembali, Wajahnya nampak merah padam sekarang.


"Pak Daffin ganas juga ya" bisik Fani.


"Apaan sih Faniiii, Mulai deh ngeselin" ucap Vanya cemberut.


"Iya iya Sorry nanti gue enggak jadi dicomblangin lagi" ujar Fani


"Nah itu tahu"


...----------------...


Sepulang Kuliah,


Fani mengantarkan Vanya ke rumahnya, Lalu setelah itu ia mulai melajukan motornya lagi untuk pulang ke rumah, Mandi, Berganti pakaian serta berdandan.


Sementara itu, Vanya yang baru saja selesai merapikan rumahnya pun mulai duduk dan beristirahat di sofa.


Ia pun mulai merogoh ponselnya yang ia simpan di saku celananya, Ada satu pesan yang masuk.


📩 My Hubby : Sayang, Aku sudah sampai, Sekarang lagi survei lapangan, Nanti malam aja ya aku teleponnya.


📨 My Lovely Wife : Iya, Kamunya jangan lupa makan, Istirahatnya juga yang cukup.


📩 My Hubby : Siap sayang, Kamu juga ya jaga kesehatan disana. 😘😘


📨 My Lovely Wife : Iya 😘😘😘


Ting tong


Suara bel rumah Vanya, Ia pun bergegas keluar dan membukakan pintu,


"Kak Leo" ujar Vanya.


"Ini aku bawa sedikit makanan" ucapnya seraya memberikan kantung berisi burger dan juga beberapa potong ayam didalamnya.


"Makasih Kak, Emm.. Kak duduk di luar dulu ya, Aku buatin minum dulu" ujar Vanya.


" Oh iya" ujar Leo yang mulai duduk di kursi yang berada diteras rumah.


Vanya pun masuk ke dalam dan mulai menelepon Fani.


Tut..Tut..Tut..


"Fani, Lo masih dimana??? Kak Leo udah dateng nih !" ujar Vanya di telepon.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya. Terima kasih😌


__ADS_2